• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Penyusunan Kamus Bergambar Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Siswa TK dan SD

Dalam dokumen '$1 3(0(/$-$5$1 .('8$ (Halaman 106-111)

Dalam penyusunan kamus memiliki beberapa tahap yang harus dilakukan. Tahap pertama yakni menentukan tujuan dari kamus yang akan dibuat seperti untuk siapa kamus itu dibuat, bagaimana bentuk kamus itu akan dirangkai, bahasa apa saja yang akan digunakan dalam kamus itu.

Contohnya, penyusunan kamus bergambar bertujuan untuk membantu memperkaya kosakata bagi anak usia dini seperti siswa TK dan SD. Lalu bentuk kamus yang akan dibuat adalah Kamus bergambar bahasa Inggris- Indonesia yang merupakan kamus khusus pelajar untuk usia TK (Taman Kanak-Kanak) dan SD (Sekolah Dasar) yang dapat disimpulkan dari jumlah lema yang berkisar kurang lebih 2000 – 5000 lema. Dalam penentuan bahasa yang digunakan, Kamus bergambar ini menggunakan satu atau lebih bahasa yakni Bahasa Inggris sebagai bahasa utama dan Bahasa Indonesia

sebagai bahasa sasaran. Penggunaan bahasa Indonesia digunakan untuk menjelaskan makna atau arti dari bahasa Inggris maka dari itu kamus ini juga dikenal dengan kamus dwibahasa. Sedangkan kamus bergambar monolingual dengan bahasa inggris sebagai bahasa sumber dan bahasa sasaran biasanya digunakan untuk memperdalam bahasa inggris anak.

Kamus bergambar dwibahasa merupakan kamus yang digunakan untuk mempelajari bahasa asing menggunakan bantuan ilustrasi.

Pada tahap kedua, penyusunan kamus bergambar ini dimulai dengan pengumpulan korpus-korpus data seperti buku-buku pembelajaran bahasa Inggris yang digunakan di Sekolah Dasar serta pengumpulan kata-kata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang dikemukakan oleh Chaer (2007:200-201) bahwa aspek dalam menyusun kamus adalah sumber lema yang didaftarkan untuk menyusun kamus haruslah setara dengan kamus yang akan dibuat. Apabila kamus ini dibuat sebagai kamus pelajar sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) maka kosakata atau lema yang akan didaftarkan sesuai dengan kata-kata yang digunakan dalam pendidikan di sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Kosakata yang terambil dari data korpus buku pelajaran bahasa Inggris adalah data korpus kosakata berkategori umum dalam buku seperti contoh –contoh kosakata benda dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan lema ini sengaja dipilih karena pada pengenalan kata bahasa Inggris biasanya dimulai dari pengenalan kosakata yang ada dalam kehidupan sehari-hari contohnya perwujudan nama-nama benda yang ada dan terlihat oleh anak-anak. Hal ini dibuktikan dengan adanya tema-tema seperti tema rumah, kota, makanan, minuman, hewan dan lain sebagainya. Tema – tema ini dapat ditemukan tersusun dalam daftar isi kamus. Contohnya Beberapa kamus bergambar lain seperti English for Children: Kamus Besar Bergambar yang diterbitkan oleh Penerbit DAB juga memiliki penyusunan tema yang hampir sama.

Gambar 1. Daftar Isi English for Children: Kamus Besar Bergambar

(M.J Lado dan W.Y. Ono, 2011).

Gambar 2. Daftar Isi Kamus Bergambar Bahasa Inggris - Indonesia

untuk Siswa TK-SD (Eka, 2017).

100 Prosiding Seminar Leksikografi Indonesia

Penyusunan tema-tema kosakata yang ada dalam daftar isi juga merupakan salah satu tipe penyusunan entri kamus yang digunakan dalam kamus bergambar. Setiap kamus dapat dipastikan memiliki dua struktur yaitu makrostruktur dan mikrostruktur. Pada tahap ketiga, menentukan Makrostruktur dan Mikrostruktur kamus bergambar yaitu berkaitan dengan komponen penyusunan kamus dan informasi yang disajikan pada setiap lema dalam tiga Kamus Bergambar Bahasa Inggris – Indonesia ini.

Makrostruktur adalah struktur kamus yang memberi informasi dalam penyusunan kamus bergambar ini seperti penyusunan entri atau lema dalam kamus, komponen – komponen kamus serta bagaimana cara entri disusun.

Menurut Teguh Setiawan (2015:76) adalah struktur yang harus ada dalam setiap kamus. Hal ini juga telah dijelaskan oleh Sterkenburg dan Bejoint (Setiawan, 2007) yang menyatakan bahwa makrostuktur kamus merupakan cara menyusun entri termasuk subentry dalam sebuah kamus.

Penyusunan entri pada kamus bergambar bagi anak-anak sangatlah berbeda dengan penyusunan entri kamus pelajar yang lain. Bukan hanya dibedakan dengan jumlah lema yang ada, akan tetapi penyusunan entri pada kamus pelajar yang lain khususnya bagi kalangan pelajar SMP/SMA/

Mahasiswa sekalipun berbeda. Kamus pelajar bagi kalangan SMP/SMA/Mahasiswa disusun berdasarkan susunan alfabetis yang digunakan untuk mempermudahkan pengguna kamus mencari lema yang diinginkan. Contohnya, dalam ketiga sampel kamus bergambar bahasa Inggris - Indonesia untuk siswa TK-SD, penyusunan entri kamus bergambar dapat disusun berdasarkan alfabetis atau dengan sistem penyusunan tematis yakni penyusunan yang berdasarkan pada klasifikasi dan pengelompokan tema. Dalam sampel yang diteliti, ditemukan bahwa dari tiga kamus hanya satu yang penyusunan entrinya menggunakan sistem alfabetis. Pada penyusunan entri menurut alfabetis seperti pada kamus First Dictionary:

Learn with Word, penyusunan alfabetis ditata disebelah kiri dan kanan halaman dan tersusun dari atas ke bawah yang dibedakan dengan warna yang berbeda. Sedangkan pada penyusunan entri secara tematis, nama lema disusun dalam pengelompokan masing-masing tema. Seperti yang ditemukan dalam komponen penyusunan kamus pelajar yang lain, dalam penyusunan kamus bergambar, memiliki komponen kamus yang meliputi, kata pengantar, daftar isi, panduan cara pengucapan kata, entri, dan daftar pustaka. Akan tetapi tidak semua kamus dalam tiga data ini yang memiliki komponen kamus secara lengkap seperti adanya panduan cara baca fonetik yang ditemukan dalam kamus Kamus Bergambar Bahasa Inggris - Indonesia untuk Siswa TK-SD.

Meskipun dua kamus lainnya memiliki kemiripan yang sama dalam penyusunan entri dengan sistem tematik akan tetapi penyusunan kata atau lema permasing-masing bagian tematik berbeda. Contohnya, Kamus bergambar Kamus Bergambar Bahasa Inggris - Indonesia untuk Siswa TK-

SD disusun dengan sistem tematis tetapi penyusunan kosakatanya diikuti dengan susunan alfabetis horizontal yakni penyusunan lema alphabet yang dimulai dari kiri ke kanan sedangkan kamus bergambar English for Children: Kamus Besar Bergambar disusun dengan sistem tematis hanya saja penyusunan kosakata mengikuti alur ilustrasi gambar. Penyusunan lema kamus bergambar ini dapat dilihat pada gambar 3, 4, dan 5. Penyusunan lema kosakata ini dapat berdasarkan abjad nama lema yang tersusun pada kamus bergambar Kamus Bergambar Bahasa Inggris - Indonesia untuk Siswa TK-SD, dan First Dictionary: Learn with Words atau berdasarkan ilustrasi gambar yang ada kemudian diikuti dengan nama lema seperti pada kamus English for Children: Kamus Besar Bergambar.

Gambar 3. Kamus Bergambar Berentri Alfabetis First Dictionary: Learn with Words (Collins, 2017).

Gambar 4. Kamus Bergambar Kamus Bergambar Bahasa Inggris - Indonesia untuk Siswa TK-SD Berentri Tematik dengan penyusunan kosakata alfabetis (Eka,

2017).

102 Prosiding Seminar Leksikografi Indonesia

Gambar 5. Kamus bergambar English for Children: Kamus Besar Bergambar berentri tematik dengan penyusunan kosakata sesuai dengan ilustrasi (M.J Lado

dan W.Y. Ono, 2011).

Seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya mengenai makrostruktur yang ada dalam penyusunan kamus bergambar ini maka pastinya aspek penyusunan kamus secara mikrostruktur juga terlihat dalam kamus bergambar ini. Lalu pengertian mikrostruktur sendiri menurut Sterkenburg (2003:6, melalui Setiawan, 2007) yang menyatakan bahwa mikrostruktur merupakan informasi yang diberikan pada masing-masing lema yang tersusun dalam kamus. Sejalan dengan Sterkenburg, Bergenholts dan Trap (1995:200, melalui Setiawan, 2007) menyatakan bahwa mikrostruktur merupakan struktur kamus yang memberi informasi pada setiap lema. Dalam kamus bergambar, penyusunan lema kosakata terdiri atas lema yang berupa gambar disertai nama lema berikut pelafalan fonetiknya dan kemudian diikuti dengan terjemahannya atau nama lema berikut pelafalannya dengan diikuti dengan ilustrasi.

Kamus yang ideal minimal memiliki informasi kelas kata dan makna pada setiap lemanya. Pada penelitian ini menemukan bahwa informasi yang diberikan pada lema dalam Kamus Bergambar Bahasa Inggris - Indonesia untuk Siswa TK-SD dan English for Children: Kamus Besar Bergambar mencakup dua informasi saja yaitu makna kata, dan pelafalan fonetis.

Sedangkan pada kamus bergambar First Dictionary: Learn with Words disertakan informasi mengenai kelas kata, makna kata, serta contoh kalimat.

Lema dalam kamus bergambar First Dictionary: Learn with Words memiliki komponen lema yang lebih lengkap dibandingkan dengan kedua kamus bergambar yang lain yang hanya berisi lema kata benda. Hal ini dikarenakan lema yang ada dalam kamus ini, terdiri dari semua jenis kelas kata termasuk verba /kata kerja. Adapun kelemahan dalam kamus ini, meskipun kamus ini tergolong kamus bergambar, tidak semua lema

didampingi dengan ilustrasi pendukung seperti yang ada pada dua kamus lainnya. Mikrostruktur lema berupa pelafalan fonetis merupakan cara pengucapan seseorang secara tepat terhadap suatu kata. Kedua kamus bergambar seperti Kamus Bergambar Bahasa Inggris - Indonesia untuk Siswa TK-SD dan English for Children: Kamus Besar Bergambar ini tidak disertai oleh informasi kelas kata dikarena anak TK dan SD tidak diharuskan untuk mengenal informasi yang lebih terperinci seperti kelas kata. Anak-anak baru dibiasakan untuk mengenal makna dan cara membacanya terlebih dahulu yang mana akan menjadi lebih mudah dengan adanya ilustrasi dalam kamus untuk memperjelas makna kata.

Dalam dokumen '$1 3(0(/$-$5$1 .('8$ (Halaman 106-111)