KNOWLEDGE SHARING, CREATIVITY AND INNOVATION DALAM BELAJAR
F. CONTOH KASUS
perbaikan produk sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan dapat menghasilkan produk yang berbeda dari pesaing, sehingga usaha dapat bertahan lebih lama.
dari perusahaan dengan setidaknya 20 karyawan dari beragam teknologi dan pengetahuan intensitas industri.
Ukuran sampel default menurut negara adalah 200 di sebagian besar negara Uni Eropa. Siprus, Malta, dan Luksemburg diwakili dikirim hanya oleh 70 perusahaan.
Negara non- UE Swiss dan Norwegia berkontribusi dengan 100 perusahaan per Negara.
Instrument penelitian:
peneliti menerapkan LCA sebagai alat statistic untuk menguji pentingnya mekanisme pembelajaran yang berbeda
sangat intensif dalam inovasi layanan.Tiga klaster berisi perusahaan yang inovasinya terutama berfokus pada produk dan proses. Tak satu pun dari profil inovatif yang mengidentifikasi demon-mulai gencar melakukan inovasi pemasaran.
pada kinerja inovasi. LCA adalah multivariate teknik untuk membedakan klaster kasus terkait berdasarkan analisis distribusi kemampuan variabel kategoris.
Analisis:
Analisis ini menggambar- kan peran prosedur dan pengetahuan yang berorientasi pada kreativitas praktik sharing dalam
kelompok inovator tertentu. Secara khusus, perusahaan sangat intensif dalam inovasi organisasi sangat mungkin menggunakan praktik berbagi pengetahuan untuk memperkenal- kan sistem manajemen pengetahuan dan untuk bekerja sama dengan klien dan
mendukung Tang. Selain itu,
perusahaan- perusahaan ini menyajikan kemungkinan tertinggi untuk melakukan Pelatihan kegiatan yang berfokus pada kreativitas.
G. KESIMPULAN
Knowledge sharing merupakan salah satu konsep penting dalam manajemen pengetahuan yang merupakan usaha organisasi dalam memberikan penghargaan terhadap modal intelektual. Knowledge sharing menekankan pada proses berbagi gagasan dan ide-ide yang inovatif dan dianggap penting untuk pengembangan organisasi. Dalam hal ini knowledge sharing merupakan sumber daya terbesar bagiorganisasi untuk meningkatkan kinerja dan mendapatkan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Terdapat empat dimensi utama dalam knowledge sharing, yaitu: Socialization, Externalization, Combination, Internalization. Knowledge Sharing terdiri dari faktor yang berasal dari luar kendali organisasi dan faktor yang berasal dari dalam kendali organisasi. Knowledge sharing memberikan kemampuan, keterampilan, ide, pengalaman, dan sasaran yang baru atau setidaknya pengetahuan yang lebih baik. Keluaran baru inilah yang nantinya bisa menambah kapasitas individu dan perusahaan dalam melahirkan sebuah inovasi perusahaan.
Di dalam organisasi juga harus ada yang namanya belajar, teruntuk lagi jika perusahaan ingin tetap eksis dan bertahan, paling tidak harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungannya.
Dalam organisasi ada yang namanya Learning Organization. Learning Organization adalah organisasi di mana orang mengembangkan kapasitas mereka secara terus-menerus untuk menciptakan hasil yang mereka inginkan, pola pikir yang luas dan baru dipelihara, aspirasi
kolektif dipoles, dan orang-orang belajar tanpa henti untuk melihat segala hal secara bersama-sama. Terdapat lima dimensi yang efektif dalam Learning Organization untuk memungkinkan organisasi belajar, berkembang, dan berinovasi. Diantaranya adalah Personal Mastery, Mental Model, Shared Vision, Team Learning, System Thinking Organsasi. Learning Organization berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Belajar terhadap individu juga memiliki dampat sebagai akses pengetahuan baru yang dapat mengubah pandangan individu tentang suatu hal, memunculkan ide-ide kreatif, dan menciptakan lebih banyak inovasi melalui pengetahuan- pengetahuan yang dimilikinya.
Kreativitas dapat dikatakan sebagai kemampuan berpikir, mengamati, membayangkan, serta membangun ide dan model yang melebihi cara berpikir dan persepsi dari yang sudah ada sebelumnya. Kreativitas biasanya dikaitkan dengan kemampuan berimajinasi, di mana individu yang kreatif dapat melihat sebuah peluang atau hal berbeda dan belum pernah terpikirkan oleh orang lain ketika melihat atau mendapat sebuah benda atau stimulus tertentu. Jika Kreativitas dituangkan ke dalam bentuk nyata, maka disebut sebagai penemuan. Penemuan sendiri adalah proses konversi dari pemikiran intelektual mejadi artefak baru yang nyata, biasanya dalam bentuk produk atau sebuah proses.
Penemuan dari kreativitas sendiri dapat merupakan hal yang belum pernah ada ataupun pengembangan dari hal yang lama yang dikemas menjadi sesuatu yang baru.
Inovasi adalah sebuah usaha baru yang dijalankan oleh seseorang melalui penerapan hasil pemikiran, ide-ide kreatif, dan penelitian- penelitian yang telah dilakukan. Inovasi adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Kemampuan berinovasi adalah kompetensi inti yang dibutuhkan dalam persaingan bisnis, bukan hanya bersaing dan tumbuh, tetapi terlebih lagi adalah untuk bertahan hidup dalam persaingan global.
Knowledge
Sharing Learning Creativity Innovation
Dari pengertian di atas, dapat dilihat bahwa keempatnya memiliki hubungan. Knowledge Sharing memberikan pengetahuan baru untuk dipelajari kembali. Hasil pembelajaran memberikan wawasan dan pandangan baru terhadap situasi tertentu yang memungkinkan memunculkan ide-ide kratif lainnya. Ide kratif yang dituangkan menjadi penemuan disebut sebagai inovasi.
H. LATIHAN SOAL
a. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
Berdasarkan penjelasan di atas, apa saja yang Anda ketahui terkait knowledge sharing?
Jika Anda telah membaca bagian learning, apa saja yang memengaruhi belajar seseorang?
Bagaimana kaitan belajar terhadap inovasi?
Menurut Anda, apa saja yang memengaruhi kreativitas individu?
Bagaimana kaitan antara berbagi pengetahuan dengan kreativitas?
Apa saja yang Anda ketahui terkait inovasi?
Bagaimana kaitan antara kreativitas dengan inovasi?
b. Tugas
Jika Anda seorang CEO perusahaan fashion, sepenting apa sebuah knowledge sharing di perusahaan Anda? Knowledge sharing seperti apa yang Anda berikan pada karyawan di era 4.0 ini?
Berdasarkan penjelasan inovasi di atas, pilihlah satu e-commerce (shopee, tokopedia, lazada, sociolla), lakukanlah analisis bersama temanmu, terkait inovasi apa yang mereka lakukan dan apa dampaknya terhadap masyarakat.
I. LITERATUR
Almeida, L. S., Prieto, L. P., Ferrando, M., Oliveira, E., & Ferrándiz, C.
(2008). Torrance Test of Creative Thinking: The question of its construct validity. Thinking skills and creativity, 3(1), 53-58.
Andika, A. (2015). Meningkatkan Knowledge Sharing di Organisasi: Studi Literatur terhadap Faktor–Faktor yang Memengaruhi Knowledge Sharing. Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri, 9(3), 182918.
Bonesso, S., Cortellazzo, L., & Gerli, F. (2020). Behavioral Competencies for Innovation: Using Emotional Intelligenceto Foster Innovation.
Springer Nature
Djahir, Y., Pratita. D. (2015). Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen.
ID: Deepublish.
Hurlock, E. B. (1997). Psikologi Perkembangan. Jilid II Edisi ke-6.
Penerjemah: Tjandrasa, M. M. Jakarta: Erlangga.
Maarif, M. S. & Kartika, L. (2021). Manajemen Perubahan & Inovasi:
Upaya Meningkatkan Daya Saing Organisasi. ID: PT Penerbit IPB Press.
Nasution, A. H., & Kartajaya, H. (2018). Inovasi. Penerbit Andi.
Novalien. C. Lewaherila, et.al. (2021). Knowledge Management. ID: Zahir Publishing.
Nurcahyo, S. A., & Wikaningrum, T. Peran Knowledge Sharing, Learning Organization dan Individual Innovation Capability Terhadap Kinerja Karyawan.
Nurwanti. (2013). Peran Pemimpin, Organisasi Pembelajar dan Kompetensi Organisasi, serta Dampaknya terhadap Kinerja Organisasi. Jurnal Bisnis dan Akutansi, 177-136.
Parnaawi, A. (2019). Psikologi Belajar. ID: Deepublish.
Rahardjo, T. H. (2016). Organisasi Pembelajaran, Kompetensi dan Kinerja Karyawan Bank Bri Di Jakarta. Jurnal Ekonomi, 21(2), 170-179.
Riyanti, B. P. D. (2019). Kreativitas dan Inovasi di Tempat Kerja. ID:
Unika Atma Jaya Jakarta.
Rudito, P., Sinaga. M. F. N. (2017). Digital Mastery, Membangun Kepemimpinan Digital untuk Memenangkan Era Disrupsi.
Senge, P. M. (1990). The Fifth Discipline. New York: Double.
Senge, P., Kleiner, A., Roberts, C., Ross, R., Roth, G., Smith, B., &
Guman, E. C. (1999). The dance of change: The challenges to sustaining momentum in learning organizations.
Septiana, A. R. (2020). Manajemen Inovasi: Memenangi Kompetensi, Mengantisipasi Disrupsi. ID: Qnerza Publishing.
Sisca, S. et.al,. (2021). Manajemen Inovasi. ID: Yayasan Kita Menulis.
Sitepu. B. P. (2010). Organisasi Belajar. (bintangsitepu.wordpress.com. 7 oktober). Diakses pada: https://bintangsitepu.wordpress.com/about/
Sukmadi. (2016). Inovasi dan Kewirausahaan: Edisi paradigm baru kewirausahaan. ID: Humaniora.
Sun. P. K. (2010). The Power of Creativity: Mengubah yang Terbatas Menjadi Tak Terbatas. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Trigo, A. (2013). Mechanisms of learning and innovation performance:
The relevance of knowledge sharing and creativity for non- technological innovation. International Journalof Innovation and Technology Management, 10(06), 1340028.
Wuyaningrat, N. F. (2020). Kemampuan Inovasi Industri relatif di Indonesia. ID: Aswaja.