• Tidak ada hasil yang ditemukan

Infeksi virus dengue

Dalam dokumen PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI RUMAH SAKIT (Halaman 187-192)

PENANGANAN DEHIDRASI BERAT DENGAN CEPAT

6.2. Infeksi virus dengue

6. DEMAM 162

DiAgnosis DEMAM DiDAsArkAn pADA kEADAAn Endokarditis infektif - Berat badan turun

- Pucat - Jari tabuh - Bising jantung - Pembesaran limpa - Petekie

- Splinter haemorrhages in nail beds - Hematuri mikroskopis

Demam Rematik Akut - Bising jantung yang dapat berubah sewaktu-waktu (lihat Tabel 22) - Artritis/artralgia

- Gagal jantung - Denyut nadi cepat - Pericardial friction rub - Korea

- Diketahui baru terinfeksi streptokokal Abses dalam - Demam tanpa fokus infeksi yang jelas (Deep Abscess) - Radang setempat atau nyeri

- Tanda-tanda spesifik yang tergantung tempatnya – paru, hati, otak, subfrenik, ginjal, dsb.

6. DEMAM Tatalaksana Demam Dengue

Sebagian besar anak dapat dirawat di rumah dengan memberikan nasihat perawatan pada orang tua anak. Berikan anak banyak minum dengan air hangat atau larutan oralit untuk mengganti cairan yang hilang akibat demam dan muntah. Berikan parasetamol untuk demam. Jangan berikan asetosal atau ibuprofen karena obat-obatan ini dapat merangsang perdarahan. Anak harus dibawa ke rumah sakit apabila demam tinggi, kejang, tidak bisa minum, muntah terus-menerus.

6.2.2. Demam Berdarah Dengue 1. Klinis

Gejala klinis berikut harus ada, yaitu:

Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus selama 2-7 hari

Terdapat manifestasi perdarahan ditandai dengan:

• uji bendung positif

• petekie, ekimosis, purpura

• perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi

• hematemesis dan atau melena Pembesaran hati

Syok, ditandai nadi cepat dan lemah sampai tidak teraba, penyempitan tekanan nadi ( 20 mmHg), hipotensi sampai tidak terukur, kaki dan tangan dingin, kulit lembab, capillary refill time memanjang (>2 detik) dan pasien tampak gelisah.

2. Laboratorium

Trombositopenia (100 000/µl atau kurang)

Adanya kebocoran plasma karena peningkatan permeabilitas kapiler, den- gan manifestasi sebagai berikut:

• Peningkatan hematokrit ≥ 20% dari nilai standar

• Penurunan hematokrit ≥ 20%, setelah mendapat terapi cairan

• Efusi pleura/perikardial, asites, hipoproteinemia.

Dua kriteria klinis pertama ditambah satu dari kriteria laboratorium (atau hanya peningkatan hematokrit) cukup untuk menegakkan Diagnosis Kerja DBD.

DEMAM bErDArAh DEnguE

6. DEMAM 164

Derajat Penyakit

Derajat penyakit DBD diklasifikasikan dalam 4 derajat (pada setiap derajat sudah ditemukan trombositopenia dan hemokonsentrasi)

Derajat I Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi perdarahan ialah uji bendung.

Derajat II Seperti derajat I, disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan lain.

Derajat III Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lambat, tekanan nadi menurun (20 mmHg atau kurang) atau hipotensi, sianosis di sekitar mulut, kulit dingin dan lembap dan anak tampak gelisah.

Derajat IV Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur.

Tatalaksana Demam Berdarah Dengue tanpa syok Anak dirawat di rumah sakit

Berikan anak banyak minum larutan oralit atau jus buah, air tajin, air sirup, susu, untuk mengganti cairan yang hilang akibat kebocoran plasma, demam, muntah/diare.

Berikan parasetamol bila demam. Jangan berikan asetosal atau ibuprofen karena obat-obatan ini dapat merangsang terjadinya perdarahan.

Berikan infus sesuai dengan dehidrasi sedang:

o Berikan hanya larutan isotonik seperti Ringer laktat/asetat o Kebutuhan cairan parenteral

Berat badan < 15 kg : 7 ml/kgBB/jam Berat badan 15-40 kg : 5 ml/kgBB/jam Berat badan > 40 kg : 3 ml/kgBB/jam

o Pantau tanda vital dan diuresis setiap jam, serta periksa laboratorium (hematokrit, trombosit, leukosit dan hemoglobin) tiap 6 jam

o Apabila terjadi penurunan hematokrit dan klinis membaik, turunkan jum- lah cairan secara bertahap sampai keadaan stabil. Cairan intravena bi- asanya hanya memerlukan waktu 24–48 jam sejak kebocoran pembuluh kapiler spontan setelah pemberian cairan.

Apabila terjadi perburukan klinis berikan tatalaksana sesuai dengan tata laksana syok terkompensasi (compensated shock).

DEMAM bErDArAh DEnguE

6. DEMAM Tatalaksana Demam Berdarah Dengue dengan Syok

Perlakukan hal ini sebagai gawat darurat. Berikan oksigen 2-4 L/menit secarra nasal.

Berikan 20 ml/kg larutan kristaloid seperti Ringer laktat/asetat secepat- Jika tidak menunjukkan perbaikan klinis, ulangi pemberian kristaloid nya.

20 ml/kgBB secepatnya (maksimal 30 menit) atau pertimbangkan pembe- rian koloid 10-20ml/kgBB/jam maksimal 30 ml/kgBB/24 jam.

Jika tidak ada perbaikan klinis tetapi hematokrit dan hemoglobin menu- run pertimbangkan terjadinya perdarahan tersembunyi; berikan transfusi darah/komponen.

Jika terdapat perbaikan klinis (pengisian kapiler dan perfusi perifer mulai membaik, tekanan nadi melebar), jumlah cairan dikurangi hingga 10 ml/kgBB/jam dalam 2-4 jam dan secara bertahap diturunkan tiap 4-6 jam sesuai kondisi klinis dan laboratorium.

Dalam banyak kasus, cairan intravena dapat dihentikan setelah 36-48 jam.

Ingatlah banyak kematian terjadi karena pemberian cairan yang terlalu banyak daripada pemberian yang terlalu sedikit.

Tatalaksana komplikasi perdarahan

Jika terjadi perdarahan berat segera beri darah bila mungkin. Bila tidak, beri koloid dan segera rujuk.

Penanganan kelebihan cairan

Kelebihan cairan merupakan komplikasi penting dalam penanganan syok.

Hal ini dapat terjadi karena:

- kelebihan dan/atau pemberian cairan yang terlalu cepat - penggunaan jenis cairan yang hipotonik

- pemberian cairan intravena yang terlalu lama

- pemberian cairan intravena yang jumlahnya terlalu banyak dengan kebocoran yang hebat.

Tanda awal:

- napas cepat

- tarikan dinding dada ke dalam - efusi pleura yang luas - asites

- edema peri-orbital atau jaringan lunak.

DEMAM bErDArAh DEnguE

6. DEMAM 166

Tanda-tanda lanjut kelebihan cairan yang berat - edema paru

- sianosis - syok ireversibel.

Tatalaksana penanganan kelebihan cairan berbeda tergantung pada keadaan apakah klinis masih menunjukkan syok atau tidak:

• anak yang masih syok dan menunjukkan tanda kelebihan cairan yang berat sangat sulit untuk ditangani dan berada pada risiko kematian yang tinggi. Rujuk segera.

• Jika syok sudah pulih namun anak masih sukar bernapas atau bernapas cepat dan mengalami efusi luas, berikan obat minum atau furosemid intravena 1 mg/kgBB/dosis sekali atau dua kali sehari selama 24 jam dan terapi oksigen (lihat halaman 302).

• Jika syok sudah pulih dan anak stabil, hentikan pemberian cairan intravena dan jaga anak agar tetap istirahat di tempat tidur selama 24–48 jam.

Kelebihan cairan akan diserap kembali dan hilang melalui diuresis.

Perlu diperhatikan:

Jangan berikan steroid

Jika terjadi kejang, tangani hal ini seperti yang tercantum pada Bab 1, halaman 25.

Jika anak tidak sadar, ikuti pedoman dalam Bab 1, halaman 25.

Jika timbul hipoglikemia berikan glukosa intravena seperti bagan 10, halaman 17.

Jika terdapat gangguan fungsi hati yang berat, segera rujuk.

Pemantauan

Untuk anak dengan syok:

Petugas medik memeriksa tanda vital anak setiap jam (terutama tekanan nadi) hingga pasien stabil, dan periksa nilai hematokrit setiap 6 jam. Dokter harus mengkaji ulang pasien sedikitnya 6 jam.

Untuk anak tanpa syok:

Petugas medis memeriksa tanda vital anak (suhu badan, denyut nadi dan tekanan darah) minimal empat kali sehari dan nilai hematokrit minimal sekali sehari.

Catat dengan lengkap cairan masuk dan cairan keluar.

DEMAM bErDArAh DEnguE

6. DEMAM Jika terdapat tanda berikut: syok berulang, syok berkepanjangan, ense- falopati, perdarahan hebat, gagal hati akut, gagal ginjal akut, edem paru dan gagal napas, segera rujuk.

Dalam dokumen PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI RUMAH SAKIT (Halaman 187-192)