• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isu tersebut mengemuka sejalan dengan kerusakan lingkungan yang

Dalam dokumen 2020 Sustainability Report (Halaman 166-169)

timbul akibat penerapan paradigma lama dalam membangun, yaitu mengedepankan aspek ekonomi, dan cenderung abai terhadap aspek lingkungan.

Kelestarian lingkungan menjadi isu global yang menuntut perhatian bersama, termasuk Indonesia.

Isu tersebut mengemuka sejalan dengan kerusakan lingkungan yang timbul akibat penerapan paradigma lama dalam membangun, yaitu mengedepankan aspek ekonomi, dan cenderung abai terhadap aspek lingkungan.

Dalam banyak kasus, kerusakan lingkungan tersebut memicu terjadinya bencana ekologis sehingga korban jiwa dan kerugian material tak bisa dielakkan.

Supaya dampak buruk akibat kerusakan lingkungan tidak semakin menjadi, maka seruan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan menyeruak ke permukaan. Tak hanya pemerintah, pemangku kepentingan yang lain, termasuk korporasi, juga harus turut serta dan berkontribusi dalam mengendalikan persoalan tersebut.

Paradigma lama dalam membangun harus diganti dengan paradigma baru, yaitu pembangunan yang menyelaraskan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial, yang kemudian dikenal sebagai pembangunan berkelanjuta. [GRI 103-1]

IKHTISAR KINERJAKEBERLANJUTAN 20202020 Sustainable Performance Highlights TENTANG LAPORANKEBERLANJUTANAbout The Sustainability Report LAPORAN DIREKSIBoard of Directors Report PROFIL PERUSAHAANCompany Profile TATA KELOLAKEBERLANJUTANSustainability Governance KINERJA EKONOMIEconomic Performance KINERJA LINGKUNGANEnvironmental Performance KINERJA SOSIALSocial Performance

Pada tahun pelaporan, Pertamina Gas berhasi mempertahankan Proper Emas untuk Eastern Java Area (EJA). Itu berarti, EJA telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan melakukan upaya-upaya pengembangan masyarakat secara berkesinambungan. Sementara itu, Proper Hijau kembali diraih oleh Southern Sumatera Area (SSA) Western Java Area (WJA), dan Kalimantan Area. Proper Hijau menandakan Area Operasi telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance),

Pencapaian PROPER

Pencapaian PROPER

Pada tahun pelaporan, Pertamina Gas berhasi mempertahankan Proper Emas untuk Eastern Java Area (EJA). Itu berarti, EJA telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan melakukan upaya-upaya pengembangan masyarakat secara berkesinambungan.

Sementara itu, Proper Hijau kembali diraih oleh Southern Sumatera Area (SSA) Western Java Area (WJA), dan Kalimantan Area. Proper Hijau menandakan Area Operasi telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance),

Dalam upaya mewujudkan kelestarian lingkungan, Indonesia telah memiliki berbagai regulasi.

Misalnya, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU No. 32/2009) dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, yang di dalamnya mengatur tentang industri hijau. Sejalan dengan itu, dalam upaya menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial dalam pembangunan di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan juga telah mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik. Namun demikian, yang lebih penting dari itu adalah tegaknya regulasi tersebut di lapangan

Dalam upaya mewujudkan kelestarian lingkungan, Indonesia telah memiliki berbagai regulasi.

Misalnya, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU No. 32/2009) dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, yang di dalamnya mengatur tentang industri hijau. Sejalan dengan itu, dalam upaya menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial dalam pembangunan di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan juga telah mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik. Namun demikian, yang lebih penting dari itu adalah tegaknya regulasi tersebut di lapangan

2020 Sustainability Report PT Pertamina Gas

sehingga tujuan awal pembentukan berbagai aturan tersebut dapat diwujudkan.

Berkaitan dengan kelestarian lingkungan, Pertamina Gas meyakini bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam konteks ini, Perusahaan terus berupaya secara maksimal untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL), melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL), memenuhi baku mutu lingkungan, mengedepankan operasional perusahaan yang ramah lingkungan, dan sebagainya.

Secara berkala, Pertamina Gas juga memberikan laporan pelaksanaan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup kepada instansi terkait yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Dengan kepatuhan itu, Perusahaan optimistis bisa mengurangi potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari operasional perusahaan [GRI 103-2]

sehingga tujuan awal pembentukan berbagai aturan tersebut dapat diwujudkan.

Berkaitan dengan kelestarian lingkungan, Pertamina Gas meyakini bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam konteks ini, Perusahaan terus berupaya secara maksimal untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL), melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL), memenuhi baku mutu lingkungan, mengedepankan operasional perusahaan yang ramah lingkungan, dan sebagainya.

Secara berkala, Pertamina Gas juga memberikan laporan pelaksanaan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup kepada instansi terkait yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Dengan kepatuhan itu, Perusahaan optimistis bisa mengurangi potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari operasional perusahaan [GRI 103-2]

IKHTISAR KINERJAKEBERLANJUTAN 20202020 Sustainable Performance Highlights TENTANG LAPORANKEBERLANJUTANAbout The Sustainability Report LAPORAN DIREKSIBoard of Directors Report PROFIL PERUSAHAANCompany Profile TATA KELOLAKEBERLANJUTANSustainability Governance KINERJA EKONOMIEconomic Performance KINERJA LINGKUNGANEnvironmental Performance KINERJA SOSIALSocial Performance

Pelaksanaan penerapan praktik-praktik terbaik pengelolaan lingkungan hidup di Pertamina Gas menjadi tugas dan tanggung jawab dari fungsi Quality Mangement & Health, Safety and Environmental (QM & HSE). Fungsi QM & HSE didukung dengan keberadaan Vice President QM&HSSE, Manager QM, Manager HSE, Manager Security, Assistant Manager HSE, Assistant Manager QM, Assistant Manager Security, Senior Analyst Health & Safety, Analyst Industrial Hygiene, Analyst Quality Improvement, Analyst Environment, Analyst QHSSE Performance, QA/QC Officer, Environmental Officer, Campaign Officer, Administration, dan QM&HSSE Management Consultant.

Secara chart organisasi perusahaan, QM&HSE merupakan struktur independen yang berada di fungsi leher dan bertanggung jawab melaporkan langsung kepada Presiden Direktur. Dalam pelaksanaan aspek QHSSE, fungsi QM&HSE berkoordinasi dengan seluruh fungsi yang ada di Kantor Pusat PT Pertamina Gas, serta berkolaborasi dengan instrumen organisasi perusahaan yang berada di Area Operasi terutama para Head of QC&HSE, Supervisor HSE, Supervisor QC di Area dan Distrik. Sementara untuk organisasi Proyek berkoordinasi dengan Project Manager dan HSE Coordinator.

Pelaksanaan penerapan praktik-praktik terbaik pengelolaan lingkungan hidup di Pertamina Gas menjadi tugas dan tanggung jawab dari fungsi Quality Mangement & Health, Safety and Environmental (QM & HSE). Fungsi QM & HSE didukung dengan keberadaan Vice President QM&HSSE, Manager QM, Manager HSE, Manager Security, Assistant Manager HSE, Assistant Manager QM, Assistant Manager Security, Senior Analyst Health & Safety, Analyst Industrial Hygiene, Analyst Quality Improvement, Analyst Environment, Analyst QHSSE Performance, QA/QC Officer, Environmental Officer, Campaign Officer, Administration, dan QM&HSSE Management Consultant.

Secara chart organisasi perusahaan, QM&HSE merupakan struktur independen yang berada di fungsi leher dan bertanggung jawab melaporkan langsung kepada Presiden Direktur. Dalam pelaksanaan aspek QHSSE, fungsi QM&HSE berkoordinasi dengan seluruh fungsi yang ada di Kantor Pusat PT Pertamina Gas, serta berkolaborasi dengan instrumen organisasi perusahaan yang berada di Area Operasi terutama para Head of QC&HSE, Supervisor HSE, Supervisor QC di Area dan Distrik. Sementara untuk organisasi Proyek berkoordinasi dengan Project Manager dan HSE Coordinator.

Dalam dokumen 2020 Sustainability Report (Halaman 166-169)