• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MENURUT POLYA DI SMA AS-SAIFIYAH SYAFI’IYAH PAMEKASAN. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Menurut Polya Di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah Kelas XI Tahun Ajaran 2021/2022.

Rumusan Masalah

Sesuai dengan uraian-uraian diatas, maka peneliti melakukan eksperimen dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan judul “Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Menurut Polya Di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah Pamekasan Kelas XI Tahun Ajaran. Adakah pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut polya di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah.

Tujuan Penelitian

Bagaimana skor kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas eksperimen di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah.

Manfaat Penelitian

Adapun yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya kelas kontrol (X). Adapun yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya kelas eksperimen (Y).

Definisi Operasional

Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengajari siswa agar memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan pemecahan masalah matematika yang diawali dengan penyajian suatu masalah yang nyata dan kompleks. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya merupakan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah, mampu merencanakan penyelesaian masalah, dapat menyelesaikan masalah sesuai rencana pada langkah kedua, dan dapat memeriksa kembali hasil yang diperoleh.

Asumsi Penelitian

Adapun Fase atau tahapan dalam pembelajaran berbasis masalah diantaranya yaitu mengorientasikan siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individu/kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Hipotesis

Sistematika Pembahasan

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian tersebut: Sampel penelitian terdahulu menggunakan siswa SMP sedangkan sampel penelitian ini menggunakan siswa SMA. 5 Penelitian Khoirun Nisak, dan Adha Istiana, 2017, Pengaruh Penerapan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa.

Kajian Teori

Pembelajaran Berbasis Masalah

Berdasarkan teori diatas, maka desain pembelajaran berbasis masalah yang digunakan dalam penelitian diuraikan sebagai berikut:26. Teori Yang Mendasari Model Pembelajaran Berbasis Masalah .. model pembelajaran disusun dan dikembangkan berdasarkan berbagai prinsip dan teori pengetahuan.

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika

Adapun Suhendra berpendapat bahwa kemampuan pemecahan masalah merupakan kapabilitas seseorang untuk memecahkan masalah dengan cara-cara yang rasional. Mulyono Abdurrahman juga berpendapat bahwa kemampuan pemecahan masalah merupakan suatu aplikasi dari konsep dan keterampilan.

ناف

Sedangkan pemecahan masalah matematika sendiri yaitu menerapkan pengetahuan matematika yang telah diperoleh dalm proses menemukan kombinasi dari sejumlah aturan yang diterapkan dalam upaya mencari jalan keluar dari kesulitan yang dialami.

عم

رسعلا

ارسي

نا

Integral

Penelitian kuantitatif merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sedangkan Penelitian eksperimen merupakan metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (treatment/perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi yang terkendalikan.40. Kelompok yang diberi perlakuan pembelajaran berbasis masalah disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan (diajarkan dengan pembelajaran biasa) disebut kelompok kontrol.

Dalam penelitian ini, peneliti membahas tentang pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah Kelas XI Tahun Ajaran 2021/2022 yang datanya dihitung secara kuantitatif. Menurut Sugiono populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti, kemudian ditarik kesimpulannya.42 Dalam penelitian ini populasi nya adalah seluruh siswa kelas XI SMA As-Saifiyah Syafi’iyah Tahun pelajaran 2021/2022. Untuk mengambil sampel, dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik probability sampling yaitu cluster random sampling.

Pengambilan kartu undian pertama adalah untuk kelas eksperimen dan pengambilan kartu undian kedua untuk kelas kontrol. Berdasarkan sistem undian didapatkan pengambilan kartu pertama sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI IPA 1 dan pengambilan kartu undian kedua sebagai kelas kontrol adalah kelas XI IPA 2 di SMA As- Saifiyah Syafi’iyah.

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

52 Zulfa Ubaidillah, “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa” (Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 53 Dian Handayani, “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Di Kelas VIII MTs. 58 Zulfa Ubaidillah, “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa” (Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), 28.

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah dilakukan dengan uji-t dengan membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diajar dengan metode konvensional. Setelah melakukan uji hipotesis dengan uji-t untuk melihat ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran biasa,. Selain itu, Pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa juga dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata yang diperoleh oleh kelas kontrol dan kelas eksperimen.

Jika nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar daripada nilai rata-rata kelas kontrol dan pada hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t juga menunjukkan bahwa atau dalam artian terdapat perbedaan yang signifikan pemebalajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah kelas XI Tahun ajaran maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. SMA As-Saifiyah Syafi’iyah terletak di Jln Raya Tamberu Alet Barat Kecamatan Batubintang Kabupaten Pamekasan, Telp.

Penyajian Data

Sesuai dengan data yang didapatkan dari hasil posttest kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas kontrol dan data distribusi frekuensi dapat diuraikan sebagai berikut: Nilai rata-rata hitung Standar deviasi = 10; Nilai maksimum = 56; Nilai minimum = 28; dan Rentangan nilai (range). Dari nilai rata-rata yang didapat siswa kelas kontrol, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa terletak pada kategori sedang. Sesuai dengan data yang didapatkan dari hasil posttest kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas eksperimen dan data distribusi frekuensi dapat diuraikan seperti berikut: Nilai rata-rata hitung ( ̅ = 66;.

Berdasarkan nilai rata-rata yang didapat kelas eksperimen, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas eksperimen terletak pada kategori tinggi. Setelah perbandingan berdasarkan statistic deskriptif, berikut adalah perbandingan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Total Pencapaian indikator kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah dilakukannya posttest terlihat bahwa pencapaian setiap indikator kelas eksperimen lebih besar dibanding kelas kontrol.

Sedangkan pada indikator memeriksa kembali hasil yang diperoleh merupakan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis . dengan persentase paling rendah, dimana diperoleh 23,94% pada kelas eksperimen dan 24,19% pada kelas kontrol. Hasil uji homogenitas pada taraf signifikasi menunjukkan data nilai hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas PBL dan kelas biasa adalah homogen.

Pembahasan

Sehingga didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan kemampuan pemecahan masalah matenatis siswa melalui model pembelajaran biasa. Hal ini juga dapat kita lihat dari rata-rata nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menunjukkan bahwa atau rata-rata nilai posttest kelas Eksperimen lebih besar daripada rata-rata nilai posttest kelas kontrol, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As- Saifiyah Syafi’iyah kelas XI Tahun ajaran 2021/2022. Hal ini juga dapat kita lihat dari rata-rata nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menunjukkan bahwa atau rata-rata nilai posttest kelas Eksperimen lebih besar daripada rata-rata nilai posttest kelas kontrol, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah kelas XI Tahun ajaran 2021/2022.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Sesuai dengan pembahasan pada poin ke-3 didapatkan bahwa pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. 60 Ibnu Imam Al Ayubi, Erwanuddin, dan Martin Bernard, “Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA”, Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, Vol.

Jadi dari uraian-uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah Kelas XI Tahun Ajaran 2021/2022. Hal ini juga dapat kita lihat dari rata-rata nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menunjukkan bahwa atau rata-rata nilai posttest kelas Eksperimen lebih besar daripada rata-rata nilai posttest kelas kontrol, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menurut Polya di SMA As-Saifiyah Syafi’iyah kelas XI Tahun ajaran 2021/2022.

Saran

Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika di Kelas IV SD Ypk Lahairoy Yensawai”. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Di Kelas VIII MTs. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII MTs Swasta Islamiyah Urung Pane Kecamatan Setia.

Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasisi Masalah Terhadap Self-Efficacy Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Siswa SMA”. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Di Madrasah Tsanawiyah Laboratorium Kota Jambi”. Perbandingan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dan Model Elicting Activities (MEA) Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 3 Patallasang Kab.

Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMPN Se-Kabupaten Kuantan Singingi Pada Materi Aritmetika Sosial”. Melalui pembelajaran Problem Based Learning, peserta didik diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan integral tak tentu (antiturunan) fungsi aljabar.

Nama Sekolah : SMA As-Saifiyah Syafi’iyah Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : XI/Genap Materi Pokok : Integral

1 3.10 Mendeskripsikan integral tak tentu (antiturunan) fungsi aljabar dan menganalisis sifat-sifatnya berdasarkan sifat-sifat turunan fungsi. Selesaikanlah masalah yang diberikan dengan menggunakan strategi yang telah didiskusikan bersama sesuai dengan langkah-langkah kegitan yang ada dalam LKPD. Perhatikan fungsi-fungsi berikut, dan turunkan masing-masing fungsi dengan mengisi titik-titik yang ada.

Jika pada saat 2 detik benda tersebut memiliki kecepatan 30 m/s dan jarak 10 m, maka berapakah jarak benda setelah 3 detik. Substitusikan waktu dan kecepatan yang telah diketahui pada soal kedalam persamaan kecepatan yang didapatkan dari langkah ke-2. Substitukan pada persamaan yang didapatkan dari langkah ke-5, sehingga didapatkan berapa jarak benda setelah 3 detik.

Referensi

Dokumen terkait

Memeriksa kembali hasil yang diperoleh dari masalah tentang menentukan sistem pertidaksamaan linear dua variabel yang terbentuk dari suatu daerah... Memahami cara menyusun

Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematik

Ketika menghadapi tantangan pembelajaran jarak jauh, siswa harus memiliki pola pikir atau mindset yang baik, hal tersebut bertujuan agar bisa beradaptasi dengan situasi

Sumarmo (Yuniarti, 2016) mengatakan PBM merupakan suatu pendekatan pembelajaran, yang digunakan untuk menemukan kembali (reinvention) dan memahami materi, konsep,

Dengan membiasakan peserta didik menggunakan langkah-langkah kreatif dalam memecahkan masalah diharapkan ketika peserta didik dihadapkan dengan suatu pertanyaan, peserta

Istilah problem based learning atau Model Pembelajaran Berbasis Masalah ini sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam dunia pendidikan, akan tetapi yang jadi permasalahan adalah ketika

Strategi pembelajaran Challenge Based Learning pada bahan ajar dapat membantu siswa untuk memahami konsep, mengajukan pertanyaan, dan mencari solusi dari tantangan yang relevan dengan

Hal tersebut terjadi karena hal positif yang dimiliki oleh model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan diagram Vee, diantaranya a proses pembelajaran yang diselesaikan oleh