• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Proses Keperawatan

4. Perencanaan Tindakan

Marah, menyalahkan, merasa terpisah, putus asa, mengalami peredaan, nyeri, pertumbuhan personal, distress psikologis, dan kepedihan.

2) Obyektif

Perubahan tingkat aktivitas, perubahan pola mimpi, perubahan fungsi imun, perubahan fungsi neuroendokrin, perubahan pola tidur, disorganisasi, member makna terhadap kehilangan, serta perilaku panik.

2) Kaji faktor yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi (misalnya usia lanjut, luluh imun, dan malnutrisi)

3) Pantau hasil laboratorium (hitung darah lengkap, hitung protein serum, dan albumin)

4) Jelaskan kepada pasien dan keluarga mengapa sakit dan risiko infeksi

5) Ajarkan pasien dan keluarga teknik mencuci tangan yang benar 6) Bersihkan lingkungan dengan benar setelah dipergunakan masing-

masing pasien

7) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik b. Nyeri akut berhubungan dengan kontraksi uterus

Tujuan keperawatan dan hasil NOC :

1) Memperlihatkan pengendalian nyeri (tindakan individu untuk mengendalikan nyeri), yang dibuktikan oleh indikator mengenali awitan nyeri, menggunakan tindakan pencegahan, melaporkan nyeri dapat dikendalikan.

2) Menunjukkan tingkat nyeri (keparahan nyeri yang dapat diamati atau dilaporkan), yang di buktikan oleh indikator yaitu ekspresi nyeri pada wajah, gelisah atau ketegangan otot, durasi episode nyeri, merintih dan menangis, dan gelisah.

Intervensi NIC :

1) Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi lokasi, karakteristik, awitan dan durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau keperahan nyeri, dan factor presipitasinya.

2) Observasi isyarat nonverbal ketidaknyamanan

3) Berikan informasi tentang nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa lama akan berlangsung, dan antisipasi ketidaknyamanan akibat prosedur

4) Ajarkan penggunaan teknik nonfarmakologis (misalnya, umpan balik biologis, hypnosis, relaksasi, imajinsi terbimbing, terapi music, distraksi, kompres hangat atau dingin, dan bersama penggunaan tindakan peredaan nyeri yang lain.

5) Kolaborasi dengan dokter pemberian analgetik jika tindakan tidak berhasil atau perubahan bermakna dari pengalaman nyeri pasien masa lalu.

c. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan perdarahan Tujuan keperawatan :

1) Kekurangan volume cairan teratasi dibuktikan dengan keseimbangan cairan, elektrolit, asam basa, hidrasi (jumlah yang adekuat, dan status nutrisi: asupan makanan dan cairan yang adekuat.

2) Keseimbangan elektrolit dan asam basa akan dicapai, dibuktikan oleh indikator frekuensi nadi dan irama jantung apical, frekuensi

dan irama nafas, kewaspadaan mental dan orientasi kognitif, elektrolit serum, dan BUN.

Intervensi NIC :

1) Pantau warna, jumlah, dan frekuensi kehilangan cairan

2) Pantau perdarahan (misalnya periksa semua secret dari adanya darah nyata atau darah samar)

3) Identifikasi faktor-faktor pengaruh terhadap bertambah buruknya dehidrasi (misalnya obat-obatan, demam, stress, program pengobatan)

4) Tingkatkan asupan oral

5) Pantau status hidrasi (misalnya kelembapan membrane mukosa, keadekuatan nadi, dan tekanan darah ortostatik)\

6) Timbang berat badan setiap hari dan pantau kecenderungannya 7) Pertahankan keakuratan catatan asupan dan haluaran

8) Ajurkan pasien untuk menginformasikan perawat bila haus 9) Kolaborasi pemberian terapi IV, sesuai program

d. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan, kepekaan uterus Tujuan dan kriteria hasil NOC :

Klien akan :

1) mengidentifikasi aktivitas yang menimbulkan kecemasan yang mengakibatkan intoleran aktivitas

2) Berpartisipasi dalam aktivitas fisik yang dibutuhkan dengan peningkatan normal denyut jantung

3) Mengungkapakan secara verbal pemahaman tentang kebutuhan oksigen , obat atau peralatan yang dapat meningkatkan toleransi terhadap aktivitas

4) Menampilkan aktifitas sehari-hari (AKS) dengan beberapa bantuan Intervensi NIC :

1) Kaji tingkat kemampuan klien untuk berpindah dari tempat tidur, berdiri, ambulasi, dan melakukan AKS dan AKSI.

2) Tentukan penyebab keletihan (misalnya perawatan, nyeri, dan pengobatan).

3) Pantau asupan nutrisi untuk memastikan sumber-sumber energi yang adekuat.

4) Ajarkan tentang pengaturan aktivitas dan teknik manajemen waktu untuk mencegah kelelahan.

5) Bantu dengan aktivitas fisik teratur (misalnya ambulasi, berpindah, mengubah posisi, dan perawatan personal).

6) Kolaborasi pemberian pengobatan nyeri sebelum aktivitas, apabila nyeri sebagai salah satu faktor penyebab.

7) Kolaborasi dengan ahli terapi (misalnya latihan ketahanan), atau rekreasi untuk merencanakan dan memantau aktivitas.

e. Konstipasi berhubungan dengan kelemahan otot abdomen Tujuan dan kriteria hasil NOC :

1) Konstipasi menurun, dibuktikan dengan defekasi (gangguan

pada : pola eliminasi (dalam rentang yang diharapkan), feses lunak dan berbentuk, mengeluarkan feses tanpa bantuan.

2) Konstipasi menurun, yang dibuktikan oleh defekasi (sangat berat ekstrem, berat, sedang, ringan, atau tidak ada): darah di dalam feses, nyeri saat defekasi.

Intervensi NIC :

1) Kaji warna, konsistensi feses, frekuensi, keluarnya flatus, adanya impaksi, ada atau tidak ada bising usus dan distensi abdomen.

2) Ajarkan kepada pasien tentang efek diet (misalnya cairan dan serat) pada eliminasi.

3) Tekankan pentingnya menghindari mengejan selama defekasi untuk mencegah perubahan pada tanda vital atau perdarahan.

4) Konsultasi dengan ahli gizi untuk meningkatkan serat dan cairan dalam diet.

5) Minta program dari dokter untuk memberikan bantuan eliminasi, seperti diet tinggi serat, pelunak feses, enema, dan laksatif.

6) Anjurkan aktivitas optimal untuk merangsang eliminasi defekasi pasien.

7) Sediakan cairan sesuai dengan pilihan pasien.

f. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual

Tujuan dan criteria hasil NOC :

1) Klien akan mempertahankan berat badan atau bertambah berat badannya.

2) Klien akan menjelaskan komponen diet bergizi adekuat.

3) Klien akan mengungkapkan tekad untuk mematuhi diet.

4) Klien akan menoleransi diet yang dianjurkan.

5) Klien akan mempertahankan massa tubuh dan berat badan dalam batas normal.

6) Klien akan memiliki nilai laboratorium (misalnya, tranferin, albumin, dan elektrolit) dalam batas normal.

7) Klien akan melaporkan tingkat energi yang adekuat.

Intervensi NIC :

1) Pantau nilai laboratorium, khususnya transferin, albumin, dan elektrolit.

2) Pantau kandungan nutrisi dan kalori pada catatan asupan.

3) Timbang pasien pada interval yang tepat.

4) Ajarkan keluarga dan pasien tentang makanan yang bergizi dan tidak mahal.

5) Berikan informasi yang tepat tentang kebutuhan nutrisi dan bagaimana memenuhinya.

6) Kolaborasi dengan ahli gizi tentang jumlah kalori dan jenis zat gizi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

7) Tawarkan makanan porsi besar di siang hari ketika nafsu makan

8) Ciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan.

g. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya sumber informasi yang diperoleh

Tujuan dan kriteria hasil NOC :

1) Klien dan keluarga akan mengidentifikasi kebutuhan terhadap informasi tambahan tentang program terapi

2) Klien dan keluarga akan memperlihatkan kemampuan dan pengetahuan tentang abortus

Intervensi NIC :

1) Lakukan penilaian terhadap tingkat pengetahuan klien saat ini dan pemahaman terhadap abortus.

2) Kaji gaya belajar klien.

3) Beri penyuluhan sesuai tingkat pemahaman klien dan keluarga.

4) Beri informasi tentang sumber-sumber dalam mempertahankan program terapi.

5) Ikut sertakan keluarga dan orang terdekat dalam pemberian pendidikan kesehatan.

h. Ansietas berhubungan dengan defisiensi pengetahuan mengenai prosedur dan perawatan pasca prosedur.

Tujuan dan kriteria hasil NOC :

1) Ansietas berkurang, dibuktikan oleh tingkat ansietas hanya ringan atau sedang dan selalu menunjukkan pengendalian diri terhadap ansietas, konsentrasi, dan koping.

2) Menunjukkan pengendalian dri terhadap ansietas di buktikan dengan berkurang atau tidak ada rencana strategi koping untuk situasi penuh tekanan, pertahanann perfoma peran, dan pemantauan distorsi persepsi sensori.

Intervensi NIC :

1) Kaji dan dokumentasikan tingkat kecemasan pasien, termasuk reaksi fisik.

2) Kaji kemampuan pengambilan keputusan pasien.

3) Instruksikan klien tentang penggunaan teknik relaksasi.

4) Ajarkan anggota keluarga bagaimana membedakan antara serangan panik dan gejala penyakit fisik.

5) Kolaborasi pemberian obat untuk menurunkan ansietas.

6) Beri dorongan kepada klien untuk mengungkapkan secara verbal pikiran dan perasaan untuk mengeksternalisasikan ansietas.

i. Berduka berhubungan dengan kematian janin sekunder akibat kehilangan, rasa bersalah.

Tujuan dan Kriteria hasil NOC : Klien dan keluarga akan :

1) Menunjukkan kemampuan untuk membuat keputusan yang bermanfaat tentang kehilangan yang dirasakan.

2) Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kepercayaan spiritual tentang kehilangan.

3) Menyatakan secara verbal ketakutan dan kekhawatiran tentang potensial kehilangan.

4) Berpartisipasi dalam penyelesaian proses dukacita.

5) Tidak menunjukkan distress somatic.

6) Mengungkapkan perasaan tentang produktivitas, kebergunaan, keberdayaan, dan optimisme.

Intervensi NIC :

1) Tentukan penyebab dan lamanya waktu sejak diagnosis abortus 2) Identifikasi kehilangan

3) Ajarkan karakteristik proses berduka yang normal dan tidak normal, serta ajarkan fase-fase proses dukacita

4) Beri informasi tentang harapan yang realistis yang berhubungan dengan perilkau pasien

5) Identifikasi sumber-sumber dukungan dalam komunitas

6) Bantu pasien dan keluarga untuk mengungkapkan ketakutan, rencana, kekhawatiran, dan harapan satu sama lainnya.

Dokumen terkait