• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN GAMBARAN UMUM

3.2. ARAH KEBIJAKAN

3.2.3. ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

melalui program-program prioritas sebagai berikut.

• Sarana dan Prasarana Pendidikan

• Bantuan Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu, dari Daerah Afirmasi dan Berbakat

• Penanganan Anak Tidak Sekolah

• Penguatan Pelayanan 1 Tahun PraSekolah

5. Peningkatan Pengelolaan dan Penempatan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Arah kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki distribusi sumberdaya pendidik dan tenaga Pendidikan, sehingga penyelenggaran Pendidikan semakin baik dan maju. Perbaikian pengelolaan dan penempatan tenaga pendidik dan kependidikan, sekaligus juga memperbaiki layanan Pendidikan, mutu Pendidikan dan memperluas akses kepada peserta didik untuk mendapatkan penyelenggaran Pendidikan yang profesional dan Maju. Arah kebijakan ini ditempuh melalui program-program prioritas sebagai berikut.

• Revitalisasi dan Daya Dukung LPTK utk SDM Pendidikan di Daerah

• Pendidikan Profesi Guru dan Peningkatan Kualifikasi Pendidik

• Pemenuhan dan Distribusi Tenaga Pendidik Berbasis Kebutuhan

Penyelarasan Prodi/Bidang keahlian, dan pembelajaran inovatif, serta Kurikulum pelatihan vokasi harus adaptif terhadap dunia industri untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten.

Pelatihan berbasis kompetensi dengan program pemagangan adalah pendekatan pusat pelatihan vokasi untuk memastikan tenaga kerja dapat melakukan aktivitas di tempat kerja, sebagai hasil program pelatihan yang diikuti dan memenuhi standar kompetensi kerja.

Sistem terpadu ini memberikan banyak keuntungan bagi pemerintah, dunia industri dan tenaga kerja. Arah kebijakan ini ditempuh melalui program-program prioritas sebagai berikut.

• Penyelarasan Prodi/Bidang Keahlian dan Pembelajaran Inovatif

• Peningkatan Pendidik Vokasi Berkualitas

• Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Berkualitas

• Penguatan Sistem Sertifikasi Kompetensi 2. Penguatan Pendidikan Tinggi Berkualitas

Arah kebijakan ini bertujuan untuk memberikan penguatan bagi Pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan Pendidikan tinggi yang berkualitas. Secara umum diketahui Penerimaan mahasiswa baru (input ), merupakan tahap awal yang sangat krusial dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang berkualitas, yang bermuara pada peningkatan mutu SDM. Dimana, peluang sekaligus tantangan bagi perguruan tinggi di Sulawesi Tengah, mengingat kompleksitas terkait aksesibilitas perguruan tinggi ini yang antara lain dikaitkan beberapa faktor. Pertama, masih belum meratanya tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat yang menyebabkan masyarakat tidak mampu mengakses pendidikan tinggi. Kedua, pemerataan mengakses pendidikan yang berkualitas masih rendah, sehingga dijumpai perbedaan kemampuan bersaing untuk memasuki perguruan tinggi oleh penduduk di Provinsi Sulawesi Tengah.

Dengan kondisi tersebut perguruan tinggi, sebagai salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas SDM, perlu mengembangkan sistem dan kultur yang mendorong peningkatan kualitas SDM. Tidak hanya dapat diakses, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas SDM Provinsi Sulawesi Tengah. Pengembangan ini terkait dengan

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

tahapan input, proses, dan output perguruan tinggi yang memerlukan pendekatan komprehensif untuk mengangkat kualitas pada level yang diinginkan. Arah kebijakan ini ditempuh melalui program- program prioritas sebagai berikut.

• Perguruan Tinggi sebagai Produsen Iptek Inovasi dan Pusat Keunggulan

• Kerja Sama Perguruan Tinggi dengan Industri dan Pemerintah

• Peningkatan Kualitas dan Pemanfaatan Penelitian

• Peningkatan Kualitas Lulusan PT

3. Memajukan dan Melestarikan Kebudayaan Daerah

Arah kebijakan ini bertujuan untuk mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) yang berkembang baik, dan memberikan prinsip- prinsip kehidupan bagi masyarakatnya. Dimana secara umum, Kebudayaan memegang peranan penting dalam kemajuan suatu daerah dan bangsa. Kebudayaan daerah secara otomastis memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dan menjadikan Kebudayaan sebagai investasi untuk membangun masa depan. Keberagaman Kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah dinamika perkembangan dunia, terutama berkembangnya sangat cepat yang didorong oleh perkembangan era digitaliasi. Di tengah-tengah era peradaban dunia yang semakin ketat, menjadikan budaya sebagai salah satu investasi yang mampu membangun negara di masa depan. Beberapa cara untuk melestarikan budaya, yakni: pertama, Mengajarkan budaya ke orang lain. Setelah mengetahui seluk beluk budaya sendiri, sebaiknya menyampaikan hal tersebut kepada orang lain. Salah satu caranya adalah mengajarkan kepada orang lain, baik di lingkungan rumah atau sekolah. Dengan mengajarkan budaya ke orang lain, maka semakin banyak orang yang mengetahui mengenai budaya daerah sendiri, maupun budaya daerah lain. Sehingga memperkaya diri sendiri dan orang lain, dengan pengetahuan kebudayaan. Semakin banyak pengetahuan budaya yang dimiliki, maka semakin besar rasa untuk saling menghormati kebudayaan orang lain.

Kedua, memperkenalkan budaya ke negara lain. Selain memperkenalkan budaya sendiri di dalam negeri, juga patut memperkenalkan budaya ke luar negeri. Terlebih dengan teknologi media sosial yang semakin canggih dan cepat. Dengan memanfaatkan media sosial, memposting foto maupun video kesenian local, dan budaya daerah. Dengan memposting hal tersebut, maka secara tidak langsung sudah memperkenalkan budaya ke luar negeri. hal ini karena yang memanfaatkan media sosial atau internet tidak terbatas, melainkan semua orang di dunia. Memperkenalkan budaya daerah di luar negeri juga bisa dengan menggunakan pakaian- pakaian yang mencerminkan budaya daerah. Bagi beberapa orang yang sedang bekerja, sekolah, atau liburan ke luar negeri bisa menggunakan baju-baju produk hasil budaya lokal. Jika ada salah satu produsen baju lokal di luar negeri, bisa menjadi sarana yang baik untuk kita menggunakannya. Ketiga, Tidak terpengaruh budaya asing Untuk melestarikan budaya sendiri,sebaiknya kita tidak terpengaruh dengan budaya negara lain. Pada era globalisasi saat ini, budaya asing sangat mudah masuk ke tengah-tengah masyarakat Indonesia. Dengan banyak budaya asing yang masuk, sebaiknya kita menjadikan budaya sendiri sebagai identitas diri. Menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya. Meski budaya asing dinilai lebih modern dan lebih gaul, budaya daerah juga tidak kalah bagusnya untuk diperkenalkan. Jika budaya asing begitu-begitu saja, budaya daerah justru banyak ragamnya. Selain tidak terpengaruh budaya asing, sebaiknya kita tetap memilah budaya asing untuk dipelajari.

Jangan sampai asal memilih dan menghilangkan budaya sendiri.

Prinsipnya boleh mempelajari budaya asing, namun harus dengan cermat. Mengambil sisi positif, yang dapat mengembangkan diri, tanpa menghilangkan jati diri kebudayaan sendiri. Arah kebijakan ini ditempuh melalui program-program prioritas sebagai berikut.

• Revitalisasi dan aktualisasi nilai budaya dan kearifan lokal

• Pengembangan dan pemanfaatan kekayaan budaya

• Pelindungan hak kebudayaan dan ekspresi budaya

• Pengembangan, pembinaan, dan pelindungan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

4. Meningkatkan Literasi, Inovasi dan Kreativitas

Arah kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan yang memiliki dampak hasil akhir yang signifikansi bagi penggunanya untuk meningkatkan kemampuan inovasi dan kreativitas. Terdapat 4 (empat) tingkatan literasi yakni kemampuan mengumpulkan sumber-sumber bacaan, mampu memahami apa yang tersirat dari yang tersurat, mengemukakan ide atau gagasan baru, teori baru, kreativitas dan inovasi baru serta akhirnya menciptakan barang atau jasa yang bermutu bagi kehidupan. Dimana, penguatan kemampuan literasi bagi setiap orang, sehingga tercipta dan terwujud inovasi dan kreativitas. Hasilnya terjadi peningkatan kapabilitas individu dan kesejahteraan masyarakat. Arah kebijakan ini ditempuh melalui program-program prioritas sebagai berikut.

• Peningkatan Budaya Literasi

• Pengembangan Budaya Iptek dan Inovasi

• Peningkatan Kreativitas dan Daya Cipta

• Penguatan institusi sosial penggerak literasi dan inovasi

3.2.4. ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN

Dokumen terkait