نا
C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
siswa dari suatu Negara, provinsi, atau kabupaten. Teknik ini biasanya dilakukan secara bertahap dengan menentukan daerah mana yang akan dijadikan sebagai sampel secara acak. Teknik sampling dengan menggunakan cluster random sampling digunakan apabila populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster, dengan catatan anggota berasal dari kelompok- kelompok yang mempunyai karakteristik yang sama (homogen). Dalam penelitian ini, sistem pengambilan sampel menggunakan sistem undian dengan tahapan sebagai berikut:
a. Pengambilan kartu undian pertama adalah untuk kelas eksperimen dan pengambilan kartu undian kedua untuk kelas kontrol.
b. Peneliti mengundi pengambilan kedua kartu undian secara acak.
Berdasarkan sistem undian didapatkan pengambilan kartu pertama sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI IPA 1 dan pengambilan kartu undian kedua sebagai kelas kontrol adalah kelas XI IPA 2 di SMA As- Saifiyah Syafi’iyah.
Dokumentasi merupakan suatu metode pengumpulan data kualitatif dengan menganalisis atau melihat dokumen-dokumen yang dibuat subjek itu sendiri atau oleh orang lain tentang subjek.44
Tes dilakukan untuk mengetahui skor kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Tes kemampuan pemecahan masalah berbentuk uraian yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tes ini diberikan pada kelas eksperimen yang dalam penerapan pembelajarannya menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa post-test.
Adapun indikator yang akan diukur melalui tes uraian tersebut akan dijelaskan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 3.3
Kisi-Kisi Instrumen Pemecahan Masalah Matematika Kompetensi Dasar Indikator Pemecahan
Masalah
Nomor Soal 3.10 Mendeskripsikan integral tak
tentu (antiturunan) fungsi aljabar dan menganalisis sifat-sifatnya berdasarkan sifat-sifat turunan fungsi.
4.10 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan integral tak tentu (antiturunan) fungsi aljabar.
1. Mengidentifikasi masalah
2. Merencanakan penyelesaian
3. Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana pada langkah kedua 4. Memeriksa kembali hasil yang diperoleh
1, 2, 3, 4
Jumlah Soal 4
Adapun pedoman yang digunakan untuk penskoran post-test siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
44 Sugiono, Metodologi, 72.
Tabel 3.4
Pedoman Penskoran Post-test Siswa
No. Indikator Realisasi Skor
1 Mengidentifikasi Masalah
Menuliskan dengan benar apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan.
4 Menuliskan apa yang diketahui dan apa
yang ditanyakan dari soal tapi salah satunya salah.
3 Menuliskan salah satu apa yang diketahui atau apa yang ditanyakan dari soal.
2 Salah menulisakan apa yang di ketahui
dan apa yang ditanyakan dari soal.
1 Tidak menulis apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal.
0 2 Merencanakan
Penyelesaian
Menuliskan dengan benar rumus yang akan
digunakan dalam menyelesaikan masalah.
4 Menuliskan rumus yang akan digunakan
dalam menyelesaikan masalah tetapi hanya sebagian yang benar.
3 Menuliskan rumus yang akan digunakan
dalam menyelesaikan masalah tetapi kurang tepat.
2 Salah menuliskan rumus yang akan
digunakan dalam menyelesaika masalah.
1 Tidak menulis rumus sama sekali. 0 3 Menyelesaikan
masalah sesuai dengan rencana pada langkah kedua
Menuliskan penyelesaian masalah dari soal
dengan benar, lengkap, dan sistematis.
4 Menuliskan penyelesaian masalah dari
soal
dengan benar, dan lengkap.
3 Menuliskan penyelesaian masalah dari
soal
dengan sistematis, tetapi benar.
2 Salah menuliskan penyelesaian masalah
dari soal.
1 Tidak menuliskan penyelesaian masalah
dari soal.
0 4 Memeriksa kembali
hasil yang diperoleh
Menuliskan kesimpulan atau menjawab apa
yang ditanyakan dengan benar dan tepat
4 Menulis kesimpulan atau menjawab apa
yang ditanyakan dengan benar, tetapi kurang tepat.
3
No. Indikator Realisasi Skor Menuliskan kesimpulan atau menjawab
apa
yang ditanyakan dengan benar
2 Salah menulis atau menjawab apa yang
ditanyakan dengan benar
1 Tidak menuliskan kesimpulan atau tidak
menjawab apa yang ditanyakan dari soal.
0 Sumber: Heri Kurniawan45
1. Pengujian Instrumen
Sebelum instrumen tes ini dipakai maka sebaiknya diujicobakan terlebih dahulu untuk melihat kelayakan suatu instrumen tes. Analisis butir instrumen terdiri dari uji validitas, reabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda pada setiap butir soal yang jika semua kriteria ini sudah terpenuhi kelayakannya maka instrumen tes dapat dipakai.
a. Uji Validitas Instrumen
Uji validitas bertujuan agar data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran variabel yang diteliti. Validitas adalah suatu ukuran untuk menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat.46 Dalam penelitian ini uji validitas yang dilakukan adalah uji validitas isi, validitas format dan validitas bahasa yang didapatkan dari tiga validator ahli serta validitas empirik dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22.
45 Heri Kurniawan, Pengantar Praktis Penyusunan Instrumen Penelitian (Yogyakarta: CV Budi
Utama, 2021), 23.
46 Mufida, Diana, dkk, “Pengaruh kecerdasan Intelegensi dan task Commitment terhadap Hasil belajar Matematika Siswa kelas XII MAN 1 Jember”, Jurnal Edukasi 1, (2016): 39.
Hasil uji validitas isi, format dan bahasa dari ketiga validator ahli selanjutnya dihitung rataan skor validitasnya dengan rumus:
(
Untuk memperkuat kevalidan instrumen, maka dilakukan uji coba kepada siswa, kemudian dilakukan uji korelasi Product Moment dengan menggunakan rumus:
∑ (∑ (∑
√ ∑ (∑ ∑ (∑
Keterangan:
= koefisien korelasi antara skor butir soal (X) dan total skor (Y) N = banyak subjek
X = skor butir soal atau skor item pertanyaan/pernyataan Y = total skor
Untuk mempermudah melakukan uji validitas instrumen pada penelitian ini, maka peneliti menggunakan program IBM SPSS Statistics 22.
Kriteria pengujian validitas tes didasarkan pada r tabel dengan tingkat signifikansi 5%. Apabila pada tingkat signifikansi 5%, maka butir pernyataan tersebut dikatakan valid. Namun, jika
, maka butir pernyataan tidak valid.47
47 Indah Wahyuni, Statistik Pendidikan (Jember: STAIN Jember Press, 2013), 78-79.
Tolak ukur untuk menginterpretasikan tingkat validitas instrumen dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.5
Kriteria Penilaian Validasi Instrumen Nilai V Tingkat Kevalidan 3,4 ≤ V < 4 Sangat Valid 2,6 ≤ V < 3,4 Valid 1,8 ≤ V < 2,6 Kurang Valid
1 ≤ V < 1,8 Tidak Valid Sumber: Hobri.48
Adapun hasil perhitungan validasi instrumen oleh validator ahli adalah sebagai berikut:
Tabel 3.6
Perhitungan Validasi Posttest Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Validator Ahli
Validator Total Skor Ai V Ket
1 22 3,67
3,67 Sangat Valid
2 21 3,5
3 23 3,83
Tabel 3.7
Perhitungan Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Validator Ahli
Validator Total Skor Ai V Ket
1 38 3,8
3,63 Sangat Valid
2 33 3,3
3 38 3,8
Tabel 3.8
Perhitungan Validasi Lembar Kerja Peserta Didik Validator Ahli
Validator Total Skor Ai V Ket
1 41 3,73
3,64 Sangat Valid
2 36 3,27
3 43 3,90
48 Hobri, Metodologi Penelitian Pengembangan (Jember: Pena Salsabila, 2010), 53.
Untuk memperkuat kevalidan instrumen, maka peneliti melakukan uji coba soal posttest yang telah divalidasi dan direvisi kepada kelas XII yang diikuti oleh 20 siswa. Selanjutnya, dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 22 peneliti menghitung validitas sehingga diperoleh output SPSS sebagai berikut:
Tabel 3.9
Output SPSS Uji Validitas
X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 Total_X1
X1.1 Pearson Correlation 1 .854** 1.000** .819** .974**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20
X1.2 Pearson Correlation .854** 1 .854** .744** .919**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20
X1.3 Pearson Correlation 1.000** .854** 1 .819** .974**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20
X1.4 Pearson Correlation .819** .744** .819** 1 .896**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20
Total _X1
Pearson Correlation .974** .919** .974** .896** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20
SPSS Statistics 22
Berdasarkan tabel diatas didapat hasil perhitungan kevalidan instrumen berdasarkan hasil uji coba siswa sebagai berikut:
Tabel 3.10
Validasi SPSS Soal Posttest
No. Soal Krireria
1 0,44 0,97 Valid
2 0,44 0,91 Valid
3 0,44 0,97 Valid
4 0,44 0,90 Valid
b. Uji Realibilitas Instrumen
Reliabilitas suatu instrument adalah keajegan atau kekonsistenan instrument tersebut bila diberikan pada subjek yang sama meskipun oleh orang yang berbeda, waktu yang berbeda, atau tempat yang berbeda, maka akan memberikan hasil yang sama atau relatif sama (tidak berbeda secara signifikan).49
Rumus yang digunakan untuk menentukan reliabilitas instrumen tes tipe subjektif atau instrument non tes adalah rumus Alpha Cronbach, yaitu :
(
) ( ∑ )
Keterangan:
r = koefisien realibilitas n = banyal butir soal
= variansi skor butir soal ke-i = variansi skor total
Untuk mempermudah melakukan uji reliabilitas instrumen pada penelitian ini, maka peneliti menggunakan program IBM SPSS Statistics 22.
Kriteria pengujian reliabilitas tes adalah setiap item soal reliabel apabila . Tolak ukur untuk menginterpretasikan
49 Lestari, Penelitian, 206.
derajat reliabilitas instrumen tes ditentukan berdasarkan kriteria Guilford50 sebagai berikut:
Tabel 3.11
Kriteria Koefisien Korelasi Realibilitas Instrumen Koefisien Korelasi Korelasi Interprestasi validitas
0,90 1,00 Sangat tinggi Sangat tepat/sangat baik
0,70 0,90 Tinggi Tepat/baik
0,40 0,70 Sedang Cukup tepat/cukup baik 0,20 0,40 Rendah Tidak tepat/buruk
0,20 Sangat Rendah Sangat tidak tepat/sangat buruk Sumber: Karunia Eka Lestari.51
Berikut hasil perhitungan uji reliabilitas instrumen dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22:
Tabel 3.12
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Variabel Cronbanch Alpha N Of Item
Posttest 0,957 4
Dari tabel diatas diapatkan hasil perhitungan Alpha Cronbanch 0,957, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen soal Posttest masuk pada kategori sangat baik.
c. Uji Taraf Kesukaran
Untuk mengetahui soal yang diberikan tergolong mudah, sedang atau sukar, maka dilakukan uji taraf kesukaran dengan menggunakan rumus52:
50 Lestari, Penelitian, 206.
51 Lestari, Penelitian, 206.
52 Zulfa Ubaidillah, “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa” (Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017), 24.
dengan
Menurut ketentuan yang sering diikuti, indeks kesukaran sering diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Skor dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar 2. Skor dengan P 0,31 sampai 0,70 adalah soal sedang 3. Skor dengan P 0,71 sampai 1,00 adalah soal mudah d. Daya Pembeda
Daya pembeda instrumen seperti tes adalah kemampuan dari tes tersebut dalam memisahkan antara subjek yang pandai dengan subjek yang kurang pandai. Dalam mencari daya beda subjek peserta tes dipisahkan menjadi dua sama besar berdasarkan skor yang mereka peroleh. Rumus yang digunakan untuk mengetahui daya pembeda setiap butir tes adalah53:
Keterangan :
D = Daya pembeda
= Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab dengan benar = Jumla peserta kelompok atas
53 Dian Handayani, “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Di Kelas VIII MTs. S Al-Washliyah Tahun Ajaran 2016/2017”
(Skripsi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2017), 58.
= Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab dengan benar
= Jumlah peserta kelompok bawah.
Tabel 3.13
Klasifikasi Indeks Daya Beda Soal
No Indeks Daya Beda (D) Klasifikasi
1 0,00 - 0,19 Buruk
2 0,20 - 0,39 Cukup
3 0,40 - 0,69 Baik
4 0,70 – 1,00 Baik Sekali
Sumber: Topic Offirstson.54 D. Analisis Data
1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.55 Statistik deskriptif dalam penelitian ini mencari rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum, varians, dan simpangan baku. Ada lima kategori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menggambarkan keadaan hasil penelitian dari sampel yang diolah, mulai dari kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Pengkategorian tersebut dilihat dari rata-rata nilai yang didapat oleh kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berikut interval kriteria skor kemampuan pemecahan masalah matematika:
54 Topic Offirstson, Aktivitas Pembelajaran Matematika Melalui Inkuiri Berbantuan Software
Cinderella (Yogyakarta, CV Budi Utama, 2014), 27.
55 Sugiono, Metode Penelitian; Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2016), 107.
Tabel 3.14
Interval Kriteria Skor Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika No. Interval Nilai Kategori Penilaian
1 ̅ > 75 Sangat Tinggi
2 58 < ̅ ≤ 75 Tinggi
3 42 < ̅ ≤ 58 Sedang
4 25 < ̅ ≤ 42 Rendah
5 ̅ ≤ 25 Sangat Rendah
Sumber : Saifuddin Anwar56
2. Statistik Inferensial
Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Dalam penelitian ini digunakan statistik inferensial. Statistik inferensial merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya akan diberlakukan untuk populasi. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametris dan nonparametris. Dalam penelitian ini statistik yang digunakan adalah statistik parametris. Statistik parametris digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel.57
a. Uji Prasyarat Analisis
Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Sebelum pengujian hipotesis dilakukan uji prasyarat analisis.
56 Saifuddin Anwar, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2018), 148.
57 Sugiono, Penelitian, 210.
1) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel dependen, independen, atau keduanya keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak. Terdapat beberapa metode untuk menguji normalitas suatu data seperti dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot of Regression dan dengan melakukan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov. Kemudian, dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan pengujian dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal grafik Normal P-P Plot of Regression, yaitu model regresi memenuhi kenormalan apabila data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.
Untuk mempermudah pengujian, peneliti menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 22 untuk melakukan analisis normalitas instrumen ini.
Perumusan hipotesis :
= Data penelitian tidak berdistribusi normal.
= Data penelitian berdistribusi normal.
2) Uji Homogenitas
Untuk menguji hipotesis tersebut digunakan rumus statistik uji F (Fisher) sebagai berikut58:
58 Zulfa Ubaidillah, “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa” (Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), 28.
Dimana ∑ ( ∑ Kriteria pengujiannya yaitu:
diterima jika , artinya varians kedua kelompok homogen. ditolak jika , artinya varians kedua kelompok tidak homogen.
Untuk melakukan pengujian homogenitas, dapat menggunakan analisis Independent Samples T Test pada SPSS.
Untuk mempermudah pengujian, maka peneliti menggunakan IBM SPSS Statistics 22. Hipotesis statistiknya yaitu:
= varians nilai kemampuan pemecahan masalah matematis kedua kelompok sama atau homogen.
= varians nilai kemampuan pemecahan masalah matematis kedua kelompok berbeda atau tidak homogen.
Untuk memutuskan hipotesis mana yang akan dipilih, perhatikan nilai yang ditunjukkan oleh Sig. pada output yang dihasilkan setelah pengolahan data. Adapun kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
Jika signifikasi ≤ α (0,05) maka ditolak, yaitu varians kedua kelompok berbeda atau tidak homogen.
Jika signifikasi > α (0,05) maka diterima, yaitu varians kedua kelompok sama atau homogen.
b. Uji Hipotesis
Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah dilakukan dengan uji-t dengan membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diajar dengan metode konvensional.
Uji-t adalah analisis statistik yang digunakan untuk membandingkan dua kelompok pada satu variabel dependen.
Misalnya untuk membandingkan kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol atau untuk membandingkan laki-laki dan perempuan.59 Rumus uji-t adalah sebagai berikut:
̅̅̅ ̅̅̅
√
Dengan:
( (
( Keterangan:
t = Distribusi
̅̅̅̅ = Rata-rata nilai kelas eksperimen
̅̅̅̅ = Rata-rata nilai kelas kontrol
59 Syaukani, Metode Penelitian: Pedoman Praktis Penelitian dalam Bidang Pendidikan (Medan:
Perdana Publishing, 2015), 134.
= Jumlah siswa kelas eksperimen
= Jumlah siswa kelas kontrol
= Varians kelas eksperimen
= Varians kelas kontrol
= Standar deviasi gabungan dari dua kelas sampel
Untuk mempermudah melakukan perhitungan, maka peneliti menggunakan program IBM SPSS Statistics 22.
Harga dibandingkan dengan dengan kriteria penguji pada taraf signifikan , yaitu:
a) Jika artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As- Saifiyah Syafi’iyah kelas XI Tahun ajaran 2021/2022, maka diterima
b) Jika artinya terdapat perbedaan yang signifikan pemebalajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As- Saifiyah Syafi’iyah kelas XI Tahun ajaran 2021/2022, maka diterima.
Setelah melakukan uji hipotesis dengan uji-t untuk melihat ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran biasa,
kemudian kita dapat menyimpulkan ada tidaknya pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah Kelas XI Tahun Ajaran 2021/2022. Selain itu, Pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa juga dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata yang diperoleh oleh kelas kontrol dan kelas eksperimen. Jika nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar daripada nilai rata-rata kelas kontrol dan pada hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t juga menunjukkan bahwa atau dalam artian terdapat perbedaan yang signifikan pemebalajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah kelas XI Tahun ajaran 2021/2022, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
58 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Obyek Penelitian
1. Sejarah Singkat Berdirinya SMA As-Saifiyah Syafi’iyah
SMA As-Saifiyah Syafi’iyah berdiri pada tanggal 13 Desember 2004 dengan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur Nomor 422.1/5646/441.302/2004 yang berlokasi di Dusun Tamberu Alet Barat Desa Batubintang Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur, yang merupakan lokasi strategis sebagai Lembaga Pendidikan yang pada saat ini dengan jumlah siswa seluruhnya dari kelas X, XI dan XII sebanyak 245 siswa tahun ajaran 2021/2022.
2. Profil Sekolah SMA As-Saifiyah Syafi’iyah
SMA As-Saifiyah Syafi’iyah terletak di Jln Raya Tamberu Alet Barat Kecamatan Batubintang Kabupaten Pamekasan, Telp.
081938010256, Email: [email protected]. Sekolah ini berdiri di atas tanah seluas 4430 . Dengan luas tanah tersebut SMA As- Saifiyah Syafi’iyah memiliki 9 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang laboratorium, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang tata usaha, 1 ruang BP/BK, 2 ruang laboratorium komputer, 1 musholla, 1 ruang aula dan 1 ruang kamar mandi. Jumlah siswa SMA As-Saifiyah Syafi’iyah yaitu 245 siswa. Adapun daftar nama guru di SMA As- Saifiyah Syafi’iyah yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.1
Nama-Nama Guru SMA As-Saifiyah Syafi’iyah No Nama Guru No Nama Guru No Nama Guru
1 Achmad Yani 9 Hartono 17 Najibul Khairi
2 Akhmad Busiri 10 Ida 18 Rafi'ah
3 Fauzi 11 Matsuri, S.pd 19 Rudy Pratama Yudha
4 Anni Fuadah 12 Mochdar 20 Sapra'e
5 Bil'haq Achmad Balya 13 Moh. Hasan 21 Siti Rohmah 6 Devi Afriani 14 Moh. Mohni 22 Siti Zainab 7 Endang Sriwahyuni 15 Muhammad 23 Sofyan Sauri 8 Erfan Efendi 16 Muyati 24 Sunnatul Hasanah
3. Visi dan Misi SMA As-Saifiyah Syafi’iyah a. Visi
“Unggul dalam IMTAQ dan IPTEK, berwawasan Global, dan Berpijak Pada Budaya Bangsa, Serta Berdaya Saing Tinggi”
b. Misi
1. Meningkatkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama islam sebagai landasan kearifan dalam bertindak.
2. Melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan multi- resources, berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
3. Meningkatkan prestasi akademik melalui proses Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM).
4. Menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan melalui pembelajaran berkelanjutan.
5. Menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya bangsa dan kearifan lokal.
6. Meningkatkan jiwa kompetitif dalam berbagai bidang.