• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komitmen kami

Dalam dokumen Sphere Indo - ISBN Watermark 20211014 (Halaman 44-50)

8. Kami menawarkan pelayanan berdasarkan keyakinan bahwa penduduk terkena dampak bencana atau konflik menjadi pusat dari aksi kemanusiaan, dan mengakui pen- tingnya partisipasi aktif mereka dalam memberikan bantuan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk untuk kelompok rentan dan orang-orang yang terpinggir- kan secara sosial. Kami akan berusaha keras untuk mendukung upaya-upaya setempat untuk mencegah, mempersiapkan dan menghadapi bencana, dan akibat-akibat dari konflik, serta menguatkan kapasitas pelaku-pelaku setempat di semua tingkatan.

9. Kami menyadari bahwa upaya untuk menyediakan bantuan kemanusiaan kadang- kadang dapat menimbulkanefek merugikan yang tak diinginkan. Melalui kerja sama dengan masyarakat terdampak dan pihak berwenang, kami bertujuan untuk memini- malkan efek-efek negatif dari tindakan kemanusiaan terhadap komunitas setempat atau terhadap lingkungan. Sehubungan dengan konflik bersenjata, kami mengakui bahwa cara memberikan bantuan kemanusiaan mungkin berpotensi menjadikan penduduk sipil rentan terhadap serangan, atau kadang-kadangdapat membawa keuntungan yang tak disengaja pada salah satu atau lebih pihak yang berkonflik. Kami berkomitmen un- tuk meminimalkan efek-efek buruk semacam itu, sejauh hal tersebut konsisten dengan prinsip-prinsip yang dijelaskan di atas.

10. Kami akan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip aksi kemanusiaan yang diatur dalam Piagam ini dan dengan panduan khusus dalam Kode Etik Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia dan ORNOP Kemanusiaan (1994).

11. Standar Kemanusiaan Inti dan Standar Minimum Sphere memberikan substansi prak- tis terhadap prinsip-prinsip umum dalam Piagam ini, berdasarkan pemahaman seluruh lembaga mengenai persyaratan minimal untuk hidup yang bermartabat dan penga- laman lembaga-lembaga tersebut dalam memberikan bantuan kemanusiaan. Meski tercapainya standar tergantung dari berbagai faktor, banyak di antaranya di luar kendali kami, namun kami berkomitmen untuk berupaya secara konsisten untuk mencapainya dan kami mengharapkan agar mampu akuntabel sesuai standar tersebut. Kami menga- jak semua pihak, termasuk pemerintah yang terkena dampak dan pemerintah donor, or- ganisasi-organisasi internasional pelaku swasta dan non-negara, untuk mengadopsi pi- lihan Standar Kemanusiaan Inti dan Standar Minimum Sphere sebagai norma bersama.

12. Dengan mengikuti Standar Kemanusiaan Inti dan Standar Minimum Sphere, kami berkomitmen untuk berupaya memastikan bahwa orang-orang yang terkena dampak bencana atau konflik memiliki akses setidaknya persyaratan minimal untuk hidup yang bermartabat dan aman, termasuk air, sanitasi, makanan, gizi, permukiman dan layanan kesehatan yang layak. Untuk tujuan ini, kami akan melanjutkan advokasi pada nega- ra-negara dan pihak-pihak lain agar memenuhi kewajiban moral dan hukum terhadap penduduk yang terkena dampak. Di bagian kami, kami bekerja untuk membuat respon

DR AFT

darurat yang lebih efektif, pantas, dan akuntabel melalui pengkajian dan pemantauan yang bermutu atas perkembangan konteks lokal, melalui informasi dan pengambilan keputusan yang transparan; melalui koordinasi dan kerja sama yang lebih efektif dengan berbagai pelaku terkait pada semua tingkatan, sebagaimana dijelaskan dalam Standar Kemanusiaan Inti dan Standar Minimum Sphere. Khususnya, kami berkomitmen untuk bekerja dalam kemitraan dengan penduduk terkena bencana, menekankan pada par- tisipasi aktif mereka dalam respon. Kami mengakui bahwa akuntabilitas mendasar kami adalah pada mereka yang kami bantu.

DR AFT

Prinsip-prinsip Perlindungan

DR AFT

Prinsip-prinsip Perlindungan Piagam Kemanusiaan

LAMPIRAN : Ringkasan standar-standar profesional untuk perlindungan kerja Prinsip 1

Menguatkan keamanan, martabat, dan hak-hak warga serta hindari warga dari pemaparan terhadap yang lebih buruk

Prinsip 2 Memastikan akses warga terhadap bantuan imparsial, sesuai kebutuhan dan tanpa diskriminasi

Prinsip 3 Membantu warga untuk pulih dari akibat fisik dan psikologis ancaman atau tindak kekerasan, paksaan atau perampasan yang disengaja

Prinsip 4 Membantu warga untuk menuntut hak-haknya

DR AFT

Daftar Isi

Prinsip-prinsip Perlindungan ... 36 Prinsip Perlindungan 1 ... 38 Prinsip Perlindungan 2 ... 40 Prinsip Perlindungan 3 ... 41 Prinsip Perlindungan 4 ... 43 Lampiran: Ringkasan Standar-standar Profesional untuk Kerja Perlindungan ... 45 Rujukan dan Bacaan lebih lanjut ... 47

DR AFT

Prinsip-prinsip Perlindungan

Empat prinsip perlindungan yang diterapkan pada semua aksi kemanusiaan dan semua pelaku kemanusiaan.

1. Menguatkan keamanan, martabat, dan hak-hakwarga serta menghindarkan warga dari paparan yang lebih buruk.

2. Memastikan akses warga untuk mendapatkan bantuan berdasarkan kebutuhan dan tanpa diskriminasi.

3. Membantu warga untuk pulih secara fisik dan psikologis dariancaman atau tindak kekerasan, paksaan, atau perampasan yang disengaja.

4. Membantu warga untuk menuntut hak-haknya.

Prinsip-prinsip perlindungan mendukung hak-hak yang ditetapkan dalam Piagam Ke- manusiaan: hak atas hidup dengan bermartabat, hak atas bantuan kemanusiaan, dan hak atas perlindungan serta keamanan. Prinsip-prinsip tersebut menyatakan peran yang dapat dilakukan oleh semua pelaku kemanusiaan dalam membantu perlindungan war- ga. Peran dan tanggung jawab pelaku kemanusiaan, bagaimanapun bersifat sekunder dari peran dan tanggung jawab negara. Negara atau pihak berwenang lainnya yang memegang tanggung jawab hukum untuk kesejahteraan mereka yang berada dalam wilayah atau di bawah kendali merekadan untuk keamanan penduduk sipil dalam hal konflik bersenjata. Pada akhirnya, pihak berwenang inilah yang memiliki kewajiban un- tuk memastikan perlindungan dan keamanan penduduk melalui tindakan atau dengan menahan diri.Peran pelaku kemanusiaan adalah untuk mendorong dan memengaruhi pihak berwenang untuk memenuhi tanggung jawabnya dan, ketika mereka gagal melaksanakan, membantu penduduk dalam menanggulangi akibat-akibatnya.

Bab ini memberikan pedoman tentang cara organisasi kemanusiaan dapat berkontribusi dalam perlindungan dengan membantu warga tetap aman, akses terhadap bantuan, pulih dari kekerasan dan menuntut hak-hak me reka.

Perlindungan berkaitan dengan keselamatan, martabat, dan hak-hak warga terdampak ben- cana atau konflik bersenjata. The Inter-Agency Standing Committee (IASC) mendefinisikan per- lindungan sebagai:

“…semua kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan penghormatan penuh atas hak- hak individu sesuai dengan apa yang tersurat dan semangat dari aturan-aturan hukum yang relevan (misalnya hukum hak-hak asasi manusia internasional, hukum pengungsi internasional).”

Dalam suatu pengertian yang luas, perlindungan mencakup seluruh upaya yang dilakukan oleh pelaku-pelaku kemanusiaan dan hak-hak asasi manusia untuk memastikan hak-hak warga ter- dampak dan kewajiban pengemban tugas di bawah hukum internasional dipahami, dihormati, dilindungi dan dipenuhi tanpa diskriminasi.

Perlindungan berarti bertindak untuk mengamankan warga dari kekerasan, paksaan, dan pe- rampasan yang disengaja. Sering ada suatu rangkaian keprihatinan prioritas perlindungan yang berdampak pada seluruh komunitas dalam situasi kemanusiaan tertentu, yang aksi bersama menjadi penting bila ini ditangani secara tepat guna. Untuk suatu respons kemanusiaan men- jadi berorientasi pada perlindungan, penting memahami dan menangani risiko utama warga yang terdampak, termasuk kerugian serius yang timbul dari kegagalan untuk menghormati hukum humaniter, pengungsi, atau hak asasi manusia internasional.

DR AFT

Dalam dokumen Sphere Indo - ISBN Watermark 20211014 (Halaman 44-50)