Gambar 3.14. Lingkaran Warna
Sumber : https://kuliahdesain.com/rumus-campuran-warna/
Beberapa istilah yang berhubungan dengan warna antara lain : 1. Value
Adalah terang gelap sebuah warna . Ada juga yang menyebutnya tint (dihasilkan dari penambahan warna putih pada sebuah warna) dan shade (hasil dari penambahan warna hitam pada sebuah warna).
2. Temperature
Adalah warna yang mempunyai kesan hangat atau dingin. Warna hangat antara lain kuning, merah, oranye, sedangkan warna dingin adalah hijau, biru, ungu. Warna hangat membuat kesan lebih dekat, ruangan terasa hangat menyenangkan, dan membangkitkan gairah. Warna-warna sejuk/dingin memberi kesan jauh, membuat ruang terasa luas dan tenang, suasana santai
Gambar 3.15. Lingkaran Warna hangat dan dingin Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
3. Intensity
Adalah kemurnian warna, seperti pucat-cerah,mengkilap atau tidak mengkilap.
Intensity mempunyai fungsi sebagai pembentuk mood dalam ruangan. Warna yang intensitasnya kuat akan terlihat segar, hidup, dan bersemangat. Sedangkan warna yang intensitasnya rendah menghadirkan suasana tenang dan senyap.
4. Neutral
Warna neutral merupakan warna diluar lingkaran warna antara lain hitam, putih dan abu-abu. Warna-warna netral mudah dikombinasikan karena intensitasnya rendah. Kelompok warna ini berfungsi sebagai jeda visual agar sebuah ruangan tidak terasa terlalu penuh warna.
Gambar 3.16. Kombinasi Monokromatis Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
3. Kombinasi Analog = harmonis
Kombinasi analog disebut sebagai warna senada, yaitu menggunakan warna-warna yang berdekatan atau terletak bersebelahan pada lingkaran warna. Misalnya merah dengan merah oranye dan oranye. Kombinasi analog biasanya berpatokan pada warna yang umum (common color) misalnya kombinasi merah warna umumnya adalah merah (oranye adalah setengah merah) sedangkan pada kombinasi biru- biru violet-violet, warna umumnya adalah biru (violet adalah setengah biru) . Pada lingkaran warna, warna-warna tersebut memiliki temperature yang sama.
Gambar 3.17. Kombinasi Analog Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
Gambar 3.16. Kombinasi Monokromatis Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
3. Kombinasi Analog = harmonis
Kombinasi analog disebut sebagai warna senada, yaitu menggunakan warna-warna yang berdekatan atau terletak bersebelahan pada lingkaran warna. Misalnya merah dengan merah oranye dan oranye. Kombinasi analog biasanya berpatokan pada warna yang umum (common color) misalnya kombinasi merah warna umumnya adalah merah (oranye adalah setengah merah) sedangkan pada kombinasi biru- biru violet-violet, warna umumnya adalah biru (violet adalah setengah biru) . Pada lingkaran warna, warna-warna tersebut memiliki temperature yang sama.
Gambar 3.17. Kombinasi Analog Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
4. Kombinasi Komplementer = menggairahkan
Kombinasi komplementer adalah kombinasi warna yang saling melengkapi dan terbentuk dari warna-warna yang berlawanan atau berseberangan pada lingkaran warna. Kesan yang ditimbulkan oleh warna-warna komplementer biasanya adalah suasana yang menggairahkan. Contohnya Merah dan hijau, kuning dan oranye.
Tidak selalu harus warna-warna yang tepat berseberangan , bisa juga digunakan warna yang nyaris berseberangan, misalnya kuning dan hijau dipadukan dengan violet bisa jadi kombinasi yang sangat cantik meskipun warna tersebut tidak tepat berseberangan.
Warna apapun yang terletak pada sisi yang berseberangan akan menyeimbangkan dan menghidupkan warna utama . Dalam memilih warna-warna disekitar warna yang tepat berseberangan, hasilnya akan tetap harmonis. Dan terkadang warna- warna tersebut bisa menjadi lebih menarik dibandingkan warna komplementer utamanya. Warna-warna komplementer biasanya akan saling memperkuat misalnya dinding berwarna kuning akan makin menonjol jika kusennya berwarna abu-abu violet pucat.
Gambar 3.18. Kombinasi Komplementer Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
5. Kombinasi Split Komplementer
Kombinasi split komplementer adalah dua warna yang berseberangan, tapi tidak benar-benar berseberangan tapi mendekati sudut 180 derajat dalam lingkaran
warna. Kombinasi split komplementer menggunakan 2 warna lain dari warna utama untuk mereduksi kekontrasan yang terjadi.
Gambar 3.19. Kombinasi Split Komplementer Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
6. Kombinasi Komplementer Triad
Kombinasi komplementer triad adalah adalah tiga warna berseberangan yang membentuk sudut 60 derajat dalam lingkaran warna. Bentuk pilihan kombinasi warna ini pada color wheel menyerupai segitiga sama sisi.
Gambar 3.20. Kombinasi Komplementer triad Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
7. Kombinasi Komplementer Tetra
Kombinasi komplementer tetra adalah empat warna yang berseberangan dan membentuk sudut 90 derajat dalam lingkaran warna/color wheel. Tetra komplementer juga sering disebut double komplementer.
warna. Kombinasi split komplementer menggunakan 2 warna lain dari warna utama untuk mereduksi kekontrasan yang terjadi.
Gambar 3.19. Kombinasi Split Komplementer Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
6. Kombinasi Komplementer Triad
Kombinasi komplementer triad adalah adalah tiga warna berseberangan yang membentuk sudut 60 derajat dalam lingkaran warna. Bentuk pilihan kombinasi warna ini pada color wheel menyerupai segitiga sama sisi.
Gambar 3.20. Kombinasi Komplementer triad Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
7. Kombinasi Komplementer Tetra
Kombinasi komplementer tetra adalah empat warna yang berseberangan dan membentuk sudut 90 derajat dalam lingkaran warna/color wheel. Tetra komplementer juga sering disebut double komplementer.
Gambar 3.21. Kombinasi Komplementer tetra Sumber : https://serupa.id/perpaduan-warna/
Warna juga punya karakter dan kepribadian yang unik dan berbeda satu sama lain. Warna bisa menghasilkan kesan tertentu bahkan bisa mempengaruhi mood atau perasaan manusia. Ada sejumlah warna yang bisa membangkitkan semangat, dan ada pula warna-warna yang dapat menenangkan emosi. Meningkatnya keberanian orang untuk berekspresi telah menyebabkan variasi warna (selain putih) banyak dipilih untuk menyemarakkan rumah tempat tinggal. Namun sebaiknya pahami dulu hal-hal yang berkaitan dengan warna itu sendiri dan hubungkan dengan kebutuhan dan kepribadian sipemakai. Warna memiliki pengaruh emosional yang kuat. Warna yang sesuai dengan kepribadian bisa mendatangkan kenyamanan fisik, mental, maupun spiritual serta bisa menyembuhkan dan menyeimbangkan emosi, yang pada akhirnya akan menciptakan keselarasan didalam rumah.
Dalam dunia psikologi dikenal istilah asosiasi warna (colour association), yang menunjukkan bahwa hubungan sebuah warna dengan emosi tertentu yang ditimbulkannya. Dengan mengetahui sifat dan karakter warna serta memahami asosiasi antara warna dengan mood, kita dapat menghindari kesalahan memilih warna.
1. Merah
Merah dapat membangkitkan energi, komunikatif, aktif, optimis, hangat, dan bersemangat, memberi kesan sensual dan mewah, dan berkaitan dengan ambisi.
Terlalu banyak warna merah bisa merangsang kemarahan dan agresivitas.
2. Oranye
Oranye melambangkan sosialisasi , penuh harapan dan percaya diri, membangkitkan semangat, vitalitas dan kreativitas, menimbulkan perasaan positif, senang, gembira dan optimis, penuh energi, bisa mengurangi depresi atau perasaan tertekan. Oranye
mempunyai karakter yang lebih feminine dan bersahabat tetapi apabila berlebihan justru akan merangsang perilaku hiperaktif.
3. Kuning
Kuning mempunyai kesan cerah, membangkitkan energi dan mood, penuh semangat, komunikatif dan mendorong ekspresi diri, memberi inspirasi, memudahkan berpikir secara logis dan merangsang kemampuan intelektual (cocok sebagai warna atau aksen diruang belajar). Tetapi apabila berlebihan akan menimbulkan kesan menakutkan.
4. Hijau
Hijau berkaitan dengan warna alam yang menyegarkan, membangkitkan energy, efek menenangkan, menyejukkan, menyeimbangkan emosi, elegan, menyembuhkan , mendorong perasaan empati terhadap orang lain, dapat meredakan stress, memberi rasa aman, dan perlindungan. Apabila berlebihan bisa menimbulkan perasaan terperangkap.
5. Biru
Biru dapat menimbulkan perasaan tenang dan dingin, melahirkan perasaan sejuk, tenteram , hening, dan damai, memberi kenyamanan dan perlindungan karena berkaitan dengan elemen air dan udara, berasosiasi dengan alam, melambangkan keharmonisan, memberi kesan lapang. Warna ini juga diasosiasikan dengan kesan etnik, antic, country-style. Tetapi apabila berlebihan bisa menimbulkan kelesuan.
6. Ungu
Ungu menampilkan suasana spiritual yang magis, mistis, misterius , dan mampu menarik perhatian, berkesan sensual, feminine , antic, yang juga anggun,dan hangat. Ungu yang gelap dapat memancarkan kekuatan, menambah kekuatan intuisi, fantasi dan imajinasi, kreatif, sensitive, memberi inspirasi, dan obsesif.
7. Coklat
Coklat memberi keyakinan dan rasa aman, coklat merupakan warna yang akrab dan menenangkan, mendorong komitmen, hangat, membumi dan stabil, elegan.
Terlalu banyak warna coklat bisa menjadi berat dan kaku.
8. Putih
Putih melambangkan kemurnian dan kepolosan, memberikan perlindungan, kenyamanan, ketentraman dan memudahkan refleksi. Terlalu banyak warna putih bisa menimbulkan perasaan dingin, steril, kaku dan terisolir.
9. Hitam
Hitam adalah warna yang kuat dan penuh percaya diri, maskulin, elegan, megah, dramatis dan misterius. Tapi hitam juga merupakan warna lambang duka dan dapat menimbulkan perasaan tertekan.
10. Abu-abu
mempunyai karakter yang lebih feminine dan bersahabat tetapi apabila berlebihan justru akan merangsang perilaku hiperaktif.
3. Kuning
Kuning mempunyai kesan cerah, membangkitkan energi dan mood, penuh semangat, komunikatif dan mendorong ekspresi diri, memberi inspirasi, memudahkan berpikir secara logis dan merangsang kemampuan intelektual (cocok sebagai warna atau aksen diruang belajar). Tetapi apabila berlebihan akan menimbulkan kesan menakutkan.
4. Hijau
Hijau berkaitan dengan warna alam yang menyegarkan, membangkitkan energy, efek menenangkan, menyejukkan, menyeimbangkan emosi, elegan, menyembuhkan , mendorong perasaan empati terhadap orang lain, dapat meredakan stress, memberi rasa aman, dan perlindungan. Apabila berlebihan bisa menimbulkan perasaan terperangkap.
5. Biru
Biru dapat menimbulkan perasaan tenang dan dingin, melahirkan perasaan sejuk, tenteram , hening, dan damai, memberi kenyamanan dan perlindungan karena berkaitan dengan elemen air dan udara, berasosiasi dengan alam, melambangkan keharmonisan, memberi kesan lapang. Warna ini juga diasosiasikan dengan kesan etnik, antic, country-style. Tetapi apabila berlebihan bisa menimbulkan kelesuan.
6. Ungu
Ungu menampilkan suasana spiritual yang magis, mistis, misterius , dan mampu menarik perhatian, berkesan sensual, feminine , antic, yang juga anggun,dan hangat. Ungu yang gelap dapat memancarkan kekuatan, menambah kekuatan intuisi, fantasi dan imajinasi, kreatif, sensitive, memberi inspirasi, dan obsesif.
7. Coklat
Coklat memberi keyakinan dan rasa aman, coklat merupakan warna yang akrab dan menenangkan, mendorong komitmen, hangat, membumi dan stabil, elegan.
Terlalu banyak warna coklat bisa menjadi berat dan kaku.
8. Putih
Putih melambangkan kemurnian dan kepolosan, memberikan perlindungan, kenyamanan, ketentraman dan memudahkan refleksi. Terlalu banyak warna putih bisa menimbulkan perasaan dingin, steril, kaku dan terisolir.
9. Hitam
Hitam adalah warna yang kuat dan penuh percaya diri, maskulin, elegan, megah, dramatis dan misterius. Tapi hitam juga merupakan warna lambang duka dan dapat menimbulkan perasaan tertekan.
10. Abu-abu
Abu abu termasuk dalam warna netral yang berkesan serius , menenteramkan dan menimbulkan perasaan damai, independent dan stabil, menciptakan keheningan dan kesan luas. Abu-abu bisa juga terkesan dingin, kaku dan tidak komunikatif.
Kesimpulan
Kita sudah tahu prinsip-prinsip pokok yang menentukan bentuk yang baik. Bentuk baru dapat dinilai baik atau harmonis bila menampilkan kesatuan ide. Dengan demikian unsure-unsur bentuk mendapatkan tingkat dan nilai dalam rangka komposisi keseluruhan , bukan sekedar merangkaikan unsure-unsur tanpa tujuan. Kita harus mampu menyatuka unsure-unsur dan aspek-aspek perancangan menjadi susunan yang serasi dalam kesatuan ide yang sama. Semakin berbeda dan kontras unsure-unsur dalam suatu bentuk keseluruhan semakinkuatlah harmoni yang tercapai.
Dalam memilih warna, gunakan warna-warna yang sejenis value-nya atau sejenis intensitasnya sebagai penghubung warna-warna yang berbeda. Jika menggunakan beberapa warna, bedakan dalam jumlah atau kuantitas pemakaiannya. Jika ruang yang didesain sempit , hindari warna-warna gelap karena akan menimbulkan kesan semakin sempit dan menekan. Gunakan warna-warna terang untuk menimbulkan kesan luas.
Daftar Pustaka
Suptandar.J . 1999, Desain Interior, Djambatan https://kuliahdesain.com/rumus-campuran-warna/
https://serupa.id/perpaduan-warna/