• Tidak ada hasil yang ditemukan

UCAPAN TERIMAKASIH

Dalam dokumen PDF PROCEEDINGS - Sebelas Maret University (Halaman 54-57)

Ucapan terima kasih disampaikan kepada pemain dan pengurus club bola basket Dehasen Bengkulu yang telah mendukung penelitian ini.

REFERENSI

Ahmad, N. (2007) Permainan Bola Basket. Yogyakarta: Era Intermedia. 1-76 Oliver, J. (2004). Basketball fundamentals. USA: Human kinetics. 1-141

Stephen Kemmis dkk. (2014). The Action Research Planner. Singapore: Springer Science.

1-19

Suharsimi Arikunto, (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. 1- 413

Syoergawi, M.S. (2014) Kontribusi Berat Badan Dan Kelincahan Terhadap Kemampuan Dribble Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Ekstrakurikuler Bola Basket Sman 1 Bengkulu Selatan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Jasmani. Universitas Bengkulu.

Yuliani. (2010). Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: Jakarta Indeks. 1-286

STUDI PELAKSANAAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA KLUB PB DJARUM KUDUS

Bayu Dwi Santoso1, Agus Kristiyanto2, Sapta Kunta Purnama3

1Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret

2Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret

3Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret

*Email: [email protected]

1. PENDAHULUAN

Bulutangkis merupakan salah satu olahraga yang terkenal di Indonesia. Olahraga ini menarik minat berbagai kelompok umur, baik pria maupun wanita. Olahraga bulutangkis pada masa sekarang ini bukan hanya sebagai olahraga rekreasi melainkan telah menjadi olahraga prestasi, sehingga para atlet bulutangkis dituntut memiliki prestasi setinggi- tingginya. (Grice, 2007).

Huan (2015) menyatakan bahwa badminton adalah olahraga yang berorientasi pada teknik. Menyerang bola dengan kekuatan membutuhkan teknik yang elegan dan halus, yang harus dibangun dan dilakukan melalui keterampilan dasar yang tepat, kekuatan yang kuat, dan koordinasi. Badminton adalah olahraga dengan keterampilan yang rumit sehingga, seleksi dan pelatihan pemain harus didasarkan pada metode ilmiah yang tepat dan jelas. Horng dan Chi dalam Huan (2015) menyarankan bahwa ketika memilih bakat bulutangkis, harus ada tujuan yang sistematis, terencana, dan terorganisir, untuk menyaring pemain bulutangkis potensial dan meningkatkan kinerja pelatihan.

Dalam bulutangkis pemilihan bakat atlet pada anak usia dini merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi pemain. Hal tersebut juga harus didukung oleh adanya manajemen yang baik. Chalip dalam Ko (2013) menyatakan pentingnya pelaksanaan manajemen terutama sumber daya manusia pada pengembangan prestasi

Abstrak Keywords:

Manajemen; Sumber Daya Manusia; Bulu Tangkis

Salah satu klub bulutangkis yang memiliki perjalanan panjang dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di Indonesia adalah klub PB Djarum Kudus. Dalam perkembangannya, klub PB Djarum Kudus dipengaruhi banyak faktor salah satunya adalah manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen sumber daya manusia yang terdiri dari pengurus, atlet, dan pelatih bulutangkis. Jenis penelitian ini adalah penelitan kualitatif. Subjek Penelitian terdiri dari 1 orang ketua pengurus,1 orang kepala pelatih, dan 2 orang atlet anak usia dini.

Metode pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian dan pembahasan: Pengurus klub berasal dari mantan atlet bulutangkis yang berkewajiban melakukan pembinaan anak usia dini dan menertibkan administrasi organisasi.

Rekrutmen pelatih ditunjuk langsung oleh Ketua pelatih dengan syarat: dipandang memahami aturan-aturan bulutangkis, mantan pemain PB Djarum itu sendiri yang berprestasi, mempunyai lisensi nasional. Pemilihan atlet menggunakan sistem audisi beasiswa Djarum Foundation. Hasi dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia di klub PB Djarum Kudus sudah baik, karena melalui perencanaan, pengorganisasian dan evaluasi yang matang pada pemilihan pengurus, pelatih dan atlet bulutangkis.

olahraga dengan cara pembinaan atlet dan pelaksanaan manajemen yang diterapkan didalamnya. Menurut Harsuki (2013) manajemen sumber daya manusia dianggap sangat penting karena yang dikelola adalah manusia.

Salah satu aset organisasi yang penting untuk keberhasilan suatu organisasi adalah orang atau sumber daya manusia. Organisasi yang bertugas dalam meningkatkan perkembangan bulutangkis di Indonesia adalah klub bulutangkis. Klub bulutangkis memiliki peran besar dalam mencetak bibit-bibit unggul atlet berprestasi tingkat nasional maupun internasional. Manajemen sumber daya manusia yang harus dikelola dengan baik pada klub bulutangkis terdiri dari atlet, pengurus dan pelatih bulutangkis.

Terdapat beberapa klub bulutangkis besar yang ada di Indonesia, salah satu diantaranya adaah klub PB Djarum Kudus. Djarum Kudus didirikan pada tahun 1974 yang awalnya sebagai kegiatan penyaluran hobi bagi karyawan pabrik rokok Djarum di Kudus.

Namun pada akhirnya yang ikut berlatih bukan hanya karyawan, tetapi juga pemain dari luar. Ini adalah awal dari pembinaan Djarum dalam menyumbang pemain nasional dimulai.

Didorong kecintaan Robert Budi Hartono (CEO PT Djarum) pada bulu tangkis serta tingginya kegemaran karyawan PT Djarum bermain dan berlatih pada olahraga yang sama, maka pada tahun 1969 brak (tempat karyawan melinting rokok) di jalan Bitingan Lama (sekarang jalan Lukmonohadi) No. 35 - Kudus pada sore hari digunakan sebagai tempat berlatih bulu tangkis dibawah nama komunitas Kudus. Berawal dari situ lahirlah atlet muda berbakat, Liem Swie King yang meraih prestasi demi prestasi secara gemilang. Hal ini menumbuhkan keinginan Budi Hartono untuk serius mengembangkan kegiatan komunitas Kudus menjadi organisasi PB Djarum.

Puncak kejayaan PB Djarum Kudus yaitu ketika Indonesia merebut Piala Thomas pada 1984 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kala itu, dari delapan pemain, tujuh diantaranya berasal dari PB Djarum yaitu Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo. Di Indonesia, klub bulutangkis PB Djarum Kudus memegang peranan penting dalam perkembangan prestasi bulutangkis sampai saat ini. Perekrutan atlet-atlet berbakat pada anak usia dini dari klub PB Djarum Kudus dilakukan dengan manajemen yang terencana yaitu melalui beasiswa bulutangkis Djarum Foundation. Dalam perkembangannya, klub PB Djarum Kudus dipengaruhi banyak faktor baik secara ekstern maupun intern salah satunya adalah manajemen sumber daya manusia. Oleh karena itu perlu diadakan suatu penelitian untuk menggali informasi yang berguna untuk meneliti faktor tersebut.

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis berusaha untuk meneliti manajemen Klub PB Djarum Kudus dalam melakukan pembinaan terhadap para atlet usia dini untuk menciptakan atlet berprestasi di Indonesia bahkan tingkat dunia. Untuk itu penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Studi Pelaksanaan Manajemen Sumber Daya Manusia pada Klub PB Djarum Kudus”.

2. METODE

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, penelitian ini bersifat deskriptif dimana peneliti berusaha menggambarkan kenyataan yang ada tentang suatu keadaan yang dijumpai secara objektif. Pada dasarnya penelitian ini membahas tentang bagaimana pelaksanaan manajemen sumber daya manusia diklub Bulutangkis Djarum Kudus.

Subjek Penelitian atau informan pada penelitian ini terdiri dari satu orang ketua pengurus, satu orang kepala pelatih, dan dua orang atlet anak usia dini.

Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Secara lebih rinci metode pengumpulan data penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Wawancara digunakan peneliti untuk mengetahui

pelaksanaan manajemen sumber daya manusia di klub PB Djaum Kudus berdasarkan keterangan langsung dari pengurus, pelatih dan atlet.

2. Dokumentasi: peneliti menyelidiki dokumen-dokumen tertulis tentang manajemen sumber daya manusia di klub PB Djaum Kudus.

3. Observasi disebut pula pengamatan, meliputi kegiatan pengamatan langsung terhadap suasana dan kondisi pelaksanaan manajemen sumber daya manusia di klub PB Djaum Kudus.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen PDF PROCEEDINGS - Sebelas Maret University (Halaman 54-57)