• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu yang Relevan

BAB I PENDAHULUAN

E. Penelitian Terdahulu yang Relevan

Penelitian adalah upaya untuk menemukan kebaruan yang dapat menjelaskan fenomena yang terjadi di lapangan.

Salah satu cara untuk menemukan kebaruan adalah dengan mengamini sebuah state of the art; ruang tempat melakukan penjelajahan teori dan fakta sekaligus dengan merekatkan penelitian yang satu dengan penelitian yang lain sehingga dapat memperoleh kebaruan (novelties). Karenanya, bagian ini membentangkan telaah-telaah yang pernah dilakukan sebelumnya. Pelbagai penelitian-penelitian terdahulu ditampilkan untuk melihat persinggungan dengan penelitian yang hendak dihelat, sehingga dapat terlihat kebaruan dari penelitian ini. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang relevan sebagai berikut:

10

1. Siti Maryam Munjiat, dengan judul penelitian:

Implementation of Islamic Religious Education Learning in Higher Education on Education on The Pandemic Period.10 Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi pada masa pandemi. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan desain penelitian menggunakan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi pada masa pandemi COVID-19 dilaksanakan di Program Studi PAI Pondok Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto melalui tiga tahapan yaitu: 1) Perencanaan pembelajaran 2) Pelaksanaan pembelajaran dan 3) Evaluasi pembelajaran. Tahap perencanaan meliputi: a) kesiapan sarana prasarana dosen dan mahasiswa melaksanakan pembelajaran online sesuai dengan rencana pembelajaran semester (RPS), b) capaian pembelajaran harus sesuai dengan target yang telah ditentukan agar dosen dan mahasiswa dapat membuat pembelajaran menjadi maksimal. Tahap pelaksanaan pembelajaran PAI meliputi:

a) dosen dan mahasiswa berhak menentukan media atau alat yang dibuat untuk pembelajaran; b) metode pembelajaran menggunakan ceramah, diskusi dan tugas;

c) dosen dituntut kreatif agar mahasiswa tidak bosan dalam kegiatan belajar. Tahap evaluasi pembelajaran PAI meliputi: a) keaktifan dan kedisiplinan siswa dalam melaksanakan pembelajaran, b) pemberian tugas kepada siswa berupa presentasi, pengerjaan makalah, c) ujian tengah semester, d) ujian tulis dan tugas akhir semester Perbedaan mendasar antara penelitian yang peneliti lakukan dengan saudari Siti Maryam Munjat dan

10Siti Maryam Munjiat, “Implementation of Islamic Religius Education Learning in Higher Education on Education on The Pandemic Period”, Pendidikan Islam 3, No. 2 (Juni 2020): 285-295, diakses 16 Juli 2021, https://doi. org/10.

31538/nz v3i2. 757.

11

Nazhruna adalah, bahwa peneliti fokus kajiannya pada analisis kebijakan inovasi pembelajaran PAI pada masa pandemi COVID-19, sementara penelitian saudara Siti Maryam Munjat dan Nazhruna terfokus pada gambaran pelaksanaan pembelajaran PAI pada masa pandemi COVID-19. Perbedaan lain adalah pada objek penelitian, penelitian oleh saudara Siti Maryam Munjat dan Nazhruna adalah di perguruan tinggi, sementara objek penelitian yang peneliti lakukan pada jenjang satuan Pendidikan SMA.

2. Irfan Fauzi dan Iman Hermawan Sastra Khusuma, Teachers’ Elementary School in Online Learning of COVID- 19 Pandemic Conditions.11 Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan secara detail tentang perspektif guru sekolah dasar tentang pembelajaran online dalam kondisi pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah guru memang memahami konteks pembelajaran online, tetapi dalam pelaksanaannya terdapat pelbagai permasalahan yang menjadi tantangan, di antaranya: 1) ketersediaan fasilitas, 2) penggunaan jaringan dan internet, 3) perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, dan 4) kerjasama dengan orang tua. Namun di satu sisi, pembelajaran online semakin memudahkan guru di masa pandemi COVID-19, meski dianggap kurang efektif. Kendati demikian, 80% guru merasa tidak puas dan tuntas melaksanakan pembelajaran online.

Pembelajaran online sebagai suatu sistem yang dapat membantu guru untuk melaksanakan proses pembelajaran di masa pandemi COVID-19, namun hal ini tidak berbanding lurus terhadap efektivitasnya. 73,9% guru menganggap bahwa pembelajaran online tidak efektif.

11Irfan Fauzi dan Iman Hermawan Sastra Khusuma, “Teachers’ Elementary School in Online Learning of COVID-19 Pandemic Conditions”, Iqra’: Kajian Ilmu Pendidikan 5, No. 1 (Juni 2020): 58-70, diakses tanggal 16 Juli 2021, http://journal. iaimnumetrolampung. ac. id/index. php/ji/.

12

Selain itu dalam membuat bahan ajar, sebagian besar guru memodifikasi materi dari berbagai sumber dan konten yang sering dibuat adalah audio visual. Sebanyak 37%

guru menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai media pembelajaran online. Selama ini kegiatan belajar online dianggap oleh 80% guru tidak memuaskan. Perbedaan mendasar antara penelitian yang dilakukan oleh Irfan Fauzi dan Iman Hermawan Sastra Khusuma dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah terletak pada fokus penelitian. Penelitian yang peneliti lakukan fokus kajiannya pada analisis kebijakan inovasi pembelajaran PAI pada masa pandemi COVID-19. Sementara itu fokus penelitian saudara Irfan Fauzi dan Iman Hermawan Sastra Khusuma, adalah pada perspektif guru sekolah dasar tentang pembelajaran online dalam kondisi pandemi COVID-19. Selain itu pendekatan penelitian yang digunakan juga berbeda, saudara Irfan Fauzi dan Iman Hermawan Sastra Khusuma menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, sementara itu peneliti menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif.

3. Rasmitadila, Rusi Rusmiati Aliyyah, The Perceptions of Primary School Teachers of Online Learning during the COVID-19 Pandemic Period: A Case Study in Indonesia.12 Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru sekolah dasar tentang pembelajaran online dalam program yang dikembangkan di Indonesia bernama School from Home selama Pandemi COVID-19. Hasil penelitian ini mengemukakan empat hal utama yaitu, strategi pembelajaran, tantangan, dukungan, dan motivasi guru.

Secara garis besar, keberhasilan pembelajaran online di Indonesia di masa Pandemi COVID-19 ditentukan oleh kesiapan teknologi yang sejalan dengan kurikulum

12Rasmitadila, Rusi Rusmiati Aliyyah, “The Perceptions of Primary School Teachers of Online Learning during the COVID-19 Pandemic Period: A Case Study in Indonesia”, Journal of Ethnic and Cultural Studies 7, No. 2, (July 2020):

90-109, diakses tanggal 16 Juli 2021, http://dx. doi. org/10. 29333/ejecs/388.

13

humanis nasional, dukungan dan kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Sekolah dari Rumah selama Pandemi COVID-19 telah berdampak signifikan pada sistem pendidikan semua negara di seluruh dunia.

Menanggapi krisis di dunia pendidikan semacam ini, negara-negara telah menerapkan aturan dan metode yang berbeda untuk menghadapi perubahan dalam sistem pembelajaran. Dalam beberapa bulan, sistem pendidikan nasional beralih dan menemukan solusi seperti metode online menggunakan aplikasi online, TV, radio dan metode offline termasuk buku dan modul cetak. Seiring dengan perubahan ini, bentangan transformasi diperlukan untuk strategi pembelajaran, kesiapan teknologi saat ini dituntut hadir untuk menerapkan pembelajaran online serta memberikan dukungan dan motivasi kepada semua pihak terkait. Sementara itu, perubahan kurikulum nasional harus dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas, dan kesiapan teknologi harus dipercepat.

Penelitian ini juga merekomendasikan bahwa dunia pendidikan harus diafirmasi dan dipandang sebagai upaya kolaboratif masyarakat antara pemerintah, guru, orang tua, dan sekolah untuk meningkatkan efektivitas metode belajar-mengajar yang terdampak COVID-19 dan memastikan bahwa siswa tidak boleh ketinggalan materi pembelajaran. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Perbedaan mendasar antara penelitian yang dilakukan oleh Irfan Rasmitadila, Rusi Rusmiati Aliyyah dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah terletak pada fokus penelitian. Penelitian yang peneliti lakukan fokus kajiannya pada analisis kebijakan inovasi pembelajaran PAI pada masa pandemi COVID-19 pada jenjang Pendidikan SMA. Sementara itu fokus penelitian saudara Rasmitadila, Rusi Rusmiati Aliyyah, adalah mengeksplorasi persepsi guru sekolah dasar tentang pembelajaran online dalam program yang

14

dikembangkan di Indonesia bernama School from Home selama pandemi COVID-19.

4. Irwan Abdullah (2020), COVID-19: Threat and Fear in Indonesia.13 Artikel ini bertujuan untuk mengulas kondisi penduduk Indonesia begitu menghadapi gelombang awal pandemi COVID-19 dalam 2 bulan pertama sejak pembentukan gugus tugas cepat tanggap COVID-19 pada 13 Maret. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif- deskriptif untuk memperoleh data dilakukan wawancara mendalam untuk mengetahui kondisi psikologis informan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak trauma yang dialami penduduk karena kurangnya kesiapsiagaan, sistem perawatan kesehatan yang tidak lengkap, dan kebijakan penguncian dalam menghadapi penyebaran virus corona. Empat jenis trauma psikologis yang berbeda semakin diamati, berdasarkan komunikasi digital dengan orang-orang yang terkena dampak dan laporan dari berita dan media sosial. Jenis trauma psikologis tersebut adalah penarikan sosial, histeria, kekerasan individu, dan kekerasan kolektif. Berdasarkan konsekuensi psikologis pandemi yang dijelaskan, dapat diasumsikan bahwa reaksi individu dan kolektif harus dipertimbangkan untuk mengurangi bahaya pandemi virus corona. Penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana dampak psikologis terhadap peserta didik di sekolah saat menghadapi pandemi COVID-19. Fokus penelitian menjadi perbedaan mendasar antara penelitian yang dilakukan saudara Iwan Abdullah dengan peneliti yang peneliti lakukan. Saudara Iwan Abdullah melakukan penelitian dengan fokus menganalisis kondisi psikologis masyarakat Indonesia ketika mengalami pandemi COVID-19 di awal-awal kejadiannya, pada awal tahun 2020. Sementara itu Penelitian yang peneliti lakukan

13Irwan Abdullah, “COVID-19: Threat and Fear in Indonesia”, American Psychological Association 12, No. 5, (June 2020): 488-490, diakses tanggal 17 Juli 2021, http://dx. doi. org/10. 1037/tra0000878.

15

fokus kajiannya pada analisis kebijakan inovasi pembelajaran PAI pada masa pandemi COVID-19 pada jenjang Pendidikan SMA

Patut diakui bahwa studi 'dadakan' dampak COVID-19 terhadap sistem penyelenggaraan pendidikan dan proses pembelajaran tumpah ruah, baik dalam bentuk tulisan-tulisan di jurnal, webinar, dan pelbagai platform digital. Buku-buku yang hadir menjawab problema pembelajaran masih sangat minim sekali dan tidak lebih dari kompilasi buku seputar pengalaman, good practices, dan pendapat para praktisi pendidikan yang cenderung parsial.

Riset yang peneliti lakukan ini karenanya melakukan peta konsep terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah, Pusat maupun Pemprov. NTB, soal inovasi pembelajaran, bagaimana implementasinya, dan juga implikasinya dalam praktek pembelajaran PAI SMU di Kota Mataram. Lebih dari itu, peneliti yang kebetulan menjadi bagian dari sistem pemerintahan di NTB yang kerap bergelut dan menangani persoalan kebencanaan memiliki tanggung jawab moral untuk menggali kemungkinan-kemungkinan praxis- implementatif postur pembelajaran yang acceptable dan dapat diadopsi dalam suasana kebencanaan yang starting poinnya adalah pembelajaran PAI di Kota Mataram.

F. Kerangka Teori