f. Program-program berbasis komunitas yang efektif di masa lalu tidak lagi dijalankan secara maksimal seperti sebelumnya misalnya akses ke Posyandu, PLKB, kader PKK, Dasawisma, dan lainnya, serta;
g. Pengetahuan dan kapasitas pemerintah baik pusat maupun daerah dalam menangani stunting perlu ditingkatkan.
12
KEKURANGAN GIZI
KELEBIHAN GIZI
KVA GAKI
Gizi Kurang Stunting Anemia
Gizi Lebih
PTM
Pelatihan Petugas Catatan
PLKB : 34
PPL : 212 Setiap posyandu minimal ada 1 kader terlatih (2.469 kader PMBA)
PLKB di tiap kecamatan dilatih PMBA
Semua PPL (pertanian) terlatih PMBA
PAUD HI Bunda PAUD : 96 (PAUD
Fas PAUD : 14 HI)
Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif
Kader Remaja Anak SMU : 51 Knselor sebaya dipadukan dengan PMBA
Pelatihan Petugas Catatan
ASI 40 jam IBCLC : 1
Fasilitator ASI : 23 ( 5 Dokter, 12 Bidan, 4 Ahli gizi, 2 Perawat)
Konselor : 519
Minimum 2 konselor di Puskesmas
Pemantauan Pertumbuhan Bidan : 470
Ahli gizi : 37 Setiap ahli gizi
puskesmas sudah dilatih
Setiap bidan di desa dilatih mengenai pemantauan
pertumbuhan sederhana PLA ( Participatory Learning
& Action) 19 org ( 6 orang Dinkes, 13
orang Linsek) PKK, Bappeda, Bapermas , Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, KKP, Kantor PP
& KB, Dinsosnakertrans, Kantor Kemenag, LSM.
UPAYA PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN KLATEN Tahun 2006-2010
1. Membentuk motivator ASI (kader): membantu meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang manfaat ASI Eksklusif, cara menyusui yang benar dan tempat konsultasi bila mengalami kesulitan
2. Meningkatkan kompetensi NAKES : - Pelatihan Konseling Laktasi 40 jam - Pelatihan Fasilitator Laktasi 40 jam - Pelatihan MPASI
- Pelatihan PMBA pada Masa Darurat
3. Meningkatkan keterlibatan dan komitmen nakes di luar Dinkes - Worskhop ASI bagi dokter spesialis (DSA, Obsgin) - Worskhop ASI bagi IDI
- Worskhop ASI bagi IBI 4. Promosi ASI
- Materi ASI di Pagelaran Wayang (limbukan) - Siaran radio, dan siaran interaktif
- Billboard ASI di alun-alun
- Pembuatan video dokumenter proses IMD, ASI eksklusif - Lealet, poster, sticker bagi angkutan umum dan mobil dinas 5. MobilisasiSosial yang menjadikan masyarakat mudah mengingat:
- Lomba: Lagu ASI,
- Lomba Cipta Menu MPASI,
- Lomba Ruang Laktasi, Klinik Laktasi, - Lomba ceramahreproduksisehatolehremaja - Lomba konselinglaktasinakes,
- Lombakonseling PMBA kader.
- Ikrar Bumil.
- Jambore kader.
- Sertifikat ASI Eksklusif 6. Melarang sponsor susu formula
7. Menyusun PERDA IMD dan ASI Eksklusif nomor 7 tahun 2008
8. Mewajibkan penyediaan ruang/klinik laktasi di fasilitas kesehatan (Dinas Kesehatan, RS, Puskesmas)
9. Bidan menandatangani surat pernyataan mendukung program IMD &ASI Eksklusif untuk perizinan BPM
10. Kawal ASI dengan 8 kontak di puskesmas 11. Pembentukan Kelompok Pendukung ASI
12. Pembentukan 4 Kecamatan Sayang Bayi (Jatinom, Prambanan, Karangdowo, Gantiwarno)
13. Pembentukan Rumah Sakit Rujukan Laktasi (RSI dan RSST) 14. Membentuk Ikatan Konselor Laktasi Klaten (I-Klan)
Tahun 2011-2015
1. Membentuk motivator PMBA: kader dilatih PMBA (Pemberian Mmakan pada Bayi dan Anak), membantu pengetahuan dan keterampilan ibu/pengasuh dalam memberi makan pada usia baduta (mulai dari IMD, ASI eksklusif makanan bagi anak usia 6 bulan-2 tahun, gizi ibu hamil, gizi bu menyusui, sanitasi, KB, dll)
2. Meningkatkan kompetensi NAKES : - Pelatihan Fasilitator PMBA - Pelatihan Konselor PMBA
- Pelatihan Pemantauan Tumbang Balita - Pelatihan PMBA pada Masa Darurat
- Pelatihan Supportive Supervision (Penyeliaan Fasilitatif) 3. Meningkatkan kompetensi LINSEK :
- Pelatihan PMBA bagi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dengan Pemanfaatan Pekarangan
- Pelatihan PMBA bagi PLKB
- Pelatihan Participatory Learning Action (PLA) dengan melibatkan masyarakat dalam deteksi dini balita gizi buruk
- Pelatihan PAUD HI (Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif), materi PMBA dan hak anak
- Pelatihan Konselor Remaja
- Perluasan PMBA di kecamatan Minapolitan 4. Pengembangan Program Pelayanan:
- Kelas Ibu hamil - Kelas Ibu Balita - Posyandu BGM/2T
- Peningkatan suplemen (vitamin A bagi balita dan ibu nifas, TTD bagi bumil, bufas dan remaja putri)
- Kawal PMBA di puskesmas
- Pemberian PMT Penyuluhan di posyandu dan PMT Pemulihan bagi balita gizi kurang dan bumil/bufas KEK/anemi
- Penanggulangan kecacingan
- Pemantauan Tumbang dengan pengukuran serentak (bulan Pebruari dan Agustus)
- Supportive supervision (menjaga kualitas konselor dalam melakukan konseling) - Monitoring garam beriodium di SD/posyandu oleh puskesmas dan inspeksi garam
di pasar oleh Tim GAKI Kabupaten
- Perawatan gizi buruk, mulai dari pelaporan, pelacakan/kunjungan rumah, perawatan, tindak lanjut pasca perawatan dan pemberian formula (F100)
5. Pengembangan Simpus GizKIA, keterpaduan data antara pelayanan bagi ibu, pelayanan bagi balita dan pemberian imunisasi
6. Pembentukan Rumah Sakit Rujukan Laktasi (RSUD Bagas Waras)
7. Reorganisasi I-Klan, dengan tugas:
- Melakukan pendidikan dan pelatihan konselor laktasi, pemberian makan pada bayi dan anak (PMBA) dan PMBA pada situasi darurat
- Memonitor pelaksanaan ASI Eksklusif dan PMBA di Kabupaten Klaten - Mengoptimalkan konselor laktasi dan PMBA di masyarakat
- Membantu pemerintah dalam menyukseskan gerakan 1.000 hari pertama kehidupan
- Membantu pelaksanaan pemberian makan pada bayi dan anak pada situasi darurat.
8. Mengawal penyediaan ruang/klinik laktasi di fasilitas non kesehatan (perusahaan, SKPD lain dan tempat-tempat umum)
9. Pembentukan Baby Cafedi Desa Pandes, Kecamatan Wedi oleh bidan, kader dan perangkat desa
10. Menyusun PERBUP tentang Pelaksanaan IMD dan ASI Eksklusif nomor 12 tahun 2013
11. Menyusun Surat Edaran Bupati No. 011/0093/12 tahun 2014 tentang Penyediaan Ruang Laktasi
Tahun 2016- sekarang, melanjutkan kegiatan 2011-2015 ditambah:
1. Workshop 3 hari untuk Nakes dalam Tatalaksana Gizi Buruk
2. Sosialisasi Pemberian Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri di sekolah dan desa 3. Gerakan Serentak Minum Fe bagi remaja putri
4. Survey Pemantauan Status Gizi di 30 klaster (desa)
5. Survey Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan
6. Peningkatan wilayah ODF (linprog) perluasan desa ODF 7. Pembinaan pedagang bubur bayi oleh penyelenggara Baby Cafe 8. Membentuk Kelas PMBA
9. Pembinaan ke perusahaan yang memperkerjakan perempuan 10. Kegiatan Pendampingan di Perusahaan
- Pemeriksaan Kesehatan Awal, Berkala dan Khusus - Kelas ibu hamil di perusahaan
- Senam Bumil
- Bantuan praktis konselor di perusahaan - Menyediakan Ruang Memerah ASI
- Menyediakan kulkas penyimpan ASI perah dan labelnya
11. Memfasilitasi Kegiatan-kegiatan Inovatif
- Aplikasi Posyandu-Qu: membantu pengolahan data di Posyandu
- Cafe Baby: menyediakan makanan sehat dg kualitas empat BINTANG (4) bagi baduta
- Juwita 1000 Harta: Juwiring Tanggap 1.000 Hari Pertama Kehidupan - Pergiwo cantik : pemeriksaan gigi catin diteruskan sampai ibu hamil - Religi (Remaja Peduli Gizi): mencegah anemi remaja
- Gemas Ganti Canting: Gerakan Masyarakat Gantiwarno Cegah Stunting - Kelas Catin
- Geri Gemes Me (Gerakan Ibu Gemar Memberi Tabur Gizi Mix Me) - Repelita: Remaja Peduli Kesehatan bersama konselor Sebaya
- Antar Bumil Minta AMPO (ANC Terpadu Bumil dilanjut Minum TTD dan PMO) - Klaten WASKITA (klaten awasi bersama kesehatan ibu,bayi dan balita).
12. Pengawalan Kesehatan remaja
- Pemberian tablet tambah darah padasiswa SLTP dan SLTA seminggu sekali pada hari jumat
- Pelatihan berjenjang untuk pengawalan gizi remaja, pelatihan tingkat kabupaten dan kecamatan untuk TP UKS dan tenaga kesehatan, pelatihan guru sbg pendamping siswa, pelatihan siswa di masing masing sekolah.
- Pembentukan posyandu remaja bagi remaja diluar sekolah, dengan melatih kader sebaya yang akan melakukan kegiatan di posyandu remaja
13. Pemberian obat cacing bagi ibu hamil yang terdeteksi menderita kecacingan dengan pemeriksaan faeces.dan pemberian obat cacing pada balita dan anak sekolah secara serentak pada bulan februari dan agustus bersamaan pemberian vit A.
14. Pemberian bibit tanaman dan unggas dari dinas pertanian tanaman pangan untuk masyarakat, dimana hasil tanaman akan diperbantukan sebagian ke posyandu sebagi PMT penyuluhan maupun pemulihan
15. Memberikan jaminan persalinan kepada ibu melahirkan
KECENDERUNGAN STATUS GIZI KAB KLATEN
29.7
9.67
21 26.1
6.4
16.1 27.6
10.9
19.1 27.2
10.5
18
0 5 10 15 20 25 30 35
Stunting TB/U Wasting BB/TB Underweight BB/U