BAB 3 BAB 3
E. STRATEGI KE DEPAN
V. KESIMPULAN DAN TATANGAN KE DEPAN
2. Kegiatan yang dilakukan
a. Kegiatan Pendampingan Penerapan SNI Pasar Rakyat
Sejak tahun 2015, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga telah melaksanakan kegiatan Pendampingan Penerapan SNI Pasar Rakyat dalam rangka sertifikasi SNI Pasar Rakyat.
Pelaksanaan kegiatan pendampingan penerapan SNI Pasar Rakyat dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali atau sesuai kebutuhan. Pelaksanaan dalam bentuk kunjungan pasar rakyat, dimana setiap kunjungan dilakukan minimal 2 (dua) hari. Bentuk kegiatan pendampingan berupa sosialisasi, inventarisir dan pelaksanaan pemenuhan persyaratan SNI Pasar Rakyat. Selain itu, juga dilakukan koordinasi secara intensif Tim Pendamping dengan Pengelola Pasar melalui email/telepon/surat pasca kegiatan kunjungan pasar rakyat.
Tim Pendamping bertugas melakukan koordinasi dengan pihak terkait (bupati/walikota, Dinas yang membidangi perdagangan/kepala PD Pasar, kepala pasar, perwakilan pedagang dan pihak terkait lainnya) mengenai komitmen untuk mendukung kegiatan pendampingan. Pendampingan dilaksanakan oleh minimal 3 (tiga) orang dengan komposisi sebagai berikut:
1) 1 (satu) orang Ketua Tim
Berperan sebagai Koordinator serta pengambil keputusan.
2) 1 (satu) orang Penanganan Fisik
Berperan menginventarisir kelengkapan dan pemenuhan fisik.
3) 1 (satu) orang Pembuat Dokumen
Berperan mendampingi, memeriksa, dan membantu dalam pembuatan dokumen (Panduan Mutu, Legalitas dokumen pasar, checklist GAP analysis, SOP/Instruksi Kerja , dan Prosedur kerja).
Pada tahun 2016 sudah terdapat 10 (sepuluh) pasar yang telah mendapatkan sertifikasi SNI Pasar Rakyat, dimana 5 (lima) pasar merupakan pasar hasil kegiatan Pendampingan Penerapan SNI Pasar Rakyat oleh Kementerian Perdagangan, sementara 5 (lima) pasar lainnya adalah pasar yang mendapatkan sertifikasi SNI Pasar Rakyat secara mandiri.
Pada Tahun 2017 terdapat 8 (delapan) pasar yang mendapatkan kegiatan pendampingan oleh Kementerian Perdagangan dan 6 (enam) dari pasar-pasar tersebut direkomendasikan serta berhasil mendapatkan sertifikat SNI Pasar Rakyat.
b. Kegiatan Sosialisasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat dan Penyusunan Pedoman Pendampingan SNI Pasar Rakyat
Mulai tahun 2018, Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu memprogramkan kegiatan Sosialisasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat dan Penyusunan Pedoman Pendampingan SNI Pasar Rakyat. Kegiatan Sosialisasi SNI Pasar Rakyat telah dilaksanakan pada tanggal 5 April 2018 di Surabaya, Jawa Timur dengan peserta sebanyak 32 orang auditor dari Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dan UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB). Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk mendorong penambahan ruang lingkup LSPro dan meningkatkan pemahaman auditor SNI 8152:2015 Pasar Rakyat di Indonesia.
Pedoman Pendampingan SNI Pasar Rakyat disusun untuk mengatur tata cara dan tahapan pelaksanaan pendampingan kepada pasar rakyat agar mendapatkan sertifiaksi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.
Selain itu, Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu menjadi narasumber dengan materi tentang penerapan SNI Pasar Rakyat dalam program pendidikan dan pelatihan bagi pedagang dan pengelola pasar yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Perdagangan pada tahun 2018.
3. Capaian
Sampai tahun 2017, sejumlah 17 pasar telah tersertifikasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat. Tujuh belas pasar tersebut tersebar di daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali.
Pasar rakyat yang telah mendapat Sertifikat SNI 8152:2015 Pasar Rakyat melalui program pendampingan:
1. Pasar Manggis, Provinsi DKI Jakarta;
2. Pasar Pondok Indah, Provinsi DKI Jakarta;
3. Pasar Cibubur, Provinsi DKI Jakarta;
4. Pasar Sukatani, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat;
5. Pasar Legi Parakan, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah;
6. Pasar Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta;
7. Pasar Tanggul, Kota Surakarta, Jawa Tengah;
8. Pasar Manis, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah;
9. Pasar Agung, Kota Denpasar, Bali;
10. Pasar Gunung Sari, Kota Cirebon, Jawa Barat;
11. Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang, Jawa Timur;
Pasar rakyat yang telah mendapat Sertifikat SNI 8152:2015 Pasar Rakyat secara mandiri:
1. Pasar Glodok, Provinsi DKI Jakarta;
2. Pasar Pesanggrahan, Provinsi DKI Jakarta;
3. Pasar Enjo, Provinsi DKI Jakarta;
4. Pasar Koja Baru, Provinsi DKI Jakarta;
5. Pasar Baru , Provinsi DKI Jakarta.
Gambar 2. Kondisi Pasar Tanggul, Surakarta, setelah menerapkan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat
4. Kendala dan tantangan
Dengan diterapkannya SNI Pasar Rakyat, diharapkan Pasar Rakyat di Indonesia menjadi terstandar dan memiliki kualitas pengelolaan dan fasilitas yang memadai.
Akan tetapi, dalam penerapan SNI ini masih terdapat beberapa kendala, antara lain:
a. Pengelola pasar
- Masih kurang memahami maksud dan tujuan penerapan SNI Pasar Rakyat.
- Tidak menjalankan SOP yang ada.
- Berorientasi pada pendapatan dan tidak mementingkan kualitas pelayanan.
b. Sarana dan prasarana
- Bangunan pasar sudah tua/lama, tidak terurus dan tidak memiliki kelengkapan sarana dan prasarana yang sesuai SNI Pasar Rakyat.
- Kurangnya dukungan dan komitmen dari PD Pasar / Dinas yang terkait, baik berupa penyediaan sarana prasarana maupun koordinasi antar instansi terkait untuk penerapan SNI Pasar Rakyat.
c. Regulasi atau perangkat kerja - Belum memiliki SOP.
- Sudah memiliki SOP tetapi tidak mendeskripsikan tugas, cara kerja dan alur kerja setiap jabatan.
Adapun demikian terdapat beberapa alternatif untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut, seperti:
a. Pengelola pasar
- Menyelenggarakan pelatihan terkait SNI Pasar Rakyat agar pengelola memahami maksud dan tujuan penerapan SNI Pasar Rakyat.
- Menyelenggarakan sosialisasi SNI Pasar Rakyat untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen dalam penerapan SNI Pasar Rakyat.
b. Sarana dan prasarana
- Saat pembangunan pasar (baru) disesuaikan dengan syarat – syarat fisik SNI Pasar Rakyat.
- PD Pasar / Dinas yang terkait mendukung dan memberikan komitmen penuh penerapan SNI Pasar Rakyat, baik berupa penyediaan sarana prasarana maupun koordinasi antar instansi terkait.
c. Regulasi atau perangkat kerja
- Menyusun SOP (Pasar baru/lama).
- Menentukan struktur organisasi pasar berikut tusi dari masing – masing bagian.
- Pengembangan kompetensi SDM pengelola pasar.
5. Strategi ke depan
Untuk ke depan, Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu dan Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik, Kementerian Perdagangan akan melaksanakan Sosialisasi SNI Pasar Rakyat secara rutin dengan harapan dapat mendorong penerapan SNI 8452:2015 Pasar Rakyat dan meningkatkan jumlah pasar rakyat di Indonesia yang tersertifikasi SNI tersebut.
Selain itu, setiap tahunnya Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Perdagangan mengagendakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan terkait SNI Pasar Rakyat untuk pedagang dan pengelola pasar. Beberapa jenis pelatihan tersebut meliputi:
a. Pelatihan teknik pengelolaan pasar dengan materi:
- Persyaratan Umum Pasar SNI 8152:2015
- Kebersihan, Ketertiban dan Keamanan Pasar (K3) - Teknik Pelayanan Pelanggan
- Penataan dan Display Produk - Kunjungan Lapangan ke Pasar
- Tertib Ukur dalam Transaksi Perdagangan
- Perlindungan Konsumen di Bidang Keamanan Pangan - Pembukuan dan Pengelolaan Keuangan
- Mengelola Persediaan Barang - Action Plan
b. Pelatihan teknis pengelolaan pasar bagi aparatur daerah dengan materi:
- Kebijakan Pemerintah Daerah terkait Penataan Pasar Rakyat - Pengelolaan Pasar Rakyat
- SOP Pengelolaan Pasar Rakyat
- Persyaratan Umum Pasar SNI 8152:2015
- Perlindungan Konsumen di Bidang Kemetrologian - Inovasi Pemberdayaan Pasar Rakyat
- Teknik dan Konsep Revitalisasi Pasar - Penyusunan Action Plan Revitalisasi Pasar
c. Pelatihan teknik pengelolaan usaha untuk pedagang pasar dengan materi:
- Kebijakan Pemda terkait Penataan Pasar Rakyat - Persyaratan Umum Pasar SNI 8152:2015 - Perlindungan Konsumen
- Kebersihan, Ketertiban, Keamanan Pasar - Teknik Pelayanan Pelanggan
- Penataan dan Display Produk
- Tertib Ukur dalam Transaksi Perdagangan - Pembukuan dan Pengelolaan Keuangan - Mengelola Persediaan Barang
- Action Plan
d. Pelatihan teknis manajemen pasar bagi aparatur daerah dengan materi:
- Profesionalisme Pengelolaan Pasar Rakyat
- Penerapan SNI Pasar dalam Mendukung Kebijakan Perpasaran - SOP Pengelolaan Pasar Rakyat
- Kebijakan Perlindungan Konsumen di Bidang Kemetrologian - Pengantar Manajemen Pasar Tradisional
- Teknik dan Konsep Revitaslisasi Pasar - Penyusunan Action Plan Revitalisasi Pasar