• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN GAMBARAN UMUM

2.3. PENDIDIKAN PRA SEKOLAH

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peranan yang pen- ting bagi perkembangan seorang anak. Pada masa pemerintahan Re- publik Indonesia Tahun 2019-2024 disebutkan pada Tujuan Pembangu- nan Berkelanjutan keempat, yakni; “memastikan pendidikan bermutu yang inklusif dan berkesetaraan dan menyediakan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua”, secara spesifik mencantumkan kese- taraan akses terhadap layanan PAUD berkualitas sebagai sebuah indi- kator pembangunan bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan akan pentingya PAUD dalam pembangunan nasional, terkait dengan pembangunan SDM.

Dalam konteks ini, pembangunan pendidikan dipandang sebagai usaha sadar untuk menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan perkembangan optimal dari potensi yang dibawa lahir peserta didik sejak dini. Pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai bagian dari seluruh usaha sadar melaksanakan pembangunan manusia seutuhnya, sejak dekade terakhir telah memposisikan diri dalam membangun masyarakat Indonesia sebagai hal strategis.

Dalam paradigma pendidikan kini, PAUD bukan lagi hanya terbatas pada konseling pendidikan anak usia dini oleh orang tuanya, sebagai bagian dari pendidikan informal, melainkan sudah mengalami

perubahan signifikan. Paradigma PAUD kini mencakup usaha sadar dari seluruh masyarakat, sekolah, pemerintah dan berbagai lembaga swasta dalam melakukan tugas pendidikan. Saat ini, pendidikan anak usia dini dihadapkan pada berbagai permasalahan yang cukup luas, namun harus ditangani secara spesifik dan profesional. Pendidikan Anak Usia Dini adalah layanan yang diberikan pada anak sedini mungkin sejak anak dilahirkan kedunia ini sampai lebih kurang anak berusia enam- delapan tahun.

Pendidikan pada masa-masa ini merupakan sesuatu hal yang penting untuk mendapatkan perhatian dari semua pihak yang bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak, terutama orangtua dan atau orang dewasa lainnya yang berada dekat dengan anak.

Secara konseptual, tujuan utama pendidikan anak usia dini dicirikan dari pembelajaran dengan prinsip belajar melalui bermain. Hal ini ditunjukan dengan upaya seoptimal mungkin menumbuhkembangkan semua potensi anak yang dibawa sejak lahir. Proses pembelajaran pada anak usia dini diharapkan dapat mengembangkan kebermaknaan melalui pengalaman nyata yang beranfaat bagi anak di kehidupan sehari-hari.

Pembangunan PAUD di Provinsi Sulawesi tenga dalam waktu 5 tahun terakhir (2015-2019) mengalami perkembangan yang baik dan menggembirakan. Dalam hal kategori PAUD formal, lembaga taman kanak-kanak dan raudhatul athfal (RA) mengalamai perkembangan yang baik dan cukup memuaskan dari aspek jumlah. Sedangkan pada PAUD nonformal meliputi kelompok bermain (KB), tempat penitipan anak (TPA), dan satuan PAUD sejenis (SPS) juga mengalami kemajuan yang cukup memuaskan.

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

Gambar 2.7. Jumlah Sekolah TK di Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Dengan menyimak gambar di atas, dapat dikemukakan bahwa fasilitas TK yang tersedia di Provinsi Sulawesi Tengah berkembang dengan baik, meskipun apabila dikaitkan dengan mutu layanan masih perlu untuk ditingkatkan. Oleh karena itu, akan menjadi penting untuk diperhatikan bahwa pembelajaran pada anak usia dini sangat potensial untuk segera dilakukan sejak sedini mungkin, karena pada masa ini terdapat masa peka atau masa sensitif dimana anak mudah menerima beragam rangsangan dan pengaruh dari luar diri yang diterimanya melalui panca inderanya.

Selain itu, perkembangan kemampuan kognitif, bahasa, fisik motorik dan emosional anak juga mengalami kematangan dan perubahan yang cepat seiring dengan pengaruh dari lingkungan. Pada masa ini peran orangtua dan guru menjadi sangat penting, karena pada mulanya setiap anak memiliki kebergantungan yang tinggi, hal ini merupakan suatu hal yang wajar akibat dari ketidakberdayaan anak manusia ketika dlahirkan. Namun seiring dengan berjalannya waktu ada saatnya anak harus menjadi lebih mandiri. Untuk itu perlu adanya keseimbangan peran orang tua dan guru.

Dalam penyelenggaraan PAUD berkualitas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, nampak telah berupaya keras untuk menyerasikan layanan dengan standar nasional PAUD, dan berusaha untuk mengikuti regulasi yang ada yakni; Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia, Nomor 137/2014. Dan terus berusaha untuk mewujudkan kebijakan wajib satu tahun pendidikan pra-sekolah dasar untuk semua anak Indonesia (Peraturan Presiden Nomor 59/2017).

Gambar 2.8. Jumlah Siswa TK di Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Gambar di atas menunjukan bahwa perkembangan setiap tahun siswa TK di Provinsi Sulawesi Tengah terjadi fluktuatif setiap tahunnya.

Dapat dilihat bahwa penyelenggaraan TK di Sulawesi Tengah, masih didominasi oleh penyelenggara TK swasta. Bahkan siswa TK di swasta lebih banyak di sekolah TK negeri. Hal ini menunjukan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan TK di Sulawesi Tengah mengalami perkembangan yang baik.

Jumlah anak yang menikmati layanan PAUD terus bertambah setiap tahun. Hal ini tercermin dari tingkat angka partisipasi kasar (APK), atau jumlah anak yang menikmati layanan PAUD di beberapa kabupaten/

Kota di Sulawesi Tengah. Capaian ini merupakan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat dan swasta.

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

Gambar 2.9. Jumlah Kepala Sekolah dan Guru TK di Sulawesi Tengah Ta- hun 2015-2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Gambar di atas menunjukkan bahwa terjadi penambahan jumlah kepala sekolah dan Guru TK di Propinsi Sulawesi Tengah dari tahun 2015–2019. Penambahan jumlah ini dapat diduga karena tingkat partisipasi siswa untuk bersekolah TK berkembang pesat di Sulawesi Tengah. Dampak nya antara lain, pola rekrutmen guru TK semakin bertambah. Inisiatif pihak swasta dalam penyelenggraaan TK semakin berkembang.

Gambar 2.10. Jumlah Siswa TK di Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Gambar di atas menunjukan bahwa terjadi peningkatan jumlah siswa di TK dan bahkan dari segi usia siswa anak, banyak masyarakat yang semakin peduli untuk menyekolahkan anak di usia <4 tahun untuk sekolah di TK. Partisipasi masyakarat untuk menyekolahkan anak ke sekolah TK yang meningkat akan berkontribusi terhadap upaya yang keras dalam mendidik anak di sekolah oleh guru. Padahal usia tersebut, lebih baik dibimbing dan didik oleh orangtua.

Gambar 2.11. Jumlah Siswa TK Kelas A dan B di Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukan upaya untuk terus mendorong setiap kota/kabupaten memiliki Lembaga PAUD terpadu pembina holistik integratif (PAUD HI), yang bekerja sama dengan Posyandu agar pelayanan kepada anak usia dini memenuhi kebutuhan akan pendidikan, pengasuhan, perlindungan, kesehatan, dan gizi. Dorongan ini sesuai dengan Perpres No. 60 Tahun 2013, dan Permen Kemenko PMK sebagai Ketua Pokja PAUD HI. Dalam kaitan ini, Nampak bahwa wujud konkret adanya penambahan jumlah penyelenggara PAUD di Sulawesi Tengah memang baik.

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

Gambar 2.12. Jumlah Siswa TK Kelas A dan B Menurut Jenis Kelamin di Sulawesi Tengah Tahun 2015-21019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Namun demikian upaya tersebut masih belum seimbang dengan jumlah desa yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, sehingga terlihat bahwa angka partisipasi PAUD masih belum proporsional dengan jumlah penduduk usia 3-6 tahun. Beberapa hal yang dapat dianalisis dari kondisi perkembangan PAUD di Sulawesi Tengah antara lain; Pertama, kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi anak usia dini (golden years) masih terus berkembang. Ini artinya masih perlu terus diberikan dorongan kepada masyarakat untuk menyekolahkan anak usia dini ke PAUD. Kedua, akses layanan PAUD di wilayah Sulawesi Tengah saat ini masih terbatas. Masih banyak desa di Sulawesi tengah yang belum memiliki lembaga PAUD. Ini merupakan tantangan tersendiri dalam rangka peningkatan dan pemerataan akses layanan PAUD.

Gambar 2.13. Jumlah Kepala Sekolah dan Guru TK di Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Hingga tahun 2019, jumlah pendidik TK di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yang secara resmi tercatat mengalami perkembangan baik. Banyak guru semakin berminat menjadi guru TK. Ini merupakan tantangan besar, karena sesuai Standar Nasional PAUD, pendidik PAUD mestinya berpendidikan S-1 atau D-4.

Tabel di bawah ini menunjukan jumlah kepala sekolah dan guru di TK di Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan golongan kepegawaian.

Hal ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan dari jumlah, namun semakin berkurang yang menduduki pangkat golongan IV. Masih banyak jumlah kepala sekolah dan guru non PNS. Hal ini menjadi tantangan dari aspek kompetensi dan profesionalisme kepala sekolah dan guru TK.

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

Tabel 2.4. Jumlah kepala Sekolah dan guru TK di Sulteng tahun 2015-2018 Berdasarkan Golongan Kepangkatan

2015/2016 2016/2017 2017/2018 2018/2019

Jumlah KS + Gr PNS 2619 1314 1355 1727

Gol II 850 421 388 502

Gol III 1019 519 482 841

Gol IV 750 374 485 384

Jumlah KS + Gr Non PNS 3426 4954 5110 5461

Total 6045 6268 6465 7188

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Gambar 2.14. Jumlah Kepala Sekolah dan Guru TK Menurut Ijasah Tertinggi Tahun 2015-2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Kepala sekolah dan Guru TK di Sulawesi Tengah seperti terlihat pada gambar di atas, menunjukan bahwa kepala sekolah dan Guru TK semakin meningkat kualifikasi sarjana atau pascasarjana. Dibandingkan dengan yang bukan sarjana. Hal ini menunjukan hal positif dan baik.

Gambar 2.15. Rasio Siswa TK Per Sekolah di Sulawesi Tengah Tahun 2015- 2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Gambar di atas menunjukan bahwa rasio siswa yang bersekolah di TK negeri dan di TK swasta tidak jauh berbeda. Demikian pula pada rasio antara kepala sekolah dan guru dengan sekolah.

Gambar 2.16. Rasio Siswa TK Per Kepala Sekolah dan Guru di Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

Gambar 2.17. Persentase Kepala Sekolah dan Guru TK yang Layak dan Tetap di Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Gambaran umum keadaan PAUD Non formal (kelompok bermain, Tempat Penitipan anak (TPA) dan satuan PAUD Sejenis (SPS) di Provinsi Sulawesi tengah tahun 2015-2019 terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.18. Keadaan PAUD di Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019

Sumber: diolah kembali dari:

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2015/2016 S.d 2018/2019 Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Setjen, Kemdikbud, (diolah kembali)

• Statistik Pendidikan Anak Usia Dini 2019/2020 Pusat Data dan Teknologi Informasi, Jakarta:

Setjen, Kemdikbud, 2020

Dari gambar di atas dapat dikemukakan bahwa jumlah peserta didik PAUD non formal menunjukan fluktuatif yang signifikan. Hal ini diduga karena antusias orangtua untuk pendidikan anak demikian berkembang pada tahun 2015-2017 dan menurun tajam pada tahun 2018. Dapat terjadi hal ini dikarenakan animo masyarakat untuk mengantarkan anak bersekolah di lembaga PAUD non formal karena sudah ada TK di desa masing-masing yang berkembang pesat tahun 2018-2019.

Namun demikian yang patut dicatat adalah bahwa program pendidikan anak usia dini di Sulawesi Tengah pada tahun 2015 – 2019 cukup baik dan berkembang dengan baik. Hal ini sudah sejalan dengan upaya pada mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini yang relevan dan berkualitas tinggi, merata dan berkelanjutan, didukung oleh infrastruktur dan teknologi. Selain itu, berupaya untuk mengoptimalkan peran serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi dan reformasi pengelolaan pendidikan anak usia dini.

Dokumen terkait