KNOWLEDGE SHARING, CREATIVITY AND INNOVATION DALAM BELAJAR
C. LEARNING
1. Faktor yang berasal dari luar kendali organisasi adalah factor yang tidak dapat dipengaruhi secara langsung oleh organisasi, seperti Personality Traits, Social Network, Emotional Dependencen, Trust, Emotional Conflict, Communication, Competence, dan Motivation.
2. Faktor yang berasal dari dalam kendali organisasi adalah faktor- faktor yang bisa dipengaruhi secara langsung oleh organisasi.
Secara umum faktor-faktor tersebut terkait dengan pengelolaan organisasi di antaranya adalah Proximity, Organization Culture, Information System, Reward, Organization Structure, Orgaization Justice, Opportunity to Share Knowledge, Team Adequacy, Transformational Leadership, Commitment to Training and Development, Access to Learning Resources, Feedback on Learning dan Retention of Learning.
Dampak
Knowledge sharing memberikan keluaran suatu pengetahuan baru, pengetahuan baru artinya akan ada kemampuan, keterampilan, ide, pengalaman, dan sasaran yang baru atau setidaknya pengetahuan yang lebih baik. Wuryaningrat (2020) pada keluaran baru inilah yang nantinya bisa menambah kapasitas individu dan perusahaan dalam melahirkan sebuah inovasi perusahaan.
akhirnya disimpulkan sebagai kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannnya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor (Parnawi, 2019). Dalam bukunya, Parnawi menjalaskan beberapa Teori Belajar menurut perspektif psikologi diantaranya:
a. Teori Belajar Behavioristik yang mengatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku.
b. Teori Belajar Kognitifistik, yaitu perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur.
c. Teori Belajar Humanistik, yaitu belajar untuk memanusiakan manusia.
d. Problem Solving yaitu keterampilan berpikir untuk memecahkan masalah yang pelik.
Di dalam organisasi juga harus ada yang namanya belajar, teruntuk lagi jika perusahaan ingin tetap eksis dan bertahan, paling tidak harus memiliki keampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungannya. Dalam organisasi ada yang namanya Learning Oragnization. Senge (1990), mengatakan Learning Organization adalah organisasi-organisasi di mana orang mengembangkan kapasitas mereka secara terus-menerus untuk menciptakan hasil yang mereka inginkan, pola pikir yang luas dan baru dipelihara, aspirasi kolektif dipoles, orang-orang belajar tanpa henti untuk melihat segala hal secara bersama-sama.
Thakratmaja, 2002 (dalam Maarif & Kartika 2021), tiga pilar yang mendukung learning organization diantaranya adalah
1. Pembelajaran individu (individual learning) adalah pelatihan yang bersifat individual karena pertimbangan adanya perbedaan-perbedaan di antara para peserta didik. Metode ini sangat sesuai digunakan dalam 'one-to-onesituation', seperti pelatihan terhadap pejabat pengganti atau anggota tim di tempat kerja.
2. Jalur Transformasi Pengetahuan.
3. Organization Learning adalah proses yang diikuti sekelompok orang dalam organisasi yang mengalami peningkatan terus- menerus dengan mengacu pada budaya yang dimiliki
Personal Mastery
System Thinking Organization
Learning Organization
Mental Model
Team
Learning Shared Vision
organisasi. Organization learning dapat berwujud pelatihan karyawan, pembelajaran tim, problem solving, dan inovasi.
Senge P.M. (1999) melihat LO sebagai sebuah organisasi yang bekerja secara menyeluruh, di mana semua orang yang terlibat bekerja bersama menciptakan solusi yang inovatif atau dengan kata lain sebuah organisasi yang senantiasa mengembangkan diri untuk menciptakan masa depan. Proses learning menimbulkan konsekuensi, baik kepada anggota organisasi, masyarakat, lingkungan yang lebih besar, maupun masyarakat atau lingkungan dengan menggunakan kemampuan membangun jaringan dan bekerja sama, melakukan transfer knowledge atau knowledge sharing dan mengembangkan profesionalisme karyawan (Novalien. C. Lewaherila, et.al., 2021).
Dimensi
Dalam Peter Senge, et. al. (1999), mengemukakan bahwa terdapat lima dimensi yang efektif dalam Learning Organization untuk memungkinkan organisasi belajar, berkembang, dan berinovasi. Diantaranya adalah Personal Mastery, Mental Model, Shared Vision, Team Learning, System Thinking Organsasi.
1.2. Bagan Dimensi Learning
a. Personal Mastery, adalah kemampuan untuk terus-menerus dan sabar memperbaiki wawasan agar objektif dalam melihat realitas dengan pemusatan energi pada hal-hal yang strategis.
b. Mental Model, adalah proses menilai diri sendiri untuk memahami, asumsi, keyakinan dan prasangka atas rangsangan yang muncul.
c. Shared Vision, adalah sebuah komitmen untuk menggali visi bersama tentang masa depan secara murni tanpa paksaan.
d. Team Learning, adalah sebuah kemampuan dan motivasi untuk belajar secara adaptif, generatif, dan berkesinambungan.
e. System Thinking Organization, adalah sebuah unit yang harus bekerja sama untuk menghasilkan kinerja yang optimal.
Faktor yang Memengaruhi Knowledge Sharing
Menurut Parnawi (2019) dalam Psikologi Belajar, faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan belajar dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
a. Faktor Internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu sendiri. Di dalam faktor internal terdiri dari faktor biologis dan psikologis.
Faktor biologis, diantaranya adalah kondisi fisik yang normal atau tidak memiliki cacat sejak kandungan sampai sesudah lahir. Ini berpengaruh terhadap keberhasilan belajar seseorang, dan ondisi kesehatan fisik yang sehat (fit) akan memengaruhi keberhasilan belajar.
Faktor psikologis, yang memengaruhi keberhasilan belajar meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang. Sikap mental yang positif akan orises belajar adalah kerajinan dan ketekunan dalam belajar. Adapun faktor psikologis lain adalah 1) Intelegensi 2) Kemauan 3) Bakat 4) Dayaingat 5) Daya Konsentrasi.
b. Faktor Eksternal merupakan faktor yang bersumber dari luar individu itu sendiri. Faktor eksternal meliputi:
Faktor lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam menentukan keberhasilan belajar seseorang.
Faktor lingkungan pendidikan, cara mengajar guru, kompetensi guru, tata tertib, disiplin, bahkan kebijakan sekolah merupakan faktor yang memengaruhi keberhasilan individu dalam belajar dan mempelajari.
Faktor lingkungan masyarakat, kondisi masyarakat, lembaga- lembaga pendidikan nonformal, organisasi masyarakat, dan hubungan masyarakat, merupakan faktor yang mampu menunjang keberhasilan belajar individu dalam beradaptasi.
Faktor waktu, adanya kesempatan, pengaturan waktu dan keseimbangan anatara kegiatan belajar dengan kegiatan di luar belajar berpengaruh terhadap keberhasilan belajar individu.
Dampak
Nurwanti (2013) menjelaskan bahwa learning organization berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal itu dikarenakan adanya kesadaran perusahaan untuk melakukan peningkatan kapasitas pembelajaran karyawan, seperti atasan yang terjun langsung dalam diskusi tim, bertanggung jawab, mempermudah bantuan untuk tim, dan berusaha berlaku adil dan baik, maka akan meningkatkan potensi kinerja karyawan.
Selain itu, secara oprasional, learning organization bermanfaat untuk meningkatan kinerja yang lebih unggul dan mampu bersaing, memenuhi kebutuhan pelanggan, memperbaiki mutu, memahami risiko dan keberanekaragaman yang lebih mendalam, dapat mewujudkan kesejahteraan pribadi dan rohani, mampu meningkatkan kemampuan mengelola perubahan, dapat memperluas batas-batas, dapat lebih menyatu dan berbaur dengan masyarakat, dapat mengejawantahkan kebebasan dan kemerdekaan, serta memenuhi tuntutan waktu. Belajar terhadap individu juga memiliki dampak sebagai akses pengetahuan baru yang dapat mengubah pandangan individu tentang suatu hal, memunculkan ide-ide kreatif dan menciptakan lebih banyak inovasi melalui pengetahuan- pengetahuan yang dimilikinya.