• Tidak ada hasil yang ditemukan

FUNGSIONALISME

7.2. Penyajian 1. William James

7.2.3. Lightner Whitmer

95 Catatan Kritis terhadap Pemikiran McKeen Cattel

Pada 1901, Clark Wissler yang merupakan mantan murid Cattel, diminta oleh Cattel untuk mengetes mentalnya. Wissler menyelesaikan serangkaian tes dan hasilnya sangat buruk (Goodwin, 2015). Tes tersebut tidak berhubungan satu sama lain (misalnya, korelasi antara waktu reaksi dan penamaan warna hanya sedikit +.15) dan, yang lebih kritis, reaksi waktu tidak berkorelasi dengan kinerja akademik (misalnya korelasi +.02 antara waktu reaksi dan kinerja akademik). Performa siswa di kelas (termasuk gym) berkorelasi lebih tinggi dengan performa akademik secara keseluruhan daripada tes Cattell mana pun. Dalam sebuah pernyataan, Wissler (dalam Goodwin, 2015) menyimpulkan bahwa korelasi dalam tes Cattel tidak cukup untuk tujuan praktis. Dia menemukan bahwa interkorelasi di antara tes sangat rendah.

Korelasi antara berbagai tes dan keberhasilan di peguruan tinggi hampir mendekati angka nol. Dengan kata lain tes-tes yang dikembangkan Cattel tidak reliabel. Tes mental tersebut terlalu menekankan pada proses sensorik daripada pada proses mental.

Alasan lainnya adalah karena ia meminimalkan perbedaan penting antara pikiran anak-anak dan orang dewasa. Sehingga tes mentalnya dirasa tidak valid.

96

bidang ini memiliki nilai praktis bagi psikolog sekolah awal. Pada bulan Maret 1896, Witmer membuka klinik pertama di dunia yang dipimpin oleh seorang psikolog. Pada tahun pertama, klinik tersebut menangani puluhan kasus, terutama klien dengan gangguan belajar. Pada tahun 1907, Witmer mendirikan jurnal baru bernama The Psychological Clinic. Artikel pembuka Witmer dalam edisi pertama jurnal barunya menyerukan profesi baru yang disebut psikologi klinis.

Klinik Psikologi Klinis Pertama

Lighter Witmer belajar di bawah bimbingan Wundt di Leipzig. Saat kembali ke Amerika Serikat pada tahun 1892, Witmer mengambil posisi di University of Pennsylvania. Pada tahun 1894, universitasnya mengadakan kursus untuk guru sekolah. Witmer terlibat dalam dalam kursus tersebut. Seorang guru menceritakan tentang kondisi salah satu siswa laki-lakinya yang mengalami kesulitan belajar mengeja, yang saat ini disebut disleksia. Witmer pun melihat anak itu untuk mengetahui apakah dia bisa membantu atau tidak. Segera setelah itu, Witmer menawarkan kursus tentang bagaimana bekerja dengan siswa yang cacat mental. Hal ini mendoronganya untuk membentuk klinik psikologi pertama di dunia di universitasnya di 1896 (Chung & Hyland, 2012).

Pada tahun 1908, Witmer mendirikan sekolah perumahan untuk perawatan dan pengobatan anak-anak dengan intelektual atau masalah perilaku. Meskipun keragaman kasus klinis Witmer meningkat, dia selalu memberi penekanan pada aspek pendidikan psikologi klinis. Witmer menekankan pengukuran, khususnya fisik dan sifat neurologis. Witmer tertarik pada psikologi dinamis yang sedang dikembangkan di Eropa oleh Freud, tetapi tidak yakin apakah akan berhasil di terapkan di Amerika.

Witmer juga tertarik dalam karya Galton dan percaya bahwa penyakit mental bersifat turun-temurun. Seiring berjalan waktu, Witmer pun sampai pada kesimpulan bahwa ternayta lingkungan lebih penting. Pergeseran penekanan dari turun-temurun ke lingkungan ini memiliki dampak yang sangat besar mempengaruhi perkembangan psikologi klinis. Jika penyakit mental adalah murni genetik, maka tidak banyak yang bisa dilakukan untuk intervensi psikologis. Namun, jika penyakit mental disebabkan oleh suatu lingkungan yang tidak memuaskan, implikasinya adalah psikologi dapat memberikan intervensi perubahan lingkungan pasien untuk mendapatkan kondisi yang lebih baik.

97 Witmer mempromosikan pendekatan di mana sakit mental ditangani guna membantu pasien hidup lebih baik. Salah satunya adalah memindahkan pasien tersebut ke lingkungan yang lebih baik (Chung & Hyland, 2012). Fokus pada lingkungan ini konsisten dengan penekanan pada pembelajaran yang menyatakan bahwa pasien sakit mental telah mempelajari banyak hal dengan tidak benar, maka perbaikan pengalaman dapat menolong pasien tersebut untuk meminimalkan penyakit mentalnya.

Klinik Witmer dipimpin dan sebagian besar dikelola oleh psikolog. Hal ini merupakan titik awal bagi psikolog untuk mengelola penyakit mental. Pada awal abad ke-20 beberapa rumah sakit di Amerika Serikat telah memperkenalkan praktik pemeriksaan psikologis pasien saat masuk. Psikolog bekerja bersama psikiater dengan cara yang kemudian menjadi karakteristik psikologi klinis secara umum.

Jurnal Psikologi Klinis Pertama

Lighter Witmer menciptakan istilah psikologi klinis dan menerbitkan artikel berjudul Practical work in psychology dalam jurnal Pediatrics juga pada tahun 1896 (Chung & Hyland, 2012).

Pada 1907, Witmer mendirikan jurnal The Psychological Clinic yang memuat deskripsi studi kasus, laporan penelitian, dan artikel teoritis. Dalam edisi pertamanya, ia menerbitkan artikel Psikologi Klinis dan memberi definisi pada spesialisasi baru psikologi klinis dengan menyatakan “Meskipun psikologi klinis jelas terkait dengan obat-obatan, hal ini cukup erat kaitannya dengan sosiologi dan pedagogi. Saya telah meminjam kata “klinis” dari kedokteran, karena itu adalah istilah yang dapat saya temukan untuk menunjukkan karakter metode yang saya anggap perlu untuk ini bekerja. Psikologi Klinis Witmer mendapat banyak perhatian karena berhubungan dengan studi tentang anak-anak. Dalam artikelnya, Witmer mempresentasikan gagasan bahwa semua jenis anak-anak (cerdas atau terbelakang mental) dapat mencapai potensi penuh mereka dengan bantuan.

Dalam jurnalnya, Witmer memasukkan definisi keterbelakangan menggunakan dua istilah yang berbeda yaitu keterbelakangan fisiologis, yang merujuk kepada individu yang tidak memperoleh perkembangan normal untuk usia kronologis mereka; serta keterbelakangan pedagogis yang merujuk pada anak- anak yang tidak mengembangkan kapasitas penuh mereka ketika mereka mencapai usia dewasa. Berita tentang klinik Witmert

98

menyebar. Witmer pun mendapatkan beragam kasus anak-anak, mulai dari gangguan fisiologis, kognitif, dan masalah perilaku yang berkaitan dengan akademik tahun 1896 (Goodwin, 2015). Pada bulan Desember tahun itu, dia menyampaikan makalah di pertemuan tahunan APA di Boston. Dia menyerukan peningkatan penelitian tentang jenis masalah yang dia hadapi dan pembuatan program pelatihan untuk meningkatkan jumlah tenaga ahli yang mampu memecahkan masalah tersebut.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa cikal bakal psikologi klinis dimulai dengan pemahaman yang relatif sempit pada mendiagnosis dan merawat anak-anak dengan masalah yang berhubungan dengan sekolah. Hari ini, bidang keahlian itu berhubungan dengan psikologi sekolah. Faktanya, psikolog sekolah juga menganggap Witmer sebagai salah satu dari pelopor psikologi sekolah. Divisi APA untuk Psikologi Sekolah memberikan

“Penghargaan Lightner Witmer” tahunan kepada seorang psikolog sekolah muda yang berprestasi.

Catatan Kritis terhadap Pemikiran Lightner Witmer

Keberatan-keberatan yang diberikan sebagai petunjuk pertama yaitu konflik yang muncul antara psikologi sebaga ilmu dengan psikologi sebagai profesi yang diterapkan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, persoalan ini sudah ada sampai saat ini, sejak 1896. Meskipun keberataan, Witmer tetap melanjutkan pekerjaanya dan memperluas kliniknya dalam rangka beurusan dengan berbagai kasus, di mana awalnya terutama terdiri dari anak- anak yang terbelakang.

Dalam dokumen B-18 a. Buku Ajar Sejarah dan Aliran Psikologi (Halaman 100-103)