LATAR BELAKANG BEHAVIORISME
8.1. Pendahuluan 1. Deskripsi Singkat
8.2.3. Vladimir Bekhterev
113 membunyikan bel tetapi dengan tingkat bunyi di atas 235 hertz dan anjing tetap meneteskan air liurnya. Kedua adalah differentiation atau diferensiasi yang terjadi ketika anjing sudah dapat membedakan stimulus yang diberikan. Kita membunyikan bel dengan frekuensi suara di atas 300 hertz dan memberikan makan pada anjing. Kemudian, kita membunyikan bel dengan frekuensi suara di atas 235 hertz tetapi tidak memberikan makanan. Maka, anjing akan belajar membedakan kedua stimuli tersebut dan hanya akan meneteskan air liurnya ketika mendengar bel dengan frekuensi suara di atas 300 hertz.
Catatan Kritis terhadap Pemikiran Ivan Pavlov
Ivan Pavlov yang merupakan salah satu tokoh penting dalam aliran behaviorisme. Pavlov juga mendapat kritik karena metode- metode yang dilakukannya terhadap anjing dianggap terlalu kejam.
Metode penelitian yang dilakukan Pavlov terhadap anjing meliputi pembedahan perut, pemasangan selang, dan surgical exposure untuk meneliti proses pencernaan dan sekresi memang sangat kejam. Banyak anjing yang mati karena penelitian ini. Belum lagi, pada saat pengujian conditional reflex dengan menggunakan bel yang cenderung membuat anjing terkejut. Selain itu, penelitiannya pada perilaku anjing dianggap tidak bisa diimplementasikan kepada manusia karena hewan memiliki cara berpikir yang berbeda dengan manusia. Bagaimanapun juga manusia berbeda dengan hewan yang tidak mempunyai akal pikiran. Penelitian Pavlov tidak bisa digunakan untuk mengukur bagaimana manusia akan bertindak.
114
psikiatri di Universitas Kazan. Sejak awal karirnya, Bekhterev tertarik pada masalah neurologis. Saat bekerja di Kazan, dari tahun 1885 hingga 1893, Bekhterev mendirikan salah satu laboratorium psikofisiologis pertama di Rusia, mendirikan rumah sakit untuk penyakit saraf, mengorganisir Society of Neuropathologists and Psychiatrists, dan mendirikan jurnal Herald of Neurology. Pada tahun 1888, karyanya selama bertahun-tahun mengenai anatomi dan fisiologi sistem saraf berhasil dipublikasikan dalam Conductive Paths of the Brain and Spinal Cord.
Pada tahun 1893, Bekhterev meninggalkan Universitas Kazan untuk bekerja di St. Petersburg di mana Bekhterev ditunjuk sebagai profesor penyakit mental dan saraf di Akademi Medis Militer. Bekhterev juga mengorganisir sebuah rumah sakit saraf dan meluncurkan Russian Society of Normal and Pathological Psychology dan jurnal baru yang berjudul Review of Psychiatry, Neurology, and Experimental Psychology. Sekitar tahun 1903 sampai 1907, Bekhterev telah menerbitkan seri tujuh volume berjudul Teaching about the Functioning of the Brain, yang menjadi ensiklopedia ilmu saraf secara internasional.
Pada tahun 1907, Bekhterev membuka Institut Psikoneurologis di St. Petersburg, yang merupakan pusat besar pertama untuk studi komprehensif tentang fenomena psikologis manusia yang kompleks. Tujuan Bekhterev ialah mengintegrasikan pengetahuan mengenai anatomi dan fisiologi dengan pemahaman perilaku individu dan sosial manusia. Akan tetapi, masih pada tahun awal 1900-an, ada kerusuhan politik dari polisi dan pemerintah yang menjadi lebih curiga dan represif terhadap kampus-kampus di Rusia termasuk Institut Psikoneurologis yang didirikan Bekhterev.
Dalam situasi politik, Bekhterev secara aktif melawan apa yang dianggapnya sebagai penindasan seperti contohnya penerbitan esai yang mengecam kebijakan pemerintah mengenai pembatasan orang-orang Yahudi di Ghetto dan menentang kuota nasionalis di universitas. Kegiatan Bekhterev ini memperburuk hubungannya dengan pemerintah sekaligus atasannya sehingga membuatnya dikeluarkan dari Akademi Medis Militer St. Petersburg dengan dalih Bekhterev telah melampaui masa pensiunnya. Pada saat yang sama, menteri pendidikan saat itu menolak untuk menyetujui pencalonan Bekhterev untuk masa jabatan berikutnya sebagai direktur Institut Psikoneurologis.
Pada tahun 1917, ketika Bolshevik merebut kekuasaan, Bekhterev dapat menyambut rezim baru dengan janjinya untuk
115 melakukan reformasi demokrasi, setelah mengalami kesulitan di bawah rezim lama. Pada tahun 1927, Bekhterev dinyatakan meninggal dunia dengan kematian yang cukup misterius. Ada yang menyatakan Bekhterev meninggal setelah mengkonsumsi daging kaleng yang rusak, sementara yang lain menyatakan karena serangan jantung (Lawson dkk., 2018).
Refleksiologi
Bekhterev telah banyak melakukan eksperimen-eksperimen yang membawa pengetahuan bagi masyarakat secara luas, salah satunya adalah konsep refleksiologi. Bekhterev menolak metode introspeksi karena aktivitas masing-masing manusia berbeda.
Bekhterev lebih menekankan pada kesatuan refleksiologi. Proses psikologis dan fisiologis melibatkan energi saraf yang sama dan refleks yang dapat diamati (Brennan, 2014). Bekhterev juga menggunakan pendekatan objektif dalam refleksiologi di mana pendekatan objektif ini merupakan sebuah upaya untuk menjelaskan semua individu dan sosial dalam kaitannya dengan konsep refleks. Bekhterev menganggap seorang individu sebagai sistem transformasi dan pertukaran energi (Benjafield, 2015).
Bekhterev lebih berfokus untuk menyelidiki kemampuan motorik daripada pengkondisian saliva, di mana gerakan otot dikondisikan untuk berbagai rangsangan (Goodwin, 2015).
Refleks Asosiasi
Refleks asosiasi merupakan refleks yang dapat ditimbulkan tidak hanya oleh rangsangan yang tidak berkondisi, tetapi juga oleh rangsangan yang telah dikaitkan dengan rangsangan yang tidak berkondisi. Bekhterev menemukan bahwa gerakan refleksif seperti menarik jari seseorang dari sumber sengatan listrik dapat ditimbulkan tidak hanya oleh stimulus tak terkondisi yang berupa sengatan listrik, tetapi bisa juga oleh rangsangan yang telah menjadi terkait dengan stimulus asli. Misalnya bunyi buzzer pada saat goncangan segera menimbulkan penarikan jari otomatis. Para asosiasionis lain menjelaskan hubungan semacam itu sebagai proses mental. Akan tetapi, Bekhterev menganggap reaksinya sebagai refleksif. Bekhterev juga mengemukakan bahwa perilaku dengan tingkat yang lebih tinggi dari kompleksitas yang lebih besar bisa dijelaskan dengan cara penggabungan refleks motorik tingkat bawah (Schultz & Schultz, 2016).
116
Persaingan dengan Pavlov
Bekhterev merupakan seorang yang sering menjadi saingan Pavlov. Bekhterev lebih mengenal psikologi Wundt, maka Bekhterev lebih sensitif terhadap masalah yang menjadi perhatian psikologi daripada Pavlov. Oleh karena itu, tulisan-tulisannya yang umum tentang refleksiologi mendapatkan penerimaan yang lebih cepat di kalangan psikolog daripada karya Pavlov yang lebih sistematis (Brennan, 2014). Pavlov adalah seorang spesialis yang memiliki minat pada fisiologi proses pencernaan dan kemudian berkembang pada penelitian otak, sedangkan Bekhterev lebih tertarik pada masalah neurologis sejak awal karirnya. Pavlov memiliki sebuah eksperimen dengan anjing yang tujuannya adalah induksi respons fisiologis terhadap rangsangan asosiatif. Bekhterev mempertanyakan validitas dari pengakuan publik terhadap Pavlov sebagai pendiri dari metode refleks. Pavlov pada gilirannya juga ikut mempertanyakan metodologi eksperimental Bekhterev (Lawson dkk., 2018).
Catatan Kritis terhadap Pemikiran Vladimir Bekhterev
Bekhterev pernah mendapatkan kritikan dan amarah dari pihak atasannya dan juga pemerintah. Hal ini dikarenakan aksi Bekhterev yang menentang apa yang dianggapnya sebagai penindasan seperti pembatasan orang-orang Yahudi di Ghetto dan menentang kuota nasionalis yang Bekhterev tulis dalam sebuah esai (Lawson dkk., 2018). Selain itu, Chelpanov dalam makalahnya yang berjudul On Experimental Method in Psychology (1901), secara terbuka mengkritik pengikut Pavlov dan Bekhterev.
Chelpanov menyatakan bahwa mereka yang mencoba mendiskreditkan gagasan kesadaran dalam upaya membangun psikologi objektif hanya menipu diri mereka sendiri. Mereka dapat mengganti referensi kesadaran menjadi referensi refleks.
Chelpanov berpendapat bahwa mereka harus meninggalkan ide penelitian psikologis dan membatasi diri pada kerangka fisiologi murni (Kozulin dalam Lawson dkk., 2018). Tokoh lain yaitu Vygotsky juga mengkritik para pendukung teori refleksi, salah satunya Bekhterev, yang mengabaikan fenomena yang membuat manusia unik yaitu kesadaran. Vygotsky menyimpulkan bahwa ini adalah kesalahan dan psikologi ilmiah tidak dapat mengabaikan keberadaan kesadaran (Lawson dkk., 2018).
117 8.2.4. Latihan
Buatlah reviu salah satu tokoh behaviorisme!
8.3. Penutup