METODE PENELITIAN
B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan
Pada penelitian pengembangan ini menggunakan model Plomp terdiri tiga tahap penelitian yakni: Premilinary Research (Analisis Pendahuluan), Development or Prototyping Phase (Fase Pengembangan atau Perancangan Prototipe), dan Assessment Phase (Fase Penilaian).
Adapun penjelasan terkait model Polmp yaitu:
1. Premilinary Reserch (Analisis Pendahuluan)
Fase ini merupakan tahap awal pada pengembangan model Plomp.
Fase ini harus dilakukan guna mengetahui permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan dan mengetahui kebutuhan untuk pengembangan buku ajar biologi. Pada fase ini terdapat tiga tahapan anlisis yaitu:
a) Analisis Kebutuhan dan Konteks
Analisis kebutuhan dan konteks merupakan kegitan awal yang perlu dilakukan sebelum melakukan penelitian dan pengembangan. Analisis kebutuhan dilakukan untuk menetapkan permasalahan dasar serta mengetahui kabutuhan yang diperlukan oleh siswa di dalam kelas. Analisis kebutuhan ini dilakukan melalui wawancara dan pembagian angket analisis kebutuhan siswa di kelas XI MIA MA Maarif Sukorejo Pasuruan untuk mengetahui kegiatan pembelajaran, serta kendala yang dialami ketika kegiatan pembelajaran berlangsung, serta bahan ajar yang digunakan.
b) Pengkajian Teori dan Literatur
Pengkajian teori dan literatur dilakukan untuk memilih dan mengkaji buku yang digunakan pada kegiatan pembelajaran yang relevan untuk menyusun buku ajar biologi yang akan dikembangkan.
c) Pengembangan Kerangka Konseptual
Pengembangan kerangka konseptual dilakukan untuk mengetahui kurikulum yang digunakan dan mengetahui capaian atau tujuan pembelajaran pada materi sistem gerak manusia, kemudian dilanjutkan menyusun indikator dan tujuan pembelajaran. Perlu diketahui bahwa kurikulam yang sedang digunakan yakni kurikulum 2013 (K13) revisi tahun 2018.
Pengembangan buku ajar biologi berbasis problem solving terintegrasi nilai keislaman ini dikembangkan menggunakan media cetak.
2. Development or Prototyping Phase (Fase Pengembangan Prototipe) Berdasarkan analisis pendahuluan, maka dilakukan tahap perancangan dan pengembnagan prototipe. Development or prototyping phase (Fase Pengembangan Prototipe) yang meliputi perancangan dan pengembangan. Fase ini menekankan konsistensi atau validitas dan keprktisan produk yang dikembangkan, lalu sedikit demi sedikit memperhatikan keefektifan produk yang dikembangkan.
Adapun tingkatan yang akan digunakan pada fase ini yakni:
a) Tahap Perancangan Prototipe
Tahap perancangan ini yaitu bentukan awal produk yang akan dikembangkan, yang mana dilakukan perancangan dan penyusunan draft dengan analisis materi yang akan disusun pada pengembangan buku ajar biologi berbasis problem solving
terintegrasi nlai keislaman pada materi sistem gerak manusia.
Setelah melakukan analisis materi tahap selanjutnya yaitu penyusuan bagian yang terdapat dalam buku ajar yang mencakup cover buku, halaman utama, redaksi buku, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan yang mana di dalamnya terdapat kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan pemelajaran, peta konsep, materi pembelajaran, rangkuman, evaluasi, rubrik evaluasi, glosarium, refrensi, dan biografi penulis. Pengembangan buku ajar ini berbentuk cetak berwarna sehingga dapat digunakan siswa dimanapun dan kapanpun untuk belajar mandiri di rumah. Desain yang ditampilkan menggunakan kombinasi warna yang sesuai dan menggunakan jenis huruf Times New Roman, yang didesain menggunakan aplikasi canva dan microsoft word 2013.
b) Tahap Pengambangan Prototipe
Pada tahap pengembangan penelitian ini akan membuat pengembangan prototipe serta terdapat evaluasi formatif oleh pakar ahli. Evaluasi dimaksudkan agar mengetahui hasil nilai validasi produk yang dikembangkan. Para pakar ahli juga memberikan catatan serta masukan dalam merevisi produk yang dikembangkan sehingga mendapatkan hasil yang sesuai. Evaluasi dan saran validator pada produk menggunakan lembar validasi produk ditinjau dari kelayakan materi, kebahasaan, serta penyajian.
Validasi akan dilakukan oleh validator ahli materi, ahli media, ahli
bahasa, ahli tafsir Al-Qur’an dan hadist, dan guru biologi. Tahap pengembangan prototipe pada pengembangan buku ajar biologi berbasis problem solving terintegrasi nilai keislaman dapat dijabarkan di bawah ini:
1) Pengembangan Prototipe 1
Tahap perancangan prototipe pengembangan buku ajar biologi berbasis problem solving terintegrasi keislaman menggunakan aplikasi Microsoft Word 2013 dan aplikasi canva. Dengan merancang komponen-komponen yang terdapat dalam pengembangan buku ajar. Setelah desain buku ajar sudah selesai dengan prototipe 1 dan dilakukan penilaian mandiri (self evaluation) dan disebut dengan prototipe 1.
Setelah sefl evaluation, dilanjutkan ke proses pengembangan prototipe 2.
2) Pengembangan Prototipe 2
Tahap pengembangan prototipe 2 dilakukan validasi oleh para pakar ahli. Validasi ahli bertujuan untuk mengetahui penilaian dari hasil produk yang dikembangkan. Validasi ahli ini berupa saran dan masukan yang nantinya akan digunakan untuk merevisi produk hingga mendapatkan hasil yang sesuai yang diharapkan. Validasi oleh pakar ahli ini akan dilakukan oleh ahli materi, ahli media, ahli bahasa, ahli tafsir Al-Qur’an
dan Hadist, serta guru biologi kelas XI MIA di MA Maarif Sukorejo Pasuruan.
Hasil validasi kemudian akan digunakan untuk merevisi, hasil revisi dari prototipe 2 kemudian nantinya akan dihasilakan prototipe 3 yang valid dan siap untuk di uji cobakan, uji coba pertama merupakan uji coba one to one terhadap siswa kelas XI MIA MA Maarif Sukorejo Pasuruan.
3) Pengembangan Prototipe 3
Tahap pengembangan prototipe 3 merupakan hasil revisi yang siap di uji cobakan, selanjutnya dilakukan uji coba one to one yang berjumlah 3 orang siswa kelas XI MIA MA Maarif Sukorejo Pasuruan, hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Viola (2019: 14). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling yang merupakan pengambilan sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang terdapat dalam populasi itu (Sugiyono: 2015. 82).
Prototipe 3 juga dievaluasi dan bertujuan untuk memperoleh tanggapan dari berbagai persepektif siswa yang diberikan angket respon siswa sebagai instrumen penilaian.
Jika terdapat respon siswa untuk melakukan perbaikan, maka dilakukan revisi dan hasil revisi dinamakan dengan prototipe 4.
Jika pada tahap ini tidak terdapat revisi maka dilanjutkan ke evaluasi oleh kelompok kecil.
4) Pengembangan Prototipe 4
Tahap pengembangan prototipe 4, kegiatan evaluasi dievaluasi oleh kelompok kecil. Uji coba kelompok kecil dilakukan kepada 10 orang siswa kelas XI MIA MA Maarif Sukorejo Pasuruan. Menurut Sugiyono (2015: 492) sampel yang digunakan yaitu 6 s.d 12 subjek. Uji coba kelompok kecil dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel dari suatu populasi secara acak dengan tanpa memperhatikan strata (Hamzah, 2020:105).
Pada tahap ini peneliti akan memberikan sebuah produk yang dikembangkan serta membagikan angket respon siswa sebagai instrumen penilaian. Hal ini berdasarkan respon siswa, jika terdapat revisi maka akan dilakukan perbaikan kemudian hasil perbaikan ini di namakan dengan prototipe 5. Jika tidak terdapat revisi maka dilakukan uji lapangan (field test) dalam uji coba kelompok besar.
5) Pengembangan Prototipe 5
Pada tahap pengembangan prototipe 5, hasil revisi pada tahap sebelumnya akan di evaluasi dan di uji cobakan menggunakan uji coba lapangan di kelas XI MIA di MA
Maarif Sukorejo Pasuruan. Menurut Yuliana (2018: 33) pada tahap uji coba dilakukan bertujuan mengetahui respon siswa dan dapat diberikan penilian terhadap kualitas produk yang dibuat.
Menurut Sugiyono (2015: 492) sampel yang digunakan yaitu 30 s.d 100 subjek. Uji coba kelompok besar atau field test ini dilakukan oleh 34 orang siswa kelas XI MIA MA Maarif Sukorejo Pasuruan dengan angket respon siswa sebagai instrumen penilaian.
3. Assessment Phase (Fase Penilaian)
Fase penilaian menekankan pada tingkat kepraktisan serta keefektifan produk yang dikembangkan. Kepraktisan buku ajar yang dikembangkan dinilai berdasarkan uji coba kelompok besar (field test) yang terdiri dari 34 siswa kelas XI MIA di MA Maarif Sukorejo Pasurauan, berdasarkan lembar angket respon siswa sebagai instrumen penilaian untuk mengetahui keterlaksaan produk yang dikembangkan.
Sedangkan keefektifan buku ajar yang dikembangkan akan dilihat beradasarkan perbandingan hasil berdasarkan hasil belajar siswa melalui pretest dan postest yang telah dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan produk buku ajar biologi yang dikembangkan.