• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Anda sebagai Orang Tua

Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua ketika bermain bersama anak adalah sebagai berikut:2

1. Memastian jadwal kesibukan sehari-hari dan membuat jadwal khusus untuk menemani anak bermain. Pastikan orang tua bisa terlibat secara langsung dalam permainan yang dilakukan anak.

2. Mendukung kreativitas anak dalam bermain, seperti memberi kesempatan anak untuk berekspresi, memilih dan menetukan permainan yang diinginkan, dan membuat berbagai aktivitas yang menarik perhatiannya. Orang tua hanya memberikan fasilitas, mendukung kebutuhan anak, dan mengawasi serta mengontrol kegiatan yang dilakukan anak.

3. Membimbing dan mengawasi anak dalam bermain. Peran orang tua bukan mendikte anak yang sedang bermain berdasaran pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, tetapi memberikan bimbingan dan mengawasi jika ada hal-hal yang menyimpang dan membahayakan.

4. Melakukan kegiatan bermain selama anak merasa senang dan tertarik dengan kegiatan tersebut.

5. Memfasilitasi anak dengan alat-alat permainan yang sesuai dengan ukuran tubuh dan kemampuannya.

2 Purnama, Heldanita, and Hijriyani.

6. Jika anak terlihat sangat keranjingan dengan alat-alat permainan tersebut, berilah kebebasan padanya selama hal itu tidak menggangu pertumbuhan fisik maupun kepribadiannya.

Hasil penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Iftitah dan Anawaty menjabarkan manfaat yang didapatkan oleh anak dari pendampingan orang tua yaitu:3

1. Anak merasa tidak sendiri

Pada tahap perkembangannya, anak masih sangat butuh didampingi dan dibimbing oleh orang dewasa, khususnya orang tua. Saat anak bermaian atau belajar, anak belum sepenuhnya mandiri, sehingga butuh orang yang mendampingi. Kehadiran orang tua dapat menghilangkan rasa kesepian, ketakutan, atau kebingungan sehingga anak merasa lebih bersemangat dan percaya diri.

2. Orang tua sebagai pemberi semangat

Masa usia dini merupakan masa di mana emosi anak masih sangat labil. Pada satu waktu kita mendapati anak dalam keadaan bersemangat, namun sesaat kemudian tiba-tiba down, badmood, atau tidak bersemangat. Kondisi ini sangat wajar ditemukan pada diri anak sehingga kehadiran orang tua bisa menjadi penyemangat alamiah seorang anak, apalagi jika orang tua selalu memberikan motivasi dengan kata-kata yang mengandung makna positif.

3. Orang tua memfasilitasi kebutuhan anak

Orang tua adalah fasilitator bagi seorang anak karena anak belum bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Saat ditemani oleh anda, anak dapat menunjukkan kebutuhan-kebutuhan yang harus anda fasilitasi, misalnya kebutuhan secara materi maupun batin seperti kasih sayang, cinta, ketulusan, dan lain sebagainya.

3 Selfi Lailiyatul Iftitah and Mardiyana Faridhatul Anawaty, ‗Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Di Rumah Selama Pandemi Covid-19‘, Journal of Childhood Education, 4.2 (2020), 71–81.

Apabila anda tidak menemani anak, mustahi bagi anda mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan anak anda.

4. Anak dapat berdiskusi dan bertanya

Saat anda menemani anak bermain/belajar, anak anda dapat mengajak anda berdiskusi atau bertanya terkait dengan hal-hal yang belum mereka pahami atau butuh penjelasan lebih lanjut. Dunia anak merupakan pusat perkembangan otak manusia, sehingga pasti anak anda sedang dalam masa ingin tahu yang berlebihan. Segala hal yang mereka lihat atau dengar dari lingkungan sekitarnya akan menjadi bahan pertanyaan dan kehadiran anda sebagai orang tua dapat menjadi penawar dahaga keingintahuan mereka.

5. Membantu anak mengenali diri sendiri

Sebagai orang dewasa, anda dapat mengetahui potensi yang dimiliki oleh anak anda. Dengan memberikan pendampingan kepada anak, anda sudah berusaha membantu anak mengenali potensi dan keunggulan dirinya sehingga anda dapat memberikan stimulus yang lebih banyak pada pontesi dan keunggulan yang dimiliki anak.

6. Dapat melihat dan mengembangan bakat anak

Saat mendampingi anak, anda juga secara tidak langsung melakukan pengamatan terhadap bakat-bakat yang dimiliki anak. Semakin banyak durasi waktu bersama anak, maka semakin banyak kesempatan anda untuk mengetahui bakat- bakat yang dimiliki anak, baik bakat kesenian, menulis, olahraga, dan sebagainya.

7. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar

Anda merupakan penentu bagaimana kondisi lingkungan belajar anak anda. Baik atau buruknya lingkungan belajar tergantung dari bagaimana anda mengatur dan menciptakannya berdasarkan kebutuhan dari masing-masing anak. Oleh sebab itu, kehadiran anda sebagai orang tua mutlak dibutuhkan anak

untuk membuat setting lingkungan belajar yang kondusif tersebut.

Selain mempersiapkan diri anda juga perlu memperhatikan beberapa faktor dalam memilih alat dan arena bermain yang tepat untuk anak sebagai berikut:4

1. Faktor kebersihan

Anak usia dini adalah individu yang sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit, terutama penyakit yang berkaitan dengan alergi kulit. Saat bermain, anak kadang-kadang tidak memperdulikan kebersihan karena mereka asyiknya bermain membuat mereka acuh tak acuh dengan keadaan alat dan tempat bermain. Untuk mengantisipasi hal ini, orang tua sebagai fasilitator harus memperhatikan dan memastikan kebersihan alat dan tempat bermain terlebih dahulu, sehingga anak bisa langsung beraksi tanpa khawatir terserang penyakit tertentu.

2. Faktor keamanan

Selain kebersihan, faktor keamanan juga sangat penting untuk diperhatikan karena anak usia dini belum sepenuhnya mengerti apakah alat permainan yang digunakan aman atau tidak untuk digunakan. Oleh sebab itu, peran serta orang tua dan guru menjadi sangat penting untuk memilih dan memilah alat permainan yang cocok untuk anak sesuai dengan usia dan tingkat perkembangannya. Alat permainan yang cocok untuk anak usia 6 tahun sebaiknya tidak diberikan kepada anak usia 3 tahun karena dikhawatirkan ketidak sesuaian antara kondisi anak dengan bahan atau cara memainkannya.

3. Faktor kesesuaian

Alat permainan edukatif yang diberikan kepada anak harus menyesuaikan dengan kondisi anak yang

4 Dwi Murtiningsih, ‗Peran Orang Tua Dalam Kegiatan Bermain Anak Usia Dini (4-6 TAHUN) Di Rumah (Studi Pada RT. 05/07 Kelurahan Gegerkalong Kota Bandung)‘, Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 9.2 (2013), 1–14.

menggunakannya. Beberapa aspek yang harus diperhatikan antara lain tingkat perkembangan, usia, ukuran badan (tinggi, gemuk, kurus, pendek), dan jenis kelamin. Contohnya dari aspek tingkat perkembangan, setiap anak memiliki tingkat perkembangan yang berbeda-beda, sehingga kebutuhan terhadap alat permainan edukatif juga tentu saja berbeda. Dari aspek usia juga memungkinkan adanya perbedaan kebutuhan pada setiap jenjang usia karena usia biasanya berbanding lurus dengan ukuran badan anak.

4. Faktor kualitas

Kualitas merupakan faktor yang selalu menjadi tolak ukur bagus atau tidaknya sebuah produk. Alat permainan edukatif yang memiliki kualitas yang baik tentu saja masuk dalam kategori bagus dan biasanya memiliki tingkat keamanan yang baik. Kualitas yang baik juga biasanya tahan lama dan tidak mudah rusak. Sebaliknya, alat permainan edukatif yang memiiki kualitas yang buruk berbanding lurus dengan tingkat keamanan dan ketahanan yang relatif lebih rendah.

5. Faktor kapasitas

Alat permainan edukatif juga harus memperhatikan faktor kapasitas karena anak-anak dapat bermain secara individu maupun kelompok. Saat anak bermaian secara berkelompok, kapasitas alat permainan edukatif harus diketahui agar anak merasa nyaman dan aman saat menggunakan alat permainan tersebut. Anda juga sebaiknya membeli alat permainan edukatif yang memiliki kapasitas cukup banyak agar anak bisa bermain bersama teman-teman yang lain untuk mendapatkan sensasi yang lebih seru.