Indikator-indikator kunci
Standar 2.1. Penanganan kurang gizi
Kurang gizi sedang
Kurang gizi akut sedang dicegah dan ditangani
Tindakan-tindakan kunci
1 Menetapkan strategi, tujuan, dan kriteria yang terdefinisikan dengan jelas dan disepakati untuk pengaturan dan pelaksanaan intervensi dari sejak awal program.
2 Memaksimalkan akses untuk mencakup intervensi kurang gizi sedang melalui ke- ikutsertaan dan keterlibatan komunitas dari sejak awal.
▪
Bekerja dengan pemangku kepentingan komunitas untuk menemukenali warga dan rumah tangga rentan.3 Menetapkan protokol penerimaan dan pelepasan, berdasarkan kriteria antropo- metrik nasional dan internasional yang diterima.
▪
Menentukan kriteria pelepasan saat pelaporan indikator kinerja.▪
Menyelidiki dan bertindak atas kasus kegagalan dan non-respon atau suatu pe- ningkatan kematian.4 Mengaitkan pengelolaan kurang gizi akut sedang hingga akut berat dengan layanan kesehatan yang ada.
5 Memberikan bahan makanan kering sebagai tambaha untuk dibawa pulang atau makanan siap saji, kecuali ada alasan jelas untuk pemberian makanan di lokasi.
▪
Memberikan bahan pangan berdasarkan perhitungan seminggu sekali hingga dua minggu sekali. Mempertimbangkan komposisi dan ukuran rumah tangga, ketahan- an pangan rumah tangga, dan kemungkinan untuk saling berbagi saat pengaturan ukuran dan komposisi bahan makanan.▪
Memberikan informasi yang jelas mengenai persiapan dan penyimpanan makanan tambahan, cara dan waktu makan yang bersih.6 Melindungi, mendukung, dan mempromosikan ASI, pemberian makanan tambah- an, promosihigiene dan interaksi yang baik antara ibu-anak
▪
Memberikan informasi yang jelas mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif untuk anak hingga berusia 6 bulan, dan melanjutkan ASI bagi anak berusia6 hingga 24 bulan, untuk kesehatan fisik dan psikologis ibu dan anak.▪
Mendaftarkan ibu menyusui yang memiliki anakberusia dibawah 6 bulan yang mengalami kurang gizi akut kedalam program pemberian makanan tambahan, tanpa harus melihat status gizi ibu.Indikator-indikator kunci
Persentase penduduk sasaran yang dapat mengakses bahan makanan kering tambahan di lokasi dalam jarak 1 hari perjalanan pulang pergi (termasuk wak- tu untuk perawatan)
▪ >90 %
Persentase penduduk sasaran yang dapat mengakses lokasi program dalam waktu 1 jam
DR AFT
▪ >90 %
Persentase kasus kurang gizi akut sedang (MAM) dengan akses ke tempat pelayanan perawatan (cakupan)
▪ >50 % di daerah perdesaan
▪ >70 % di daerah perkotaan
▪ >90 % di tenda resmi
Perbandingan warga yang keluar dari programpemberian makanan tambah- an karena meninggal dunia, pulih, maupun gagal
▪ Meninggal dunia: <3 %
▪ Pulih: >75 %
▪ Gagal: <15 %
Catatan-catatan Panduan
Rancangan Program: Rancangan program yang dibangun untuk mendukung ka- pasitas sistem kesehatan dan mempertimbangkan akses terhadap fasilitas kesehatan, penyebaran geografis penduduk dan keamanan. Mempertahankan hubungan pasien dalam perawatan rawat inap dan rawat jalan terapetik, perawatan sebelum persalinan, pencegahan malaria, penyakit masa kecil dan pemeriksaan HIV dan perawatan TBC, serta program ketahanan pangan termasuk juga pangan, uang tunai atau kupon.
Program pemberian makanan tambahan tidak dimaksudkan untuk menggantikan diet, akan tetapi untuk melengkapinya. Program ini bagian dari pendekatan multi sektor dengan pelayanan tambahan seperti: WASH, Kesehatan, IYCF dan distribusi pangan.
Penilaian dilakukan terhadap ketersediaan makanan tambahan pada pasar nasional dan internasional serta factor potential dalam tantangan pada perencanaan program ⊕ lihat Penyaluran bantuan melalui pasar
Pencegahan atau perawatan: Mengadopsi pilihan pendekatan pemberian makanan tambahan darurat untuk mencegah kurang gizi atau suatu pendekatan target dalam penanganan. Keputusan tergantung pada:
▪
tingkat akan kurang gizi akut dan jumlah ornag yang terdampak;▪
risiko meningkatnya kesakitan;▪
risiko menurunnya ketahanan pangan;▪
perpindahan dan kepadatan penduduk;▪
kapasitas untuk menyaring dan memantau penduduk terdampak menggunakan kriteria antropometrik; dan▪
ketersediaan sumberdaya dan akses terhadap penduduk terdampak.Menyasar pemberian makanan tambahan pada umumnya memerlukan waktu dan upa- ya lebih untuk menyaring dan memantau warga-warga yang kurang gizi, akan tetapi diperlukan juga sumber pangan khusus lebih sedikit. Suatu pendekatan dalam pembe- rian makanan tambahan terbatas pada umumnya memerlukan sedikit kepakaran staf, namun sumber pangan yang lebih khusus.
Pengerahan penduduk yang tepatguna: Pengerahan dan keterlibatan warga akan meningkatkan pemahaman warga mengenai program dan ketepatgunaannya. Bekerja dengan penduduk sasaran dalam menentukan lokasi program. Pertimbangkan kelom- pok-kelompok berisiko yang mungkin mengalami kesulitan dalam mengakses lokasi.
DR AFT
Bagi informasi yang jelas dan lengkap dalam berbagai bahasa yang mudah diakses dengan mengunakan berbagai saluran informasi, termasuk suara, gambar, dan bentuk tertulis.
Jangkauan mengacu pada jumlah warga yang menerima perawatan sebagai proporsi dari jumlah penduduk yang memerlukan perawatan. Jangkauan dapat dipengaruhi oleh:
▪
penerimaan dari program, termasuk lokasi dan aksesibilitas ke lokasi program;▪
situasi keamanan;▪
frekuensi pembagian;▪
waktu menunggu;▪
perluasan pengerahan penduduk, kunjungan rumah dan penyaringan;▪
ketersediaan staf gizi laki-laki dan perempuan;▪
keselarasan kriteria pendaftaran pasien dan cakupan pelayanan; dan▪
kemampuan pengasuh untuk mengidentifikasi tanda-tanda kurang gizi.Metodologi penilaian jangkauan mahal dan memerlukan staf yang terlatif secara khu- sus. Ketika penelitian cakupan tidak tersedia, konsultasikan panduan nasional ketika memutuskan untuk menggunakan metode alternatif. Gunakan data program rutin, seperti penyaringan, rujukan, dan pandaftaran pasien untuk memperkirakan jangkauan layanan.
Mungkin tidak perlu melakukan penilaian jangkauan kesehatan secara rutin kecuali bila ada perubahan bermakna di wilayah program, seperti perpindahan penduduk atau suatu produk atau protokol perawatan baru akan digunakan.
Kriteria Pendaftaran haruslah konsisten dengan panduan nasional dan internasional.
Kriteria pendaftaran pasien untuk bayi di bawah enam bulan dan kelompok dengan status antropometrik sangat sulit untuk ditentukan, termasuk juga status klinis dan pem- berian ASI ⊕ lihat Lampiran 4: Pengukuran Kurang gizi Akut dan Rujukan serta Bahan Bacaan Lebih Lanjut
Warga (dugaan) dengan HIV-positif atau warga dengan tuberkulosis atau penyakit me- nahun lainnya tidak boleh didiskriminasikan dan harus mendapat akses perawatan yang sama ketika mereka memenuhi kriteria pendaftaran pasien. Beberapa warga yang tidak memenuhi kriteria antropometrik kurang gizi untuk mendapatkan pemberian makanan tambahan. Ini mungkin termasuk, sebagai contoh warga dengan HIV, tuberkulosis atau penyakit menahun lainnya, orang yang dilepaskan dari perawatan tetapi memerlukan dukungan terapetik untuk menghindari kekambuhan, atau penyandang disabilitas.
Se suaikan sistem pemantauan dan pelaporan ketika warga-warga tersebut tidak me- menuhi kriteria antropometrik.
Warga dengan HIV yang tidak memenuhi kriteria pendaftaran pasien, kadangkala me- merlukan dukungan gizi. Dukungan semacam ini baiknya ditawarkan di luar situasi rawatan untuk kurang gizi buruk dalam krisis. Berikan warga-warga ini dan keluarganya suatu rangkaian layanan, termasuk perawatan berbasis komunitas dan rurmah, pusat perawatan tuberkulosis dan program pencegahan penularan dari ibu ke anaknya.
Pemantauan dan kriteria pelepasan: Jumlah warga yang lepas dari perawatan, ter- masuk juga mereka yang sembuh, meninggal dunia, kegagalan, maupun belum pulih.
Rujukan terhadap warga untuk pelayanan tambahan, misalnya pelayanan kesehatan, tidak mengakhiri masa perawatan mereka, mereka akan kembali untuk berobat ataupun melanjutkan pengobatannya. Pelepasan terhadap individu ini tidak termasuk kasus pe- mindahan individu ke wilayah atau mereka yang belum mengakhiri masa perawatannya.
DR AFT
Ketika warga-warga ini tergabung dalam program gizi setelah pelepasan mereka dari perawatan terapetik, maka pelaporan mereka haruslah dilakukan secara terpisah untuk menghindari bias dari hasil pelayanan. Ketika seseorang mengalami berbagai gejala kurang gizi akut sebagai suatu hasil dari faktor-faktorlain, seperti misalnya disabilitas, masalah operasi atau bibir sumbing, masuk mereka ke dalam pelaporan program. Se- lidikipengaruh gender terhadap akses perawatan, perawatan kembali, dan pemulihan.
Perhitungan statistik pelepasan adalah sebagai berikut:
▪
Persentase pelepasan orang yang mengalami pemulihan = jumlah orang yang pu- lih/total jumlah individu yang dilepas x 100▪
Persentase pelepasan orang yang meninggal dunia = jumlah angka kematian/total jumlah orang yang dilepas x 100▪
Persentase pelepasan orang yang kembali kambuhjumlah orang yang kambuh/total jumlah individu yang dilepas x 100
▪
Persentase pelepasan orang yang tidak kembali pulih = jumlah orang yang tidak pulih kembali/total jumlah individu yang dilepas x 100Sebagai tambahan indikator-indikator yang tersebut diatas, sistem pemantauan ha- ruslah mencakup:
▪
partisipasi penduduk;▪
penerimaan terhadap program (angka cakupan dan kegagalan haruslah digunakan sebagai tolak ukur pengganti);▪
jumlah dan mutu pangan;▪
cakupan;▪
alasan-alasan untuk pemindahan ke program lainnya (khususnya bagi anak-anak yang status gizinya bertambah buruk dan mengarah ke kurang gizi akut); dan▪
jumlah orang yang terdaftar dalam perawatan.Pertimbangkan faktor-faktor luar, seperti misalnya;
▪
pola kesakitan;▪
tingkatkurang gizi dalam penduduk;▪
tingkat kerawanan pangan di rumah tangga dan penduduk;▪
Intervensi pelengkap yang tersedia bagi penduduk (termasuk bantuan pangan umum atau yang setara dengan program); dan▪
kapasitas sistem yang ada untuk layanan pembagian (pangan).Keterkaitan dengan kesehatan dan sektor lainnya: Kedua program pemberian makanan tambahan darurat dan yang tersasar dapat digunakan sebagai suatu landasan untuk memberikan pelayanan pelengkap. Dalam banyak situasi, program pemberian makanan tambahan darurat untuk pencegahan dapat mendukung respon krisis. Con- tohnya, program ini dapat menyediakan akses terhadap penduduk sasaran melalui pendaftaran penduduk, penyaringan komunitas dan rujukan untuk gizi buruk akut dan sedang. Kaitan ini juga dapatmemungkinkan intervensi untuk ketahanan hidup anak- anak, seperti misalnya:
▪
obat cacing;▪
tambahan vitamin A;▪
zat besi dan asam folat yang dikombinasikan dengan penyaringan dan perawatan malaria;DR AFT
▪
mineral seng untuk perawatan diare; dan▪
imunisasi.⊕ Lihat layanan kesehatan mendasar-standar penyakit menular 2.1.1 - 2.1.4 dan layanan kesehatan dasar-standar kesehatan anak-anak2.2.1 dan 2.2.2.
Penduduk dengan tingkat kerentanan tinggi, seperti misalnya tingginya prevalensi HIV dan warga dengan keterbatasan gerak dan makanan, mungkin memerlukan adaptasi program yang memenuhi kebutuhan mereka. Hal ini termasuk juga penyesuaian mutu dan jumlah bahan makanan tambahan ⊕ Lihat standar pemberian makanan bayi dan balita 4.1.