BAB II. KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teoretik
3. Pembelajaran Koperatif Tipe TPS
Setelah itu guru meminta siswa untuk berbagi dengan menjelaskan hasil diskusi kelompoknya kepada kelompok lain.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran koperatif model TPS merupakan suatu model pembelajaran yang memiliki tiga kegiatan kunci yaitu think (berpikir), pair (berpasangan) dan share (berbagi). Model pembelajaran TPS dapat mengaktifkan peserta didik dalam belajar, dengan adanya kegiatan seperti mengemukakan pendapat atau ide dalam kelompoknya.
Peserta didik melakukan diskusi untuk memikirkan permasalahan yang dihadapi kelompoknya secara bersama. Setiap kelompok bekerjasama untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi yaitu berupa soal- soal tentang materi yang sedang dibahas. Kemudian siswa juga akan memiliki sikap berani dalam belajar dengan kegiatan share (berbagi) yang dilakukannya dengan kelompok lain. Pembelajaran juga berlangsung menyenangkan, karena peserta didik terlibat aktif dalam setiap tahap pembelajaran.
b. Langkah-langkah Pembelajaran Koperatif Tipe TPS
Langkah-langkah pembelajaran koperatif tipe TPS menurut Frank Lyman (dalam Taufina 2011:149) yaitu:
(1) Think, siswa diminta untuk berpikir tentang materi atau permasalahan yang disampaikan oleh guru. (2) Pair, siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing. Interaksi selama waktu yang disediakan guru untuk dapat menyatukan jawaban jika suatu pertanyaan yang diajukan menyatukan gagasan suatu masalah khusus yang diidentifikasi. (3) Share, guru meminta pasangan-
pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas tentang hal-hal yang telah mereka bicarakan dalam kelompok. Hal ini efektif dilakukan dengan berkeliling ruangan dari pasangan satu kepasangan yang lainnya dengan melanjutkan sampai sebagian pasangan mendapatkan kesempatan untuk melaporkan jawaban mereka.
Suyatno (2009 :54) menjelaskan langkah-langkah pembelajaran koperatif tipe TPS seperti berikut :
“guru menyajikan materi klasikal, berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku- sebangku (think-pairs), presentasi kelompok (share), kuis individual, buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward”.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran koperatif TPS mempunyai tiga langkah utama dalam pelaksanaannya. Pertama guru memberikan suatu permasalahan pada peserta didik dan kemudian peserta didik ditugaskan untuk memikirkan masalah tersebut secara sendiri-sendiri. Kemudian guru membentuk pasangan kelompok belajar peserta didik yang terdiri dari dua orang dalam setiap kelompok. Setiap kelompok berusaha mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi. Selanjutnya siswa saling berbagi dengan kelompok lainnya, sehubungan dengan materi yang telah didiskusikan dalam pasangan kelompoknya masing-masing.
c. Kelebihan Model Pembelajaran Koperatif Tipe TPS
Kelebihan setiap model pembelajaran memberikan dampak positif terhadap peningkatan proses maupun hasil pembelajaran. Menurut Hartina (dalam Wiji, 2005:46) kelebihan pembelajaran koperatif model TPS yaitu:
(1) meningkatkan partisipasi siswa, (2) cocok untuk tugas sederhana, (3)
lebih banyak memberikan kesempatan pada setiap anggota kelompok, dan (4) interaksi lebih mudah.
Mahmuddin (2009:120) juga menjelaskan bahwa kelebihan pembelajaran kooperatif TPS adalah sebagai berikut:
model pembelajaran koperatif TPS dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
Membantu siswa untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya. Dapat mengembangkan kemampuan untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri dan menerima umpan balik.
Meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir sehingga bermanfaat bagi proses pensisikan jangka panjang.
Sesuai dengan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran koperatif TPS mempunyai kelebihan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Peserta didik berpartisipasi aktif dalam pasangan kelompoknya masing-masing. Peserta didik akan terlatih untuk mencari solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Peserta didik memiliki kemampuan untuk saling memberi dan menerima pada pasangan kelompok lainnya. Peserta didik juga akan terlatih untuk mengemukakan pendapat ataupun ide-ide yang kreatif dalam lingkungan sosialnya.
Melalui model pembelajaran koperatif TPS akan terbentuk sikap saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain dalam diri peserta didik. Pesrta didik akan mempunyai simpati dan empati pada orang lain.
Kemudian akan tertanam dalam dirinya rasa tanggung jawab, serta kerja
sama dalam kelompok. Peserta didik akan terlatih menjadi manusia yang sosialis dalam lingkungannya.
d.
Penerapan Model Pembelajaran Koperatif Tipe TPSPelaksanaan pembelajaran tematik dengan model pembelajaran koperatif tipe TPS direncanakan dengan menggunakan tema. RPP tematik di kelas III SD dilakukan dengan mengintegrasikan lima mata pelajaran, yaitu:
Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, Seni Budaya dan Keterampilan dan IPS. dengan model pembelajaran koperatif tipe TPS. Pembelajaran tematik dapat dilaksanakan secara sistematis melalui fase atau tahap yang dilaksanakan secara berkelompok oleh peserta didik.
Tabel 2. Tahapan model pembelajaran koperatif tipe TPS
Fase Indikator Tingkah laku guru
1 2 3
1 Mendengarkan materi secara klasikal
Menjelaskan materi secara kasikal 2 Menerima suatu
masalah/persoalan yang diberikan guru (Think)
Memberikan suatu permasalahan kepada peserta didik
3 Membentuk kelompok dengan teman sebangku (2 orang satu kelompok) (Pairs)
Menugaskan peserta didik untuk membentuk kelompok
4 Diskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang ada (Pairs)
Membimbing peserta didik dalam kerja kelompok
5 Mempresentasikan hasil kerja kelompok secara bergiliran dengan kelompok lain (Share)
Menugaskan peserta didik saling mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan kelompok lain secara bergiliran
6 Melakukan kuis secara individu
Memberikan kuis secara individual
7 Menerima reward bagi peserta didik yang terbaik
Memberikan reward kepada peserta didik yang terbaik 8 Evaluasi Melakukan evaluasi terhadap
pembelajaran yang telah dilakukan
Sumber : Pengembangan dari Frank Lyman (dalam Taufina 2011:149) Berdasarkan tahap pembelajaran yang diuraikan di atas, dapat kita simpulkan bahwa dalam setiap pertemuan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran koperatif tipe TPS, dilaksanakan dengan cara mengikuti keseluruhan langkah-langkah penggunaan model pembelajaran koperatif tipe TPS. Hal ini bertujuan agar kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan dalam suatu kesatuan yang utuh dan berkesinambungan.
Pembelajaran tematik dengan menggunakan model pembelajaran koperatif tipe TPS pada hakikatnya peserta didik berfikir (Think) terhadap permasalahan yang ada, saling bekerjasama dalam kelompok untuk memecahkan masalah yang ada (Pairs), berfikir kritis, dan saling menghargai pendapat teman atau orang lain. Diskusi dilakukan dalam kelompok kecil yaitu dengan teman sebangku, hal ini ditujukan agar peserta didik mampu untuk menyatukan pemikiran serta perbedaan yang ada. Presentasi atau saling berbagi hasil kerja kelompok dengan kelompok lain (Share) secara bergiliran membentuk kecakapan peserta didik untuk berbicara dengan temannya dan melatih keberaniannya. Dengan harapan kecakapan ini menjadi suatu yang
utuh bagi peserta didik sehingga berguna bagi kehidupannya di masa yang akan datang.