• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arti penting kepercayaan

Dalam dokumen Buku Ajar Budaya Organisasi (Halaman 159-162)

Peran Pemimpin

8.4. Arti penting kepercayaan

Kepercayaan adalah keyakinan seseorang dalam mengisi suatu jabatan tertentu. Karena mereka dipersepsikan memiliki kemampuan dan kejujuran untuk memegang jabatan dengan cara yang benar-benar sesuai dengan harapan. Itulah sebabnya makna imam menjadi inti kehidupan ini, menjadi alat ukur dan obat mujarab kehidupan. Ketika orang percaya pada kemampuan dan integritas kita, mereka ingin memberi kita posisi tertentu. Oleh karena itu, modal kepercayaan lebih tinggi dari yang lain.

Jika kita menginginkan karir dan perjalanan hidup yang kaya dan

157

termasyhur, kita perlu memiliki modal yang berharga. Sebaliknya, jika kepercayaan tidak dimiliki, maka kisah hidup kita akan berakhir.

Menurut Para Ahli

a. Menurut Robbins & Judge (2007), "Kepercayaan adalah harapan positif bahwa orang lain melalui kata-kata, tindakan atau keputusan- bertindaklah secara oportunis.” Yang mana hal yang dimaksud adalah harapan positif bahwa orang lain tidak bertindak oportunis.

b. Menurut Colkit et al. (2014) menyatakan pendapatnya tentang kepercayaan: "Kepercayaan adalah rentan terhadap otoritas berdasarkan harapan positif dari otoritas perbuatan dan niat”.

Maksud dari pernyataan tersebut yaitu karyawan mau melakukan tugas yang yang seharusnya menjadi bagiannya dengan senang hati.

c. Menurut Hichpart (2005), "Kepercayaan merupakan mempercayai apa yang dikerjakan orang lain akan menghasilkan hasil yang baik, dan tentunya tidak memberikan hal negatif terhadap orang lain d. Menurut Kreatner & Bulens (2002), “ Kepercayaan itu saling

berfikiran positif tentang apa yang dilakukan oleh orang lain, yang dilakukan oleh sudut dua arah yang menimbulkan reaksi dari dari keduanya.

Kesimpulannya adalah untuk mendapatkan kepercayaan maka anggota organisasi tersebut harus dapat bersikap dan berperiku dengan baik, dengan terus bertanggung jawab atas segala pekerjaannya secara personal kepada orang lain. Hal lainnya seperti dapat mencapai target – target yang diinginkan oleh perusahaan serta terus berperilaku positif yang dapat mengambil hati orang lain sehingga percaya akan hal dilakukan.

Kepercayaan bagi Pemimpin

Seorang pemimpin dituntut untuk memenuhi tanggung jawab kepemimpinan dalam suatu organisasi bukanlah hal yang mudah. Secara khusus, tidak mudah bagi anggota tim untuk percaya diri pada pemimpin mereka. Ini adalah faktor terpenting dalam mengimplementasikan kerja tim itu sendiri dan, jika tidak dilakukan dengan benar, dapat menyebabkan konflik. , Stres, dan hingga hasil kinerja yang kurang optimal. Pemimpin yang efektif dan baik harus menyadari bahwa membangun kepercayaan itu penting dan merupakan dasar untuk membangun kolaborasi antara anggota dalam suatu organisasi dan orang lain. Berikut adalah lima cara untuk membangun kepercayaan pada anggota tim organisasi Anda. Jadi:

1. Menunjukkan perhatian dan kepercayaan kepada anggota Menunjukkan perhatian dan kepercayaan kepada anggota organisasi merupakan salah satu bentuk motivasi karyawan. Karena ketika karyawan merasa bertanggung jawab untuk melakukan tugas-tugas ini dan memiliki harapan terbaik untuk tugas yang mereka lakukan, mereka dapat membantu mereka mencapai tujuan mereka. Perhatian dan dukungan pemimpin dapat merangsang kepercayaan pada anggota organisasi.

2. Hormati anggota organisasi . Semua anggota tim yang berkontribusi dalam pencapaian tujuan perusahaan perlu diapresiasi oleh orang- orang di sekitarnya. Manajer, khususnya, sangat dihargai karena

158

pengaruh positif mereka dan pekerjaan yang bermanfaat bagi karyawan mereka.

3. Memahami cara menegur anggota tim. Setiap anggota / karyawan harus melakukan sesuatu yang akan membantu mengurangi pekerjaan dan kesalahan. Sebagai seorang pemimpin, mengeluarkan peringatan harus dilakukan di lokasi yang sepihak, jauh dari pandangan banyak orang. Jangan biarkan hal lain yang tidak Anda inginkan terjadi.

4. Pemimpin pertama-tama harus memberi contoh kepada anggota.

Sebagai pemimpin yang baik, saat memberikan tugas kepada anggota, Anda juga perlu mengajari anggota tim nilai dan standar yang ingin dicapai. Ini membuatnya lebih mudah untuk melakukan tugas. Tidak ada kesalahpahaman antar anggota. pemimpin.

5. Pemimpin memiliki motivasi dan integritas. Motivasi dan integritas berarti setiap kalimat yang Anda (pemimpin) katakan sesuai dengan tindakan Anda. Jika tidak, karyawan atau anggota dapat kehilangan kepercayaan.

Pemimpin merupakan trend center bagi anggota dalam suatu organisasi dan dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan keberanian dan semangat yang kuat untuk menghasilkan keberhasilan dalam mendukung organisasi yang baik.

Kepercayaan bagi Tim

Dalam sebuah kerja tim juga sangat mebutuhkan kepercayaan karena tim yang solid sangat membutuhkan itu. Sekelompok individu yang bekerja bersama, tetapi sering kali tidak jujur atau menyembunyikan sesuatu dari anggota lain masa akan menimbulkan kekecewaan, perkerjaan bersama akan mengalami kendala. Oleh karena itu, kepercayaan merupakan faktor penting dalam tim yang efektif, karena dapat meyakinkan anggota. Ketika anggota tim merasa diyakinkan, mereka merasa nyaman untuk membuka diri, mengambil risiko yang sesuai, dan mengidentifikasi kelemahan. Tanpa kepercayaan pada tim, maka tim tersebut kekurangan inovasi, kolaborasi, pemikiran kreatif, dan produktivitas tim. Orang menghabiskan waktu untuk melindungi diri mereka sendiri, bahkan tanpa kepercayaan. Ini berarti membuang-buang waktu untuk membantu tim mencapai tujuan mereka. Kepercayaan juga penting untuk berbagi pengetahuan. Sederhananya, ketika anggota tim saling percaya, mereka lebih mungkin untuk berbagi pengetahuan.

Terdapat faktor yang dapat menghilangkan kepercayaan “Menurut hakim, ada beberapa faktor yang bisa merusak kepercayaan, yang sering terjadi”.

a. Merasa ada kekecewaan adalah perasaan bahwa menginginkan sesuatu tetapi tidak mendapatkan apa yang harapkan. Kekecewaan bisa muncul secara tiba-tiba, yang mempengaruhi cara berpikir dan menghadapi perasaan marah dan sedih seseorang.

b. Perasaan kehilangan harapan. “Hilangnya harapan biasanya terjadi ketika seseorang menginginkan harapan besar dari orang lain, dan perasaan ini dapat melukai jiwa manusia karena harapan tersebut tidak dapat terpenuhi.” Kehilangan harapan sama saja dengan keputusasaan, berdampak besar pada diri sendiri sehingga kamu merasa tidak bisa mewujudkannya keinginan yang tidak terpenuhi.

159

c. Perasaan marah. “Marah mencakup semua emosi yang dimulai dengan kecanggungan hati dan menyebabkan kemarahan meledak dengan cepat dan hebat.” Ketika marah, Anda kehilangan kendali atas emosi karena keinginan tidak terpenuhi. Hal ini dapat mempengaruhi lingkungan. Karena itu, ketika marah, sangat sulit untuk mengontrol tingkat emosi.

d. Perasaan berdosa. Perasaan bersalah, penyesalan, atau kekecewaan merugikan diri sendiri. Karena selalu menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah Anda lakukan.

Karakteristik dan Manfaat Kepercayaan Organisasi

“Kepercayaan dalam sebuah organisasi sangat berperan penting dalam menjalankan sebuah organisasi yang lebih baik dalam membentuk tim kerja yang sukses. Hal tersebut selaras dengan kepercayaan karyawan terhadap seorang pemimpinnya, yang mana dapat mengurangi risiki dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, menambah keterlibatan dan produktivitas karyawan”

(Pucetaite, Lamsa, dan Novelskaite, 2010).

“Kepercayaan dalam sebuah oraganisasi dapat memberikan dampak pada karyawan, keikut sertaan karyawan dalam mengambil keputusan juga lebih tinggi, serta menerapkan lingkungan kerja yang lebih baik lagi. Kepercayaan terhadap perusahaan dapat meningkatkan komitmen, loyalitas dan lain sebagainya. Apabila suatu organisasi berkembang, bawahan akan lebih berkomitmen terhadap perusahaan. ((Brockner et al, 1997).

Faktor Kepercayaan Organisasi

“Kepercayaan terhadap sikap yang positif oleh karyawan kepada perusahaan diyakini akan patuh dan taat terhadap norma dan nilai perusahaan tempat ia bekerja yang dipercaya muncul karena adanya sesuatu yang pernah dialami serta kepercayaan. Nilai dan prinsip moral yang disepakati. Demikian pula, berpengaruh pada pendapat Pille, Bourdeau dan Galois (2010) yang mengatakan bahwa “ kepercayaan merupakan inti dari faktor emosional, aktivitas mental, serta hal baik lainnya. Nilai – nilai moralitas seperti kejujuran serta apa adanya. Percaya terhadap oarang yang telah meyakinkan kita akan hal baik yang ada dalam diri kita, hal yang telah kita lalui, serta segala sesuatu pesan baik. Memperkirakan sikap dan perilaku per orangan dalam menyikapi suatu persoalan, termasuk dalam memperkirakan di masa yang akan datang.

“Interaksi antara dua orang secara fisik, berpeluang dalam meyakini suatu kenyataan dan harapan organisasi”. (Paille, Bourdeau, dan Galois, 2010). Ada hal lain seperti kepercayaab dapat menjadikan pengaruh penghormatan jangka panjang untuk kewajiban timbal balik yang saling menguntungkan dari interaksi antara dua orang secara fisik yang saling terlibat. (Hendra Polwant G)

Dalam dokumen Buku Ajar Budaya Organisasi (Halaman 159-162)