• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menyela-nyela jari-jaritangan dan kaki

ADAB.ADAB BUANG HAJAT

9. Menyela-nyela jari-jaritangan dan kaki

Hal

ini

diterangkan dalam sabda Rasulullah

ffi:

9$\i

"Sempurnakanlah

wudhu',

dan sela-selailah

jari-jari

(tangan dan kaki), dan masukkanlah air ke dalam rongga hidung dengan sungguh-sungguh kecuali

jika

engkau sedang berpuasa.'7t 10. Memperlebar basuhan

dari

anggora yang

wajib

dalam rangka

memanjangkan cahaya wajah dan tangan

(Itbaalatul Gbunah uat

Tahjiil).

Dianjurkan bagimu untuk

membasuh bagian depan kepala ketika membasuh wajah,

ini

dinamakan dengan

lthaalatul

Gbunah (memanjangkan cahaya wajah),

demikian pula

membasuh bagian yang ada

di

atas kedua siku dan mata

kaki,

dan

ini

dinamakan hhaa- latut Tabj

iil

(memanj angkan cahaya keduanya).

6e HR. Al-Bukhari dari 'Abdullah bin Zaid, Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Abu Hurairah. Di dalam buku asli hadits ini tidak dituliskan dengan lengkap, dan kami melengkapinya.-r""j

7o HR. Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang shahih.

7t HR. Abu Dawud (no. 1a0) dan yang lainnya dengan sanad yang shahih, sepeni yang telah dijelaskan.

Bab

Thaharah

53

. o. o,l. . ' t t? o i

,t Jbs ,J'?jl *-\

.kG.lr(.'ti

.lo.

t-

aoo

\\9ry)' c cu')

Hal itu

diterangkan dalam hadits

Abu Hurairah Qg,

bahwa

Nabi H,

bersabda:

t t?. if " . ,6 . t .trt -.,.-1,

.o

. ', 4. at

o

.t-f ,\ t\ -* J'J-*>./ \7 a,,V\ pr* jjL- -,:.l Jl

'S.r,rtgg.rh

ni^ u^uku'uk^n

d^r^ng p^da

hari

Kiamat

-

d,:*rf ;

tanda cemerlang p ada dahi dan lengann y a kar ena bekas

wudhu'.' Abu Hurairah €9'

berkata, "Maka barangsiapa

di

antara kalian mampu memperlebar kecemerlangan

di

dahinya, lakukanlah."z2

Diterangkan

dalam sebuah hadits shahih

dari Abu Hurairah

&9',iaberkata:

-t t t / o o A t t

g t t t. /

.;p\ U\; Cr, drJl il :J"AM,i'IJ- LX

*Aku

mendengar kekasihku

ffi

bersabda, 'sesungguhnya

, *r^

pada

hari Kiamat

akan sampai ke anggota wudhu'."'73

11. Hemat

dalam menggunakan

air.

Sebagaimana

diriwayatkan

dalam hadits

Anas dg

, beliau ber- kata:

t' (- . o, : t ,o, ,,. t

b'A': or-r,.i a* Jt 1U;U _f.*.:j H, o"J' irt

f!

"Adalah Nabi H, mandi

hanya dengan satu sha' sampai

lima

mudd, dan beliau

berwudhu'

hanya dengan satu mudd."7a Satu sha' adalah empat

mudd,

sedangkan satu

mudd hampir

mendekati setengah

liter.

1,2. Berdo'a setelah

wudhu'.

Ucapkanlah olehmu setelah

wudhu':

"

HR. Al-Bukhari (no. 136), Muslim (no.246), Ahmad (II/40A), dan yang lain- rry^.

7r

HR. Muslim (no.25O).

'o

HR. Al-Bukhari (no. 198), Muslim (no. 325), dan selain keduanya.

,;j

,f

I i I

I

l

^ i

dJl

"Aku

bersaksi bahwa

tidak

ada

ilah yang berhak diibadahi

dengan benar selain

Allah

semata,

tidak

ada sekutu bagi-Nya,

dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-

Nyr'"tt

Atau ucapkanlah:

z ,z z oJ

J-Ut-..*,

.,t o.o /

Slii-,1

"Mahasuci Engkau ya

Allah,

aku

memuji

kepada-Mu, aku ber-

saksi bahwa

tidak

ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar

selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan kembali benaubat kepada-Mu."76

13. Melakukan shalat dua raka'at setelahnya.

Sebagaimana

disebutkan

dalam

hadits 'IJtsman €5

, beliau

berkata,

t. t.','tl '., t t zo zlt .,

J-rt Ju ,, t- C*J -p Wy

,.,'-. .'--.: .,i at",'.. t ,

F:€jfuf\-GYs 'a:; \

il!irl

oa

oJ-> 1

I'o/

t+;l cj-L.-r.-rr

oz ,

f4Xl

ll1, t o t/.

qy\s

\\r\Y lf iei

tlot,z lJoz .21. t

.4yl) o-LP lJ^>.-.

.dDl

M:''J;'ui:'

4lll

QrLU V

"Aku

melihat Rasulullah

M berwudhu'

seperti

wudhu'ku ini,

lalu

Rasulullah M

bersabda, 'Barangsiapa

berwudhu'

seperti wudhu'ku

ini,

kemudian melakukan shalat dua raka'at, ia

tidak

berbicara dalam

hatinya

(tentang unrsan dunia) pada saat me-

75 HR. Muslim (no.na).

t'

HR. An-Nasa-i dalam al-Kubraa (no.9609) dan al-Hakim (I/564), hadits

ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani.

Bab Thaharah

lakukannya, maka

Allah

akan mengampuni dosanya yang telah

lalu."'7'

Diriwayatkan

dari

Abu Hurairah dF,

bahwa

Nabi ffi

berkata

kepada

Bilal ketika

shalat Shubuh:

e/ / o t.i o , , o? / o o o iz ) z

;P ,p)L!l '^1; ;"" €"t\"€";i J),!

U

,'? c-i^.e l" :JG .aj-*Jl _: $*- J* JJ:Li ge) lar*.*,

o/ .o7 ',

t1'.2,-,o1on/ 6 ,o/",-

Jl # bV € t)r4b r4b3\ d ojl $rp ,-?s\ )t

-e

l/ d t o 7 I ,6 z 6 t

.'JGi Ji J '='{ G , i,r}./,t eu+ '42 Y! /// -rk,

"Wahai

Bilal,

kabarkanlah kepadaku sebuah amal yang

paling

engkau harapkan (pahalanya) di dalam Islam, karena sesungguh-

nya aku

mendengar suara sandalmu

di

hadapanku

di

Surga?"

Ia menjawab,

"Tidak

ada sebuah amal yang paling aku harapkan (pahalanya).

Hanya

saja,

tidaklah

aku bersuci pada

waktu

ma- lam atau siang melainkan aku melakukan shalat (sunnah) karena- nya sesuai dengan kemampuanku."ts

Pembatal-Pembatal'Vudhu'

An-Nautaaqidh adalah

bentuk jama'

dari naaqidb, maknanya ,.1alah sesuatu yang membatalkan

wudhu',

yaitu:

1.

Semua yang keluar

dari

dua jalan:

qubul

dan dubur, berupa air kencing,

tinja,

dan

kentut.

Allah \H berfirman:

"Atdu kembali

dai

tempat buang

air (hzku)."

(QS. Al-Maa-idah:

6)

n

78

HR. Al-Bukhari (no. 6433) dan Muslim (no.226).

HR. Al-Bukhari (no. 1149) dan Muslim (no.2458).

(O +;"ttiG&Yi;r;:ib

Ungkapan

di

atas adalah kinaryah (kiasan) dari buang air.

Juga sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah

S:

e

lt

e:r*i

ri1

€*i;Y,*

"Allah W tidak

akan pernah menerima shalat salah seorang dari kalian

ketika

berhadats hingga ia

berwudhu'."

Seseorang dari Hadramaut bertanya,

'Apakah

hadats

itu

wahai Abu Hurairah?" Beliau menjawab,

"Kentut,

baik yang tidak bersuara maupun yang bersu ara.'D

Dikecualikan

dari

semua

ini

adalah seseorang yang

memiliki

penyakit beser (selalu

kencing)

atau

kentut

tanpa sadar.

Hukum

keduanya seperti

wanita

mustaba"dbab

fteluar

darah

penyakit)

se-

bagaimana akan dijelaskan.

2.

Keluar mani,

ma&i,

dan wadi.

Diriwayatkan

dari

Ibnu'Abbas up6,

beliau berkata:

.6i2n'l',;:+:,

"Mani, wadi dan madzi; adapun mani adalah sesuatu yeng me-

wajibkan mandi,

sedangkan

wadi dan

madzi beliau berkata:

'Cucilah

alat

kelamin

atau

kemaluanmu,

dan

berwudhu'lah

sepeni

wudhu'mu untuk

shalat.'8o Dan

Nabi #

bersab&:

.'t)?t'J;tiV;

'e HR. Al-Bukhari (no. 135) do" Muslim (no.225).

t0 HR. Al-Baihaqi A/ns),atsar ini shahih.

Bab Thaharah

^to/

&r Jai Y

,;-5r iult * et6 ,ayt)a'jb'oti

V;, ! ;t4,:,!?t ;;r ita',stJt r'qr S\116

57

"Berwudhu'lah

dan cucilah kemaluanmu."tt Faedah:

Apakah

setiap

lendir

yang keluar dari kemaluan wanita mem- batalkan

wudhu'?

Saya

katakan:

Masalah

ini

harus

diperinci:

a.

Jika lendir yang dimaksud adalah yang keluar

ketika

bercumbu dengan suami, atau

ketika

hendak

berjima'

khususnya, maka lendir tersebut sebagaimana telah engkau ketahui, bahwa

lendir itu

membatalkan

wudhu'

dan

diwajibkan

mencuci kemaluan karenanya.

b.

Sedangkan

jika

yang dimaksud adalah

lendir

yang biasa keluar

pada kebanyakan

waktu

bagi seorang

wanita, terlebih ketika hamil,

maka

itu tidak

membatalkan

wudhu'. Hal ini

berdasar- kan beberapa alasan:82

Pertama, sudah

maklum

bahwa

lendir

seperti

ini

banyak terjadi pada kaum wanita, dan

tidak

diragukan bahwa hal

itu terjadi

pula pada

wanita di

zaman

Nabi E

seperti

wanita

pada zaman

kita

se-

karang

ini. Tidak

ada satu

riwayat pun

yang menjelaskan bahwa

Nabi ffi

memerintahkan para wanita

berwudhu'

karenanya.

Kedua, sesungguhnya tempat

keluar lendir

tersebut bukanlah tempat keluar

air

kencing yang najis.

Ketiga, adapun tentang perkataan sebagian ulama

fiqih

"Setiap yang

keluar dari

dua

jalan membatalkan wudhu"'

bukanlah per- kataan

Nabi

yang

dijamin

kebenarannya,

tidak

juga merupakan

ijrna' umat Islam. Bahkan

ada beberapa hal yang

keluar dari

dua jalan tersebut tetapi

tidak

membatalkan

wudhu'

seperti darah isti- hadbah -akan dijelaskan nanti-.

Berdasarkan beberapa

hal di

atas sesungguhnya

lendir

yang

biasa

keluar dari

seorang

wanita, terutama ketika

capek, berjalan

jauh

atau

ketika hamil, lendir

tersebut

bukanlah

salah satu yang membatalkan

wudhu',

wallaahu a'lam-

81 HR. Al-Bukhari (no.269),Muslim (no. 303), dan an-Nasa-i (y98).

82 Lrhx Jaarni'Abkaamin Nisda' (/68) karya guru kami -semoga Allah meninggi- kan derajatnya-.

3.

Tidur nyenyak tanpa ada kesadaran

sedikit

pun

di

dalamnya.

Hal

ini

berdasarkan hadits Shafwan

bin'Assal,

beliau berkata:

ffi nr J;, os

O o.. z.z

"e

'.aJU r el-,l

a.i)U

{vrs- -J ..a \ -

iti

Jika kami

beraada dalam perjalanan, Rasululla

h ffi ^r^"-

rintahkan kami

agar

tidak

membuka sepatu selama tiga

hari

tiga malam

kecuali jika kami

berada

dalam

keadaan

junub,

tegasnya (tidak membuka sepatu) karena buang air besar, ken- cing, dan

tidur.'8r

Rasulullah

ffi

menyamaratakan

^nt^re tidur, kencing,

dan buang air besar.

Akan

tetapi tidak

semua

tidur membatalkan wudhu'. Tidur

yang dimaksud

di

dalam hadits tersebut adalah

tidur

yang sangat nyenyak sehingga

hil*g

kesadaran, dan

jika

adayangkeluar darinya (kentut), maka ia

tidak

akan merasakannya.

Dalam sebuah hadits diceritakan:

tttb ? - f \"oi t11- t? 6y 6';U

J'y.1 u:v *, '61: t(; u Vf

,t.r.

At Jt-,

-!t. t. I C t

oPt

oe$ ok

o tt 't . .o ,

ffJct P

"Adalah para Sahabat

Rasulullah ffi

menunggu shalat 'Isya'

sehingga kepala mereka mengangguk-angguk (karena

kantuk

berat) kemudian mereka shalat

'Isya'tanpa

berwudhu' terlebih dahulu."tt

HR.Imam Almad W/239), an-Nasa-i [/32),IbnuMajah (no. 478), dan yang lainnya dengan sanad basan li ghairihi.

HR. Muslim (no.376), Abu Dawud (no. 797), at-Tirmidzi (no.78), dan Ahmad F/ree).

;- tt\i ittsr rrfl ffi

,1,/

OJf-bJr- \ J

Bab Thaharah

4. Hilang

akal karena mabuk, pingsan atau gila.

Ini

adalah salah satu yang membatalkan

wudhu'

berdasarkan

ijma',

karena hilangnya akal pada tiga keadaan

ini lebih

besar dari- pada

tidur.

5. Menyentuh

kemaluan tanpa penghalang, baik dengan syahwat ataupun

tidak.

Sebagaimana dijelaskan dalam sabda

Nabi #

:

;lrrr v"f1-, V,;13 ;?t ;';

b.

c.

"Barangsiapa

menyentuh kemaluannya)

maka

ia

harus ber-

wudhu',

dan wanita mana saja menyentuh kemaluannya, maka ia harus berwudhu'."8s

Beberapa catatan:

Menyentuh

kemaluan yang membatalkan

wudhu'

adalah me-

nyentuh

tanpa penghalang,

artinyajika

menyentuh kemaluan dengan sapu tangan dan

misalnya,

maka

hal itu tidak

mem- batalkan

wudhu'.

Menyentuh

kemaluan suami

lebih

membatalkan

wudhu'

me-

nurut

pendapat

Jumhur

ulama. Sebagian ulama berkata,

"Tidak

membatalkan karena

tidak

adanya

dalil,"

akan tetapi pendapat yang peft^ma

lebih

hati-hati.

Jika seorang

wanita menyentuh duburnya,

maka hal

itu tidak

membatalkan

wudhu'

karena tidak adanya dalil, dan pada dasar- nya boleh karena dubur tidak dinamakan kemaluan. Maka tidak sah menyamakannya dengan kemaluan karena

tidak

adanya alasan menggabungkan larangan keduanya.

Menyentuh kemaluan anak sendiri tidak membatalkan

wudhu'.

Makan daging unta.

Berdasarkan hadits al-Bara'

bin'Azib QF',

iaberkata:

d.

6.

8s HR. Ahmad W223) dan al-Baihaqi dalamal-Kubraa (/I32),haditsini sbabih li gbairibi.

.oto ,-

t_F_/

"Berwudhu'lah karena makan daging unta, dan

tidak

usah ber- wudhu' karena makan daging

aolU"r."*

\Jfl.alaup_un

Jumhur

dr1ra

belpendapat bahwa berwudhu, karena

::llljasrns unta

huku

2;/^;;:r,t rii (d,;;il;;),

akan

,

-t':t_ry1

di,,P,"i

I,"i

g mewaj i b

kan

('"

"k;'' ;;ilil ; ## # ;il

5# Td,h" ) t:lih

lr"at

{af ,f

ny". r"rr", ]r;tilil;',r,1fr,*.*i

rawawl

Y^ -!?r}:::"pendapat ini lebih r."", J"Ui"y", ;;i;;p_, ;mhur

menyalahinya."

'r;sr (; qtfurt v; *Yi (F U

i'1 &

Beberapa

Hal yang Tidak Membatalkan .Vudhu,

\flahai

saudariku

muslimah! Ada

beberapa

hal

yang banyak

ff:in

fr

ff f,?i.'ff",:*x kTilff *r'ht*}; ;*,,r i

1.

\trflanita menyentuh

pria

tanpa penghalang.

, P+.4a1g

drjadikan land,san baei kelompok yang menyatakan batal adalah

firman Allah W :

o

{6i.jj*|',G ;u)iiJili-riy

Vuu menyentuhperempty?,.!:!? jlpo

kamu tidak memperoleb air, maka

bmayammumlab." (eS. af_U""_ia.;'r'6) *"

sebenarnya firman

Aflah rH ini tidak

bisa dijadikan

dalil

oleh mereka, karena

k'o,,

al-lamsu'

yang"ol

{t d"l;;;;;_It .,"ry"

,j44

bersetubuh, sebagaiman.

i;ii; A*"y"i[.r'*";;;

shahih

dari

Ibnu 'Abbas

cE1r,

]pend"p., i.l Jsefisihi ol.h

rbrr'., rvras,ud,

Ibnu'Umar ,6[

, dan yang

l^inny^.i,

-

saya katakan: pendapat yang_menyatakan

tidak

batarnya

laki-

ffiff ,fmpuan y*s f..,.dh#J;k""sffi ;.b&a

darir

t6 HR.

Abu Dawud.(no,

fga), ar-Tirmidzi (r,g..80, Ibnu Majah (no.494), dan yanglainnya. Hadits ini memiliki p.rrgu", dalam

riwaya;il;:i;;.

87 yang IbnuJarir shahih ath-Thabari dalam Tafsiimya menyebutkan

(I/502). bJ.r"p.

E atsar dari mereka dengan sanad

Bab

Thaharah

6t

Hadits 'Aisyah €9.,,

ia berkata:

.,,ot o, .ztz o .1. . ztz o,.i i.

rJQ.,o-a;.o \-o.-a_l

cJ.*---eJl G -*S +ub _4

(,-,--t-J-l;

"Pada suatu malam aku kehilangan Rasulullah

ffi

dati temPat

tidur, lalu aku mencarinya, lalu tanganku

mengenai kedua

telapak kakinya,

sedangkan beliau tengah melakukan shalat

di

tempat shalatnya, dan kedua

kaki

beliau sedang ditegakkan,

beliau

membaca,

'Ya Allah,

sesungguhnya

aku berlindung

dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu..."88

Diriwayatkan

dari beliau pula, beliau berkata:

4f t: o /.'o/t, .il rt

€*- &.il :t c-s

;'.k'r; ri:;

v-J t

ffiir Jn

'*e

6(o t o./-7

,FS t4.t

,qk.;7v r5u

I

d ^ii ffi .irt 'J;, L'ti3 ,* q:-

tt

' z zlz

:JP. fJ

.u)GQt d rc-';-Art 'Uu

"Suatu

ketika

aku

tidur di

hadapan Rasulullah

ffi,

sedangkan

kedua

kakiku

ada

di

sebelah

kiblat beliau

(di

tempat

sujud).

Jika beliau

sujud,

beliau merabaku

dengan

t^ngannya

maka aku

lipatkan

kedua

kakiku, jika

beliau

berdiri,

maka aku me-

luruskan kembali keduanya,"'Aisyah

berkata, "'Waktu

itu di rumah-rumah

belum ada lentera.os'

Kedua hadits di atas menunjukkan bahwa Rasulullah menyentuh

'Aisyah,

meskipun demikian beliau tetaP menyempurnakan shalat-

HR. Muslim (no.222), Abu Dawud (no. 865), at-Tirmidzi (no. 3819), dan yang lainnya.

HR. Al-Bukhari (no. 382), Muslim (no.272), dan selain keduanya.

nya. Valhasil

ini

adalah

dalil

bahwa menyentuh wanita

tidak

mem- batalkan

wudhu',

dan

inilah

madzhab

Imam Abu

Hanifah.

Telah

diriwayatkan

bahwa

Nabi ffi mencium

sebagian isteri-

isterinya,

kemudian

beliau

pergi untuk melakukan

shalat tanpa berwudhu'

terlebih

dahulu.eo

Catatan:

Menyentuh seorang wanita

tidak

membatalkan

wudhu',

tetapi

hal ini tidak berarti bahwa seorang

wanita

boleh bersentuhan atau berjabat tangan dengan

laki-laki

yang

bukan mahramnya,karena

hal ini haram sebagaimana akan dijelaskan.

2. Keluarnya

darah

bukan dari tempat

yang biasa,

baik

karena