• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN PENDAHULUAN

Dalam dokumen PDF PROCEEDINGS - Sebelas Maret University (Halaman 30-34)

Dari hasil penelitian pendahuluan tes koordinasi mata kaki dalam keterampilan bermain sepak bola diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil penelitian pendahuluan tes koordinasi mata kaki NO Hasil Penelitian Pendahuluan HASIL

1 Mean 8.46875

2 Median 8.5

3 Nilai Tertinggi 14

4 Nilai Terendah 4

5 Standar Deviasi 2,667

Berdasarkan tabel di atas data awal tes koordinasi mata kaki dalam keterampilan bermain sepakbola, terdapat siswa memiliki koordinasi mata kaki tinggi dan rendah. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan tes koordinasi mata kaki (tes awal) di PSB Bonansa UNS Solo KU12. Dari data tersebut maka peneliti menggunakan metode

Massed Practice

dan Distributed Practice karena metode tersebut memberikan pengaruh yang lebih tinggi dalam meningkatkan keterampilan bermain sepakbola yang meliputi, juggling, passing bawah, passing atas, shoting, heading. Dari seluruh sampel di PSB Bonansa UNS Solo yang berjumlah 32 pemain, diperoleh data mean, median, nilai tertinggi dan nilai terendah seperti di atas. Nilai mean atau rata-rata angka hasil tes penelitian pendahuluan koordinasi mata kaki sebesar 8,467 atau 8,5; nilai median angka hasil tes penelitian pendahuluan koordinasi mata kaki sebesar 8,5; nilai tertinggi angka hasil tes penelitian pendahuluan koordinasi mata kaki sebesar 14; nilai terendah angka hasil tes penelitian pendahuluan koordinasi mata kaki sebesar 4; dan nilai standar deviasi angka hasil tes penelitian pendahuluan koordinasi mata kaki sebesar 2,667. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa tes penelitian pendahuluan tes koordinasi mata kaki masih rendah disetiap aspeknya. Rata-rata hasil tes koordinasi dalam keterampilan bermain sepakbola masih dalam kategori rendah sehingga menunjukan bahwa secara keseluruhan siswa PSB Bonansa Solo masih banyak yang memperoleh nilai dibawah rata-rata.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian pendahuluan tes koordinasi mata kaki dalam keterampilan bermain sepakbola menyimpulkan bahwa metode latihan massed practice dan distributed practice kemungkinan dapat meningkatkan keterampilan bermain sepak bola, dan juga dapat meningkatkan koordinasi mata kaki siswa. Metode latihan dan koordinasi mata-kaki merupakan variabel yang mempengaruhi peningkatan keterampilan bermain sepakbola.

Metode distributed practice dalam teori menjelaskan dapat meningkatkan keterampilan bermain sepakbola. Begitu juga dengan metode Massed Practice. Masing-masing metode mempunyai kelebihan. Maka dari itu peneliti akan membutikan teori tersebut untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode massed practice dan distributed practice terhadap keterampilan bermain sepakbola, perbedaan keterampilan bermain sepak bola antara pemain yang memiliki koordinasi mata-kaki tinggi dan rendah, pengaruh interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata-kaki terhadap keterampilan bermain sepakbola.

DAFTAR PUSTAKA :

Adrian Less, Lee Nolan. 2011. The Biomechanics of soccer.

Journal of Sports Sciences, June 2010; 28(8): 805–817

Bompa, T.O. 2010. Theory and Methodology of Training. Dubuque : Kendall/Hunt Publishing Company

Harsono. 2008. Coaching Dan Aspek-Aspek Psikologis Dalam Coaching. Jakarta: Ditjen Dikti.

Kirkendall DR. Gruber JJ. Jhonson RR. 1980. Measurement and Evolution For Phisical Educators. Lowa : Wm. C.Company Publiser.

Muhajir.2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Yudistira.Bandung

Richard., Luz and Bhdur,K. (2018). Player Talent identification and development in Football. Journal Apuntd Med Sport 2018;53(198);43-46

Schmidt, Richard A. 1991. Motor Learning and Performance: from principles to practice.

England: Human Kinetics Publisher (UK). Ltd.

Soekatamsi. (2000). Teori dan Praktek Sepak Bola 1. Surakarta: UNS Press.

Subagyo Irianto. (2010). Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Tes Kecakapan “David Lee” untuk Sekolah Sepakbola (SSB) Kelompok Umur 14-15 Tahun.Yogyakarta:

FIK UNY.

Sukadiyanto, 2010. Penghantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY.

Utilitas Media Sosial Smartphone dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Andri Wahyu Utomo1*, Pratama Dharmika Nugraha2 , Enggel Bayu Pratama3

1*Ilmu Keolahragaan/Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Universitas PGRI Madiun

2Ilmu Keolahragaan/Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Universitas PGRI Madiun

3Ilmu Keolahragaan/Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Universitas PGRI Madiun

*Email: Andri Wahyu Utomo, [email protected]

1. PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi di era globalisasi yang modern ini sudah melesat tinggi entah, siapapun, dan dimanapun mereka dapat mengakses media teknologi yang sudah canggih dan beragam macam tersedia, salah satu media nya adalah media internet yang dapat membantu masyarakat atau para pelajar mempelajari ataupun mengetahui informasi seputar kebudayaan, teknologi, dan lain-lain yang ada di Indonesia maupun informasi yang belum diketahuinya. Internet adalah jaringan global antar komputer untuk berkomunikasi dari suatu lokasi ke lokasi lain di belahan dunia. Dalam internet terdapat berbagai macam informasi, baik yang baik maupun yang buruk, yang benar maupun yang tidak. Semua informasi itu

Abstrak Keywords:

Smartphone;

Media Sosial;

Pendidikan

Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Masyarakat di era teknologi saat ini cenderung bebas, individual dan bersifat egosentrisme. Hal ini tentunya berdampak pada semua aspek kehidupan manusia. Saat ini perkembangan teknologi membuat perubahan yang sangat pesat baik, ekonomi, pendidikan, dan lainya.

Smartphone pada saat ini telah digunakan oleh semua kalangan masyarakat baik pengusaha, pendidikan, ekonomi tinggi, ekonomi rendah, masyarakat biasa, dan pada saat ini pelajar sudah dominan meggunakan smartphone yang canggih. Didalam dunia pendidikan yaitu Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang merupakan pendidikan secara utuh melibatkan tiga ranah yaitu aspek kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan/sikap) dan psikomotor (keterampilan gerak). Perkembangan ilmu pengetahuan tidak terlepas dari perkembangan manusia di dunia, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tercipta. Pada era informasi saat ini, informasi menjadi sangat berharga dan menjadi tolak ukur perkembangan suatu masyarakat. Teknologi informasi pada saat ini menawarkan peluang bagi peningkatan dan kemudahan efisiensi kerja. Media sosial sebagai salah satu sarana informasi dan alat komunikasi yang memfasilitasi hubungan antara satu dengan lainnya. Semakin berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi saat ini berdampak baik untuk perkembangan pembelajaran. Kemudahan dalam media sosial pelayanan informasi yang dimanfaatkan melalui web atau jejaring sosial lainnya seperti Facebook, Instagram, Youtube, WhatsApps, Tweeter dan media sosial yang lain merupakan jejaring sosial yang berdominasi digunakan masyarakat, dimana pemanfaatannya dapat digunakan didalam pembelajaran dan tugas belajar, hal ini berguna untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan siswa, mengembangkan pikiran berwawasan luas mengenai pendalaman materi, praktikum maupun tugas tambahan belajar.

dapat diakses lewat internet, penggunaan internet berkembang dengan pesat, kini masyarakat dapat dengan mudah mengakses internet di warnet atau melalui laptop dengan modem ataupun wireless-connected, yang saat ini berkembang pesat yaitu jaringan internet melalui smartphone. Kemunculan Internet sebagai media dalam pendidikan jarak jauh dan sebagai media pembelajaran (learning) menjadi salah satu terobosan dalam dunia pendidikan. Selain itu, karena Internet semakin bisa dengan mudah ditemui dimanapun.

Berdasarkan data survei yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) (Indonesia, 2018) tentang penggunaan internet didapatkan adata sebagai berikut : jumlah penduduk Indonesia sebanyak 264,16 juta jiwa, 171, 17 juta jiwa pengguna internet, jika dipersentasekan adalah 64,8 persen. Pengguna internet per wilayah dari seluruh pengguna internet antara lain ; Sumatra 21,6%, Kalimantan 6,6%, Jawa 55,7%, Bali dan Nusa Tenggara 5,2%, Sulawesi Maluku Papua 10,9%. Dari data tersebut dapat dipahami bahwa pengguna internet terbanyak didominasi di Pulau Jawa. Penetrasi pengguna internet 2018 berdasarkan tingkat pendidikan antara lain ; sekolah SD 41,4% pengguna internet, 58,6% bukan pengguna internet, sekolah SMP 80,4% pengguna internet, 19,6% bukan pengguna internet, sedangkan sekolah SMA 90,2% pengguna internet, 9,8% bukan pengguna internet. Penetrasi pengguna internet berdasarkan pekerjaan yaitu ; guru 100%, mahasiswa 92,1%, ASN 89,9%, Pegawai Swasta 85,7% pengguna internet. Jaringan penghubung internet setiap harinya diakses melalui komputer desktop 9,6%, komputer laptop 17,2%, smartphone 93,9%, tablet 5,2%. Menurut perkiraan dalam satu hari rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam menggunakan internet selama ; 14,1 % lebih dari 3-4 jam, 13,4% lebih dari 2-3 jam, 13% lebih dari 1-2 jam. Alasan utama penggunaan internet yaitu 16,4%

komunikasi lewat pesan, 19,1% sosial media, 15,2% mengisi waktu luang. Dari data tersebut penggunaan internet melalui smartphone sangat mendominasi penggunaan perangkat penghubung internet setiap harinya, sementara konten internet (media sosial) yang paling sering dikunjungi antara lain ; Facebook 50,7%, Instagram 17,8%, Youtube 15,1%, twitter 1,7%, Linkedin 0,4% lain-lain 7,1%. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa penggunanya kebanyakan adalah pada usia produktif, dan juga pada usis-usia pelajar sekolah. Jika guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan jeli dengan hal ini tentu Facebook dapat dimanfaatkan sebagai pembelajaran. Seperti yang sudah dijelaskan pendidikan jasmani tidak hanya pada aspek gerak, tetapi juga pada aspek kognitif, dan afektif. Pada proses terjadinya gerakanpun dimulai dari kognisi. Dengan mengetahui materi dengan baik tentunya proses pembelajaran di lapangan dan hasil psikomotornya akan lebih baik.

2. PEMBAHASAN

Dalam dokumen PDF PROCEEDINGS - Sebelas Maret University (Halaman 30-34)