Nama : Khoirul Umam
No / Nim : 1 / 21381051057 Kelas : Pgmi / B
Matkul : Perkembangan Kurikulum
Kurikulum merupakan suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa.
Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran saja , melainkan, meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa, seperti bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan, perpustakaan, gambar-gambar dan lainnnya. Yang pada gilirannya menyediakan kemungkinan belajar
secara efektif.
Pengertian kurikulum
a. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan Pendidikan
b. fungsi kurikulum bagi pendidik atau guru yaitu sebagai pedoman dalam menyusun dan
mengorganisasi pengalaman belajar bagi peserta didik.
c. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah yaitu sebagai evaluasi terhadap proses pembelajaran.
Fungsi Kurikulum
a. komponen visi dan misi
b. komponen tujuan pendidikan c. komponen standar kompetensi d. komponen kompetensi dasar e. komponen indikator kompetensi f. komponen mata pelajaran
g. komponen struktur kurikulum
h. komponen kegiatan pengembangan diri
Komponen Kurikulum
3
Landasan kurikulum
Dasar Pengembangan Kurikulum Landasan pengembangan kurikulum merupakan suatu gagasan, asumsi, atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Terdapat tiga landasan pengembangan kurikulum, yaitu:
1. landasan filosofis 2. landasan teoretis, dan 3. landasan yuridis.
Langkah - langkah pengembangan kurikulum itu terdiri atas:
1. diagnosis kebutuhan.
2. perumusan tujuan.
3. pemilihan dan pengorganisasian materi.
4. pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar, dan 5. pengembangan alat evaluasi.
• Prinsip Relevansi. Prinsip ini terdiri atas dua jenis, yaitu relevansi eksternal dan relevansi internal.
• Prinsip Kontinuitas, kurikulum harus dikembangkan secara berkesinambungan, baik antar mata pelajaran, antar kelas, maupun antar jenjang pendidikan.
• Prinsip Praktis dan efisiensi, Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan prinsip praktis, yaitu dapat dan mudah diterapkan di lapangan. Kurikulum harus bisa diterapkan dalam praktik
pendidikan, sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu.
• Prinsip efektivitas, Prinsip ini menunjukkan pada suatu pengertian bahwa kurikulum selalu berorientasi pada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Kurikulum merupakan instrumen untuk mencapai tujuan.
PENGERTIAN PRINSIP RELEVANSI, KONTINUITAS, PRAKTIS DAN EFISIENSI, EFEKTIVITAS
Prinsip umum, biasanya digunakan hampir dalam setiap pengembangan kurikulum di mana pun. Prinsip ini merujuk pada prinsip yang harus diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum sebagai totalitas dari komponen-
PRINSIP UMUM
Prinsip khusus, artinya prinsip yang hanya berlaku di tempat tertentu dan situasi tertentu, yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan.
PRINSIP KHUSUS
5
pendekatan pengembangan kurikulum adalah cara kerja dengan menerapkan strategi dan metode yang tepat dengan mengikuti langkah- langkah pengembangan yang sistematis untuk menghasilkan kurikulum yang lebih baik.
A. Pengertian Pendekatan Pengembangan Kurikulum
1. Pendekatan Subjek Akademis 2. Pendekatan Humanistik
3. Pendekatan Rekontruksi Sosial 4. Pendekatan Berbasis Komptensi
B. Jenis-jenis Pendekatan Pengembangan Kurikulum
dari beberapa ahli, Nana syaodih sukmadinata yaitu:
a. Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh peserta didik
b. Menunjukkan perilaku yang diharapkan dilakukan oleh peserta didik
c. Menggambarkan kondisi kondisi atau lingkungan yang menunjang perilaku peserta didik
C. Tujuan Pendekatan Pengembangan Kurikulum
Model pengembangan kurikulum yang paling awal dan sangat umum dikenal adalah model administrative karena model ini menggunakan prosedur "garis-staf" atau garis komando "dari atas ke bawah" (top-down). Maksudnya inisiatif
pengembangan kurikulum berasal dari pejabat tinggi (Kemdiknas), kemudian secara stuktural dilaksanakan ditingkat bawah.
A. The Administrative (line staff) model
Inisiatif pengembangan kurikulum ini berada ditangan guru-guru sebagai pelaksana kurikulum disekolah, baik yang bersumber dari satu sekolah maupun dari berbagai sekolah sekaligus.
B. The Grass-Roots model
Model ini dikembangkan untuk memperkenalkan suatu inovasi kurikulum dalam skala kecil. Dalam pelaksanaanya, model ini menuntut para guru dalam satu sekolah untuk mengorganisasikan
dirinya dalam memperbaruhi kurikulum.
C. The Demonstration Model
a. Menentukan arena pengembangan kurikulum. Arena itu bisa berupa kelas, sekolah, sistem persekolahan regional atau sistem pendidikan nasional.
b. Memilih dan mengikutsertakan pengembang kurikulum.
D. Beauchampa’s System Model
7
E. Taba’s Inverted Model
Model ini dimulai dengan melaksanakan eksperimen seperti :
1. mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru.
2. menguji unit eksperimen.
3. mengadakan revisi dan konsolidasi
4. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum.
5. implementasi dan diseminasi,
F. Roger’s Interpersonal Ralations Model
Model ini berasal dari seorang psikolog Carl Rogers.
Dia berasumsi Kurikulum bahwa "kurikulum
diperlukan dalam rangka mengembangkan individu yang terbuka, hinwes, dan adaptif terhadap situasi perubahan."
G. The Systematic Action-Research Model
Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua, siswa guru, struktur sistem sekolah, pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat.
H. Emerging Techinal Model
Model teknologis ini terdiri dari tiga variasi model;
a. Model analisis tingkah laku memulai kegiatannya dengan jalan melatih kemampuan anak mulai dari yang sederhana sampai pada yang kompleks secara bertahap.
b. Model analisis sistem memulai kegiatannya dengan jalan menjabarkan tujuan-tujuan secara khusus (output), kemudian menyusun alat-alat ukur untuk menilai keberhasilannya, kemudian
mengidentifikasi sejumlah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses penyelenggaraannya.
c. Model berdasarkan komputer memulai kegiatannya dengan jalanmengidentifikasi unit-unit kurikulum lengkap dengan tujuan-tujuanpembelajaran khususnya.
Ditinjau Dari Konsep Pelaksanaan
1. Kurikulum ideal 2. Kurikulum actual
3. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum)
Struktur Dan Materi Mata Pelajaran
4. Kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) 5. Kurikulum terpadu (integrated curriculum)
6. Kurikulum terkorelasi (corelated curriculum)
Pengembangan Dan Penggunaan Berdasarkan pengembangan dan penggunaannya, kurikulum dapat dibedakan menjadi:
7. Kurikulum nasional (national curriculum) 8. Kurikulum daerah
9. Kurikulum sekolah (school curriculum),
Macam-macam pengembangan kurikulum