• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUMEDANG

Dalam dokumen BUKU 3 KOMUNIKASI, MEDIA DAN NEW MEDIA (Halaman 77-87)

Siti Patonah, Yanti Setianti, Kokom Komariah, Dian Wardiana [email protected] Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

PENDAHULUAN

Di era modern ini perkembangan hubungan masyarakat (humas) di Indonesia sangat berkembang. Hal ini dapat dilihat dalam struktur organisasi yang terdapat di perusahaan maupun lembaga serta instansi pemerintahan yang menyertakan kolom humas sebagai bagian dari divisinya. Hubungan masyarakat (humas) yang lebih dikenal dengan istilah public relations adalah suatu profesi yang menghubungkan antara lembaga atau organisasi baik perusahaan profit maupun non profit dengan publiknya.

Seorang public relations tentunya memerlukan media komunikasi untuk dapat mengetahui apa yang sedang dibutuhkan dan diharapkan oleh publik.

Media komunikasi yang dapat digunakan untuk mengetahui apa yang sedang diinginkan dan diharapkan oleh publik yaitu melalui media massa.

Media massa adalah alat atau sarana komunikasi massa yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak dimana proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak.

“Media monitoring merupakan kegiatan pengguntingan atau pemotongan bagian-bagaian tertentu dari surat kabar, majalah atau sumber yang lain kemudian disusun dalam sistem tertentu dalam suatu bidang” (dalam Ardianto 2002:98).

Monitoring dapat diartikan sebagai kegiatan pengawasan atau sebuah pemantauan. Kegiatan monitoring secara umum dilakukan dengan rutin hari ke hari, minggu ke minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun tergantung kebutuhan dan peruntukkannya. Ini juga berlaku bagi media monitoring. Media monitoring merupakan suatu kegiatan pengawasan atau

pemantauan terhadap media massa baik cetak, elektronik maupun digital.

Media monitoring juga dilakukan secara rutin seperti kegiatan monitoring pada umumnya.

Media monitoring sudah menjadi tugas penting bagi seorang Public Relations karena mempunyai beberapa manfaat, salah satunya adalah sebagai wahana kontrol atas opini publik yang berkembang. Karena dengan memantau pendapat umum atau opini publik yang berkembang, dapat diketahui keududukan lembaga/organisasi di mata publik.

Begitu pun di Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang yang memiliki Bagian khusus Humas dan Protokol. Disini Humas dan Protokol digabungkan karena memiliki keterikatan dalam pelaksanaan tugas. Bagian Humas dan Protokol dipimpin oleh Kepala Bagian dan dibantu oleh 3 (tiga) Kepala Sub Bagian yaitu, Kepala Sub Bagian Pemberitaan dan Dokumentasi, Kepala Sub Bagian Publikasi dan Kepala Sub Bagian Protokol.

Tujuan dari penulisan adalah untuk memberikan serta memperoleh gambaran yang luas dan lengkap mengenai Analisis Media Monitoring oleh Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang,

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Penulis mendeskripsikan secara jelas dan terarah mengenai temuan yang ada dilapangan. Seperti halnya yang dikemukakan oleh Nawawi (2001:63) menyatakan bahwa metode deskriptif yaitu prosedur pemecah masalah yang harus diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek pengamatan (seseorang, lembaga dan masyarakat) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, studi Kepustakaan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk melakukan kajian atau pembahasan yang berkaitan dengan objek pembahasan yaitu media monitoring, penulis mencari dari berbagai sumber rujukan yaitu buku-buku, tugas akhir serta dari internet. Dalam mengembangkan relasi dengan publiknya, seorang public relations dapat menjadikan media massa sebagai mitra untuk memaksimalkan pengomunikasian informasi, citra, atau gagasan yang bersal dari organisasi kepada publik-publiknya.

Berdasarkan komunikasi public relations yang bersifat dua arah (two way communications), media massa tidak hanya dipandang oleh seorang public relations sebagai media dalam penyampaian informasi kepada publik, tapi harus juga mampu menyimak dan mengolah informasi dari media massa yang berasal dari publik

Gambar 1: Arus Komunikasi dalam Media Relations

Gambar tersebut menunjukkan bahwa organisasi dapat menyampaikan informasi, gagasan, atau citra melalui media massa kepada publik.

Sedangkan publik, bisa menyampaikan dan menyalurkan aspirasi, harapan, keinginan atau informasi melalui media massa pada organisasi. Namun publik juga secara langsung bisa menyampaikan melalui saluran komunikasi antara publik dan organisasi.

Analisis media adalah metode pembelajaran dan menganalisa komunikasi secara sistematis, secara objektif, dan bersifat kuantitatif dan/

atau kualitatif. Dalam rangkaian kegiatan atau program yang dijalani oleh praktisi public relations analisis media termasuk dalam tahap evaluasi.

Ditegaskan oleh Frank Wylie, evaluasi adalah kegiatan mengukur apa yang sedang terjadi dan apa yang sudah terjadi. Namun, tujuan dari evaluasi adalah untuk mempelajari apa yang sudah dilakukan sehingga hasil kerja selanjutnya dapat dan akan lebih baik. (Wilcox, Ault & Agee, 2006:256)

Membangun citra positif itu sangat penting bagi sebuah instansi karena citra positif itu merupakan kesan mendalam yang diberikan oleh setiap individu, masyarakat atau lembaga sebagai bentuk dari kepercayaan masyarakat terhadap instansi tersebut. Membentuk citra positif merupakan salah satu tugas seorang praktisi public relations, maka dari itu seorang public relations membangun hungan baik dengan publik dan media salah satunya dengan cara kegiatan kliping.

Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang melakukan kegiatan kliping dan dokumentasi sebagai bahan evaluasi

pencitraan terhadap publik sehingga mengetahui apa yang sedang publik butuhkan demi kesejahteraannya, juga sebagai salah satu kegiatan dokumentasi, pemantauan kegiatan dan kebijaakan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Dokumentasi itu sendiri merupakan suatu kegiatan mengumpulkan, mengakumulasi, mengklasifikasi dan menyebarkan informasi untuk kepentingan organisasi atau perorangan. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa instansi pemerintahan merupakan badan yang bergerak untuk membangun, meningkatkan, mensejahterakan dan melayani masyarakat.

Oleh karena itu kegiatan kliping dan dokumetasi menjadi salah satu media untuk menyampaikan informasi kepada pimpinan beserta staff yang bersangkutan.

“Kegiatan media monitoring lazim dikerjakan secara rutin oleh biro public relations instansi atau perusahaan-perusahaan. Kegiatan ini adalah salah satu cara yang berarti untuk memastikan bahwa pesan- pesan utama dimasukkan dalam berita yang dimuat atau pokok-pokok yang disiarkan” (Wilcox, Ault &Agee, 2006:264).”

Berdasarkan definisi diatas praktisi public relations tersebut diartikan sebagai Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang.

Sama halnya dengan definisi tersebut. Kegiatan media monitoring memang merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, kegiatan media monitoring ini dilakukan setiap hari, dari hari senin sampai minggu, akan tetapi karena pada hari sabtu dan hari minggu merupakan hari libur kerja, maka media monitoiring tersebut dilakukan di hari berikutnya yaitu senin. Kegiatan pengelolaan media monitoring oleh Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang bertujuan untuk mengetahui pandangan publik dan berita yang beredar mengenai Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang apakah bersifat positif, negatif atau netral dan beritanya sudah sesuai atau belum dengan dilapangan.

Menurut Scot M. Cutlip, AllenH. Center dan Flen M. Broom (2011:5)

Public relations merupakan fungsi manajemen yang mengevaluasi perilaku publik, mengidentifikasi kebijakan dan prosedur individual dan organisasi yang punya kepentingan untuk mendapatkan pemahaman dan penerimaan publik.”

Sama halnya dalam media monitoring, ada tiga proses tahapan yang harus dilalui yaitu tahap perencanaan media monitoring, pelaksanaan media monitoring dan evaluasi. Semua proses tersebut dilakukan oleh

Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, dengan beberapa staf yang memiliki beberapa tugas berbeda mulai dari yang bertugas memantau berita di media cetak dengan teknik kliping sampai dengan menganalisis kliping yang nantinya akan dibuat laporan yang akan diserahkan kepada Sekretaris Daerah dan Bupati.

Analisa yang dilakukan tim media monitoring berbasis bulanan, triwulan dan tahunan. Data-data pemberitaan yang sudah dibuat kliping dan dikumpulkan selama beberapa waktu akan dianalisis sesuai dengan fakta yang ada di dalam pemberitaan. Analisis dibuat berdasarkan data yang dikumpulkan. Data-data untuk melakukan analisis didapat dari hasil kliping. Jika analisis periode triwulan dan tahunan data dapat dilihat dari laporan analisis media monitoring perbulannya yang sudah disatukan selama triwulan atau tahunan lalu dianalisis kembali dan ditarik kesimpulan yang nantinya akan dibuat laporan.1

Kecenderungan pemberitaan akan tergambar setelah melakukan aktivitas media monitoring. Adapun yang harus dianalisis dan dibuat laporan Penghitungan jumlah berita terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, Analisis berita positif, negatif dan netral yang menonjol dan membuat persentase pemberitaan.2

Semua pemberitaan yang sudah di kliping pada bulan itu dihitung dan dikelompokan menurut sentimennya masing-masing yaitu positif, negatif dan netral.3 Contohnya yaitu hasil penghitungan jumlah berita terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang pada bulan Januari 2017

Pemberitaan tentang Pemerintah Kabupaten Sumedang dari tanggal 1 sampai dengan 31 Januari 2017 yang diberitakan oleh 9 media (Pikiran Rakyat, Tribun, Sumedang Ekspress, Radar Sumedang, Kabar Priangan, Galamedia, Lintas, dan Sindo, Korsum) terdapat 531 berita, yang diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Berita Positif : 87 berita (17%) b. Berita Netral : 372 berita (70%) c. Berita Negatif : 72 berita (13%)4

1 Hasil wawancara dengan Fuji Marlyana 23 Februari 2017

2 Hasil wawancara dengan Fuji Marlyana 23 Februari 2017

3 Hasil wawancara dengan Fuji Marlyana 23 Februari 2017

4 Hasil Laporan Analisis Media Monitoring Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang Januari 2017

Dapat disimpulkan bahwa dari data tersebut bahwa dari 9 media cetak terdapat 531 pemberitaan dengan klasifikasi berita positif 87 berita, berita netral 372 berita dan berita negatif 72 berita

Disini tim media monitoring menganalisis berita apa saja yang menonjol pada bulan itu. Pemilihan berita positif, negatif dan netral dilihat dari seberapa sering berita dengan tema yang sama muncul dalam satu bulan.5 Contohnya yaitu seperti analisis berita positif, negatif, dan netral bulan Januari 2017

Berita Positif yang menonjol :

a. Kondisi Yusuf Supriatna (14) penderita infeksi tali pusar semakin membaik pasca dirawat di RSUD Sumedang sebanyak 7 kali pemberitaan.

b. Bupati mengunjungi Daerah terisolir yang berada di perkampungan Desa Cipancar sebanyak 3 kali pemberitaan.

c. 13 Masjid di wilayah relokasi Jatigede selesai dibangun sebanyak 2 kali pemberitaan

Berita Netral yang menonjol :

a. 1.075 pejabat Pemerintah Kabupaten Sumedang dilantik dalam SOTK Baru sebanyak 15 kali pemberitaan.

b. Jalan Lingkar Jatigede amblas akibat faktor cuaca yang ekstrim sebanyak 6 kali pemberitaan.

c. Bupati H.Eka Setiawan himbau pejabat tidak aktif di medsos sebanyak 4 kali pemberitaan

Berita Negatif yang menonjol :

a. SOTK Baru masih menuai kritik sebanyak 10 kali pemberitaan b. Misteriusnya Surat Keterangan Sukwan sebanyak 6 kali pemberitaan c. Beberapa Kades tertipu dijanjikan Rp.600 juta tersebanyak 4 kali

pemberitaan

Analisinya adalah Pemberitaan Positif yang menonjol mengenai setelah menjalani perawatan intensif selama 12 hari di RSUD Kabupaten Sumedang, kondisi kesehatan Yusuf Supriatna (14) penderita gangguan pertumbuhan badan warga Desa Cisurat Kecamatan Wado kini berangsur-angsur membaik. Membaiknya kondisi kesehatan Yusuf terutama berat badannya

5 Hasil wawancara dengan Fuji Marlyana 23 Februari 2017

naik 1 kg menjadi 10 kg, sebelum dirawat di RSUD berat badannya hanya 9 kg. Bupati H.Eka Setiawan mengunjungi Yusuf Supriatna di RSUD Sumedang dan menyatakan akan menanggung sepenuhnya biaya perawatan Yusuf Supriatna selama di RSUD, dan mengharapkan Intansi terkait turut serta membantu memperhatikan warga Sumedang yang memerlukan perawatan seperti yang dialami Yusuf dan kasus-kasus lainnya.

Pemberitaan Netral yang menonjol mengenai Bupati Sumedang telah melantik dan mengukuhkan 1.075 Pejabat Pemerintah kabupaten Sumedang yang ditempatkan dalam SOTK Baru pada hari jumat tanggal 13 Januari 2017 bertempat di lapangan Induk Pusat pemerintahan. Pejabat yang dilantik meliputi pejabat eselon II/a 1 orang, eselon II/b 32 orang, eselon III/a 74 orang, eselon III/b 119 orang, eselon IV/a 624 orang, eselon IV/b 228 orang. Pelaksanaan Mutasi dan Promosi Jabatan tersebut sebagai tanda dimulainya pemberlakuan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) Baru di Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Pemberitaan Negatif yang menonjol mengenai penempatan SOTK Baru yang merujuk pada UU no.5 Tahun 2015 dan PP no.18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah penempatan Aparatur Negara didasarkan pada Kualifikasi, Kompetensi dan Kinerja. Bupati yang memiliki kewenangan penuh telah memilih Pejabat yang duduk di berbagai eselon dan berbagai OPD berupaya untuk menempatkan pejabat tersebut berdasarkan The Right Man and The Right Place, hal ini dikarenakan Bupati juga memiliki kepentingan untuk menyelesaikan Visi Misi Senyum Manis yang terukur.

Namun demikian banyak kalangan menilai pelaksanaannya dinyatakan tidak fair karena dinilai peran Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjakat) selaku pembina Kepegawaian kurang diperankan, sehinga dalam penempatannya dinilai masyarakat masih belum optimal. Dugaan-dugaan berikutnya adalah dugaan politik uang yang mengarah pada pungutan liar yang terkesan mengorbankan potensi-potensi pegawai yang tidak pada kompentensinya. Selain itu adanya dugaan titipan-titipan dari orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab.

Hasil Media Monitoring untuk pemberitaan mengenai Bupati Sumedang yang menonjol :

a. Berita Positif :

Bupati Sumedang H.Eka Setiawan mengunjungi Yusuf Supriatna (14) di RSUD Sumedang dan berjanji akan menanggung biaya perawatan selama di RSUD.

b. Berita Netral : Bupati Sumedang H.Eka Setiawan melantik dan mengukuhkan 1.075 Pejabat Pemerintah Kabupaten Sumedang.

c. Berita Negatif :

Bupati Sumedang H.Eka Setiawan menuai kritik pasca penempatan SOTK Baru,adanya dugaaan politik uang yang mengarah pada pungutan liar.6

Dari data tersebut terlihat bahwa berita yang positif yang paling menonjol yaitu mengenai kondisi Yusuf yang membaik pasca dirawat di RSUD, berita netral yang paling menonjol yaitu mengenai sebanyak 1.075 pejabat Daerah Kabupaten Sumedang dilantik dalam SOTK baru, dan berita negatif yang menonjol yaitu mengenai SOTK baru yang masih menuai pro dan kontra.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Asep Tatang Sujana, Kepala Bagian Humas dan Protokol yaitu:

“... kita harus bisa melihat kecenderungan media memberitakan kita itu seperti apa, positif negatif atau netral. Kecenderungan netral kita bisa tarik ke positif” Asep Tatang Sujana7

Contohnya seperti persentase pemberitaan pada bulan Januari 2017

Gambar 2: Persentase Pemberitaan pada Bulan Januari 2017 Sumber: Arsip Laporan Tim Media Monitoring

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa berita media terhadap kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang pada periode bulan Januari 2017 yaitu sebanyak 17% pemberitaan yang bersifat positif, 372 pemberitaan yang bersifat netral, dan 13% pemberitaan yang bersifat negatif.

6 Hasil Laporan Analisis Media Monitoring Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang Januari 2017

7 Hasil wawancara dengan Asep Tatang 24 Februari 2017

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dominan pemberitaan pada bulan januari yaitu bersifat good news, jadi citra Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang di mata publik itu baik.

Saat media memberitakan perusahaan/instansi dalam pemberitaan yang cenderung positif, sebenarnya praktisi public relations tidak dapat berdiam diri saja, baiknya ada action yang harus dilakukan, seperti memberikan konfirmasi atas pemberitaan tersebut atau membuat program kelanjutan dari pemberitaan tersebutuntuk menguatkan citra. Mereka harus memutar otak untuk mengeluarkan program-program inovatif yang dapat menumbuhkan kepercayaan publik.

SIMPULAN DAN SARAN

Analisa yang dilakukan tim media monitoring berbasis bulanan, triwulan dan tahunan. Data-data pemberitaan yang sudah dibuat kliping dan dikumpulkan selama beberapa waktu akan dianalisis sesuai dengan fakta yang ada di dalam pemberitaan. Adapun yang harus dianalisis dan dibuat laporan Penghitungan jumlah berita terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, Analisis berita positif, negatif dan netral yang menonjol dan membuat persentase pemberitaan. Background pendidikan yang dimiliki setiap orang di tim media monitoring tidak hanya dari komunikasi dan perbedaan pengalaman berpengaruh terhadap pemahaman tentang pengkategorian berita.

DAFTAR PUSTAKA

Basuki, Sulistyo. 2004. Pengantar Dokumentasi. Bandung: Rekayasa Sains Bandung.

Bland, Michael., Theaker, Alison., Wragg, David. 2004. Hubungan Media yang Efektif. Jakarta: Erlangga.

Herimanto, Bambang, Rumianti, Assumpta, Indrojiono, FX.. 2007. Public Relations dalam Organisasi. Yogyakarta: Santusta.

HS. Lasa. 1994. Pengelolaan Terbitan Berkala. Yogyakarta: Kanisius.

Iriantara , Yosal. 2005. Media Relations. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset

Jefkins, Frank. 2003. Public Relations. Jakarta: Erlangga.

Rachman, F. 1996. Public Relations Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: PT.

Gramedia Pustaka Utama.

Rumanti, Sr. Maria Assumpta. 2005. Dasar-Dasar Public Relations. Jakarta:

PT.Grasindo.

Ruslan, Rosady. 2010. Dasar-Dasar Public Relations (Teori dan Praktik).

Yogyakarta: PT. Grasindo.

______.2010. Manajemen Public Relations & Media Komunikasi. Jakarta:

PT. Raja Grafindo Persada.

Saputra, Wahidin dan Nasrullah, Rulli. “Public Relations 2.0: Teori dan Praktik Public Relations”. 2011. Jakarta: Gramata Publishing.

Soemirat, Soleh dan Ardianto, Elvinaro. 2002. Dasar-Dasar Public Relations.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Wilcox, Denis L., Ault, Phillip H., Agee, Warren K. 2006. Public Relations Strategi dan Praktek. Batam Centre: Interaksara.

William. 2010. Media Monitoring: The Complete Guide. New York: Cyber Alert. Inc.

(Studi Kasus Famtrip GenPI Sumatera Selatan ke

Dalam dokumen BUKU 3 KOMUNIKASI, MEDIA DAN NEW MEDIA (Halaman 77-87)