• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dan Emisi Lain

Dalam dokumen 2020 Sustainability Report (Halaman 178-181)

2020 Sustainability Report PT Pertamina Gas

Emisi gas rumah kaca merupakan salah satu masalah serius bagi warga dunia karena merupakan penyebab utama pemanasan global. Emisi tersebut banyak disumbang oleh penggunaan atau konsumsi bahan bakar berbahan fosil. Oleh karena ancaman pemanasan global semakin nyata, termasuk dampak negatif yang terjadi pada bumi, maka pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengambil peran guna menurunkan emisi gas rumah kaca. Komitmen itu dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Presiden No. 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK), yang merupakan dokumen kerja yang berisi upaya- upaya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Peraturan Presiden ini telah diikuti dengan terbitnya Peraturan Presiden No. 71 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional. [GRI 103-1]

Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) adalah dokumen rencana kerja untuk pelaksanaan berbagai kegiatan yang secara langsung dan tidak langsung menurunkan emisi gas rumah kaca sesuai dengan target pembangunan nasional. Menurut Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang RAN-GRK, tanggung jawab Kementerian Perhubungan dalam penurunan emisi GRK berada dalam kelompok bidang energi dan transportasi.

Pertamina Gas mendukung penuh komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh perusahaan. Untuk itu, sejak tahun 2009, Pertamina Gas bersama dengan PT Pertamina (Persero) sebagai induk perusahaan, berupaya mengoptimalkan upaya guna mereduksi emisi gas rumah kaca (GRK). Kegiatan yang telah

Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dan

IKHTISAR KINERJAKEBERLANJUTAN 20202020 Sustainable Performance Highlights TENTANG LAPORANKEBERLANJUTANAbout The Sustainability Report LAPORAN DIREKSIBoard of Directors Report PROFIL PERUSAHAANCompany Profile TATA KELOLAKEBERLANJUTANSustainability Governance KINERJA EKONOMIEconomic Performance KINERJA LINGKUNGANEnvironmental Performance KINERJA SOSIALSocial Performance

dilakukan mencakup pelaksanaan penghitungan dan pelaporan beban emisi GRK, yang mencakup CO2, CH4, N2O. Tiga jenis GRK lain yaitu HFCs, PFCs, dan SF6 telah diidentifikasi tidak dibangkitkan dari kegiatan Pertamina Gas sehingga tidak dimasukkan dalam perhitungan beban emisi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2009, yang mengatur inventarisasi sumber emisi GRK, kuantifikasi beban emisi GRK dan pelaporan beban emisi GRK secara periodik. [GRI 103-2]

Pengukuran dilaksanakan pada 11 distrik di seluruh Area Operasi, meliputi sumber emisi langsung (direct emission) dari proses utama kegiatan transmisi gas.

Pertamina Gas juga menghitung emisi yang berasal dari lepasan gas dari katup, flense, connectors, alat pelepas tekanan (PRV), kompresor, kebocoran dari peralatan proses dan komponennya.

Metodologi perhitungan beban emisi GRK dan pencemar udara pada laporan tahun 2019 didasarkan pada perhitungan “data aktivitas dikalikan dengan faktor emisi” dan tidak digunakan metode pengukuran emisi. Perhitungan beban emisi GRK dan emisi pencemar udara untuk masing- masing sumber emisi dilakukan sesuai dengan ketersediaan data dan tingkat akurasi data yang diinginkan. Pendekatan estimasi perhitungan beban emisi tersebut dikenal dengan istilah ‘tier’, dan dikenal adanya tingkatan ‘tier-1, tier-2, tier 3, dan tier-4’. [GRI 103-3, 305-1, 305-4] [F.11] [F.12]

dilakukan mencakup pelaksanaan penghitungan dan pelaporan beban emisi GRK, yang mencakup CO2, CH4, N2O. Tiga jenis GRK lain yaitu HFCs, PFCs, dan SF6 telah diidentifikasi tidak dibangkitkan dari kegiatan Pertamina Gas sehingga tidak dimasukkan dalam perhitungan beban emisi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2009, yang mengatur inventarisasi sumber emisi GRK, kuantifikasi beban emisi GRK dan pelaporan beban emisi GRK secara periodik. [GRI 103-2]

Pengukuran dilaksanakan pada 11 distrik di seluruh Area Operasi, meliputi sumber emisi langsung (direct emission) dari proses utama kegiatan transmisi gas.

Pertamina Gas juga menghitung emisi yang berasal dari lepasan gas dari katup, flense, connectors, alat pelepas tekanan (PRV), kompresor, kebocoran dari peralatan proses dan komponennya.

Metodologi perhitungan beban emisi GRK dan pencemar udara pada laporan tahun 2019 didasarkan pada perhitungan “data aktivitas dikalikan dengan faktor emisi” dan tidak digunakan metode pengukuran emisi. Perhitungan beban emisi GRK dan emisi pencemar udara untuk masing- masing sumber emisi dilakukan sesuai dengan ketersediaan data dan tingkat akurasi data yang diinginkan. Pendekatan estimasi perhitungan beban emisi tersebut dikenal dengan istilah ‘tier’, dan dikenal adanya tingkatan ‘tier-1, tier-2, tier 3, dan tier-4’. [GRI 103-3, 305-1, 305-4] [F.11] [F.12]

2020 Sustainability Report PT Pertamina Gas

Tingkatan Emisi Perhitungan Beban Emisi dan Data Aktivitas Tingkatan Emisi Perhitungan Beban Emisi dan Data Aktivitas

Sumber Emisi

Sumber Emisi Tingkatan Emisi

Tingkatan Emisi Data Aktivitas

Data Aktivitas Pembakaran Dalam

Pembakaran Dalam Tier 3b Volume gas, kecepatan

alir Volume gas, kecepatan

alir Suar bakar (Flaring)

Suar bakar (Flaring) Tier 2 Volume gas flare, volume gas transmisi, jenis bahan bakar.

Volume gas flare, volume gas transmisi, jenis bahan bakar.

Fugitive Tier 3 Pendekatan peralatan:

Jenis dan jumlah peralatan (panjang pipa transmisi dan kompresor).

Pendekatan peralatan:

Jenis dan jumlah peralatan (panjang pipa transmisi dan kompresor).

Intensitas Emisi

Emission Intensity

Area Parameter 2016 2017 2018 2019 2020 Satuan

SSA 

GRK 0,004351000 0,010848000 0,017001000 0,013352000 0,021654000 Ton CO2eq/TOE SOx 0,000142000 0,000182000 0,000114000 0,000220000 0,001017000 Ton SOx/ TOE NOx 0,000437000 0,000762000 0,000086000 0,001363000 0,000986000 Ton NOx/ TOE

KAL

GRK 0,002900000 0,002990000 0,003030000 0,002590000 0,002400000 Ton CO2eq/TOE SOx 0,000003490 0,000005810 0,000008980 0,000000384 0,000000296 Ton SOx/ TOE NOx 0,000009650 0,000011600 0,000003980 0,000001250 0,000006570 Ton NOx/ TOE

EJA

GRK 0,003200000 0,003310000 0,002990000 0,003030000 0,002980000 Ton CO2eq/TOE SOx 0,000000153 0,000000146 0,000000158 0,000000115 0,000000060 Ton SOx/ TOE NOx 0,000001434 0,000001473 0,000001533 0,000001054 0,000000625 Ton NOx/ TOE

WJA

GRK 0,041800000 0,039800000 0,040300000 0,040000000 0,038300000 Ton CO2eq/TOE SOx 0,000011134 0,000011122 0,000011035 0,000010710 0,000009074 Ton SO2/TOE NOx 0,000155516 0,000155249 0,000155462 0,000154528 0,000145097 Ton NO2/TOE Sumber: Data Perusahaan, 2020

IKHTISAR KINERJAKEBERLANJUTAN 20202020 Sustainable Performance Highlights TENTANG LAPORANKEBERLANJUTANAbout The Sustainability Report LAPORAN DIREKSIBoard of Directors Report PROFIL PERUSAHAANCompany Profile TATA KELOLAKEBERLANJUTANSustainability Governance KINERJA EKONOMIEconomic Performance KINERJA LINGKUNGANEnvironmental Performance KINERJA SOSIALSocial Performance

Hingga akhir periode pelaporan, Pertamina Gas meneruskan upaya untuk mengurangi emisi GRK.

Hal ini dilakukan sebagai dukungan pada kebijakan Pemerintah mengurangi emisi GRK secara nasional, sesuai Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2011 Tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Penurunan Gas Rumah Kaca dan Peraturan Presiden No.71/2011 tentang Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional Sektor Minyak dan Gas Bumi di Indonesia.

Selama tahun 2020, Pertamina Gas mengambil berbagai langkah untuk mendukung upaya mengurangi emisi GRK, baik langsung maupun tidak langsung, melalui penerapan teknologi ramah lingkungan sebagai berikut: [GRI 103-3, 305-5] [F.12]

a. Operation West Java Area (OWJA)

Inovasi program penurunan emisi yang dibawa WJA adalah Pengurangan Emisi dengan Line Fuel Optimization System (LiFOS) dimana dijalankan dengan melakukan modifikasi jaringan inlet fuel dan penambahan device pada inlet yang otomatis menyesuaikan pressure jaringan agar lebih stabil dan tidak ada flaring gas secara berlebihan. Sampai Juni 2020, program ini telah mengurangi emisi sebesar 12.181,48 Ton CO2eq

b. Operation East Java Area (OEJA)

• Inovasi dari EJA yaitu program penggunaan gas chromatograph (GC) online untuk meter gas sejenis yang berhasil menurunkan emisi GRK sebesar 0,499 Ton CO2eq. Program ini membuat GC dapat bekerja lebih efisien dengan kendali software PROGO.

• Program lain yang dilakukan yaitu konversi LPG ke city gas, penanaman pohon pengurang emisi CO2, dan instalasi PLTS On Grid di Operasi Resto Apung Desa Penatarsewu.

Dalam dokumen 2020 Sustainability Report (Halaman 178-181)