TINDAKAN DALAM MENUJU ENGAGEMENT
6. MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI YANG BERPRESTASI Budaya organisasi adalah kesepakatan secara bersama di dalam
5.3. Peranan Budaya Organisasi Berbasis Kompetensi
100
social/masyarakat yang kemudian menghasilkan budaya social atau budaya masyarakat. Hal yang sama juga akan terjadi bagi para anggota organisasi dengan segala nilai, keyakinan, dan perilakunya dalam organisasi yang kemudian menciptakan budaya organisasi.
Menurut Lyle M. Spencer, Jr. dan Signe M. Spencer (1993:9) memberikan lima tipe atau karakteristik dasar dari kompetensi, yaitu :
1. Motif (motive), merupakan sesuatu yang secara terus-menerus dipikirkan atau diinginkan oleh seseorang yang menyebabkan adanya tindakan. Motif ini menggerakkan, mengarahkan dan memilih perilaku terhadap tindakan tertentu atau tujuan dan berbeda antara orang yang satu dengan orang lainnya.
2. Sifat (traits), merupakan karakteristik fisik dan responden yang konsisten terhadap situasi dan informasi
3. Konsep diri (self-concept), merupakan perilaku, nilai-nilai dan kesan pribadi seseorang.
4. Pengetahuan (knowledge), merupakan informasi mengenai seseorang yang memiliki bidang substansi tertentu.
5. Keahlian (skill merupakan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan mental tertentu
Klasifikasi kompetensi menurut Michel Amstrong dan Angela Baton (1998), yaitu :
1. Core Competence (kompetensi inti), merupakan suatu kemampuan kompetensi yang semua orang anggota organisasi harus memillikinya.
2. General Competence (kompetensi generik), merupakan kompetensi fungsional yang mengandung arti perlu dimiliki seseorang dengan pekerjaan yang sama.
3. Role Specific Competence (kompetensi peran spesifik), merupakan kompetensi managerial yang mengandung arti adanya tugas atau peran khusus yang harus dilakukan.
5.3. Peranan Budaya Organisasi
101
bagian dari ciri atau karakteristik penting yang dianut sedemikian rupa oleh organisasi dan kemudian di sebut sebagai budaya organisasi.
Dengan demikian, budaya organisasi cenderung bertahan lama dan merupakan pola atau karakteristik organisasi yang seimbang. Dari hal itu, masing-masing organisasi cenderung harus memiliki budaya dan berpegang pada intensitas budaya organisasi, lantaran suatu budaya akan berpengaruh secara signifikan pada pandangan, sikap dan karakter anggota organisasi. Dengan mempelajari hal-hal yang membangun budaya suatu organisasi dan bagaimana budaya itu dibuat, dijaga dan dikaji, akan menambah kapabilitas untuk menjelaskan dan memprediksi tingkah laku anggota organisasi di suatu perusahaan. (Martandiyana et al., 2022)
Budaya organisasi termasuk kedalam bagian yang penting sebagai pemersatu kaitan sosial dan menjadikan organisasi menjadi satu kesatuan. Karena budaya termasuk tempat keseharian yang nyata dan bisa dirasakan oleh anggota organisasi, budaya pun melukiskan bagaimana sumberdaya manusia mempelajari sesuatu dalam sebuah organisasi. Hal tersebut termasuk bagian kebiasaan sumber daya manusia di suatu organisasi, mencakup hal-hal yang terjadi. Singkatnya, budaya merupakan ciri dan arti bagi sebuah organisasi. (Rahmawati, 2019)
Dalam sebuah organisasi budaya memerankan sejumlah fungsi penting. Pertama, budaya berperan untuk menerapkan batasan, yang berarti budaya membuat pembeda yang jelas antar organisasi. Kedua, budaya menciptakan suatu ciri khas yang dimiliki oleh bagian organisasi. Selanjutnya ketiga, budaya mampu memunculkan rasa keterikatan terhadap hal yang luas dibandingkan dengan kepentingan personal. Empat, kemantapan sistem sosial akan dimantapkan oleh budaya. Budaya organisasi dapat didefinisikansebagai pemersatu dalam kehidupan kerja yang ikut menyatukan organisasi berserta menciptakan sitem dan standar yang pas tentang hal yang harus dituruti oleh anggota organisasi.
(Robbins, 2017)
Budaya memiliki hubungan dan kedudukan terhadap berbagai lini kegiatan organisasi atau perusahaan. tujuan organisasi dapat dicapai juga karena peran budaya organisasi. Terdapat banyak kajian yang memperlihatkan budaya organisasi mempengaruhi kinerja. Dibawah ini merupakan peranan budaya organisasi untuk anggota organisasi, organisaasi dan bukan anggota organisasi tetapi berhubungan dengan organisasi.
1) Sebagai pengikat anggota dan mempersatukan organisasi. Anggota yang diterima harus dapat beradaptasi, mnerima dan melaksanakan budaya organisasi. Bagian dari organisasi harus melaksanakan hal yang bisa dan tidak bisa dikerjakan. Dengam demikian, nilai etika dan kode etik dari budaya organisasi mencakup mengkoordinasi, meyakinkan dan merekatkan para anggotanya.
2) Jati diri organisasi (identitas), dimana budaya akan memperlihatkan jati diri organisasi pada masyarakat luas. Adat, budaya yang lain dan menjadi pembeda akan menjadikan identitas dan memberi rasa bangga.
102
3) Motivasi, dimana budaya organisasi menunjukkan energi dan memotivasi para anggota supaya melaksanakan tugas dan mencapai tujuan
4) Meningkatkan komitmen rasa memiliki, mencakup budaya yang mempersatukan dan meningkatkan jiwa memiliki yang kemudian akan memfasilitasi komitmen anggota dengan mengembangkan pola pikir yang terbuka dan mengesampingkan kepentingan personal 5) Kestabilan (konsistensi), dimana budaya adalah suatu hal yang
memiliki peraturan, asas, prosedur, cara bertindak, pola berpikir hingga perilaku yang dapat menimbulkan kestabilan para anggota agar melakukan pekerjaan dan peran.
6) Mempersempit terjadinya perbedaan dan konflik, dimana eksistensi panduan dan peraturan yang memiliki isi yang sama dan tidak berubah akan memperkecil perbedaan budaya dimana salah satunya adalah gaya untuk menyelesaikan permasalahan.
7) Memangkas ketidakpastian, dimana budaya akan menentukan arah capaian dan cara yang bagaimana sehingga memangkas ketidakpastian dan menguatkan kepastian guna mengembangkan sistem control.
8) Keunggulan kompetitif, dimana dengan budaya yang tersistem dan kuat akan mendorong sikap konsisen yang kemudian membentuk motivasi kerja yang efektif dan efisian guna menurunkan ketidakpastian.
9) Kinerja organisasi, mencakup motivasi, etos kerja, kepuasan hingga keunggulan kompetitif dimana semua hal ini kemudian akan menciptakan budaya organisasi yang kuat dan terstruktur yang dapat bertahan lama. (Harahap, 2011)
Semua organisasi pastinya ingin meraih keberhasilan mutlak dan sukses. Dan untuk menggapainya, banyak masalah yang ditemui. Kajian, analisis dan percobaan harus berulang kali dilakukan dimana hal tersebut memerlukan banyak waktu dan usaha.
Organisasi didefinisikan sebagai tempat bekerja yang berjalan dinamis dan vital, tempat seseorang memdedikasikan dirinya untuk mencapai tujuan dengan mengambil resiko dan tanggung jawab penuh untuk setiap hal yang dikerjakannya.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, perlu mengubah budaya organisasi. dewasa ini mengubah budaya adalah sebuah kebutuhan.
Hal ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan emosional, harapan dan perasaan. Seseorang mungkin merasa termotivasi jika mereka di perhatikan. Seorang karyawan tidak akan memenuhi tugasnya kecuali jika keinginan dan kebutuhan mereka dipenuhi dalam prosesnya. Resensi dan perkembangan teknologi akan mengubah pandangan marialis seorang karyawan tentang apa ayang harusnya diperoleh atau diekspektasikan dari organisasi. Desakan ekonomi pasar yang semakin tinggi akan menyadarkan organisasi akan biaya yang dikeluarkan atau ditanggung.
B. Peranan budaya organisasi berbasis kompetensi
Organisasi didefinisikan sebagai tempat bekerja kompleks bagi seseorang untuk memperoleh tujuan. Budaya organisasi merupakan sesuatu yang menjadi pembeda antara satu organisasi dengan yang lainnya. Jika kita mendatangi suatu organisasi atau perusahaan tertentu dan berhubungan dengan anggota organisasi
103
atau karyawan di sutu perusahaan, maka kita akan dapat mengamati dan membedakan atmosfer dari organisasi tersebut, dengan demikian kita dapat merasakan dan mengidentifikasi budaya yang ada. Budaya organisasi termasuk kedalam nilai (value) yang dipunyai oleh organisasi, dapat dirasa, ditelaah dan di mengerti oleh seluruh anggota organisasi. Value tersebut terkandung dalam keyakinan, symbol-simbol, mitos, adat dan ritual hingga praktek yang berkaitan langsung dengan kegiatan operasional organisasi. Value atau nilai- nilai ini akan menjadi peta dan sebagai pedoman berperilaku bagi anggota organisasi.
Pada era global ini, persaingan dunia usaha semakin ketat, oleh karena itu organisasi tidak cukup hanya memiliki nilai-nilai yang tumbuh dari dalam secara internal tanpa memperdulikan nilai- nilai eksternal untuk bersaing di pasar. biasanya tuntutan nilai eksternal untuk bersaing di pasar lebih mengarah pada peningkatan efisiensi, efektivitas, kreativitas dan inovasi untuk memperoleh keunggulan bersaing yang semuanya sangat erat hubungannya dengan sumber daya manusia dan kompetensi. Saat ini, keungulan bersaing yang diperoleh dari penguasaan teknologi tertentu waktunya masih pendek karena teknologi sangat cepat berubah dan mudah diakses oleh perusahaan yang lain. Organisasi yang beroperasi pada masa sekarang sangat riskan apabila hanya menggantungkan pada satu atau dua teknologi tertentu karena entry to harrier (halangan masuk) terhadap terknologi dewasa ini sangat rendah sehinga orang lain dapat dengan mudah masuk keindustri tersebut dan menjadi pesaing yang kuat. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi organisasi untuk meningkatkan keunggulan bersaing melalui peningkatan kekuatan sumber daya manusianya. Dalam hal ini, kapabilitas dan kompetensi sangatlah berperan dalam menciptakan keunggulan bersaing tersebut. Namun demikian, perkembangan kekuatan dengan menggunakan kompetensi tidak akan efektif bila tidak melalui pengembangan budaya organisasi.
Dengan demikian budaya organisasi dan kompetensi harus berjalan bersama dan harus saling memperkuat.
Pada dasarnya organisasi menginginkan agar budaya organisasi tidak berbeda dari kompetensi inti karena apabila terjadi perbedaan yang signifikan antara kompetensi inti dan budaya organisasi, berarti akan ada dua kelompok nilai yang berbeda yang harus diikuti oleh semua anggota organisasi. Ini akan menyebabkan pembentukan nilai-nilai yang ada dalam organisasi menjadi tidak fokus dan terpecah. Apabila hal ini terjadi, anggota organisasi akan kehilangan arah atas nilai-nilai yang lebih diprioritaskan oleh organisasi sehingga organisasi akan sulit memiliki nilai yang kuat untuk membentuk keunggulan bersaing.
Selanjutnya, menurut Michael zwell dalam (Harahap, 2011), ada tiga dasar agar organisasi berhasil, yaitu :
1) Kompetensi/keahliah kepemimpinan
2) Kompetensi/keahlian yang dimiliki oleh pekerja
3) Peran budaya organisasi dalam upaya meningkatkan dan memaksimalkan kompetensi
Di dalam perusahaan hendaknya dibudayakan untuk melakukan pengembangan kompetensi dan terus didorong agar
104
terbentuk budaya kompetensi. Budaya organisasi akan sangat berperan dalam membentuk karakter karyawan yang kemudian akan mengembangkan kompetensinya untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan organisasi. (Harahap, 2011)
Organisasi berasal dari bahasa Yunani "organon"yang berarti instrumen atau alat bantu. Organisasi tidak bisa serta-merta disamakan dengan alat bantu yang lain karena komponen organisasi tidak hanya terdiri dari benda-benda mati yang mudah dikendalikan tetapi juga ada unsur manusia yang tidak mudah dikendalikan.
Dalam mengoperasikan organisasi jauh lebih sulit dibandingkan dengan mengoperasikan alat bantu yang lain karena organisasi tidak hanya menghadapi persoalan manusia sebagai individu tetapi juga manusia sebagai bagian dari sebuah kelompok masyarakat.
Berapa alasan yang mendukung pandangan ini antara lain:
Pertama, sebelum menjadi bagian dari sebuah organisasi, manusia lelah bergabung atau menjadi anggota dari sebuah masyarakat di mana keanggotaan ini secara tidak langsung akan mempengaruhi pola pikir manusia tersebut. Kedua manusia adalah makhluk hidup yang secara kognitif memiliki kemampuan untuk memilih alternatif.
Ada beberapa pengertian organisasi:
Organisasi adalah unit sosial yang sengaja didirikan untuk jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan 2 orang atau lebih yang bekerja bersama-sama dan berkoordinasi mempunyai pola kerja tertentu yang terstruktur, dan didirikan untuk mencapai tujuan bersama, atau satu set tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Nggak ada organisasi adalah suatu sistem sosial yang mempunyai pola kerja yang teratur yang didirikan oleh manusia dan beranggotakan sekelompok manusia dalam rangka untuk mencapai satu set tujuan tertentu.
Organisasi adalah kumpulan manusia yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan individu dan tujuan organisasi.
Menurut Michael Zwell (2000) menyatakan bahwa dasar untuk keberhasilan organisasi adalah kompetensi kepemimpinan, kompetensi pekerja dan budaya korporasi yang memperkuat dan memaksimalkan kompetensi. Pada dasarnya manusia memiliki sifat yang universal seperti sabar,marah,senang,sedih,takut, berani, keinginan untuk dicintai dan dicintai, kepribadian pada mulanya terbentuk karna faktor keturunan (internal), dan faktor pengalaman (eksternal). kepribadian dan budaya merupakan atribut yang selalu melekat pada diri seseorang walaupun masing masing memiliki fungsi yang berbeda.
Orientasi Budaya
Dari suatu masyarakat mencerminkan interaksi yang komplek antara nilai, sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh anggota-anggotanya.
105 Values
Nilai adalah sesuatu yang diinginkan baik secara eksplisit maupun implisit oleh individu atau kelompok yang mempengaruhi cara makna dan tujuan-tujuan suatu tindakan.
Atituades
Sikap mencerminkan nilai dan menentukan cara seseorang untuk bertindak maupun bereaksi terhadap sesuatu dengan cara tertentu.
Perilaku
Perilaku merupakan setiap tindakan manusia contohnya perilaku seseorang ditentukan oleh budaya mereka.