BAB III
IKSS 17: Opini BPK
F. Rencana Pengembangan
Berdasarkan hasil analisis, pemantauan, pelaporan, dan evaluasi pencapaian kinerja tahun 2019, PPATK terus berupaya untuk meningkatkan kinerja dengan menyusun rencana pengembangan dalam bidang manajemen kinerja, pengembangan infrastruktur, dan aplikasi yang meliputi:
1. PPATK akan menyusun Road Map Reformasi Birokrasi PPATK Tahun 2020-2024 sesuai sasaran lima tahunan ketiga (2020-2024) dalam Grand Design Reformasi Birokrasi Tahun 2010-2025 dengan melibatkan partisipasi seluruh pimpinan dan para pegawai sebagai penggerak organisasi.
2. PPATK akan melakukan counseling dan coaching ke Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) dan Terrorist Screening Center (TSC) di Amerika Serikat terkait rencana pembangunan aplikasi Sistem Informasi Terduga Pendanaan Terorisme (SIPENDAR).
3. PPATK akan menyusun Work Plan Information Sharing Platform (ISP) Working Group, yaitu rekomendasi pilihan technology solution and IT risk governance dan usulan ISP face to face meeting di PPATK.
4. Persiapan implementasi aplikasi goAML yang meliputi pengadaan perangkat server backup aplikasi goAML yang akan ditempatkan di DRC dan pengadaan perangkat sistem keamanan dan jaringan yang mendukung aplikasi goAML.
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19 120
5. Pengembangan aplikasi Sistem Informasi Terduga Pendanaan Terorisme (SIPENDAR). Aplikasi ini direncanakan akan dikembangkan secara swakelola oleh para staf pengembangan aplikasi sistem pada Pusat TI.
6. Uji coba keamanan sistem informasi untuk aplikasi (PEP’s) dan aplikasi goAML
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19 121
Laporan Kinerja Tahun 2019 PPATK menyajikan pencapaian sasaran strategis yang tercermin pada capaian empat belas sasaran strategis dan tujuh belas IKSS yang termuat dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2019. Rata-rata capaian kinerja PPATK pada tahun 2019 adalah 99,43%. Capaian kinerja tersebut didukung dengan realisasi anggaran per 31 Desember 2019 sebesar Rp195.685.169.459,00 atau sebesar 92,64% dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp211.467.726.000,00. Capaian kinerja ini menunjukkan bahwa PPATK telah efektif dan efisien dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Berdasarkan capaian kinerja IKSS PPATK pada tahun 2019, tidak semua IKSS berhasil mencapai target kinerja. Dari tujuh belas IKSS yang diukur, enam IKSS berhasil mencapai target kinerja. Bahkan tiga IKSS capaian kinerjanya berhasil melampaui target kinerja. Namun demikian, terdapat tujuh IKSS yang capaian kinerjanya belum berhasil mencapai kinerja 100% dan satu IKSS yang tidak diukur capaian kinerjanya pada tahun 2019, yaitu Indeks persepsi TPPU dan pendanaan terorisme.
Rincian capaian kinerja masing-masing IKSS tersebut, sebagai berikut:
1. Tiga IKSS yang capaian kinerjanya berhasil melampaui target kinerja (>100%), yaitu:
a. Persentase rekomendasi FATF yang diadopsi dalam kebijakan domestik (120%).
b. Jumlah Hasil Analisis, Hasil Pemeriksaan, dan informasi yang ditindaklanjuti (120%).
c. Persentase laporan dari pihak pelapor yang memenuhi standar pelaporan (103,79%).
2. Enam IKSS berhasil mencapai target kinerja (100%), yaitu:
a. Persentase rekomendasi PPATK dalam pencegahan dan pemberantasan TPPU dan pendanaan terorisme yang ditindaklanjuti.
b. Persentase kerja sama yang ditindaklanjuti c. Indeks kepatuhan pihak pelapor.
d. Persentase pemenuhan produk hukum TPPU dan pendanaan terorisme.
e. Persentase pegawai PPATK yang memiliki penilaian prestasi kerja pegawai baik.
BAB
IV Penutup
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19 122
f. Opini BPK.
3. Tujuh IKSS yang capaian kinerjanya belum berhasil mencapai target kinerja (<100%), yaitu:
a. Persentase rekomendasi National Risk Assessment (NRA) yang ditindaklanjuti (97,78%).
b. Tingkat kualitas hasil riset TPPU dan pendanaan terorisme (97%).
c. Persentase kelulusan peserta pelatihan (87,58%).
d. Indeks tata kelola teknologi informasi PPATK (88,57%).
e. Nilai AKIP PPATK (94,66%).
f. Nilai pelaksanaan reformasi birokrasi PPATK (91,55%).
g. Persentase peningkatan pengungkapan kasus TPPU dan pendanaan terorisme di Indonesia (83,35%).
Upaya-upaya yang akan dilakukan atas beberapa IKSS yang belum dapat tercapai secara optimal, antara lain:
1. Memanfaatkan hasil evaluasi kinerja tahun sebelumnya dan menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi yang berasal dari para stakeholders dan Inspektorat PPATK guna perbaikan pengelolaan kinerja PPATK.
2. Perbaikan tata kelola teknologi informasi dan sistem manajemen kinerja yang mendukung keberlangsungan bisnis proses PPATK.
3. Penguatan penyelenggaraan reformasi birokrasi dengan melibatkan seluruh pimpinan secara aktif dan berkelanjutan, melakukan penilaian dan pengembangan kompetensi pegawai secara menyeluruh, dan meningkatkan proses bisnis kegiatan utama sesuai dengan tugas dan fungsi yang disesuaikan dengan perkembangan tuntutan efisiensi dan efektivitas birokrasi.
Selain itu, untuk mendorong tercapainya target dalam Renstra PPATK Tahun 2015- 2019, PPATK memberikan perhatian yang lebih terhadap IKSS yang berpengaruh signifikan untuk mendorong pencapaian target kinerja dan sasaran strategis yang ditetapkan dalam upaya mencapai tujuan-tujuan strategis PPATK. Upaya-upaya tersebut, antara lain:
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19 123
a. Mendorong setiap unit kerja untuk melakukan analisis dan evaluasi capaian kinerjanya, termasuk kendala-kendala dalam pencapaian kinerja sebagai bahan evaluasi Renstra PPATK Tahun 2015-2019.
b. Inspektorat melakukan evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja unit eselon I dan II di PPATK. Hasil evaluasi dan rekomendasi tersebut telah disampaikan kepada masing-masing unit kerja untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan kinerja pada tahun-tahun selanjutnya.
c. Menyempurnakan aplikasi e-RKA, yaitu aplikasi perencanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan yang digunakan untuk pengelolaan anggaran dan kinerja dengan memanfaatkan sistem teknologi informasi secara lebih optimal guna meningkatkan kualitas pelaporan anggaran dan kinerja.
d. Meningkatkan kerja sama antara PPATK dengan para penyidik untuk meningkatkan jumlah hasil analisis, hasil pemeriksaan, dan informasi yang ditindaklanjuti.
e. Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN melalui peningkatan budaya integritas dan efektivitas evaluasi terhadap implementasi kebijakan whistleblowing system dan penanganan benturan kepentingan secara berkala.
PPATK yang selalu berupaya memperbaiki pengelolaan kinerja dalam kondisi lingkungan yang terus berubah. Selain itu, keberhasilan PPATK juga tidak lepas dari peran para pemangku kepentingan PPATK yang senantiasa memberikan dukungan dan masukan bagi perbaikan kinerja PPATK. Dengan demikian, eksistensi dan manfaat PPATK dapat semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam upaya penegakan rezim anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di Indonesia.
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19