Daftar Periksa untuk bantuan berbasis tunai
Bagian ini berisi suatu daftar pertimbangan untuk memberikan bantuan melalui pa- sar. Hal ini mengikuti siklus manajemen program dan memasukkan berbagai elemen penting lainnya untuk dipertimbangkan saat mengadopsi pilihan pendekatan ini un- tuk memenuhi Standar Minimum. Setiap konteks akan berbeda dan pilihan mekanisme pemberiannya akan sangat beragam berdasarkan infrastruktur, perlindungan data, efektivitas biaya, dan inklusi keuangan.
Rancangan program
▪
Dasarkan kriteria penentuan sasaranpada tujuan program dan masukkan pertim- bangan khusus tentangbantuan berbasis tunai .▪
Pertimbangkan secara hati-hati siapa saja di antara anggota rumah tanggayang akan menerima bantuan berbasis tunai. Hal ini harus dipanduoleh suatu pengkajian yang jelas tentang risikoserta mempertimbangkan segala implikasi perlindungannya.▪
Identifikasi mekanisme-mekanisme yang aman, mudah diakses dan efektif untuk menyampaikan bantuan berdasarkan konteks yang ada, tujuan dan ukuran pro- gramserta kecakapan keuangan si penerima dan pilihannya.▪
Hitung jumlah yang akan disampaikan berdasarkan kebutuhan yang akan dipenuhi dan biaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.▪
Tentukan frekuensi pengiriman dan jangka waktunya berdasarkan kebutuhan, per- gantian musim, kapasitas penyedia jasa keuangan dan risiko perlindungan.▪
Ketika memungkinkan dan layak, gunakan perspektif multi-sektor.▪
Tentukan berbagai isu kunci dan indikator-indikator terkait untuk memantau pro ses, aktivitas, tingkatan hasil dan dampak.Pelaksanaan
▪
Masukkan berbagai pertimbangan konteks yang spesifik dan berbagai dimensi yang relevan lainnya di dalam penawaran penyediaan jasa keuangan dan tetapkan kriteria yang jelas untuk seleksinya.▪
Pertimbangkan menggunakan berbagai mekanisme penyampaian yang sudah dikenali dan yang sudah adauntuk perlindungan sosial.▪
Buatlah registrasi penerima bantuan dan sistem identifikasi yang sesuai untuk me- kanisme penyampaian serta untuk melindungi data pribadi.▪
Pastikan bahwa registrasi dan identifikasi meliputi data yang dibutuhkan oleh penyedia layanan keuangan.▪
Terapkan dan dokumentasikan upaya-upaya perlindungan data.▪
Buatlah mekanisme-mekanisme untuk data digital dengan bekerjasama berbagai or- ganisasiuntuk sedapat mungkin menjadi sistem bagi-pakai (inter-operable systems)▪
Tentukan dengan jelas prosedur, peranan dan tanggung-jawab untuk proses pe- ngiriman uang tunai, juga mekanisme manajemen risikonya.DR AFT
▪
Pastikan bahwa proses pengiriman bantuan berbasis tunai dapat diakses dan efektif.▪
Pastikan semua kelompok terdampak dapat mengakses mekanisme pengiriman yang telah dipilih sepanjang proyek tersebut berjalan.▪
Pastikan para penerima bantuan memiliki informasi terhadap berbagai tujuan pro- gram dan jangka waktu bantuan, sehingga mereka dapat menggunakan informasi tersebut memandu keputusan pembelanjaannya.▪
Pastikan para penyedia layanan keuangan akuntabel terhadap para penerima ban- tuan melalui manajemen kontrak dan pemantauan ⊕ lihat Komitmen 4 dan 5 Stan- dar Kemanusiaan Inti.Pemantauan, evaluasi dan pembelajaran
▪
Pantauproses-proses yang berhubungan dengan bantuan berbasis tunai, berbagai aktivitas, output dan risiko, termasuk pemantauan pasca-distribusi.▪
Pantau apakah bantuan uang tunai dan/atau kupon diterima oleh orang yang te- pat, dengan aman, tepat waktu dan dalam jumlah yang tepat.▪
Pantau pasar dan rantai persediaannya secara konsisten, selain memantau harganya.▪
Pantau pengeluaran rumah tangga dan triangulasikan dengan data pantauan pasar untuk menentukan apakah berbagai kebutuhan memang bisa diperoleh melalui bantuan berbasis tunai dan berbagai strategi penanggulangan yang negatif dapat dikurangi.▪
Pantau berbagai risiko potensial dari bantuan berbasis tunai tersebut, termasuk ber- bagai risiko perlindungan dan dampak negatif terhadap berbagai sumber daya alam.▪
Evaluasi dampak yang berhubungan dengan bantuan berbasis tunai.▪
Secara rutin lakukan evaluasi apakah pilihan bantuan berbasis tunai tersebut efektif dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang terus berubah, adaptasi program dan dukung pembelajaran secara berkelanjutan untuk program-program di masa men- datang.Daftar Periksa untuk manajemen rantai pasokdan logistik
Bagian ini menyajikan sebuah daftar pertimbangan-pertimbangan untuk manajemen rantai-pasok dan logistik. Daftar ini mengikuti siklus manajemen program dan termasuk berbagai elemen penting lainya yang perlu dipertimbangkan juga.
Manajemen rantai-pasok (supply chain management – atau SCM) dimulai dari pemi- lihan komoditas atau layanan. Hal ini termasuk mengidentifikasi sumber apa saja yang dibutuhkan, pembelian, manajemen mutu, manajemen risiko (termasuk asuransi), pengepakan, pengiriman, transportasi, gudang penyimpanan, manajemen inventaris, pengantaran dan distribusi. SCM melibatkan berbagai macam mitra yang beragam, dan penting untuk saling berkoordinasi dalam aktivitasnya ⊕ lihat Komitmen 6 dari Standar Kemanusiaan Inti.
Kepakaran SCM yang spesifik dibutuhkan. Tipe-tipe tertentu yang kepakarannya rele- van termasuk manajemen kontrak, manajemen transportasi dan pergudangan, manaje- men inventaris, manajemen analisis penyaluran dan informasi, manajemen pengiriman barang, dan manajemen impor. Berbagai praktik manajemen dan pemantauan harus dapat memastikan bahwa berbagai komoditas yang ada aman dijaga hingga ke titik-tit- ik distribusi. Namun, berbagai organisasi kemanusiaan juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk-produk dan layanannya (termasuk berbagai layanan ban- tuan berbasis tunai) sampai ke masyarakat yang membutuhkan bantuan tersebut.
DR AFT
Pembelian barang lokal dan regional akan merangsang pasar lokal yang dapat membe- rikan insentif bagi parapetani dan pengrajin lokal untuk memproduksi lebih banyak dan pada akhirnya akan meningkatkan ekonomi lokal itu sendiri. Namun, ketika persediaan- nya memang sudah terbatas, pembelian barang lokal dan regional dapat menyebab- kan timbulnya berbagai masalah di pasar-pasar yang lainnya atau mengganggu ber- bagai jaringan komersial yang memang sudah ada. Sebaliknya, kegiatan impor dapat menying kirkan berbagai produsen lokal atau regional dan juga mengganggu berbagai jaringan perniagaan yang telah ada sebelumnya.
Rancangan program
▪
Lakukan pengkajian ketersediaan barang-barang kebutuhan dan berbagai layanan lokal sebelum mencari sumber yang lainnya dari luar daerah tersebut.▪
Pertimbangkan untuk bekerja dengan berbagai penyalur terpercaya milik lokal atau regional yang memiliki pengetahuan penting mengenai berbagai regulasi, prosedur, dan fasilitas lokal serta dapat membantu membantu menyesuaikan de ngan ber- bagai aturan hukum di negara setempat dan mempercepat pengiriman nya.▪
Dalam lingkungan konflik, gunakan suatu proses pemeriksaan ketat khusus untuk para penyedia layanan.▪
Pastikan dengan hati-hatibahwa sumber lokal tersebut tidak sampai menimbulkan atau meningkatkan terjadinya perselisihan.▪
Pertimbangkan apakah penggunaan sumber daya alam apapun berkelanjutan dan apakah penggunaannya akan menyebabkan makin meningkatnya konflik terhadap berbagai sumber daya tersebut.▪
Tetapkan suatu prosedur yang transparan, adil, dan terbuka dalam pemberian ber- bagai kontrak, dengan mempertimbangkan berbagai pilihan baik dari lokal, nasio- nal maupun internasional.▪
Jika beberapa organisasi turut serta, usahakan untuk melakukan koordinasi dengan sumber lokal semaksimal mungkin.Pelaksanaan
▪
Bangun suatu hubungan baik dengan para pemasok, pedagang lokal, dan penye- dia layanan.▪ Tegakkan mutu barang-barang dan layanan yang layak melalui kontrak-kontrak serta praktik- praktik etik dan lingkungan yang berkelanjutan.
▪
Latih dan awasi para staf di semua tingkatan rantai pasok untuk mempertahankan mutu barang dan mengikutinya, berbagai prosedur keamanan (untuk para penerima bantuan dan staf) juga untuk menjamin praktik etik dan lingkungan yang berkelanjutan.▪
Sertakan para staf dari berbagai organisasi mitra dan penyedia layanan dalam berbagai macam pelatihan dan lakukan pelatihan tersebut menggunakan bahasa setempat.▪
Bangun prosedur-prosedur akuntabilitas, termasuk pasokan, transportasi dan ren- cana penyimpanan barang, manajemen inventaris, pelaporan, dan sistem keuangan.▪
Hindari penggunaan makanan untuk membayar berbagai operasi logistik seper- ti membongkar gudang. Pembayaran seperti itu harus disertakan di dalam ran- cangan biaya inti.▪
Pisahkan gudang barang untuk pangan dan non-pangan direkomendasikan. Saat memilih gudang penyimpanan, pastikan bahwa gudang tersebut tidak digunakan untuk menyimpan berbagai barang yang berbahaya dan bahwa tidak ada bahaya akan adanya kontaminasi. Berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan termasuk:DR AFT
keamanan, kapasitas, kemudahan akses, kepadatan strukturan dan tidak adanya ancaman terhadap banjir.
▪
Lakukan pengkajian dan manajemen risiko untuk mengamankan berbagai jalur transportasi dan gudang.▪
Dalam situasi konflik, tetapkan berbagai sistem pengendalian dan awasi semua tahapan rantai penyediaan barang untuk meminimalkan risiko pencurian atau peng ambilalihan oleh pihak yang bertikai.▪
Analisa dan sampaikan berbagai implikasi yang berhubungan dengan politik dan keamanan yang lebih luas, seperti kemungkinan pengalihan persediaan bahan ba- kar ke konflik bersenjata ⊕ lihat Prinsip Perlindungan 2.▪
Minimalkan dan laporkan kehilangan barang-barang pada semua tahapan rantai penyediaan.▪
Inspeksi berbagai komoditas yang rusak atau tidak layak oleh beberapa inspektur yang memang memiliki kualifikasi (misalnya ahli keamanan makanan dan laborato- rium kesehatan umum) dan telah disertifikasi untuk dibuang.▪
Buang secepatnya berbagai komoditas yang telah rusak; sebelum menjadi suatu masalah kesehatan atau keamanan tersendiri. Berbagai metode pembuangan ko- moditas termasuk penjualan (misalnya atau makanan untuk binatang) dan pengu- buran atau pembakaran yang telah diresmikan dan harus disaksikan oleh otoritas yang relevan. Pada semua kasus, berbagai komoditas yang tidak layak tidak boleh masuk kembali ke dalam rantai penyediaan barang, membahayakan lingkungan atau mengontaminasi sumber air ⊕lihat standar manajemen pembuangan limbah padat WASH 5.1 hingga 5.3.▪
Kebutuhan untuk manajemen harian termasuk pelaporan yang segera dan trans- paran mengenai berbagai penundaan atau penyimpangan dalam rantai penye- diaan barang. Buat dokumentasi yang cukup dan formulir yang tersedia dalam bahasa setempat di semua lokasi barang-barang tersebut diterima, disimpan dan/atau di salurkan. Dengan melakukan hal tersebut dapat menjaga adanya suatu rekam audit transaksi yang terdokumentasi.
Pemantauan, evaluasi dan pembelajaran
▪
Pantau dan kelola alur komoditas untuk menghindari pengalihan dan interupsi ter- hadap pendistribusian, juga untuk menghindari penyimpangan di pasar.▪
Informasikan ke para pemangku kepentingan tentang kinerja dari berbagai usaha rantai penyediaan barang.▪
Bagi informasi yang relevan tentang tingkat persediaan barang, perkiraan keda- tangan dan distribusi diantara para pemangku kepentingan rantai persediaan ba- rang. Gunakan pelacakan tingkat persediaan barang untuk menyoroti kekurangan yang diantisipasi serta berbagai macam permasalahannya pada waktu yang tepat.Pembagian informasi di antara para mitra dapat memfasilitasi peminjaman yang dapat mencegah terputusnya alur. Ketika ada sumber daya yang kurang, perlu adanya prioritas mengenai berbagai komoditas. Konsultasikan dengan para pe- mangku kepentingan ketika ingin mencari pemecahan masalahnya.
▪
Pastikan akuntabilitas dan mekanisme komunikasi mencerminkan kekhususan dari proses pengiriman.▪
Pastikan pelacakan komoditas dan sistem manajemen informasi berada pada tem- patnya sejak awal intervensi.▪
Evaluasi secara rutin apakah bantuan tersebut efektif dalam memenuhi kebutuhan yang terus berubah, adaptasi program tersebutdan dukung pembelajaran kontinu untuk program-program di masa mendatang.DR AFT
Referensi dan bacaan lebih lanjut
Pemahaman kerentanan dan kemampuan
Humanitarian Inclusion Standards for Older People and People with Disabilities. Age and Disability Consortium as part of the ADCAP programme. HelpAge, 2018. www.helpage.
org
Penyusunan program berbasiskan iman
A faith-sensitive approach in humanitarian response: Guidance on mental health and psychosocial programming. The Lutheran World Federation and Islamic Relief World- wide, 2018. https://interagencystandingcommittee.org
Analisis pasar dan penyusunan program berbasis pasar
Minimum Economic Recovery Standards (MERS): Core Standard 2 and Assessment and Analysis Standards. The Small Enterprise Education and Promotion Network (SEEP), 2017. https://seepnetwork.org
Minimum Standard for Market Analysis (MISMA). The Cash Learning Partnership (CaLP), 2017. www.cashlearning.org
Bantuan Tunai
CBA Programme Quality Toolbox. CaLP. http://pqtoolbox.cashlearning.org Manajemen rantai pasokan dan logistik
Cargo Tracking: Relief Item Tracking Application (RITA). Logistics Cluster. www.logcluster.
org
Humanitarian Response. info: Logistics references page. UNOCHA. https://www.human- itarianresponrespone.info
Logistics Operational Guide (LOG). Logistics Cluster. http://dlca.logcluster.org
Oxfam Market Systems and Scenarios for CTP – RAG Model 2013. Logistics Cluster. www.
logcluster.org
Toolkit for Logistics in C&V. Logistics Cluster. www.logcluster.org Bacaan lebih lanjut
Untuk bacaan lebih lanjut silakan lihat di www.spherestandards.org/handbook/on-
line-resources
DR AFT
Piagam
Kemanusiaan
DR AFT
Piagam Kemanusiaan
Piagam Kemanusiaan memuat landasan etika dan hukum bagi Prinsip-prinsip Per- lindungan, Standar Kemanusiaan Inti dan Standar Minimum dalam buku ini. Sebagian memuat pernyataan hak dan kewajiban hukum; sebagian lagi mengenai pernyataan tentang nilai-nilai bersama.
Tentang hak dan kewajiban hukum, Piagam ini menyimpulkan prinsip-prinsip dasar hukum yang menjadi dasar bagi jaminan kesejahteraan orang-orang yang terkena dampak bencana atau konflik. Terkait dengan nilai-nilai bersama, Piagam ini menco- ba merangkum konsensus di antara lembaga-lembaga kemanusiaan mengenai prin- sip-prinsip yang seharusnya mengatur penanganan bencana atau konflik, termasuk peran dan tanggung jawab berbagai pelaku yang terlibat.
Piagam ini menjadi dasar komitmen bersama bagi lembaga-lembaga kemanusiaan yang mengesahkan Sphere dan menjadi ajakan bagi semua pihak untuk mengadopsi pilihan prinsip-prinsip yang sama.