MANUFACTURING
GREEN
Puan Maryam Leaongso
202172001
Teknik Industri
TABLE OF CONTENTS
7 langkah menuju manufaktur hijau
01
Perancangan daur hidup material manufaktur
02
Manajemen daur hidup material manufaktur
03
Sumber daya alam untuk manufaktur
04 05 06
07 08
The Future Vision
09
Question and Answer
10
7 LANGKAH MENUJU MANUFAKTUR HIJAU
terdapat 7 (tujuh) langkah yang dapat dilakukan pada tahap persiapan, pengukuran dan perbaikan kegiatan manufaktur menuju manufaktur berkelanjutan atau manufaktur hijau
Tahap persiapan:
Melakukan pemetaan (mapping) terhadap seluruh kegiatan manufaktur
1.
Memilah dan memilih indicator dampak penting lingkungan hidup yang diprakirakan akan terjadi untuk segera dilakukan pengelolaan
2.
01
7 LANGKAH MENUJU MANUFAKTUR HIJAU
Tahap pengukuran:
3. Mengukur input yang digunakan dalam setiap tahapan proses-proses produksi;
4. Melakukan penilaian terhadap efisiensi pemanfaatan fasilitas dan utilitas operasional manufaktur
5. Melakukan evaluasi terhadap semua produk yang dihasilkan
01
7 LANGKAH MENUJU MANUFAKTUR HIJAU
Tahap perbaikan :
6. Memahami data hasil pengukuran-pengukuran
7. Mengambil tindakan untuk meningkatkan kinerja lingkungan manufaktur
01
Tujuh langkah tersebut di atas penting untuk mengapresiasi sustainable manufacturing yang bukan menjadi tujuan akhir atau hasil akhir, namun terkait dengan pembelajaran berkelanjutan, inovasi dan perbaikan. Selanjutnya, setelah menyelesaikan 7 langkah tersebut di atas, maka lakukan peninjauan kembali terhadap proses-proses secara berkala (baik kurun waktu bulan atau tahun) guna perbaikan terhadap system dan aktivitas manufaktur secara berkelanjutan.
PERANCANGAN DAUR HIDUP MATERIAL 04
Daur hidup usaha (business life cycle), siklus hidup bisnis terdiri atas 2 (dua) jenis siklus hidup yaitu;
Daur hidup produk (product life cycle),
Daur hidup proses (processing life cycle)
Daur hidup usaha (business life cycle), siklus hidup bisnis terdiri atas 2 (dua) jenis siklus hidup yaitu;
Daur hidup produk (product life cycle)
Daur hidup proses (processing life cycle)
PERANCANGAN DAUR HIDUP MATERIAL
Terdapat 2 (dua) model siklus hidup material yang terjadi di dalam system manufaktur yaitu;
model siklus horizontal dan model siklus vertical. Model horizontal recycling merupakan sistem closed-loop recycling yaitu suatu sistem dimana bahan atau material produk dapat di olah kembali menjadi produk yang sama. Sebagai contoh botol bekas dapat dibuat kembali (remanufacture) menjadi botol yang sama bentuk dan kualitasnya.
1.
Model vertical recycling yang juga merupakan closed-loop sistem kegiatan manajemen perencanaan pengembangan produk yang telah melalui uji coba di laboratorium diluncurkan, kemudian diwujudkan dalam kegiatan produksi missal.
Selanjutnya, dilakukan evaluasi terhadap produk tersebut guna pengembangan desain produk berikutnya.
2.
01
TERDAPAT BEBERAPA ALTERNATIF PERANCANGAN TAHAPAN-TAHAPAN KEGIATAN PROSES PRODUKSI DAN HASIL 02 PRODUK BARANG YANG DIHASILKAN DIANTARANYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
Perancangan Penyederhanaan Produk
Perancangan pemulihan material 1.
Perancangan pemulihan komponen produk 2.
Mereduksi limbah pada sumbernya secara rutin harus dilakukan guna mencegah timbulnya polusi, melakukan reduksi terhadap massa produk sehingga dapat meminimisasi limbah, dan pada akhirnya dapat dicapai biaya-biaya daur hidup yang rendah.
Terdapat beberapa cara dalam merancang produk barang yang dapat dilakukan untuk mendapatkan produk barang yang sederhana (simplification of product)
Perancangan Pemulihan dan Pemanfaatan kembali
Perancangan Pembongkaran Komponen Produk
Fasilitas akses terhadap komponen produk 1.
Penyederhanaan bahan perekat 2.
Perancangan Minimisasi Limbah
TERDAPAT BEBERAPA ALTERNATIF PERANCANGAN TAHAPAN-TAHAPAN KEGIATAN PROSES PRODUKSI DAN HASIL 02 PRODUK BARANG YANG DIHASILKAN DIANTARANYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
Perancangan Konservasi Material
Kemampuan material untuk dapat diseparasi sangat menentukan kemampuan suatu desain produk untuk dapat di daur ulang, sehingga sebagai produk yang dirancang untuk
“tidak dapat dibongkar” harus dihindari penggunaan zat-zat adhesive dan atau las guna dapat menjamin kemudahan untuk diseparasi secara mudah dan murah.
Mendesain limbah insinerasi 1.
Perancangan konservasi energi 2.
Perancangan Daya Separasi
Menghindari Penggunaan Material Kontaminan
gunakanlah material tinta, label dan lain-lain yang tidak akan mengkontaminasi proses daur ulang produk barang. Karena hal ini dapat meningkatkan ongkos dan menyulitkan pekerjaan daur ulang material produk.
Mendesain Pemanfaatan dan Pemulihan Limbah
Merancang produk-produk multi fungsi, multi manfaat melalui eko-efisiensi, yaitu; penggunaan sejumlah material yang sama dapat diperoleh tingkat fungsi yang tinggi. Proporsi yang terbesar secara actual terletak pada masa daur hidup produk barang yang bisa dimanfaatkan merupakan rasio antara nilai produk barang yang dihasilkan terhadap sumber daya yang dikonsumsi sebagai input material produk barang dalam proses produksi.
TERDAPAT BEBERAPA ALTERNATIF PERANCANGAN TAHAPAN-TAHAPAN KEGIATAN PROSES PRODUKSI DAN HASIL 02 PRODUK BARANG YANG DIHASILKAN DIANTARANYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
Perancangan Sistem Pancuran sumber daya (resource cascading)
Upaya ini dapat ditempuh manufaktur dengan cara; memperbaharui (up-grading) komponen-komponen produk barang, dan mendesain sesuatu komponen produk barang baru yang dapat digunakan kembali setelah produk barang menjadi tua atau usang.
Memanfaatkan kembali bahan-bahan dan melakukan re manufacturing terhadap komponen- komponen produk melalui pembangunan suatu sistem infrastruktur bersiklus tertutup akan dapat menjamin tingkat keseragaman produk barang ataupun homogenitas produk barang dalam siklus asset perusahaan
Perancangan Perpanjangan Usia Pakai Produk
Perancangan Pencegahan Kecelakaan gunakanlah material tinta, label dan lain-lain yang tidak akan mengkontaminasi proses daur ulang produk barang. Karena hal ini dapat meningkatkan ongkos dan menyulitkan pekerjaan daur ulang material produk.
Perancangan Siklus Tertutup (closed-loop recycling)
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam mendisain aktivitas lingkungan industry (DfE) adalah memaksimumkan pemanfaatan sumber daya alam yang didasari atas teori “resource cascading”.
Resource cascading adalah suatu sistem dalam pemanfaatan sumber daya material dalam aktivitas industry dilakukan secara berkelanjutan seperti pancuran air.
MANAJEMEN DAUR HIDUP MATERIAL MANUFAKTUR
Esensi pokok dalam manajemen daur material terpadu secara eksplisit terfokus untuk mewujudkan kebijakan perusahaan industry yang menjadikan performa ekonomi dan lingkungan secara spesifik digunakan dalam mengevaluasi opsi-opsi kebijakan perusahaan manufaktur dalam mengelola daur material sebagai sumber daya manufaktur.
Dalam pelaksanaannya, beberapa anggota manajemen daur material membuat rentang variasi ukuran performa dan tingkatan daur material, namun pada beberapa aplikasi yang sukses akan secara langsung termotivasi oleh satuan spesifikasi sasaran dan kebijakan perusahaan, dan hal ini akan lebih baik dibanding sekedar catatan teori daur hidup.
01
MANAJEMEN DAUR HIDUP MATERIAL MANUFAKTUR
Manajemen Daur Material Terpadu (ILCM) Program manajemen daur hidup material yang terpadu atau ILCM (integrated life cycle management) dapat disesuaikan dengan kebijakan dan tujuan bisnis perusahaan manufaktur hingga dapat dijaga dan dipelihara perspektif dasar daur hidup produk yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan untuk mewujudkan manajemen daur material secara terpadu (ILCM) dalam aktivitas, tujuan dan strategi perusahaan manufaktur adalah fokus kebijakan usaha yang lebih spesifik.
01
MANAJEMEN DAUR MATERIAL TERPADU (ILCM) 06
Mewujudkan ICLM
Manajemen Biaya Daur Hidup (LCCM)
Menggunakan ILCM untuk tujuan bisnis
SUMBER DAYA ALAM UNTUK MANUFAKTUR
07
Konsep pemanfaatan sumber daya alam (SDA) dalam bentuk renewable material (resources) and renewable energy menuju keberlanjutan manufaktur pada dasarnya mengacu kepada sifat ketersediaan sumber daya alam itu sendiri. Terdapat 2 (dua) sifat mendasar yang umumnya kita temui pada setiap sumber daya alam yang digunakan oleh manufaktur dalam setiap kegiatannya yaitu:
1. SDA habis pakai (non renewable resources); yaitu SDA yang penggunaanya secara terus menerus, sementara ketersediaannya makin lama makin berkurang (depletion); atau SDA yang proses regenerasinya jauh lebih lama dibanding proses penggunaannya dan atau pemanfaatannya. Contoh SDA habis pakai yaitu sumber daya alam tak terbarukan (non renewable resources); batubara dan bahan bakar fosil.
2. SDA tidak habis pakai (sustainable resources / renewable resources); yaitu SDA yang ketersediaannya selalu ada dan tidak pernah habis terpakai.
Contoh SDA tak habis pakai atau sumber daya alam terbarukan (renewable resources) adalah; energi matahari, angin, air, tanah, udara, vegetasi, hewan, dan manusia.
SUMBER DAYA ALAM UNTUK MANUFAKTUR
05
Contoh SDA terbarukan yang digunakan oleh kegiatan industri manufaktur
Contoh SDA terbarukan berupa sumber daya energi yang terbarukan (renewable energy) yang digunakan oleh kegiatan industri manufaktur
AIR, UDARA, IKAN, VEGETASI, SUSU SAPI, KEDELAI, KAYU PINUS
Sumber daya alam Matahari, Sumber daya alam Aliran Air, Sumber daya alam Angin, 4. Sumber daya alam Panas Bumi (geotermal) , Sumber daya alam Gelombang Laut