ADAB.ADAB BUANG HAJAT
2. Keluarnya darah bukan dari tempat yang biasa, baik karena terluka atau karena dibekam, banyak atau sedikit
nya. Valhasil
ini
adalahdalil
bahwa menyentuh wanitatidak
mem- batalkanwudhu',
daninilah
madzhabImam Abu
Hanifah.Telah
diriwayatkan
bahwaNabi ffi mencium
sebagian isteri-isterinya,
kemudian
beliaupergi untuk melakukan
shalat tanpa berwudhu'terlebih
dahulu.eoCatatan:
Menyentuh seorang wanita
tidak
membatalkanwudhu',
tetapihal ini tidak berarti bahwa seorang
wanita
boleh bersentuhan atau berjabat tangan denganlaki-laki
yangbukan mahramnya,karena
hal ini haram sebagaimana akan dijelaskan.
2. Keluarnya
darahbukan dari tempat
yang biasa,baik
karenaDemikian pula yang terjadi pada'lJbad bin
Basyar,ketika
terkena panah, beliau meneruskan shalatnya.utDan
sudahdiketahui
bahwaNabi € melihat
halitu,
beliautidak mengingkari orang
yang melan.iutkan shalatnya walaupun darahnya tetap keluar. Seandainya keluar darah membatalkan wu-dhu',
niscaya beliau menjelaskannya llepada orangitu
dan kepada semua Sahabat yangikut
perang. Sedangkanmengakhirkan
pen- jelasan ketika sangatdibutuhkan, tidak dibolehkan
(tidak dibenar-kan)."
3. Muntah
dan yang semisalnya.Banyak hadits-hadits yang menjelaskan bahwa
muntah
dapat membatalkanwudhu',
akan tetapi hadits-hadits tersebut lemah dantidak
bisadijadikan
sebagaihujjah.
Karenaitulah
sebagian ulamapeneliti
berpendapat bahvramuntah tidak
membatalkanwudhu'.
Pendapat
ini
adalah pendapat madzhab asy-Syafi'i, dandiperkuat
oleh Syaikhul IslamIbnu Taimiyyah
dalam al-Fataawaa.Begitulah, sebagaimana dalam hadits
dari Abud Darda'
yang menjelaskan bahwaNabi ffi muntah, lalu
beliau berbuka dan ber- wudhu'.e3Tetapi
haditsini tidak
mengandungarti diwajibkannya wudhu'
dengan sebabmuntah,
karenahal itu
hanya merupakanperbuatan Nabi M
semata, makatidak menunjukkan
batalnyawudhu',
anllaahu a'lam.4.
Orang yangberwudhu',
kemudian ia ragu dalam keadaan ber- hadats.Jika engkau rxgur apakah
wudhu'mu
batal atau tidak? Sesung- guhnya keraguan sepertiini
sama sekalitidak
berpengaruh, sama saja apakah engkau sedangmelakukan
shalat ataudi luar
shalat, kecualijika
engkau benar-benaryakin
bahwawudhu'mu
batal.92 93
HR. Abu Dawud (no. 198) dan Ibnu Khuzaimah (no. 35) dengan sanad yang hasan, sepeni yang diungkapkan oleh al-Hafizh dalam at-TaLkbiisb (II/3), beliau berkata, "Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari secara mu'allaq dan disambungkan oleh Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, dan selain keduanya.
As-Sailul Janaar, karya asy-Syaukani (/99).
HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud dengan sanad yang shahih.
Diriwayatkan
dari'Abbad bin Tamim,
dari pamannya, beliau berkata, "seseorang mengadu kepadaRasulullah M,
rcntang sese-orang yang meragukan sesuatu (y^ng membatalkan)
di
dalam sha- lanya,RasulullahS
bersabda:, 6 ' / o
"
zo , / / o / tr'. o , , o, ! .
u- Y stv-t' Ca" G> et''-\
'Janganlah
ia berpaling dari
shalatnya hinggaia
mendengarsuara atau mendapatkan angin."ea
5.
Tertawa terbahak-bahak (dengan bersuara)di
dalam shalat.Tertawa dengan bersuara
ketika
shalattidak membatalkan
wudhu' karena lemahnya dalil yang menjelaskan bahwa tertawanya
saat
itu
membatalkan wudhu'.e5Yang
ada hanyalah haditsJabir
secar a nwtuquf Qt any a samp ai kep ada Jabir), b eli au dirany a te nt ang
seseorang yang tertawa
di
dalam shalat,lalu
beliau menjawab,'Ia
mengulangi shalatnya tetapi
tidak
mengulangi wudhu'."e6Dan ini-
lah pendapat
Jumhur
ulama.6.
Memandikanmayir.
Tidaklah
sahdalil yang menunjukkan
bahwamemandikan
mayit dapat membatalkan
wudhu'mu.
Yang ada adalah
dalil-dalil
yanghanya sekedar anjuranuntuk
berwudhu' dan
mandi
setelahmemandikan mayit,
sebagaimanaakan dijelaskan.
HR. Al-Bukhari Q./l9I), Muslim 0/189), Abu Dawud (no. 174), an-Nasa-i (l/37), Ibnu Majah (I/185), Ahmad XV/44), dan yanglainnya.
DiriwayatkandariJabirsecaramarfu"
.^, ,, , ,o-...,. t .
t"')-
j\'.r;-'l': ;>$!
i-Zi:-llLAt
oTertawa
itu membatalkan shalat akan tetapi tidak membatalkan wudhu'."
Akan tetapi ini adalah hadits munhar,Imam Ahmad berkata, "Tidak ada satu pun hadits shahih yang menjelaskan tentang tertawa," lihat kitab a/- 'llaalul Mutanaah iyab (hal. 3 67 -37 3).
'6 HR. Al-Bukhari secara mu'allaq [/280), hadits ini disambungkan oleh al- Baihaqi (l/I44), dan ad-Daraquthni l/172) dengan sanad yang shahih.
Bab Thaharah
Hal'Hal yang Mewaiibkan'\ilfl'udhu'
Saudariku muslimah, diharuskan bagimu berwudhu' ketika
akanmelakukan
shalat,baik itu
shalatfardhu
atau sunnah atau shalat Jenazah.Hal ini
sebagaimanadifirmankan
olehAllah
\99:J)#s1lit;3)",
"Hai
orang-orangyang beriman, apabila kamu hendah rnenger-jakan
shalat, maka basuhlah...." (QS. Al-Maa-idah: 6)Demikian
pula sabda Rasulullahffi:
.rriL ;";Y*
"Allah tidak
akan menerima shalat tanpa bersuci."e7 Faedah:Dua hal yang tidak mewajibkan wudhu'
Ada
dua hal yang oleh sebagian ulamadiwajibkan wudhu'
ka-ren
rlya,akan tetapi pendapat yang mewajibkanini
perludipertim-
bangkan,yaitu:
a. Thawaf di
sekitar Ka'bah.Kami
sama sekali tidak pernah menemukan sebuahdalil
shahih yang secara jelas menyatakan bahwa thawafdi
sekitar Ka'bah me-wajibkan wudhu'.
Banyak sekalijumlah
kaummuslimin
yang ber-thawaf di
sekelilingKa'bah
pada zamanNabi ffi , iumlah
merekatidak diketahui kecuali oleh Allah Ik4.
S.tngguhpun demikian tidak
ada saturiwayat pun
yang menjelaskan bahwaNabi ffi
me-merintahkan
merekaberwudhu',
padahalkemungkinan
besar adadi
antara mereka yang batalwudhu'nya ketika
berthawaf atau adadi
antara mereka yang masukuntuk
berthawaf tanPawudhu',
khu- susnya ketika thawaf Ifadhah danQudum, di
mana jumlah manusia sangat banyak hingga berdesakan.lValhasil,
selamatidak
adadalil
yangmewajibkan berwudhu' ketika thawaf,
jugatidak
adaijma'
e7 HR. Muslim I/140), at-Tirmidzi (no. 1), dan Ibnu Majah (no.272).
t/ , t
f-Lt, B
,/r. ,/,_q\
\ (&)
' t t z/ t
|,J*rb 6;):;l
^ro/
"lt
1.x; Ydari ahli
ilmu
tentang kewajiban halini,
padahal halitu
sangat di- perlukan dalam sebuahargumentasi,
makakita katakan
bahwa berwudhu' saatitu tidak
diwajibkan.e8Sebagian ulama -yangberpendapat wajibnya
wudhu'
bagi yang thawaf-oberdalil
dengan haditsIbnu 'Abbas
cg#-,,dari Nabi ff,
bahwa beliau bersabda:
c;t{ 'lrtU:
"Thawaf di sekitar Ka'bah adalah shalat, hanya saja
Allah
mem- bolehkan berbicaradi
dalamnya."eeMereka
berkata, "Apabila thawaf itu
shalat, makawajib
hu- kumnyaberwudhu' di
dalamthawaf
sebagaimanashalat,"
akan tetapi pendapatini tertolak
dengan beberapa alasantPertama, sesungguhnya
hadits itu tidak
sah sampai kepada Rasulullahffi, y^ng
benar adalahhadits tersebut
hanya sampai lrepadaIbnu 'Abbas ,.$b
sebagaimanayngdiungkapkan
oleh at- Tirmidzi, al-Baihaqi,IbnuTaimiyyah,Ibnu Hajt
dan yang lainnya.e8 Jaami'Ahbaamin Nisaa' gl/515) karya guru kami ;rr .U;-.
'
Di antara para ulama yang mensyararkan bersuci dan bersih dari najis adalah Imam asy-Syafi'i, Imam Malik dan selain keduanya. Mereka berhujjah dengan beberapa dalil di antaranya:Hadits dari 'Aisyah d=k,:
"Bahwasanya yang pertama kali dilakukan Rasulullah
ffi
ketika datang keMakkah (untuk berhajr) adalah berwudhu'kemudian thawaf." (FJR. Mutafaq 'alaih)
Diriwayatkan dari Jabir
€5
,bahwa Rasulullah ff,bersabda:.'€S-u ert-U
"Hendaklah kalian mengambil tata carahajikalian dariku." (HR. Muslim)
n
HR. At-Tirmidzi, an-Nasa-i, al-Hakim dan yanglainnya. Hadits ini tidak uh sampai kepada Rasulullah H,g ,y^g
benar haditsin
mauquf Qtanya sampai kepada Ibnu 'Abbas cir5 ) sebagaimana dijelaskan oleh guru kami .lr+;
dalam Jaami'Ahkaamin Nisaa' FJ5l5-521) berbeda dengan ai-'Allamah Syaikh al-Albani ai'!; menshahihkan bahwa hadits tersebut sampai kepada Nabi
#,
sebagaimana diungkap dalam al'lrwaa' (/156).
.iy3' gc(: hr lf \Liy,*
Bab Thaharah
Kedua, walaupun hadits
itu
shahih, makatidak
benar menye- rupakanthawaf
dengan shalatdi
dalam segala hal, sehingga disya- ri'atkan di dalamnya segala hal yang disyari'atkan di dalam shalat.tooKarena
itulah
Syaikhul IslamIbnu Taimiyyah
berkatadi
dalam al-FataawaaQ6/t98),
'Jelaslah bagiku ranpa ada keraguan bahwa sucidari
hadatstidak disyari'atkan di
dalammelakukan thawaf
juga bukan sebagai kewajibandi
dalamnya.Akan
tetapi dianjurkan bagi seseorang yang berthawafuntuk
sucidari
hadatskecil
(yakni dengan berwudhu'), karenadalil-dalil
yangada menunjukkan tidakwajib, tidak
jugadi
dalamsyari'at
adanya sebuah ketetapan yang mewajibkan sucidari
hadatskecil ketika
akanberthawaf... ."
dan seterusnya.Pendapat
ini
dipegangpula
olehIbnu Hazm
dalam kitabnya al-MuballaaNtr/
t7 9), beliauberkata,'Boleh hukumnya
berthawafdi
sekitar Ka'bah tanpa thabarab (bersuci)."Catatan:
Meskipun kami
berpendapat bahwaboleh berthawaf
tanpa berwudhu', akan tetapiwudhu'tersebut
dianjurkan dan lebih urama, sebagaimana akan dijelaskan.b. Menyentuh
mush-haf.Banyak
dari
kalangan ulama berpendapatbahwa
orarngyang akan menyenruh mush-haf diwajibkan berwudhu', mereka berhujjah dengandalil-dalil berikut:
Firman Allah W:
{ @ 'orfiLri 9;:^r;"1b
"
Tidak
menryentubnya
kecuali hamba-b amba y ang disucik an. "(QS. Al-lUf aa-ql' ah: 79)
Jawaban
untuk dalil ini
adalah:r@ Guru kami berkata dalam Jaami'Abhaamin Nisaa' lI/522) menyebutkan 11 alasan yang membedakan shalat dengan thawaf, silahkan saudari baca
kitab tersebut.
Sesungguhnya
dhamir
(kataganti)
yanga.dadi
dalamlrrman
Allah
lH { t'iJ ) }
kembali kepadakitab
yang tersimpandi
langit,sedangkan a';Litratt
!
maknanyradalah para Malaikat.Hal ini
seperti yang difahami oleh mayoritasahli tafsir,
penafsiran sepertiini
di- frhami berdasarkanfirman Allah W:
;Iil.- { 6 g& f .t @ "€ "or',?,{) b
{6t:*ri$)
"suungguhnya al-Qur-an
ini adahh
bacaan ydng sangdt muli,a, padaKiub
yang terpehhara (^auh Mdhfuzh), tidak menyutahrrya kecuali hamba-hamba yang disucihan." (QS.Al-\flaaqi'ah:
75- 7e)Makna
ini diperkuat
denganfirman Allah W di
dalam ayatlain:
,sx.i €) 'F *i''
4@:iji$@tj:-
"Di
dakm KiubKiub
yangdimaliakau
yangditinggikan
lagidisucih.an,
di
ungan para penulk (Makihzt), yang mulia lagib-
bakti.'
(QS. 'Abasa: L3-16)Mereka juga
berdalil
dengan sabda Rasulullahffi:
.-*vtUirfr k\
"Tidak boleh adayangmenyentuh al-Qur-an kecuali
orang yang dalam keadaan suci.ololrot Hadits ini memiliki beberapa sanad yang semuanya tidak lepas dari masalah, dan para ahli hadits berbeda pendapat di dalam memasukkan hadis ini ke dalam derajat hasan,hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al- Irwaa'(,/tSS).
,f'1 'r* c F
Bab Thaharah 69
Sayangnya, semua jalan hadits
ini
diperdebatkan kehasanannya-dan lebih kuat bahwa hadits ini lemah-.
'Walaupunhadits ini
shahih, maka
kita
katakan: Sesungguhnya penyebutankotor
(tidak suci) secaramutlak terhadap
seorangmukmin
yang sedang ber- hadats ataujunub
tidaklah benar secarahakiki ahupun
mqaz,tidak
juga secara bahasa karena Rasulullah
ffi
bersabda:"seorang
mukmin itu tidak najis.'
Maka tidak mungkin
ayat dan haditsdi
atasdifahami untuk
seorang
mukmin yang
berada dalam keadaan suci. Maka jelaslah bahwamakna orang
sucidi dalam ayat
danhadits
adalah selain orangmusyrik,
sebagaimana difahamidi
dalamfirman Allah \H:
3,;Fi
"Sesunggultnyd ora.ng-orangyang n'rusyrik,
itu najis."
(QS.At- Taubah:28)
Demikian
puladidukung
dengan sebuah hadits yang melarang membawa al-Qur-an ke daerah musuh.Kesimpulannya,
seorangmukmin
yangtidak
dalam keadaan suci tidak dilarang unruk menyentuh al-Qur-an, demikian pula boieh bagi seorang wanita yang sedang haidh atau seseor^ngyangsedangjunub untuk
memegangal-Qur-an,
sebagaimana pendapatini di
yakini
olehIbnu Hazm
dalam al-Muhallaa(I/81). Hal ini
akan di- jelaskan pada lembaranberikutnya
inryaAllab.
Beberapa Keadaan
yang Dianiurkan untuk Berwudhu'
Saudariku muslimah!