METODE PENELITIAN
C. Uji Coba Produk
Maarif Sukorejo Pasuruan. Menurut Yuliana (2018: 33) pada tahap uji coba dilakukan bertujuan mengetahui respon siswa dan dapat diberikan penilian terhadap kualitas produk yang dibuat.
Menurut Sugiyono (2015: 492) sampel yang digunakan yaitu 30 s.d 100 subjek. Uji coba kelompok besar atau field test ini dilakukan oleh 34 orang siswa kelas XI MIA MA Maarif Sukorejo Pasuruan dengan angket respon siswa sebagai instrumen penilaian.
3. Assessment Phase (Fase Penilaian)
Fase penilaian menekankan pada tingkat kepraktisan serta keefektifan produk yang dikembangkan. Kepraktisan buku ajar yang dikembangkan dinilai berdasarkan uji coba kelompok besar (field test) yang terdiri dari 34 siswa kelas XI MIA di MA Maarif Sukorejo Pasurauan, berdasarkan lembar angket respon siswa sebagai instrumen penilaian untuk mengetahui keterlaksaan produk yang dikembangkan.
Sedangkan keefektifan buku ajar yang dikembangkan akan dilihat beradasarkan perbandingan hasil berdasarkan hasil belajar siswa melalui pretest dan postest yang telah dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan produk buku ajar biologi yang dikembangkan.
yaitu untuk mengetahui kelayakan dari bahan ajar buku ajar biologi yang dikembangkan (Artika, 2020: 31).
Uji coba produk yang dikembangkan dilakukan melalui validasi pakar ahli, kemudian hasil dari validasi pakar ahli ini dijadikan sebagai revisi untuk menghasilkan produk buku ajar biologi yang valid pada materi sisitem gerak manusia untuk siswa kelas XI pada tingkat SMA/
MA. Setelah melalui uji validasi ahli, selanjutnya akan dilakukan uji coba one to one, uji coba kelompok kecil, dan uji pengguna oleh guru biologi melalui angket respon sebagai instrumen peinilaian.
Kemudian uji coba kepraktisan dilakukan menggunakan angket respon siswa pada uji coba kelompok besar. Sedangkan untuk uji keefektifan produk diperoleh dari hasil pretest dan posttest yang yang telah dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan produk buku ajar biologi yang dikembangkan. Data uji keefektifan tersebut akan di analisis kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif.
a. Desain Uji Coba Produk
Desain uji coba.produk yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kevalidan, tingkat kepraktisan, dan tingkat keefektifan produk yang dikembangkan melalui beberapa jenis uji coba. Desain uji coba produk dilaksanakan oleh dosen Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember sebagai pakar ahli materi, ahli media, ahli bahasa dan ahli tafsir Al-Qur’an dan hadist, dengan dilakukannya uji validasi produk.
Desain uji coba ini juga melibatkan satu orang guru biologi di MA
Maarif Sukorejo Pasuruan. Desain uji coba produk juga melibatkan siswa kelas XI MIA di MA Maarif Sukorejo Pasuruan.
b. Subjek Uji Coba
1. Subjek validasi produk
Adapun subjek validasi produk dilakukan kepada dosen tadris biologi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq Jember. Validasi produk dilakukan dengan melibatkan beberapa pakar ahli yaitu ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dan ahli tafsir Al-Qur’an dan hadist. Adapun pakar ahli memiliki kualifikasi pendidikan sarjana 2/S2, yang bertujuan untuk mengetahui kevalidan produk yang dikembangkan. Desain uji coba produk juga melibatkan satu guru biologi di MA Maarif Sukorejo Pasuruan sebagai validasi pengguna.
2. Subjek uji coba produk
Subjek data penelitian pengembaangan buku ajar biologi berbasis problem solving terintegrasi nilai keislaman dilakukan di kelas XI MIA di MA Maarif Sukorejo yang berjumlah 34 siswa dalam uji lapangan atau field test. Pemilihan sekolah dan kelas dilakukan dengan mempertimbangkan materi sistem gerak manusia yang terdapat pada kurikulum 2013 revisi tahun 2018.
c. Jenis Data
Pada penelitian pengembangan ini menggunakan dua jenis data yaitu data kulitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang
menyatakan menyatakan tanggapan dan saran (Artika, 2020: 32). Data kualitatif ini didapatkan dari hasil wawancara, angket analisis kebutuhan siswa, serta hasil kritik dan saran dari validator yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan revisi produk yang dikembnagkan. Sedangkan data kuantitaif adalah data yang diperoleh melalui skor penilaian dari produk yang dikembangkan (Artika, 2020:
32). Data kuantitatif ini didapatkan dari skor analisis kebutuhan siswa, skor validator, skor uji coba produk, dan skor pretest-posttest. Data kuantitatif ini digunakan untuk sebagai penentu kualitas pada produk yang dikembangkan.
d. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data sangat penting pada penelitian pengembangan ini untuk mengetahui data yang valid berdasarkan subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi wawancara, angket dan tes. Adapun tujuan yang terdapat dari setiap instrumen pengumpulan data yaitu:
1. Wawancara
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara tidak berstruktur yang merupakan wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun sistematis serta lengkap agar pengumpulan datanya..
Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. (Sugiyono, 2015: 233-
234). Kegiatan wawancara dilakukan kepada guru biologi di MA Maarif Sukorejo dalam mendapati proses belajar yang dilaksanakn di sekolah dan dikembangkan sebagai analisis awal untuk produk yang akan dikembangkan.
2. Angket (Kueisioner)
Angket atau kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu apa yang bisa diharapkan dari responden (Sugiyono, 2015: 142).
Teknik pengumpulan data ini dilakukan untuk uji kevalidan dari pakar ahli (validator) serta respon siswa kelas XI MIA di MA Maarif Sukorejo terhadap produk yang dikembangkan.
3. Tes
Tes merupakan sekumpulan pertanyaan yang digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan kognitif siswa sebelum atau setelah proses pembelajaran berlangsung. Bentuk tes bermacam-macam, seperti soal pilihan ganda, soal essay, soal menjodohkan, dan lain-lain. (Jakni, 2016: 98). Instrumen penelitian berupa tes dilakukan pada saat uji coba lapangan utama atau uji coba kelompok besar, dimana pada tahap ini produk yang telah direvisi kemudian diuji cobakan dalam kelompok besar atau uji efektivitas dengan jumlah 34 siswa dengan soal pretest yang
diberikan sebelum diimplementasikan produk yang diekembangkan. Kemudian posttest diberikan setelah sesudah mengggunakan produk yang dikembangakan, soal pretest-posttest ini berupa pilihan ganda sebanyak 20 soal pilihan ganda yang nantinya akan di validasi.
e. Teknik Analisis Data
Data dikumpulkan menggunakan beberapa alat penelitian tertentu serta dianalisis sesuai dengan jenis datanya. Jenis data yang didapatkan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif serta deskriprif kuantitatif. Menurut Wirnanata dan Sujana (2021: 32) Jenis analisis data kualitatif merupakan suatu teknik mengolah data untuk menarik kesimpulan secara umum dengan cara mengumpulkan data secara terstruktur ke dalam kategori-kategori objek yang berupa kata-kata atau kalimat. Sedangkan teknik analisis data deskriptif kuantitatif merupakan suatu metode untuk mendapatkan kesimpulan secara umum dengan cara mengumpulkan data secara terstruktur dalam bentuk angka atau presentase.
Penelitian ini memiliki tiga jenis analisis data untuk memvalidasi produk yang dikembangkan yakni:
1) Uji Validitas Produk
Uji hasil validasi produk merupakan hasil validasi produk yang berasal dari validator ahli, validator pengguna, dan uji coba produk. Disini peneliti menggunakan skala likert yang digunakan
sebagai aspek penilaian. Menurut Fadarwati (2015: 64) skala likert terdiri dari empat jawaban dengan skala penilaian sangat setuju diberi skor (4), setuju diberi skor (3), tidak setuju diberi skor (2), dan sangat sangat tidak setuju diberi skor (1).
Data yang terkumpul kemudian di analisis kuantitaif menggunakan rumus di bawah ini:
P =
x 100 Keterangan: P = Presentase tiap kriteria
X = Nilai setiap Kriteria
Xi = nilai maksimal setiap Kriteria
Tentukan kategori validitas tiap kriteri (P) dengan kriteria validasi yang telah ditentukan. Nilai presentase yang telah diperoleh akan dimasukkan pada kriteria interpretasi kategori uji validitas pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.1
Kriteria Validitas Ahli dan Validitas Pengguna No. Pencapaian Nilai
(Skor)
Kategori Validitas
Keterangan 1 25.00% - 40.00% Tidak Valid Tidak boleh digunakan 2 41.00% - 55.00% Kurang Valid Tidak boleh
digunakan 3 56.00% - 70.00% Cukup Valid Boleh digunakan
setelah revisi besar 4 71.00% - 85.00% Valid Boleh digunakan
setelah revisi kecil 5 86.00% - 100.00% Sangat Valid Sangat baik
digunakan Sumber: (Akbar, 2013: 78)
2) Analisis Respon Siswa
Analisis data hasil uji coba produk merupakan skor hasil dari respon siswa yang telah diperoleh di kelas XI MIA di MA Maarif Sukorejo Pasuruan. Data respon siswa menggunakan angket respon siswa sebagai instrumen penilaian dan menggunkan skala likert sebagai aspek penilaian. Skala penilaian sangat praktis diberi skor (4), praktis diberi skor (3), cukup praktis diberi skor (2), dan sangat tidak praktis diberi skor (1).
Presentase tanggapan siswa kemudian disesuaikan dengan kriteria dibawah ini. Data respon siswa dinyatakan positif jika memenuhi kriteria baik dan buku ajar dinyatakan valid jika respon siswa positif.
Tabel 3.2
Kriteria Respon Siswa
No. Presentase Kriteria
1 81% - 100% Sangat Praktis/ Sangat Menarik 2 61 % – 80 % Praktis/ Menarik
3 41 % – 60 % Cukup Praktis/ Cukup Menarik 4 21 % – 40 % Kurang Praktis/ Kurang Menarik 5 <20% Tidak Praktis/ Tidak Menarik Sumber: (Riduwan, 2015: 41)
3) Analisis data hasil tes
Analisis data hasil tes uji coba lapangan kelompok besar dalam penelitian ini, menggunakan bentuk Pre-Experimental Design dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design atau Eksperimen (before-after) untuk membandingan keadaan sebelum
dan sesudah menggunakan buku ajar biologi. Peneliti menggunakan angket sebagai instrumen penilaian.
Menurut Jakni (2016: 70) mengatakan bahwa dalam desain penelitian ini terdapat perhitungan data pretest dan posttest sehingga hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum dan setelah diberi perlakuan seperti persamaan berikut:
Keterangan :
O1 : Nilai sebelum perlakuan (Pretest) X : Perlakuan (Treatment)
O2 : Nilai sesudah perlakuan (Posttest)
Setelah diperoleh data hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan Uji T-Test dan N-Gain menggunakan bantuan software IBM SPSS 21,0 for windows untuk melihat keefektifan produk yang dikembangkan.
a. Menganalisis Menggunakan T-test
Data efektivitas bahan ajar diperoleh dari hasil belajar siswa, sasaran uji coba yaitu siswa kelas XI MIA di MA Maarif Sukorejo Pasuruan. Untuk menganalisis tingkat keefektifan dapat menggunakan Uji Paired Sample T-Test dilakukan
O1 X O2
menggunakan bantuan software IBM SPSS 21,0 for windows.
Sebelum dilakukan uji T-Test, terlebih dahulu dikaukan uji normalitas data menggunakan software IBM SPSS 21,0 for windows melalui hasil Kolmogorov Smirnov untuk melihat apakah data tersebut terdistribusi normal. Kriteria pengujian data normalitas menggunakan SPSS adalah jika signifikansi >
0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal. Sedangkan jika signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
Uji Paired Sample T-Test dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar yang dikembangkan. Uji T-test diperoleh data uji coba lapangan kemudian dikumpulkan menggunakan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Hal ini sesuai dengan penelitian Arriany, dkk (2020: 63) untuk uji efektivitas atas hasil belajar siswa dilihat dari hasil pretest dan posttest. Maka digunakan rumus uji T-Test mengikuti Sugiyono (2015:307), sebagai berikut:
Keterngan :
X 1 = rata-rata sampel sebelum perlakuan X 2= rata-rata sampel setelah perlakuan
S₁ = simpangan baku sebelum perlakuan S₂ = simpangan baku setelah perlakuan S₁ ² = varian sampel 1
S₂ ² = varian sampel 2
r = korelasi antara dua kelompok
Kemudian akan diperoleh hipotesis dengan rumus:
1. Hₒ = sistem kerja baru lebih kecil atau sama dengan sistem kerja lama
2. Hₐ = sistem kerja baru lebih baik dari sistem kerja lama Hₒ = µ1 ≤ µ2
Hₐ = µ1 > µ2
Setelah dilakukan uji T-Test juga perlu dilakukan uji N- gain. Uji N-Gain bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sebelum diberi perlakuan dan setelah diberi perlakuan. Adapun analisis menggunakan rumus N-Gain sebagai berikut.
b. Menganalis menggunakan rumus N-Gain
Analisis data hasil uji efektivitas produk bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan buku ajar biologi berbasis problem solving terintegrasi nilai keislaman pada materi sistem gerak manusia untuk mengetahui hasil belajar dan respon siswa, hasil belajar siswa dianalisis dengan dua cara yaitu dengan adanya soal pretest-posttest dan angket respon siswa.
Menggunakan pretest-posttest berupa soal pembelajaran sistem gerak manusia yang terdiri dari 20 butir soal pilihan ganda yang bertujuan untuk mengukur pertumbuhan kognitif siswa sebelum dan sesudah menggunakan produk yang dikembangkan dalam bentuk buku ajar yang di ukur dengan rumus N-gain. Menurut Fuadah (2021:82) uji N-Gain bertujuan untuk mengetahui selisih peningkatan skor kognitif siswa dari sebelum dan sesudah menggunakan produk. Untuk menghitung skor Gain yang terormalisasi menurut Hake (1998) dapat dihitung dengan rumus berikut:
< g > =
Keterangan : < g > =
gain ternormalisasiHasil perhitungan N-Gain ternomalisasi selanjutnya diinterpretasikan berdasakan tabel interpretasi N-Gain menurut (Hake, 2007).
Tabel 3.3
Kriteria Pengelompokkan N-Gain Presentase N-Gain Klasifikasi
< g > > 0,7 Tinggi/ Sangat Efektif 0,7 > < g > > 0,3 Sedang/ Efektif
< g > < 0,3 Rendah/ Kurang efektif Sumber : (Nurheny. Dkk. 2019: 136)