RENCANA KEGIATAN
5.1 Program Inventarisasi Berkala Wilayah Kelola serta Penataan Hutan
5.2.5 Pemanfaatan Hutan Tanaman a. Latar Belakang
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan bahan baku kayu KPHP Unit XVI akan mengalokasikan blok pemanfaatan hutan tanaman untuk dijadikan hutan tanaman dengan jenis kayu pertukangan atau bahan baku industry. Mengingat dalam
V- 15 pelaksanaannya KPH sangat terbatas ketersediaan dana, maka KPH akan mencari investor atau donor yang siap untuk di ajak bekerjasama.
b. Tujuan Program
Tujuan program ini adalah :
1. Memenuhi kebutuhan bahan baku kayu bagi masyarakat 2. Sebagai pemasok bahan baku industry.
3. Sumber pendapatan KPH yang pasti dan berkelanjutan.
4. Sebagai penampungan tenaga kerja.
c. Waktu Kegiatan.
Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tahun 2020, dengan diawali survey potensi di areal Blok Hutan Tanaman yang termasuk dalam Wilayah Tertentu.
d. Besar Pembiayaan Kegiatan
Besarnya biaya pengembangan hutan tanaman diperkirakan sebesar Rp. 48.000.000.000 (Empat Puluh Delapan Milyar Rupiah).
e. Lokasi
Areal blok pemanfaatan hutan tanaman pada wilayah tertentu. Luas keseluruhan blok hutan tanaman adalah 3.255,38 ha yang terdiri dari 36 petak, berdasarkan karakteristiknya terdapat areal dengan kelerengan sangat curam, disamping itu jenis Dystropeps dan Tropudults yang terdapat di blok hutan tanaman yang mempunyai kepekaan sangat tinggi terhadap erosi, sehingga areal-areal tersebut disarankan untuk dijadikan sebagai areal perlindungan setempat.
V- 18 Tabel 5.4 Rencana Program Pemanfatan Wilayah Tertentu
No Kegiatan Lokasi Volume
Anggaran (x Rp.
1.000.000)
Tata Waktu Kegiatan dan Biaya (x Rp. 1.000.000)
Sumber Anggaran 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Program Pemanfaatan Hutan Wilayah Tertentu 1. Pembangunan Kebun
Benih
Blok Pemanfaatan Hutan Alam 300 Ha 500 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 APBN/APBD/
PihakKetiga
2. Pembangunan Kebun Bibit Blok Pemanfaatan Hutan Alam 5 Ha 500 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 APBN/APBD/
PihakKetiga 3. Pengelolaan Agroforestri
Kompleks ( Pembangunan Hutan Tanaman)
Blok Pemanfaatan Hutan Alam 100 Ha 4.000 500 500 500 500 500 500 500 500 APBN/APBD/
PihakKetiga
4. Pemanfaatan hutan alam Blok HHBK, Jasling dan Ekowisata 100 Ha 2.000 250 250 250 250 250 250 250 250 APBN/APBD/
PihakKetiga 5. Pemanfaatan hutan
tanaman
Blok Pemanfaatan Hutan Tanaman 3.000 Ha 48.000 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000 APBN/APBD/
PihakKetiga
Jumlah 55.000 100 100 6.850 6.850 6.850 6.850 6.850 6.850 6.850 6.850
V- 19 5.3 Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Skema Perhutanan Sosial
a. Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, menyelesaikan permasalahan tenurial dan pelestarian fungsi hutan melalui skema Perhutanan sosial. Pemberdayaan dan pelibatan masyarakat setempat dalam pengelolaan hutan merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya hutan secara optimal dan berkelanjutan.
Upaya tersebut dapat dilakukan baik melalui pengembangan kapasitas maupun pemberian akses pemanfaatan sumber daya hutan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalam dan disekitar hutan.
Pemberdayaan masyarakat setempat tersebut merupakan kewajiban pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta perusahaan dalam KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI yang pelaksanaannya menjadi bagian penting dari KPHP.
Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, maka kegiatan pemberdayaan diarahkan pada:
a. Pemberian akses pemanfaatan hutan bagi masyarakat sekitar hutan dalam berbagai skema pengelolaan yang dimungkinkan perhutanan sosial dengan KPHP.
b. Pelaksanaan pembinaan masyarakat di sekitar hutan melalui fasilitasi Kelompok Tani Hutan dan peningkatan pengetahuan mayarakat untuk mengembangkan industri rumah tangga dengan bahan baku HHBK.
c. Peningkatan ekonomi produktif dengan agroforestri (kebun campuran dengan tanaman kehutanan, tanaman perkebunan dan tanaman pertanian seperti karet, kopi, coklat, pinang, buah-buahan, tanaman obat-obatan dengan tanaman berdaur pendek/semusim).
b. Waktu Kegiatan
Kegiatan pemberdayaan masyarakat pada wilayah KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI. direncanakan dimulai pada tahun 2020 sampai 2029 dalam bentuk skema perhutanan sosial.
V- 20 c. Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatannya mencakup antara lain :
a. FGD rencana pengembangan kelembagaan Perhutanan Sosial dengan KPHP.
b. Pembentukan kelompok tani hutan.
c. Pendampingan proses perijinan Perhutanan Soaial.
d. Penyusunan kesepakatan kemitraan kehutanan dengan KPHP.
e. Pendampingan kelembagaan perhutanan social.
f. Pendampingan penyusunan RKU dan RKT Perhutanan Sosial.
g. Verifikasi dan penilaian Rencana Kerja Perhutanan Sosial.
h. Pembinaan kelompok/kelembagaan perhutanan sosial.
i. Pengembangan bisnis
Tujuan dari kegiatan fasilitasi program Perhutanan Sosial adalah untuk :
a. Meningkatkan kemampuan masyarakat setempat dalam mengelola organisasi kelompok
b. Membimbing masyarakat mengajukan permohonan izin sesuai ketentuan yang berlaku.
c. Meningkatkan kemampuan masyarakat setempat dalam menyusun rencana kerja pemanfaatan hutan kemasyarakatan.
d. Meningkatkan kemampuan masyarakat setempat dalam melaksanakan budidaya hutan melalui pengembangan teknologi yang tepat guna dan peningkatan nilai tambah hasil hutan.
e. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia masyarakat setempat melalui pengembangan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan.
f. Memberikan informasi pasar dan modal dalam meningkatkan daya saing dan akses masyarakat setempat terhadap pasar dan modal.
g. Meningkatkan kemampuan masyarakat setempat dalam mengembangkan usaha pemanfaatan hutan dan hasil hutan.
Tujuan dari fasilitasi program HD adalah untuk meningkatkan kapasitas lembaga desa dalam pengelolaan hutan (Permenhut no 49 tahun 2008). Untuk program HTR, pengelolaan PHBM akan membentuk
V- 21 koperasi yang anggotanya terdiri dari masyarakat sekitar hutan. Meskipun IUPHHK HTR dapat diberikan kepada perorangan, KPHP membatasi dulu pada koperasi karena pembinaannya dan pengawasannya akan lebih mudah daripada perorangan.
d. Anggaran
Besarnya biaya fasilitasi pengembangan Perhutanan sosial adalah sebesar Rp. 1.270.000.000,- (Satu milyar dua ratus tujuh puluh juta rupiah) selama 10 tahun.
e. Out put Kegiatan
Output kegiatan ini adalah terbentuk kelembagaan Perhutanan Sosial.
f. Lokasi kegiatan
Program pemberdayaan masyarakat melalui skema Perhutanan Sosial difokuskan pada Blok Pemberdayaan Masyarakat. Blok ini terdiri dari 196 petak dengan luas 30.518,81 ha dan sebagian besar arealnya telah dirambah dan ditanami dengan komoditi perkebunan kelapa sawit dan karet, selain itu terdapat pula pemukiman penduduk dan desa dalam kawasan hutan seluas 2.836,32 ha yang berada di 15 (lima belas) petak, yaitu petak P-114, 120, 125, 126, 141, 143, 144, 147, 162, 163, 164, 180, 181, 182, 186, sehingga luas efektif yang dapat di dikelola melalui perhutanan sosial adalah 27.682,49 ha.
V- 23 Tabel 5.5 Rencana Program Pemberdayaan Masyarakat
No Kegiatan Lokasi Volume
Anggaran (x Rp.
1.000.000)
Tata Waktu Kegiatan dan Biaya (x Rp. 1.000.000)
Sumber Anggaran 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Program Pemberdayaan Masyarakat Masyarakat 1. FGD rencana
pengembangan kelembagaan Perhutanan Sosial dengan KPHP.
Blok Pemberdayaan 10 Kegiatan 200 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 APBN/APBD/
PihakKetiga 2. Pembentukan kelompok
tani hutan.
Blok Pemberdayaan dan Blok Pemanfaatan
18 KTH 90 10 10 10 10 10 10 10 10 10 APBN/APBD/
PihakKetiga 3. Sosialisasi perhutanan
sosial kepada masyarakat dan instansi terkait
Desa sekitar wilayah kerja KPHP Unit XVI
10 Kegiatan 100 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 APBN/APBD/
PihakKetiga 4. Fasilitasi kepada lembaga
desa dan kelompok masyarakat
Blok Pemberdayaan dan Blok Pemanfaatan
20 KTH 100 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 APBN/APBD/
PihakKetiga 5. Identifikasi lokasi untuk
Perhutanan Soaial
Blok Pemerdayaan 20 KTH 100 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 APBN/APBD/
PihakKetiga 6. Fasilitasi penyusunan
RKU/RKT Perhutanan Sosial
Blok Pemberdayaan 80 KTH 400 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 APBN/APBD/
PihakKetiga 7. Pembinaan Kelompok
Tani Hutan
Blok Pemberdayaan dan Blok Pemanfaatan
80 KTH 200 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 APBN/APBD/
PihakKetiga 8. Fasilitasi Pengembangan
bisnis Perhutanan Sosial
Blok Pemberdayaan dan Blok Pemanfaatan
16 KTH 80 20 20 20 20 APBN/APBD/
PihakKetiga
JUMLAH 1.270 130 140 140 140 120 120 120 120 120 120
V- 24 5.4 Pembinaan dan Pemantauan (Controlling) pada areal KPH Tanjung
Jabung Barat Unit XVI yang telah ada Izin pemanfaatan maupun penggunaan kawasan Hutan
a. Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan pemegang izin dan meminimalkan penyimpangan rencana kerja dan pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan.
b. Waktu Kegiatan
Kegiatan pembinaan dan pemantauan dilakukan setiap tahun mulai tahun 2020 sampai seterusnya.
c. Bentuk Kegiatan
Kegiatan pembinaan dan pemantauan antara lain sebagai berikut : - Pelaksanaan pembinaan terhadap pemegang ijin pemanfaatan dan
penggunaan kawasan hutan.
- Pelaksanaan pemantauan (controlling) terhadap pemegang ijin pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan.
d. Pembiayaan Kegiatan
Besarnya biaya pembinaan dan pemantauan sebesar Rp.
500.000.000,- untuk 10 tahun kegiatan.
e. Output Kegiatan
Output kegiatan terlaksana pembinaan dan pemantauan oleh KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI terhadap izin pemanfataan dan penggunaan kawasan.
f. Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini yaitu pada di fokuskan pada lokasi : - IUPHHK HTI
- Izin Perhutanan Sosial
- Areal Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan
V- 25
Tabel 5.6 Pembinaan dan Pemantauan yang ada izin pemanfaatan maupunn penggunan kawasan
No Kegiatan Lokasi Volume
Anggaran (x Rp.
1.000.000)
Tata Waktu Kegiatan dan Biaya (x Rp. 1.000.000)
Sumber Anggaran 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pembinaan dan Pemantauan (Controlling) pada areal KPH Tanjung Jabung Barat Unit XVI yang telah ada Izin pemanfaatan maupun penggunaan kawasan Hutan
1. Pelaksanaan pembinaan terhadap pemegang ijin pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan.
Blok pemanfaatan hutan tanaman, blok pemberdayaan dan areal izin pinjam pakai kawsan hutan
20 Kegiatan 250 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 APBN/AP
BD/Pihak Ketiga
2. Pelaksanaan pemantauan (controlling) terhadap pemegang ijin pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan
Blok pemanfaatan hutan tanaman, blok pemberdayaan dan areal izin pinjam pakai kawasan hutan
20 Kegiatan 250 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 APBN/AP
BD/Pihak Ketiga
V- 26 5.5 Program Rehabilitasi pada Areal di Luar Izin
a. Latar Belakang
Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. Lahan Sangat kritis pada areal kerja di luar izin adalah seluas + 14.753,30 Ha, tetapi rencana rehabilitasi selama 10 tahun (2020-2029) seluas + 1.500 ha
Untuk menjaga keseimbangan fungsi ekologis, ekonomis dan sosial secara optimal, pada kawasan hutan yang kritis dan rusak maka perlu dilakukan rehabilitasi. Lahan kritis yang berada di luar kawasan hutan yang telah memiliki izin menjadi tanggung jawab KPHP.
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan reklamasi dan rehabilitasi hutan adalah untuk memulihkan sumber daya hutan pada hutan produksi dan hutan lindung yang rusak sehingga dapat berfungsi secara optimal, mampu memberi manfaat kepada seluruh stakeholder, menjamin keseimbangan lingkungan dan tata air DAS serta mendukung kelangsungan industri Kehutanan. Rehabilitasi hutan dilaksanakan ketika pengelolaan hutan lestari mengalami kegagalan dalam system perlindungan hutan khususnya dalam hal mengatasi perambahan hutan, illegal loging dan alih fungsi hutan tidak terencana sehingga dapat terjadi deforestasi dan degradasi fungsi hutan.
Penyelenggaraan Rehabilitasi Hutan berpedoman pada PP 76 tahun 2008 tentang rehabilitasi dan reklamasi hutan dan Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor :
P.105/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Tata Cara Pelaksanan, Kegiatan Pendukung, Pemberian Insentif, serta Pembinaan dan Pengendalian Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.
c. Waktu Kegiatan
Kegiatan ini dimulai pada tahun 2020 sampai tahun 2029
V- 27 d. Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan ini diarahkan untuk hal-hal sebagai berikut:
1. Inventarisasi kawasan yang akan direhabilitasi 2. Analisis kesesuaian lahan dalam kegiatan rehabilitasi 3. Pembuatan pembibitan permanen
4. Pembentukan kelompok tani hutan
5. Penanaman dan pengkayaan Pohon (RHL) 6. Pemeliharaan tanaman rehabilitasi hutan (RHL) e. Pembiayaan Kegiatan
Besarnya biaya rehabilitasi yaitu untuk 10 tahun kegiatan (Tahun 2020 – 2029) adalah sebesar Rp. 35.820.000.000,- (Tiga puluh lima milyar delapan ratus dua puluh juta rupiah)
f. Output Kegiatan
Output kegiatan ini adalah tertanamnya lahan kawasan hutan yang kritis di areal KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI
g. Pelaksana Kegiatan
Kegiatan ini dapat dilakukan oleh KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI bersama kelompok masyarakat sekitar KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI atau pihak lain sesuai dengan peraturan yang berlaku.
h. Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini pada di fokuskan pada lokasi Blok pemanfaatan, Blok Perlindungan, Blok pemberdayaan dan blok khusus dengan kategori lahan mulai agak kritis, kritis dan sangat kritis.
V- 28 Tabel 5.7 Rencana Program Rehabilitasi pada areal di luar izin
No Kegiatan Lokasi Volume
Anggaran (x Rp.
1.000.000)
Tata Waktu Kegiatan dan Biaya (x Rp. 1.000.000)
Sumber Anggaran
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Program Rehabilitasi pada Areal di Luar Izin 1. Inventarisasi kawasan yang
akan direhabilitasi
Blok Pemanfaatan, Blok Pemberdayaan
1.500 Ha 200 50 50 50 50 APBN/AP
BD/Pihak Ketiga 2. Analisis kesesuaian lahan
dalam kegiatan rehabilitasi
Blok Pemanfaatan, Blok Pemberdayaan
1.500 Ha 20 5 5 5 5 APBN/AP
BD/Pihak Ketiga 3. Pembuatan pembibitan
permanen
Blok Pemanfaatan, Blok Pemberdayaan
200.000 Bibit 3.100 700 300 300 300 300 300 300 300 300 APBN/AP
BD/Pihak Ketiga 4. Pembentukan kelompok
tani hutan
Blok Pemanfaatan, Blok Pemberdayaan
20 KTH 100 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 APBN/AP
BD/Pihak Ketiga
5. Penanaman dan
pengkayaan Pohon (RHL)
Blok Pemanfaatan, Blok Pemberdayaan
1.500 Ha 27.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 APBN/AP
BD/Pihak Ketiga 6. Pemeliharaan tanaman
rehabilitasi Blok Pemanfaatan, Blok Pemberdayaan
1.500 Ha 5.400 675 675 675 675 675 675 675 675 APBN/AP
BD/Pihak Ketiga
JUMLAH 35.820 65 3.765 4.040 4.040 3.985 3.985 3.985 3.985 3.985 3.985
V- 29 5.6 Program Pembinaan dan Pemantauan (Controlling) Pelaksanaan
Rehabilitasi dan Reklamasi Pada Areal yang Sudah Ada Izin Pemanfaatan dan Penggunaan Kawasan Hutan
a. Latar Belakang
Proses pembinaan dan kontrol dalam pelaksanaan rehabilitasi dan reklamasi pada areal yang sudah ada izin dilakukan dalam 2 kegiatan berupa pembinaan dan pemantauan. Pembinaan merupakan pemberian pedoman/juklak/juknis, bimbingan, pelatihan, arahan dan supervisi.
Dalam konteks pembinaan pelaksanaan rehabilitasi terhadap blok yang sudah ada izin pemanfaatan dan penggunaan kawasan diarahkan untuk pembinaan teknis dan administrasi. Pembinaan teknis menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan ketentuan teknis pelaksanaan kegiatan, sedangkan pembinaan adminsitrasi menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan ketentuan administrasi keuangan. Pelaksanaan pembinaan terhadap para pemegang izin dilaksanakan oleh organisasi sebagai berikut:
1. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan c.q Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial dibantu oleh Kepala Balai Pengelolaan DAS Batanghari, melaksanakan pembinaan teknis.
2. Gubernur Jambi dibantu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi 3. Kepala KPH yang dibantu oleh Kepala Resort setiap blok pengelolaan.
Dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan maka proses pembinaan dan pengawasan meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Pembinaan dan pengawasan terhadap sipil teknis RHL yang dilakukan oleh pemegang izin
2. Pembinaan dan pengawasan terhadap tata cara rehabilitasi dan reklamasi berdasarkan juknis yang ditetapkan oleh pemerintah/pengelola KPH
3. Pembinaan dan pengawasan terhadap tata cara pelaporan RHL oleh pemegang izin administrasi keuangan;
4. Pembinaan dan pengawasan terhadap diseminasi kemajuan RHL kepada semua stakeholder di KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI.
V- 30 Dalam proses pemantauan terhadap kegiatan RHL dan reklamasi maka perlu melibatkan beberapa pihak seperti
1. Monitoring pelaksanaan RHL dilakukan oleh KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI sesuai lokasi dan jenis kegiatan. Kegiatan ini meliputi pengumpulan data numerik, spasial dan visual (dokumentasi) setiap tahapan kegiatan RHL untuk kegiatan perencanaan, persiapan lapangan, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan;
2. Evaluasi hasil kegiatan RHL dilaksanakan oleh Tim Penilai Pekerjaan (TPP) atau Lembaga Penilai Independen (LPI) yang ditetapkan oleh KPA. Susunan keanggotaan TPP terdiri dari unsur pelaksana kegiatan, Tim Pembina RHL Provinsi dan pihak lain yang dianggap perlu. LPI adalah lembaga konsultan penilai yang kompeten dan telah diakreditasi oleh lembaga berwenang.
b. Lokasi
Kawasan dengan pemegang izin dan kawasan penggunaan lain.
c. Anggaran
Anggaran yang diperlukan adalah Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) untuk 10 tahun anggaran.
V- 31
Tabel 5.8 Program pembinaan dan pemantauan pelaksanaan rehabilitasi dan reklamasi areal yang sudah ada izin
No Kegiatan Lokasi Volume
Anggaran (x Rp.
1.000.000)
Tata Waktu Kegiatan dan Biaya (x Rp. 1.000.000) Sumber Anggaran 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Program Pembinaan dan Pemantauan (Controlling) Pelaksanaan Rehabilitasi dan Reklamasi Pada Areal yang Sudah Ada Izin Pemanfaatan dan Penggunaan Kawasan Hutan
1. Pembinaan dan Pemantauan Rehabilitasi dan Reklamasi
Blok Pemanfaatan Hutan Tanaman yang berizin (PT Wirakarya Sakti dan PT Rimba Hutani Mas)
20 Kegiatan 100 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 APBN/AP
BD/Pihak Ketiga
V- 32 5.7 Program Penyelenggaraan Perlindungan Hutan dan Konservasi
Sumberdaya Alam berbasis HCVF a. Tujuan Kegiatan
Perlindungan dan konservasi hutan bertujuan untuk menjaga dan memelihara hutan, kawasan hutan dan lingkungannya agar berfungsi secara optimal dan lestari yang dilaksanakan melalui upaya mencegah dan menanggulangi kerusakan hutan, kawasan hutan, dan Hasil hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya-daya alam, serta hama dan penyakit.
b. Waktu Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan rutin setiap tahun mulai pada tahun 2020 sampai seterusnya.
c. Bentuk Kegiatan
Kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan oleh KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam bentuk kegiatan secara berkelanjutan dan efektif. Bentuk perlindungan dan pengamanan yang diharapkan dapat dilakukan oleh masyarakat melalui kelompok atau lembaga yang dibentuk oleh masyarakat berupa :
1. Membangunan kelembagaan kemitraan perlindungan dan pengamanan hutan dengan pengelola KPHP.
2. Pembentukan Masyarakat Peduli Api.
3. Perlindungan terhadap lahan usaha dari gangguan serangan hama dan penyakit.
4. Perlindungan dan pengamanan hutan dari gangguan pembukaan lahan atau penebangan liar.
5. Pengendalian sistem budidaya yang destruktif terhadap tutupan hutan oleh masyarakat pendatang berbentuk tata aturan budidaya agroforestry konservatif yang dapat menghindari terjadinya banjir erosi dan longsor .
V- 33 6. Pengamanan hutan oleh pengelola dengan pembentukan
lembaga/satuan pengamanan hutan di setiap Kelembagaan Perhutanan Sosial.
7. Pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan oleh KPHP bersama dengan masyarakat disekitar kawasan hutan.
Menurut PP 6/2007 jo PP 3/2008 bahwa yang termasuk kegiatan Perlindungan hutan antara lain :
a. Mencegah adanya pemanenan pohon tanpa izin.
b. Mencegah atau memadamkan kebakaran hutan.
c. Menyediakan sarana dan prasarana pengamanan hutan.
d. Mencegah perburuan satwa liar dan atau satwa yang dlindungi.
e. Mencegah penggarapan dan atau penggunaan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak syah.
f. Mencegah Perambahan kawasan hutan.
g. Mencegah terhadap gangguan hama dan penyakit.
h. Membangun unit satuan pengamanan hutan.
Perlindungan hutan diwilayah KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI diselenggarakan oleh KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI, yang meliputi :
a. Mengamankan areal kerjanya menyangkut hutan, kawasan hutan dan hasil hutan termasuk tumbuhan dan satwa.
b. Mencegah kerusakan hutan dari perbuatan manusia dan ternak, kebakaran hutan, hama dan penyakit serta daya daya alam.
c. Mengambil tindakan pertama yang diperlukan terhadap gangguan keamanan hutan diareal kerjanya.
d. Melaporkan setiap adanya kejadian pelanggaran hukum diareal kerjanya kepada instansi kehutanan setempat.
e. Menyediakan sarana dan prasarana, serta tenaga pengamanan hutan yang sesuai dengan kebutuhan.
V- 34 Rencana kegiatan pengamanan dan perlindungan hutan oleh KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI meliputi :
1. Membentuk struktur unit perlindungan hutan dalam organisasi KPHP.
2. Membuat satuan-satuan tugas perlindungan hutan pada`setiap resort di KPHP.
3. Menyediakan sarana prasarana serta tenaga pengamanan hutan yang sesuai dengan kebutuhan.
4. Mengamankan areal kerja yang menyangkut hutan, kawasan hutan dan hasil hutan serta satwa yang dilindungi.
5. Membangun pola kemitraan masyarakat dalam perlindungan hutan.
6. Penyuluhan dan pelatihan kegiatan perlindungan hutan baik bagi karyawan maupun masyarakat sekitar KPHP.
7. Melakukan patroli rutin pengamanan kawasan.
8. Membuat papan-papan larangan dan himbauan yang berkaitan pengamanan dan perlindungan hutan.
9. Pengadaan sarana prasarana patroli untuk masyarakat mitra polhut 10. Melakukan koordinasi dan kerjasama pengamanan dan perlindungan
dengan pihak terkait seperti kepolisian, kecamatan dan lainnya.
11. Pembentukan masyarakat peduli api (MPA)
12. Pengadaan sarana pemadam kebakaran hutan dan lahan
13. Membuat embung dan sumur bor untuk sumber air untuk siaga kebakaran.
Kegiatan konservasi sumberdaya alam pada wilayah KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI antara lain ;
1. Penataan dan pemetaan areal konservasi daerah aliran sungai (DAS) 2. Penataan areal konservasi Tanah dan air.
3. Penataan dan pemataan areal konservasi satwa yang dilindungi.
4. Sosialiasi dan penyuluhan fungsi areal konservasi
5. Pemasangan papan pengumuman dan pelarangan pada kawasan konservasi.
6. Pengkayaan tanaman hutan pada`areal konservasi sempadan sungai.
V- 35 7. Penataan wilayah KPHP dengan pendekatan Hight Consevasition value
Forest (HCVF).
d. Pembiayaan Kegiatan
Besarnya biaya kegiatan perlindungan hutan dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2029 diperkirakan Rp. 5.560.000.000 (Lima milyar lima ratus enam puluh juta rupiah)
e. Output Kegiatan
Output kegiatan adalah :
1. Berkurangnya kegiatan illegal logging, dan perambahan 2. Tidak ada kebakaran hutan dan lahan
3. Tidak ada perburuan satwa liar 4. Peta tata hutan berbasis HCV.
5. Terbentuknya kelompok-kelompok konservasi di tingkat masyarakat
f. Pelaksana Kegiatan
Kegiatan ini dapat dilakukan oleh :
1. KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI beserta polhut dan penyuluh 2. KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI beserta kepolisian dan
kelompok konservasi
3. KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVIbeserta kelompok konservasi.
g. Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini di fokuskan pada lokasi : 1. Konservasi sempadan sungai
2. Konservasi Masyarakat Tradisonal (HCV 4, 5 dan 6) 3. Konservasi Habitat Satwa ( HCV 1.2.)
V- 36 Tabel 5.9 Program penyelenggaraan perlindungan dan konservasi
No Kegiatan Lokasi Volume
Anggaran (x Rp.
1.000.000)
Tata Waktu Kegiatan dan Biaya (x Rp. 1.000.000) Sumber Anggaran 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Program Penyelenggaraan Perlindungan Hutan dan Konservasi Sumberdaya Alam berbasis HCVF 1. Membangunan kelembagaan
kemitraan perlindungan dan pengamanan hutan dengan pengelola KPHP.
Desa sekitar hutan dalam Wilayah Kecamatan Renah Mendaluh dan Batang Asam
10 Desa 100 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 APBN/APB
D/Pihak Ketiga 2. Pembentukan Masyarakat
Peduli Api.
Desa sekitar hutan dalam Wilayah Kecamatan Renah Mendaluh dan Batang Asam
10 Desa 100 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 APBN/APB
D/Pihak Ketiga 3. Perlindungan terhadap lahan
usaha dari gangguan serangan hama dan penyakit.
Blok Pemberdayaan dan Blok Pemanfaatan Hutan Tanaman
3.656,99 Ha 150 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 APBN/APB
D/Pihak Ketiga 4. Perlindungan dan pengamanan
hutan dari gangguan pembukaan lahan atau penebangan liar.
Blok Perlindungan, Blok Khusus, Blok Pemanfaatan Hutan Tanaman, Blok Pemanfaatan Kawasan, Jasa Lingkungan, Hasil Hutan Kayu dan Blok
Pemberdayaan Masyarakat.
240 Kegiatan 1.800 180 180 180 180 180 180 180 180 180 180 APBN/APB
D/Pihak Ketiga
5. Pengendalian sistem budidaya yang destruktif terhadap tutupan hutan oleh masyarakat pendatang berbentuk tata aturan budidaya agroforestry konservatif yang dapat menghindari terjadinya banjir erosi dan longsor .
Blok Pemberdayaan 30 Kegiatan 300 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 APBN/APB
D/Pihak Ketiga
6. Pengamanan hutan oleh
pengelola dengan
pembentukan lembaga/satuan pengamanan hutan di setiap Kelembagaan Perhutanan Sosial.
Blok Pemberdayaan (Izin Perhutanan Sosial)
8 Kegiatan 60 15 15 15 15 APBN/APB
D/Pihak Ketiga
7. Pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan oleh KPHP bersama dengan masyarakat disekitar kawasan hutan
Semua Blok dan desa sekitar wilayah kerja
10 Paket 3.050 305 305 305 305 305 305 305 305 305 305 APBN/APB
D/Pihak Ketiga
JUMLAH 5.560 565 565 565 565 550 550 550 550 550 550
V- 37 5.8 Program Penyelenggaraan Koordinasi dan Sikronisasi Antar Pemegang
Ijin
Dalam wilayah kelola KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI dua perusahaan pemegang izin pengelola kawasan hutan yaitu PT. Wira Karya Sakti dan PT. Rimba Hutani Mas. Selain itu terdapat tiga izin pengelolaan perhutanan sosial yaitu HTR Koperasi Produsen Mandiri Maju Bersama, HKM Kelompok Tani Runai Jaya dan HKM Koperasi Putra Mendaluh serta 3 izin pengelolaan perhutanan sosial lagi yang sedang mengajukan izin pendirian.
Perusahaan yang terdapat Izin penggunaan Kawasan Hutan (IPPKH) antara lain : PT. Chandra Jaya, PT. Permata Energy Resources, dan PT. Transportasi Gas Indonesia. Selain itu terdapat juga perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di sekitar Wilayah KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI yaitu : PT. Bukit Kausar, PT. Dasa Anugra Sejati, PT. Ratna Seruni, PT. Alam Barajo, PT. Inti Indo Sawit Subur, PT. Aneka Multi Kerta, dan PT. Produk Sawit Indo Jambi.
Sinkronisasi dan koodinasi antar pemegang izin merupakan kewenangan dan tugas dari pengelola KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI. Untuk memudahkan KPHP dalam pengelolaan izin pemanfaatan disetiap blok maka diperlukan koordinasi dan sinkronisasi antara pengelola KPHP dengan para pemegang izin pemanfaatan. Proses koordinasi dan sinkronisasi hendaknya dimusyawarahkan dan dikomunikasikan mulai dari tingkat petak sampai dengan blok pengelolaan KPHP. Koordinasi sangat diperlukan untuk menyamakan visi dan misi pengelolaan serta menghindari konflik antara pengelola dan pemegang izin. Dengan proses koordinasi dan sinkronisasi demikian, maka tujuan pembangunan kehutanan di KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI yang diselenggarakan dengan azas manfaat yang lestari, kerakyatan, keadilan, keterbukaan dan ketepaduan dalam pencapaian tujuan pengembangan ekonomi terwujudkan.
Proses koordinasi dilaksanakan oleh KPHP Tanjung Jabung Barat Unit XVI mulai dari tingkat tapak (blok dan petak) yang dikoordinir oleh kepala resort. Untuk blok pemberdayaan, blok perlindungan KPH dapat mensosialisasikan rencana program dan kegiatan tahunan dan lima tahunan ke