42
tanpa komunikasi. Kemungkinan ada "Komunikasi Arys"
dengan rekan kerja atau supervisor, yang akan berdampak signifikan pada individu atau organisasi. Komunikasi yang salah adalah kesalahpahaman di kedua belah pihak ketika suatu proses komunikasi dirangkum sehingga pesan yang dikirim dan pesan yang diterima memiliki arti dan interpretasi yang berbeda. Jika keadaan ini terus berlanjut, pasti berdampak sangat buruk bagi eksistensi organisasi. Konflik dalam suatu organisasi tidak dapat dikesampingkan sebagai akibat dari misrepresentasi.
➢ Adakan sesi – sesi pelatihan dan pembelajaran etika
Pelatihan kerja dalam bidang etika adalah sebuah proses yang sistematis untuk mengajarkan atau meningkatkan pengetahuan, keahlian dan sikap, dan perilaku spesifik yang berkaitan dengan pekerjaan sehingga karyawan semakin terampil, memiliki tanggung jawab yang lebih baik serta memiliki kinerja yang lebih baik.
➢ Berikan imbalan bagi tindakan yang etis serta hukuman bagi tindakan yang tidak etis secara kentara dan nyata.
Memberikan reward atau hadiah bagi tindakan yang etis dan hukuman untuk setiap tindakan yang tidak etis adalah sebuah reward (penghargaan) terhadap karyawan yang mempunyai sikap yang baik selama dalam naungan organisasi yang dia ikuti dan hukuman atas apa yang di perbuat bagi tindakan yang tidak etis karena dapat mempengaruhi perilaku karyawan yang lain dan merugikan organisasi yang menaunginya.
➢ Membuat sebuah mekanisme pengaduan perlindungan yang memungkinkan karyawan untuk dengan bebas mengungkapkan masalah etika mereka dan melaporkan pelanggaran etika tanpa rasa takut.
43
sesuai dan dapat dijalankan oleh perusahaan. Perpaduan beberapa faktor tersebut akan lebih kuat apabila dipadukan dengan sebuah pengalaman.
Pengalaman yang terjadi biasanya akan memiliki dua jawaban sekaligus, yakni inovasi baru dan konsekuensinya. Kedua hal ini sangat penting mengingat sebuah keputusan yang diambil pastinya akan memiliki sebuah dampak, oleh karenanya sebelum mengambil keputusan harus difikirkan secara matang guna mengantisipasi efek dari keputusan tersebut.
Sehingga budaya inovasi dapat disimpulkan bahwa sebuah kebiasaan baru yang dikumpulkan dan disepakati bersama oleh semua anggota demi terciptanya sebuah pembaharuan dalam kegiatan sehari- hari guna menghadapi sebuah tantangan. Kebiasaan baru yang tercipta tidak selalu melupakan kebiasaan lama, ada juga sebagai penguat budaya lama yang diperbaharui. Menciptakan budaya inovatif harus dilakukan guna menjawab atau menghadapi sebuah tantangan. Penciptaaan budaya inovasi tak lepas juga dari peningkatan kualitas dari manajemen sumber daya manusia yang energik, dan inovatif. Sumber daya manusia harus selalu ditingkatkan kualitasnya guna mendukung tercicptanya budaya inovatif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan dengan cara rutin pelatihan dan pengembangan skill.
➢ Tantangan dan Keterlibatan
Budaya dalam organisasi selalu dinamis menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan (Uha, 2013). Tantangan budaya disini adalah tantangan yang bakal atau akan dihadapi oleh pelaku budaya atau suatu lingkungan budaya (sub budaya, sub kultur) tatkala berkomunikasi atau berinteraksi dengan pelaku budaya atau lingkungan budaya (sub budaya) lain. Dengan mengetahui tantangan budaya maka dapat dipelajari bagaimana menghadapi dan mengantisipasinya agar tantangan itu berubah menjadi peluang bahkan kekuatan (resilient).
➢ Kebebasan
Melakukan pertemuan informal dengan para karyawan untuk mendiskusikan ide-ide yang dapat meningkatkan pengembangan perusahaan. Budaya transparansi ini sering dipuji dan menjadi inspirasi bagi para karyawannya. Dengan memberikan kebebasan kepada karyawannya dalam berpendapat dapat memudahkan kultur positif terbentuk antara karyawan dan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga perlu mengajak para karyawannya untuk mengikuti kelas pelatihan. Dengan begitu, para karyawan pun akan sadar bahwa mereka dapat bertumbuh bersama dengan perusahaan tersebut.
➢ Kepercayaan dan Keterbukaan
Kepercayaan adalah kepercayaan penuh seseorang pada orang atau benda lain, di mana dia mendedikasikan semua harapan dan keinginannya, bahkan kehidupan, kepada orang yang dia percayai. Kepercayaan adalah elemen terpenting dalam sebuah organisasi. Saling percaya memungkinkan kelompok kerja organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan lebih baik.
Getch dan Davis mengatakan bahwa kepercayaan antara rekan kerja sangat penting dalam organisasi mereka. (2013:55) Kepercayaan yang tinggi pada organisasi dapat menyebabkan hubungan yang
44
lebih baik antar anggota tim. Ini karena ketika anggota tim mempercayai anggota tim lainnya, perilaku di antara anggota tim juga meningkat (George dan Jones: 2012). Adanya rasa saling percaya antar anggota suatu organisasi menciptakan kondisi yang baik bagi pertukaran informasi untuk meningkatkan aktivitas organisasi (Eko Widodo, 2015:204).
• Waktu bagi Gagasan
Gagasan (Wujud ideal), adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.
Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran para karyawan. Jika karyawan tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis karyawan tersebut.
• Keceriaan / Humor
Humor merpakan kualitas mental terhadap suatu keadaan atau kondisi yang berhubungan dengan kelucuan, jenaka, menyenangkan dan dapat menyababkan tertawa. Tertawa merupakan respon fisik terhadap humor. Rasa humor merupakan rasa kepekaan individu untuk merasakan humor serta kemampuan untuk mengapresiasikan dan mengekspresikan humor sehingga memudahkan dalam menghadapi segala bentuk permasalahan dalam lingkungan organisasi.
• Penyelesaian Konflik
Konflik dalam organisasi adalah suatu kondisi dalam organisasi dimana terdapat perbedaan pendapat atau pertentangan dalam menjalankan tugas untuk melaksanakan visi dan misi organisasi. Konflik merupakan kondisi yang dapat menghambat proses pelaksanaan tugas guna pencapaian tujuan organisasi. Konflik didefinisikan juga sebagai kondisi yang saling bertabrakan, tidak sesuai, terjadi perseteruan, perkelahian dan interaksi yang bertentangan sebagai akibat adanya perbedaan kepentingan dari berbagai pihak. Konflik dapat terjadi dalam kondisi apapun, tidak terbatas oleh tempat, waktu dan subjek. Sebagai seorang pemimpin tentunya harus dapat menjadi role model bagi seluruh karyawan.
Sikap pemimpin dalam mengambil keputusan harus diperhitungkan agar dapat menguntungkan semua yang terlibat dan tidak menjatuhkan satu belah pihak. Khususnya dalam mengatasi konflik, harus menjadi seorang pemimpin yang adil dan membuat siapapun yang bekerja di bawah merasa aman dan nyaman. Lalu, jika sebuah konflik terjadi di perusahaan.
• Silang Pendapat
Orientasi Saling bertukar pendapat terhadap tim juga salah satu karakteristik budaya organisasi. Artinya, pemimpin memprioritaskan kegiatan kerja dalam organisasi berdasarkan tim tersebut, bukan pada individu. Orientasi tim bisa diartikan sebagai kegiatan kerja yang diorganisasikan sekitar anggota organisasi, tidak hanya pada individu untuk mendukung kerjasama. Pemimpin
45
organisasi bisa memberikan dukungan berupa komunikasi yang jelas, sikap ramah, motivasi dan bimbingan kepada semua anggota organisasi.
• Pengambilan Resiko
Memiliki peranan penting Bagaimana organisasi mendorong para karyawan bersikap inovatif dan berani mengambil resiko.
Selain itu bagaimana organisasi menghargai tindakan pengambilan risiko oleh karyawan dan membangkitkan ide karyawan.