• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

Dalam dokumen pengembangan bahan ajar (Halaman 74-82)

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

C. Uji Coba Produk

5. Teknik Analisis Data

atau prestasi tester. Ditinjau dari sasaran atau objek yang akan dievaluasi, maka dibedakan adanya beberapa macam tes.

c. Wawancara

Wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data pada pendahuluan. Wawancara dilakukan pada guru pengampu mata pelajaran fikih dan peserta didik yang bertujuan menggali informasi tentang keberadaan bahan ajar yang digunakan dan serta apakah perlunya kebutuhan untuk dikembangkan.

d. Dokumentasi

Dokumentasi atau dokumen yaitu menyelidiki atau mencari benda-benda tertulis seperti buku, majalah, artikel, dokumen, peraturan, catatan harian dan sebagainya. Dalam hal ini peneliti menggunakan buku atau sumber bahan ajar mata pelajaran fikih yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 4 dan presensi kelas MIPA 1.

didik. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data yakni menggunakan angket diberikan kepada ahli materi, ahli bahasa dan ahli desain. Untuk skala skor nilai validasi yaitu skor (1-5) dengan keterangan sebagai berikut:

Tabel 3.5

Skor Peniaian Validasi Ahli71

Skor Kriteria

1 2

5 Sangat Setuju

4 Setuju

3 Ragu

2 Tidak Setuju

1 Sangat Tidak Setuju

Data yang diperoleh dari angket yang diberikan dianalisis menggunakan statistik deskriptif kualitatif. Hasil dari skor penilaian dari masing-masing validator tersebut kemudian dicari rata-ratanya dan dikonversi untuk menentukan kevalidan dan kelayakan bahan ajar mata pelajaran fikih berbasis mubādalah.

Setelah data tersajikan selanjutnya adalah menganalisis data dengan menghitung persentasi penilaian dari masing-masing data dengan rumus sebagai berikut:72

71 Ridwan dan Sunarto, Pengantar Statistika Untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi Dan Bisnis (Bandung: ALFABETA, 2011), 22

72 Sugiono, Metode penelitian pendekatan kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2015), 251

Berdasarkan persentasi yang diperoleh kemudian ditransformasikan ke dalam kalimat yang bersifat kualitatif. Untuk menentukan kriteria kelayakan dapat dengan cara berikut: 73

Tabel 3.6 Kriteria Kelayakan

No. Interval Kriteria

1 2 3

1. 81-100% Sangat Layak

2. 61-80% Layak

3. 41-60% Cukup Layak

4. 21-40% Kurang Layak

5. 0-20% Tidak Layak

b) Analisis Respon Siswa

Analisis data respon siswa bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data yakni menggunakan angket diberikan kepada siswa. Untuk skala skor nilai respon siswa yaitu skor (1-5) dengan keterangan sebagai berikut:

73 Ridwan dan Sunarto, Pengantar Statistika Untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi Dan Bisnis..., 23

Tabel 3.7

Skor Peniaian Respon Siswa74

Skor Kriteria

1 2

5 Sangat Baik

4 Baik

3 Cukup Baik

2 Kurang Baik

1 Tidak Baik

Data yang diperoleh dari angket yang diberikan dianalisis menggunakan statistik deskriptif kualitatif. Hasil dari skor penilaian dari masing-masing siswa tersebut kemudian dicari rata-ratanya dan dikonversi untuk menentukan kemenarikan bahan ajar fikih berbasis mubādalah.

Setelah data tersajikan selanjutnya adalah menganalisis data dengan menghitung persentasi penilaian dari masing-masing data dengan rumus sebagai berikut:75

Keterangan :

M = Persentase kemenarikan

Σm = Jumlah keseluruhan jawaban siswa

Σxm = Jumlah keseluruhan skor ideal dalam satuan sistem 100% = Konstanta

74 Ridwan dan Sunarto, Pengantar Statistika Untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi Dan Bisnis (Bandung: ALFABETA, 2011), 22

75 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Kualitatif R&D, (Bandung: Akfabeta, 2011), 229

Berdasarkan persentasi yang diperoleh kemudian ditransformasikan ke dalam kalimat yang bersifat kualitatif. Untuk menentukan kriteria kemenarikan dapat dengan cara berikut.

Tabel 3.8

Kriteria Kemenarikan Bahan Ajar76

No. Interval Kriteria

1 2 3

1. 81-100% Sangat Menarik

2. 61-80% Menarik

3. 41-60% Cukup Menarik

4. 21-40% Kurang Menarik

5. 0-20% Tidak Menarik

c) Analisis Data Efektivitas

Desain uji coba lapangan menggunakan desain kelompok tunggal pre-test dan post-test, yang terdiri dari satu kelompok eksperimen tanpa ada kelompok kontrol. Para ahli banyak berpendapat bahwa eksperimen ini termasuk eksperimen semu (quasi experimental research).77 Desain ini membandingkan nilai pre-test dengan nilai post-test. Desain eksperimen tersebut dapat dilihat sebagaimana berikut:78

76 Ridwan dan Sunarto, Pengantar Statistika Untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi Dan Bisnis..., 23

77 Wina Sanjaya, Penelitian Pendidikan (Jakarta: Prenadamedia, 2013), 101

78 Hamid Darmadi, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2013), 303

Tabel 3.9

Desain Eksperimen One-Group Pre-Test-Post-Test Design

O

1

X O

2

Keterangan:

O1 : Nilai pre-test X : Perlakuan O2 : Nilai Post-test

Untuk menganalisis tingkat keefektifan penggunaan bahan ajar menggunakan uji t. Uji t adalah suatu tes statistik yang dapat dipakai untuk menguji perbedaan atau kesamaan dua kondisi/perlakuan atau dua kelompok yang berbeda, dengan prinsip memperbandingkan rata- rata (mean) kedua kelompok/perlakuan itu. 79

Untuk menghitung test t, maka dibedakan menjadi dua, yaitu pertama, tes t untuk sampel kecil yaitu menghitung tes t dua sampel kecil yang satu sama lain saling berhubungan dan menghitung tes t dua sampel kecil yang satu sama lain tidak saling berhubunga. Kedua, tes t untuk dua sampel besar yaitu menghitung tes t dua sampel besar yang satu sama lain saling berhubungan dan menghitung tes t dua sampel yang besar yang satu sama lain tidak saling berhubungan.80

Uji t yang diunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah menggunakan dua sampel kecil yang satu sama lain saling berhubungan karena penelitian ini hanya menggunakan uji coba skala

79 Subana, Statistik Pendidikan. (Jakarta: CV Pustaka Setia, 2000), 168.

80 Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi.., 240

kecil yaitu hanya responden kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 4 Banyuwangi tanpa adanya kelas pembanding.

Hasil uji coba dibandingkan ttabel dengan taraf signifikan 0,05 (5%) untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar.

H0 = tidak ada perbedaan yang signifikan (5%) antara sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar.

Ha = ada perbedaan yang signifikan (5%) antara sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar.

Analisis yang digunakan pada hasil uji coba lapangan atau hasil uji coba eksperimen adalah uji paired sampel t-test. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program statistik SPSS versi 25.81 Adapun rumus dari analisis paired sampel t-test sebagai berikut:82

̅ ̅

(

) (

)

Keterangan:

r = Nilai korelasi X1 dan X2

n = Jumlah sampel x1 = Rata-rata sampel ke-1 x2 = Rata-rata sampel ke-2 s1 = Standar deviasi sampel ke-1 s2 = Standar deviasi sampel ke-2

81 Riduwan dan H. Sunarto, Pengantar Statistika Edisi ke-4, (Bandung: Alfabeta, 2011), 247

82 Riduwan dan H. Sunarto, Pengantar Statistika ...., 126

S1 = Varians sampel ke-1 S2 = Varians sampel ke-2 Dengan demikian, maka:

Bila thitung ≥ ttabel = H0 ditolak Ha diterima, Bila thitung ≤ ttabel = H0 diterima, Ha ditolak.

Adapun rumus dari analisis paired sampel t-test sebagai berikut:83

̅ ̅

(

) (

)

Keterangan:

r = Nilai korelasi X1 dan X2 n = Jumlah sampel

x1 = Rata-rata sampel ke-1 x2 = Rata-rata sampel ke-2 s1 = Standar deviasi sampel ke-1 s2 = Standar deviasi sampel ke-2 S1 = Varians sampel ke-1

S2 = Varians sampel ke-2

83 Riduwan dan Sunarto, Pengantar Statistika. (Bandung: Alfabeta, 2014), 126

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN A. Penyajian Data Uji Coba

1. Pengumpulan Informasi

Bersumber dari penelitian pendahuluan pada buku ajar kelas XI Madrasah Aliyah, peneliti mendapatkan beberapa hal ketimpangan relasi gender dalam buku tersebut. salah satunya pada bab pernikahan hak dan kewajiban suami istri. Kemudian peneliti mencoba meminjam buku ajar kepada salah satu siswi di Madrasah Aliyah Negeri 4 Banyuwangi namun mengatakan bahwasannya tidak ada buku ajar84. Setelah menggali informasi lebih lanjut peneliti menghubungi guru pengampu mata pelajaran fikih kelas XI dan mendapatkan buku fikih cetakan kemenag 2020 (belum diterbitkan) dan hanya ada file, dan para siswa harus mencetaknya sendiri.

Kemudian dalam pengisian angket terbuka dan wawancara kepada guru mata pelajaran fikih kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 4 Banyuwangi, perlu adanya pengembangan buku fikih dikarenakan jumlah buku yang tidak memadai dengan jumlah siswa, serta beliau juga menilai adanya beberapa hal yang kurang sesuai dalam buku fikih yang digunakan saat ini, serta belum pernah adanya pengembangan buku fikih yang digunakan dikarenakan kurangnya referensi buku, hal yang bagus juga jika

84 Lailia, wawancara, Banyuwangi 10 November 2020.

65

dikembangkan dengan basis mubādalah menambah khazanah dalam keilmuan serta bisa menjadi referensi.

Dalam angket kebutuhan siswa yang terdiri dari 3 pilihan jawaban yaitu setujum kurang setuju dan tidak setuju, diperoleh jawaban yang mendorong peneliti untuk mengembangkan buku dengan basis mubādalah.

Seperti pada pilihan pertanyaan dalam pernikahan wali mujbir boleh menikahkan perempuan dibawah perempuan dibawah perwaliannya, 35%

menjawab setuju. Kemudian pada pilihan pertanyaan dalam masa iddah perempuan dilarang keluar rumah 62% menjawab setuju.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, maka peneliti mengembangkan bahan ajar fikih yang dapat menjawab permasalahan yang ada yaitu bahan ajar fikih berbasis mubādalah.

2. Perencanaan

Perencanaan ini dilakukan dengan memperhatikan karakteristik kurikulum yang digunakan di Madrasah Aliyah Negeri 4 Banyuwangi. Hal ini dilakukan agar pengembangan sesuai dengan kurikulum yang digunakan dan yang berlaku. Adapun Madrasah Aliyah Negeri 4 Banyuwangi menggunakan kurikulum 2013 mengacu pada Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang telah ditentukan.

Selanjutnya, peneliti menyusun draf bahan ajar meliputi KI, KD, mengembangkan indikator, merumuskan tujuan pembelajaran, membuat peta konsep, menganalisis materi per bab.

Berikut perencanaan dari hasil identifikasi KI, KD, pengembangan indikator, dan tujuan pembelajaran Fikih Bab 5, 6 dan 7 di Madrasah Aliyah Negeri 4 Banyuwangi Semester Genap.

a) Mengidentifikasi KI dan KD

Pada tahap ini yang peneliti lakukan adalah mengidentifikasi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajaran fikih yang bersumber dari KMA 183 tahun 2019, peneliti tertarik pada materi fikih kelas XI MA semester genap karena pada semester itu terdapat bab tentang pernikahan dan perceraian dalam Islam yang bisa dikaitkan erat dengan mubādalah. Identifikasi ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi apa saja yang harus dikuasai siswa sehingga peneliti mengembangkan indikator sesuai dengan bahan ajar yang dibutuhkan dan akan dikembangkan yakni bahan ajar fikih berbasis mubādalah.

Tabel 4.1

Kompetensi Inti Fikih Kelas XI Semester Genap Kompetensi Inti Fikih Kelas XI Semester Genap

1 2

Kompetensi Inti 1 (Sikap Spiritual)

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Kompetensi Inti 2 (Sikap Sosial)

Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Kompetensi Inti 3 (Sikap Pengetahuan)

Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengeta-huan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

Kompetensi Inti 4 (Sikap Ketrampilan)

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Tabel 4.2

Kompetensi Dasar Fikih Kelas XI Semester Genap Kompetensi Dasar Fikih Kelas XI Semester Genap

1 2

Bab V (Pernikahan dalam Islam)

1.5 Menghayati hikmah dari ketentuan Islam tentang pernikahan

2.5 Mengamalkan sikap taat dan bertanggungjawab sebagai implementasi dari pemahaman ketentuan perkawinan dalam hukum Islam dan perundang- undangan

3.5 Menganalisis ketentuan perkawinan dalam hukum Islam dan perundang- undangan

4.5 Menyajikan hasil analisis praktik pernikahan yang sesuai dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam yang terjadi di masyarakat

Bab VI (Perceraian)

1.6 Menghayati efek negatif dari perceraian sebagai hal mubah yang dibenci Allah

2.6 Mengamalkan sikap tanggung jawab dengan berfikir dan bertindak dewasa sebagai implementasi pemahaman tentang perceraian dan akibat hukum yang menyertainya

3.6 Mengevaluasi ketentuan talak dan rujuk dan akibat hukum yang menyertainya

4.6 Menyajikan hasil evaluasi talak dan rujuk yang terjadi di masyarakat

Bab VII (Hukum Waris dan Wasiat)

1.7 Menghayati hikmah dan manfaat dari ketentuan syariat Islam tentang pembagian warisan dan wasiat

2.7 Mengamalkan sikap peduli, jujur dan kerja sama

sebagai implementasi dari pernahaman tentang ketentuan pembagian harta warisan dan wasiat 3.7 Menganalisis ketentuan hukum waris dan wasiat 4.7 Menyajikan hasil analisis praktik waris dan

wasiat dalam masyarakat yang sesuai dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam

b. Pengembangan Indikator

Mengembangkan indikator pembelajaran dimaksudkan untuk mengidentifikasi kemampuan bawahan apa yang diperlukan siswa untuk mencapai tujuan umum yang akan dicapai. Pengembangan indikator pembelajaran pada tahap ini disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yaitu pengembangan indikator fikih berbasis mubādalah. Berikut disajikan indikator dan pengembangan indikator Fikih semester genap kelas XI:

Tabel 4.3

Tabel Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Pencapaian Kompetensi

1 2

Bab V

(Pernikahan dalam Islam)

1.5.1 Meyakini terdapat hikmah dari ketentuan Islam tentang pernikahan

1.5.2.Menyebarkan hikmah daripada ketentuan Islam tentang perikahan

1.5.3.Mengklasifikasikan ketentuan Islam tentang pernikahan

2.5.1.Berahlak mulia sebagai implementasi dari pemahaman ketentuan perkawinan dalam hukum Islam dan perundang-undangan

2.5.2.Menjadi teladan sebagai implementasi dari pemahaman ketentuan perkawinan dalam hukum Islam dan perundang-undangan

3.5.1.Mengorganisir ketentuan perkawinan dalam hukum Islam dan perundang- undangan

3.5.2.Membandingkan ketentuan perkawinan dalam hukum Islam dan perundang-undangan

4.5.1.Mempresentasikan hasil analisis tentang tentang pelaksanaan pernikahan dalam Islam

4.5.2.Menyeleksi praktik pernikahan yang sesuai dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam yang terjadi di

masyarakat

Bab VI

(Perceraian)

1.6.1 Meyakini terdapat efek negatif dari perceraian sebagai hal mubah yang dibenci Allah

1.6.2.Mengklasifikasikan ketentuan Islam tentang perceraian

1.6.3.Bersikap santun terhadap efek negatif dari perceraian perceraian sebagai hal mubah yang dibenci Allah

2.6.1. Proaktif berpikir dan bertindak dewasa sebagai implementasi pemahaman tentang perceraian dan akibat hukum yang menyertainya

2.6.2.Menjadi teladan dalam bertindak sebagai implementasi pemahaman tentang perceraian dan akibat hukum yang menyertainya

3.6.1.Membangun sikap adil, cinta damai dan bertanggungjawab sebagai implementasi dari pengetahuan tentang perceraian

3.6.2.Menguraikan pendapat pribadi tentang perceraian 4.6.1.Menyusun laporan hasil pengamatan talak dan rujuk

yang terjadi di masyarakat

4.6.2 Mempresentasikan peristiwa talak dan rujuk yang terjadi di masyarakat

Bab VII (Hukum Waris dan Wasiat)

1.7.1 Meyakini hikmah dan manfaat dari ketentuan syariat Islam tentang pembagian warisan dan wasiat

1.7.2 Proaktif dalam mempelajari ketentuan syariat Islam tentang pembagian warisan dan wasiat

1.7.3.Mensyukuri hikmah dan manfaat dari ketentuan syariat Islam tentang pembagian warisan dan wasiat 2.7.1Menjadi teladan dalam bersikap sebagai implementasi

dari pemahaman tentang ketentuan pembagian harta warisan dan wasiat

2.7.2 Berakhlak mulia dalam bertindak sebagai implementasi dari pemahaman tentang ketentuan pembagian harta warisan dan wasiat

3.7.1 Mampu menyususun ketentuan hukum waris dan wasiat

3.7.2 Mempresentasikan ketentuan-ketentuan hukum waris dan wasiat

3.7.3.Membangun sikap adil, cinta damai dan bertanggungjawab sebagai implementasi dari pengetahuan tentang waris dan wasiat

4.7.1 Menghitung hasil praktik waris dan wasiat dalam masyarakat yang sesuai dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam

4.7.2 Membuat laporan hitungan warisan dan praktek wasiat yang sesuai dengan ketentuan hukum Islam

Tabel 4.4

Tabel Indikator Pengembangan Indikator Pengembangan

1 2

Bab V (Pernikahan dalam Islam)

2.5.3 Memperjelas Kedudukan wali mujbir

3.5.3 Menganalisis QS. Ar-Rum (30): 21 dalam merumuskan tujuan pernikahan secara mubādalah

4.5.2Menempatkan Fleksibilitas Hak dan Kewajiban Suami Istri

Bab VI (Perceraian) 3.6.3.Memahami kewajiban istri selama masa iddah dalam QS. Ath-Thalaq (65): 1

3.6.4.Mampu menunjukkan prinsip-prinsip dan nilai dalam tujuan masa iddah

4.6.5.Membedakan contoh-contoh hasil analisis hak-hak perempuan dan anak pasca perceraian Bab VII (Hukum

Waris dan Wasiat)

3.7.3. Mengklarifikasi persoalan pembagian waris

“dua banding satu”

4.7.3.Mengkomunikasiankan pendapat pribadi tentang pembagian waris “dua banding satu”

3. Pengembangan Produk Awal Bahan Ajar

Pada tahap ini peneliti mengembangkan bahan ajar yang disusun dalam bentuk buku yang dirancang sedemikian rupa yang terdiri dari komponen-kompenen buku.

Judul bahan ajar yang dikembangkan berjudul “Buku Ajar Fikih Berbasis Mubādalah Semester Genap”. Pengembangan bahan ajar dilakukan dengan menggunakan software Microsoft Word 2010 dengan menggunakan jenis huruf Segoe Ul Semilight dengan ukuran huruf 10 pt.

Untuk penulisan Arab menggunakan jenis huruf Tradisional Arabic dengan ukuran 14 pt.

Peneliti mendesain bahan ajar terlebih dahulu sebelum membuat materi. Mengumpulkan referensi yang dibutuhkan sesuai KI dan KD yang tercantum pada KMA 183, baik bersumber dari buku, majalah, artikel,

tulisan di istagram, berita dan sebagainya. Bagian bahan ajar yang didesain diantaranya cover depan dan cover belakang buku, footer (halaman) yang serasi dan gambar-gambar yang mendukung materi. Pembuatan bahan ajar menggunakan software Microsoft Word 2010. Untuk pembuatan cover menggunakan software Corel Draw X7.

Disamping menggunakan software Microsoft Word 2010, software PDF juga dibutuhkan untuk memudahkan dalam percetakan dan konsistensi hasil pengembangan ketika berpindah computer. Produk bahan ajar dikemas dalam bentuk buku ukuran tinggi 23 dan lebar 17.

Bagian bahan ajar Fikih Berbasis Mubādalah meliputi:

a) Bagian pendahuluan yang terdiri dari cover, identitas buku, kata pengantar, tentang buku siswa, dan daftar isi.

b) Bagian isi terbagi menjadi 3 bab. Setiap bab terdiri dari kompetiensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi, dalam berita yang berisikan berita terkini yang berkaitan dengan materi bab tersebut,seputar fikih kontemporer, rangkuman dan uji kompetensi.

c) Bagian penutup dilengkapi dengan daftar pustaka, daftar-daftar sumber yang dijadikan dalam penyususnan buku.

a. Bagian Pendahuluan 1) Halaman Judul (Cover)

Gambar 4.1 Halaman Judul

Halaman judul didesain dengan Software Corel Draw X7 terdiri dari nama buku “Buku Ajar Fiqih Berbasis Mubādalah Semester Genap”, nama penulis, untuk siapa buku ditujukan, ada logo kurikulum 2013 yang menunjukkan sesuai kurikulum yang dipakai dan gambar yang relevan dengan nama buku yakni gambar perceraian di depan hakim atau di pengadilan.

Dikarenakan salah satu dari materi buku ini terdapat materi tentang perceraian.

2) Kata Pengantar

Gambar 4.2 Kata Pengantar

Kata pengantar merupakan halaman yang berisi ucapan syukur, terima kasih, tujuan penulisan dan manfaat penulisan.

3) Petunjuk Penggunaan Buku

Gambar 4.3 Tentang Buku Siswa

Tentang buku siswa berisi penjelasan keseluruhan bagian isi buku, petunjuk dan kegunaan berbagai kegiatan yang ada di dalam buku.

b. Bagian Inti

1) Halaman Pembuka

Gambar 4.4 Halaman Pembuka

Halaman pembuka berisi bab dimana akan dipelajari dan judul materinya, gambar yang seseuai dengan materi tersebut dan mukadimah sebagai pengantar terhadap materi bab tersebut.

2) Kompetensi Inti

Gambar 4.5 Kompetensi Inti

Sesuai dengan kurikulum 2013 kompetensi inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu sikap religius (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensi inti 2), pengetahuan (kompetensi inti 3) dan keterampilan (kompetensi inti 4).

3) Kompetensi Dasar

Gambar 4.6 Kompetensi Dasar

Kompetensi dadar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dikusai siswa dalam pembelajaran fikih bab tersebut sebagai acuan pencapaian dari indicator yang diperoleh dari KMA 183 tahun 2019.

4) Indikator

Gambar 4.7 Indikator Pembelajaran

Indikator di dalam buku ini ada dua yakni indikator pencapaian kompetensi yang asli tercantum dalam buku fikih dan indikator pengembangan yang ditambahkan dan dikembangan dalam penelitian dan pengembangan ini. Dalam setiap Bab memiliki 4 Kompetensi Dasar (KD), dari masing- masing KD harus dirumuskan minimal 3 indikator. Yang mana setiap bab memiliki minimal 12 indikator.

5) Materi

Gambar 4.8 Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran berisi tentang penjabaran materi dan urutan kegiatan berdasarkan indikator dan tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan sebelumnya. Selain berupa teks materi

pembelajaran juga dilengkapi seperti gambar ataupn tabel.

6) Rangkuman

Gambar 4.9 Rangkuman

Rangkuman atau ringkasan dari masing-masing bab yang menjadi garis besar dalam pembelajaran tersebut, yeng berbentuk poin-poin.

7) Uji Kompetensi

Gambar 4.10 Uji Kompetensi

Uji kompetensi bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa tentang materi dalam setiap bab. Latihan soal disajikan setelah materi pembelajaran. Jenis latihan terdiri dari pilihan ganda, skala sikap, uraian dan aktivitas siswa. Dalam hal ini guru dapat mengembangkan sendiri instrumen penilaian disesuaikan dengan kebutuhan.

c. Bagian Penutup 1. Daftar Pustaka

Gambar 4.11 Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan sumber referensi yang dijadikan rujikan dan dikutip oleh penulis ketika proses pengembangan bahan ajar.

2. Cover Belakang

Gambar 4.12 Cover Belakang

Cover belakang berisikan sinopsis dari produk buku yang dikembangkan.

4. Uji Ahli/Validasi

Setelah melakukan tahapan pengembangan produk awal, selanjutnya produk yang sudah dikembangkan diuji kelayakannya melalui validasi produk. Validasi produk dilakukan oleh validator ahli sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan yaitu validasi isi materi, validasi bahasa oleh ahli bahasa, validasi desain oleh ahli media.

a. Validasi Isi/Materi

Validasi ahli materi bertujuan untuk mengetahui kesesuaian isi bahan ajar yang sudah dikembangkan dengan kurikulum yang berlaku mengacu pada kebutuhan di lembaga. Validasi isi/materi juga dibutuhkan untuk mengetahui layak/tidaknya bahan ajar yang sudah dikembangkan untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan lembaga.

Validasi isi/materi fikih dilakukan oleh Ibu Dr. Hj.

Fathiyaturrahmah, M.Ag. Beliau adalah dosen sekaligus Kaprodi Pendidikan Agama Islam S-1 UIN KHAS Jember; sekertaris komisi perempuan, remaja dan anak MUI Jember; narasumber terkait Pendidikan Anak dalam Islam (Parenting) di beberapa sekolah dan PAUD; pengisi Pengajian Rutin Persatuan Isteri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) Jember.

Penilaian ahli isi/materi terdiri dari dua aspek, yaitu aspek pembelajaran dan aspek isi. Aspek pembelajaran terdiri dari 14 indikator. Setiap indikator memiliki skor 1-5. Adapun validasi ahli

isi/materi fikih dilakukan dengan dua tahap. Data hasil validasi ahli isi/materi dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.5

Instrumen Lembar Validasi Ahli Materi

No Aspek yang Dinilai

Skor Penilaian

5 4 3 2 1

1 2 3 4 5 6 7

1 Kejelasan identitas mata pelajaran ✓ 2

Tingkat relevansi bahan ajar dengan

kurikulum yang sedang berlaku ✓ 3

Ketepatan rumusan Indikator Pencapaian

Kompetensi ✓

4

Kesesuaian uraian materi dengan indikator

pencapaian kompetensi ✓

5 Kesahihan isi secara keilmuan ✓ 6

Keluasan dan kedalaman isi materi

pelajaran ✓

7

Ketepatan pemilihan dalil ( ayat Al-

Qur‟an atau Hadits) dengan uraian materi ✓ 8

Ketepatan dalam menginternalisasikan

nilai-nilai mubādalah

9 Konsistensi penggunaan penomoran ✓

10

Kesesuaian penggunaan variasi jenis, ukuran dan bentuk huruf untuk judul, sub

judul dan materi ✓

11

Kelengkapan komponen-komponen bahan

ajar ✓

12

Kesesuaian anatara penilaian/soal tes

dengan indicator pencapaian kompetensi ✓ 13

Kesesuaian antara isi rangkuman dengan

poin-poin inti materi pelajaran ✓ 14

Kesesuaian referensi yang digunakan

dengan bidang keilmuan ✓

Adapun komentar dari validator materi/isi adalah sebagai berikut.

1) Bagus untukditeruskan karena akan sangatmemberikan manfaat

2) Ditabambahkan kasus untuk setiap pembahasan

Dalam dokumen pengembangan bahan ajar (Halaman 74-82)