6. Cara Memainkan
a. Langkah pertama, guru menyiapkan alat permainannya, kemudian guru membagi anak menjadi dua kelompok.
b. Setelah itu, guru menjelaskan cara bermain dan aturan bermain.
c. Selanjutnya, guru meminta anak-anak untuk berbaris sesuai dengan kelompoknya.
d. Kemudian guru meminta dua anak untuk mulai bermain, pertama dua anak tersebut diminta untuk mengambil satu bola yang sudah disediakan.
e. Selanjutnya, anak diminta untuk memperlihatkan bola yang diambil kepada gurunya.
f. Kemudian anak diminta untuk berjalan dengan menginjak pola kaki yang sesuai dengan warna bola yang didapatnya.
g. Setelah sampai diujung, anak diminta untuk mencocokkan (lambang angka dan huruf serta gambar hewan dan buah- buahan), guru menentukan mana yang akan dicocokkan oleh anak, misalnya lambang angka, maka anak hanya akan mencocokkan angka. Begitu seterusnya.
h. Siapa yang paling cepat menyelesaikan apa yang dicocokkan, dialah pemenangnya.
belakang, terdapat bentuk-bentuk bangun datar sebagaimana yang ada di depan, namun pada sisi belakang ini tidak terdapat lubang, melainkan bangun datar timbul dan dipasangkan perekat pada setiap atas belakang bagian bangun datar sebagai media tempat bagi anak-anak untuk belajar mengenal warna dan bermain tebak-tebakan. Adapun pada sisi sebelah kanan kotak ini terdapat gelas-gelas plastik yang dibentuk seperti tangga zigzag untuk bermain running ball.
APE ini adalah hasil karya orisinil yang mengkombinasikan beberapa jenis permainan sekaligus, sehingga lebih praktis dan menarik bagi anak.
2. Sasaran usia
APE ini ditujukan untuk anak usia 3-6 tahun, namun strategi memainkannya yang harus disesuaikan berdasarkan usia anak. Usia lebih kecil dibuat lebih sederhana, begitu juga sebaliknya.
Gambar 6.3 Kotak Ajaib
3. Aspek perkembangan yang dapat distimulasi a. Kognitif
Aspek perkembangan kognitif anak dapat berkembang dengan APE ini ketika anak melemparkan buah-buahan yang sudah disediakan sesuai dengan gambar buah-buahan yang tertempel pada setiap samping lubang kotak. Aspek kognitif anak juga dapat berkembang ketika anak bermain tebak- tebakan sebagi permainan yang ada pada sisi belakang kotak ajaib, yaitu ketika anak berkonsentrasi dan berfikir mengenai buah apa yang warnanya sama dengan bangun datar yang diangkatkan oleh temannya. Pada permainan running ball yang terdapat pada sisi kanan kotak ajaib, aspek kognitif anak dapat berkembang ketika anak mulai menghitung jumlah kelereng yang berhasil dimasukkannya hingga gelas plastic terbawah sebagai gelas finis kelereng.
b. Bahasa
Aspek bahasa anak terjadi ketika anak saling berinteraksi dengan teman-temannya saat memainkan APE ini. Semakin banyak jenis permainan yang dimanikan anak, maka perkembangan aspek bahasa anak akan semakin baik karena APE ini diprioritaskan untuk dimainkan secara berkelompok.
c. Sosial emosional
Aspek perkembangan sosial emosional anak dapat berkembang karena APE ini dimainkan secara kelompok yang mengharuskan anak-anak untuk bekerja sama dalam tim. Selain itu, anak-anak akan mengekspresiakan emosi yang berbeda-beda saat bermain bersama teman-teman, seperti rasa kecewa, bahagia, sedih, marah, semangat, dan lain-lain.
d. Fisik motorik
Aspek perkembangan fisik motorik anak dapat berkembangan dengan APE ini karena membutuhkan aktivitas fisik yang cukup banyak. Misalnya saat anak harus
berlari menuju garis yang sudah ditentukan sebagai garis jarak pelemparan buah-buahan, memetik buah-buahan dari pohon ajaib dengan tangannya lalu melemparkan buah- buahan tersebut ke dalam kotak ajaib yang sudah di sediakan, dan lain sebagainya.
e. Seni
Aspek seni anak dapat berkembang saat anak melihat berbagai bentuk dan warna yang terdapat dalam APE. Selain itu, anak juga dapat dilibatkan untuk membuat APE sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
f. Moral agama
Aspek moral agama dapat berkembang ketika anak bermain bersama dengan teman-teman yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Dalam situasi seperti ini, anak banyak belajar tentang nilai-nilai moral seperti kesabaran, tolong menolong, kerja sama, pantang menyerah, saling menghargai, dan lain sebagainya. Saat bermain, anak-anak juga harus memulai dan mengakhiri dengan berdo‘a.
4. Alat dan Bahan a. Gunting b. Cutter c. Gelas plasti d. Jarum
e. Alat lem tembak f. Triplek
g. Paku
h. Kain flannel i. Kardus j. Perekat
k. Pohon jambu kecil l. Cupsealer
m. Kayu n. Lem
o. Kain bekas p. Lakban q. Double tipe r. Kelereng s. Benang wol t. Isolasi
5. Cara pembuatan
a. Siapkan triplek yang sudah dipotong dengan ukuran sesuai keinginan.
b. Pada triplek bagain depan bentuklah 2 lingkaran, 2 segi empat dan 2 segi tiga atau bisa ditambah sesuai selera
c. Cat triplek dengan warna putih
d. Siapkan 8 buah kayu yang sudah dipotong sesuai ukuran triplek tersebut
e. Buatlah kerangka membentuk balok sesuai ukuran yang sudah ada
f. Paku setiap ujung sisi triplek tersebut agar kuat
g. Setelah membentuk balok rekatkan lakban hitam pada setiap pertemuan sisi triplek untuk menutupi kepala paku
h. Tempelkan pola buah-buahan yang dibuat dari kain flanel pada lingkaran, segi empat dan segi tiga.
Cara membuat buah-buahan:
a. Buat pola buah-buahan yang diinginkan pada kain flannel.
b. Jahit pinggir pola buah-buahan yang sudah dibentuk dengan menyisakan sedikit lubang untuk memasukkan kain perca sebagai isi buah.
c. Potong kain perca agar berukuran lebih kecil agar kain perca mudah dimasukkan kedalam pola yang sudah dibentuk.
d. Masukkan kain perca tersebut ke dalam pola buah-buahan lalu jahit pinggir pola buah yang tadi masih berlubang.
Cara membuat pohon buah
a. Siapkan pohon jambu kecil dan bersihkan semua daunnya serta potong ranting yang berukuran panjang.
b. Tempelkan perekat pada setiap bagian ranting yang cocok ditaruhi buah atau sesuai selera.
c. Siapkan cup sealer sebagai penopang pohon jambu agar bisa berdiri.
d. Masukkan pasir atau kardus-kardus bekas yang sudah diremas ke dalam lubang cup sealer sebagai isi cup sealer untuk menguatkan berdirinya pohon.
6. Cara memainkan APE
Cara memainkan sisi depan Kotak Ajaib untuk anak usia 5-6 tahun:
a. Buatkan garis star dengan jarak 2 meter dari kotak ajaib.
b. Buat pula garis pelemparan dengan jarak 1 meter dari kotak ajaib dan siapkan pohon ajaib pada garis pelemparan ini.
c. Bagi anak-anak/peserta didik menjadi dua kelompok
d. Minta anak-anak/ peserta didik untuk berbaris sesuai kelompoknya di belakang garis star.
e. Beritahukan kepada peserta didik mengenai peraturan permainannya.
f. Berikan kode sebagai pertanda dimulainya permainan, seperti dengan meniupkan peluit dengan bunyi yang panjang sebagai tanda bahwa peserta didik sudah boleh memulai permainannya..
g. Bila kode atau peluit sudah dibunyikan, anak-anak berlari dari garis star menuju pohon ajaib yang ada pada garis pelemparan.
h. Selanjutnya anak-anak harus memetik salah satu buah- buahan yang ada pada pohon ajaib dan melemparkannya ke dalam lubang yang sudah disediakan pada kotak ajaib.
i. Setelah salah satu anak selesai melemparkan buah- buahannya, anak tersebut harus berlari ke samping kotak ajaib dan membuat barisan sesuai kelompoknya lagi.
j. Bila anak pemain pertama sudah terlihat berada di samping kotak ajaib, anak selanjutnya sebagai pemain kedua harus
segera berlari sebagaimana anak pemain pertama tadi dan begitu seterusnya.
Cara memainkan sisi belakang Kotak Ajaib untuk anak usia 5-6 tahun:
a. Bagi anak-anak menjadi dua kelompok, yaitu kelompok penanya dan kelompok penjawab.
b. Kelompok penanya diminta untuk berbaris di belakang kotak dan kelompok penjawab diminta untuk berbaris di depan kotak ajaib.
c. Bila kelompok penanya mengangkat salah satu bangun datar dari belakang kotak, maka anak yang berada pada baris terdepan dari kelompok penjawab wajib menyebutkan warna dan bentuk bangun datar yang diangkat oleh kelompok penanya tersebut.
Cara memainkan sisi samping kotak ajaib untuk anak usia 3-6 tahun:
a. Guru memberi arahan kepada siswa bagaimana cara memainkan permainan running ball
b. Guru membagikan kelereng kepada setiap siswa sebanyak 3 buah kelereng
c. Anak-anak melakukan permainan dengan cara memasukkan kelereng pada gelas yang terdapat dibagian paling atas sehingga kelereng yang telah dimasukkan menggelinding mengikuti gelas-gelas yang ada dibawah gelas yang telah kelereng masuki
d. Selanjutnya anak melakukan permainan tersebut berulang- ulang sesuai jumlah kelereng yang diberikan
e. Bagi anak usia 3-4 tahun kelereng yan diberikan berukuran kecil dan usia 5-6 tahun berukuran besar, karena jika ukuran kecil yang dimasukkan ke Gekas tersebut maka akan lebih mudah untuk memasukkan bola sampai gelas terakhir teapi jika kelerenganya lebih besar dan bebannya menjadi lebih berat maka untuk memasukkan bola sampai gelas paling
bawah akan sulit, dari hal tersebut anak akan menjadi geregetan dan ingin mencoba dan terus mencoba sampai dia bisa memasukkan bola.
f. Bagi anak yang paling banyak memasukkan kelereng ke dalam gelas maka dialah pemenangnya.