A. Tokoh dan Teori dalam Paradigma Perilaku Sosial aradigma sosiologi yang terakhir adalah paradigm perilaku
1. Homans (Teori Pertukaran) a. Riwayat Hidupnya
George Caspar Homans merupakan ahli sosiologi Amerika yang lahir pada 11 Agustus 1910 di Boston, Massachusetts. Ia merupakan anak tertua dari Robert Homans, seorang pengacara dan anggota Harvard
115Didik Suharjito, Pengantar Metodologi Penelitian (tc; tt: IPB Press, 2019), h. 155.
116Yasmil Anwar & Adang, Pengantar Sosiologi Hukum (tc; tt: tp, th), h.78.
117Akhyar Anshori, Isu-isu Global & Kontemporer Analisis dan Fakta Lapangan (Cet. I; Medan: Umsu Press, 2021), h. 61.
Corporation. Homans belajar pada sekolah lanjutan swasta yang cukup bergensi, yakni St. Paulus di Concord, New Hampshire dari 1923-1928 dan lulus dalam bidang Sastra Amerika dan Inggris tahun 1932. Sekalipun datang dari perjalanan panjang sebagai pengacara, tetapi Homans terpilih menjadi mahasiswa doktor muda di sosiologi Harvard 1934-1934. Di sana, selain mengajar sosiologi, Homans juga mengajar sejarah abad pertengahan. Dari sana pula, ia mendapat anugerah guru besar sosiologi setelah 1953. Homans mengajar dan menjadi faculty member di Harvard dari 1939-1941. Ia juga seorang associate professor dari 1946-1953. Selain itu, ia juga profesor tamu pada Universitas Manchester pada 1953, di Universitas Cambridge 1955-1956, dan di Universitas Kent pada 1967. Kemudian sebagai perwira angkatan laut selama Perang Dunia II. Ia kembali ke Harvard sebagai anggota fakultas dari 1046-1971, sampai akhirnya pensiun. Homans pensiun dari mengajar di Universitas Harvard tahun 1980.
Dari rumahnya di Cambridge, ia melanjutkan menulis teks yang menjelaskan tentang teori sosialnya. Ia juga menerbitkan The Witch Hazel, Poems of Lifetime, setahun sebelum meninggal, 29 Mei 1989 di Cambridge Hospital karena penyakit hati yang terakumulasi.
Homans meninggal setelah meninggalkan tempat sebagai profesor sosiologi di Harvard pada 1980 dan karenanya menjadi pimpinan jurusan dan dekan S-1.
Beberapa kesibukan yang mendukung Homans, yaitu anggota dari The Center for Advance Studies in the Behavioral Science, dan terpilih sebagai Presiden ASA (American Sociological Association) pada 1964. Juga, sebagai anggota National Academy of Science, The American Academy of Arts and Sciences, the American
Philosophical Society, dan The Massachusetts Historical Society.118
b. Teori Pertukaran
Dalam upaya menjelaskan fenomena sosial, George Homans mengembangkan teori pertukaran berdasarkan prinsip-prinsip transaksi ekonomi, yaitu manusia menawarkan jasa/barang lain. Interaksi sosial pun menggunakan prinsip resiprositas seperti dalam transaksi ekonomi. Artinya, individu melakukan suatu tindakan demi mendapatkan imbalan atau justru untuk menghindari hukuman. Perilaku individu diarahkan oleh norma sosial.
Konformitas terhadap norma kelompok akan mendapat imbalan/hadiah, sedangkan penyelewengan apalagi pemberontakan terhadap norma kelompok akan menerima hukuman. Teori Homans ini dinamakan teori perilaku pertukaran. Bagi Homans, tujuan memperbesar keuntungan atau imbalan dan seluruh fenomana sosial dapat dianalisis sebagai bentuk-bentuk pertukaran.119
Menurut Homans, bahwa perilaku sosial sebagai pertukaran aktivitas, nyata atau tidak nyata, dan kurang lebih sebagai pertukaran hadiah atau biaya, sekurang- kurangnya antara 2 orang. Dalam memahami yang dimaksudkan sebagai keuntungan tentu sudah sangat jelas.
Hanya saja dengan memasukkan rumus, kita mungkin sudah mengetahuinya dalam kehidupan sehari-hari. Teori pertukaran modern jelas tidak sama dengan konsep pertukaran dalam ekonomi klasik. Pertukaran antar manusia tidak diorientasikan dengan pasar atau menanggapi karakteristik pasar yang bervariasi. Pertukaran juga tidak hanya bersifat material saja, tetapi meliputi apa
118Andi Haris, Teori Sosiologi Modern (Cet. I; Yogyakarta: CV.
Fawwaz Mediacipta, 2020), h. 81-82.
119Noorkasiani, dkk. Sosiologi Keperawatan (Cet. I; Jakarta: EGC, 2009), h. 27.
yang disebut sebagai pertukaran non-ekonomi, yang bisa dijelaskan dengan hukum yang kurang lebih bersifat sama.
Selain itu, sebenarnya sosiologi pertukaran sosial hanya berupaya mengembangkan konsep pertukaran ini, dan banyak studi antropologi yang sudah menjelaskan hubungan pertukaran ini, dan banyak studi dalam masyarakat yang buta huruf. Visi sosiologi Homans hampir sama dengan perspektif konflik yang telah kita bahas sebelumnya. Sedangkan, orientasi teoretis Homans setelah publikasi The Human Group menjadi kritik kuat atas pendekatan fungsionalisme. Homans juga sangat tidak puas dengan pendekatan pertukaran yang dimainkan oleh antropologi. Secara ekstrem, psikologi perilaku menyatakan bahwa hukum-hukum yang berlaku pada perilaku organisme, bisa diterapkan pula pada kehidupan manusia.
Dalam organisasi sosial, kebutuhan-kebutuhan kita ada kalanya terjadi karena interaksi sosial. Interaksi ini terjadi bukan karena didasarkan pada status, fungsi, atau peran- peran tertentu. Bukan pula atas dorongan maupun paksaan sistem norma tertentu dalam kehidupan sosial. Melainkan terjadi karena perilaku murni manusia yang sangat rasional.120
Homans menggunakan teori behaviorism dari ahli psikologi Skinner dalam usahanya menjelaskan proses pertukaran dalam perilaku individu dan kelompok. Ia meminjam istilah-istilah yang digunakan oleh Skinner sehubungan dengan perubahan perilaku, yaitu sukses, stimulus, nilai, kekurangan versus kejenuhan, dan persetujuan versus agresi, dan dibuatnya proposisi sebagai berikut:
120Andi Haris, Teori Sosiologi Modern, h. 82-83.
1) Sukses
Makin sering suatu tindakan menghasilkan imbalan/hadiah, akan makin kuat kecenderungan individu untuk melakukan tindakan tersebut.
Keberhasilan memperkuat suatu tindakan.
Murid/mahasiswa yang mendapat nilai baik dalam ulangan/ujiannya, jika ia belajar dengan baik akan lebih semangat dalam belajar sebelum menghadapi ulangan/ujian berikutnya.
2) Stimulus.
Jika di masa lalu tindakan individu sebagai tanggapan dari suatu stimulus tertentu mendapat imbalan positif, ketika stimulus serupa timbul lagi, individu cenderung mengulangi tindakan yang sama. Pengalaman masa lalu penting bagi penentuan perilaku individu. Anak yang diberi hadiah karena ia mau diperiksa giginya oleh dokter gigi, akan bersedia pergi lagi ke dokter gigi.
3) Nilai.
Makin tinggi harga/nilai suatu hasil tindakan bagi individu, makin besar kemungkinan individu tersebut melakukannya. Makin tinggi ni lai gelar dokter bagi seorang individu, makin besar pula motivasi untuk studi dan mencapai gelar dokter.
4) Kekurangan-kejenuhan.
Makin sering individu menerima imbalan ter tentu, makin kecil makna imbalan tersebut baginya.
Sebaliknya, makin jarang imbalan diperoleh, makin besar makna imbalan itu. Proposisi ini menunjukkan relativitas nilai suatu imbalan sehubungan dengan kemu dahan untuk mencapai imbalan tersebut.
5) Persetujuan-agresi.
Apabila seseorang tidak menerima imbalan yang di harapkan atau ia menerima hukuman di luar harapannya, ia cenderung bertindak agresif. Jika tindakan individu diberi imbalan seperti yang di harapkan atau ia tidak dihukum karenanya, ia akan setuju untuk melaku kan tindakan tersebut. Unsur emosi terlihat jelas pada saat individu marah karena merasa diperlakukan tidak adil dan akan senang bila harapannya terpenuhi.
Proposisi yang diajukan oleh Homans tersebut berkaitan dan merupakan suatu kesatuan. Artinya, setiap individu menentukan tindakannya dengan mempertimbangkan semua faktor yang dikemukakan dalam proposisi tersebut.
Hubungan dan kedudukan manusia dalam masyarakat harus terjalin secara adil. Dalam proses aksi sosial, manusia mengharapkan untuk memperoleh imbalan yang sesuai dengan pengorbanan atau biaya yang telah dikeluarkannya.
Umumnya, manusia cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain yang sejajar dengannya, bukan membandingkan dirinya dengan orang yang sangat berbeda dengannya. Ia juga membandingkan dirinya dengan orang yang terlibat dalam proses pertukaran dengannya.121
2. Peter Blau (Teori Pertukaran Sosial dan