ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN
Pendahuluan
Beberapa ahli telah berupaya untuk memasukkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai manajemen ke dalam pengembangan teori dan praktik administrasi publik, termasuk pemikiran inovatif Owen E. Huges dalam mengembangkan konsep administrasi publik, yang menginspirasi para pemikir dan inovator di bidang administrasi publik. ilmu untuk melakukan perubahan terkait dengan definisi dan nilai-nilai yang ada dalam administrasi publik pada saat itu. Hal ini sebagaimana dikemukakan Rhodes (1991): penerapan motto “3Es” atau ekonomi, efisiensi dan efektivitas merupakan hal yang penting agar pelayanan publik di Inggris menjadi lebih efisien.
Ketika prinsip-prinsip manajemen bisnis dianut dalam organisasi publik, menjadi momentum untuk menerapkan manajemen pelayanan publik dengan mengubah model klasik seperti yang diajarkan dalam paradigma OPA menjadi pelayanan publik yang lebih berorientasi pada 3E dan kepentingan masyarakat atau pelanggan.
Tujuan Pembelajaran
Ketika diterapkan, konsep ini menghasilkan model pelayanan yang efisien, efektif, dan ekonomis (3E), sehingga konsep ini menjadi alternatif solusi berbagai pelayanan publik yang harus diberikan kepada masyarakat karena keterbatasan anggaran publik. Keberhasilan penerapan konsep ini kemudian diikuti oleh beberapa manajer di berbagai negara, khususnya di Eropa dan Inggris. Pada saat itu, paradigma berorientasi pelanggan ini ditentang oleh beberapa ahli dengan alasan bahwa masyarakat sebenarnya adalah warga negara (citizen) yang bila diberikan pelayanan harus berbeda dengan pelanggan.
Oleh karena itu, para ahli sepakat bahwa orientasi pelayanan publik hendaknya diarahkan kepada warga negara yang karakternya berbeda dengan pelanggan.
Penyajian Materi
- Konsep Administrasi
- Administrasi VS Manajemen
- Hubungan Administrasi dan Manajemen
- Fungsi-Fungsi Administrasi
- Perkembangan Administrasi
Administrasi diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen dapat diartikan sebagai “suatu kegiatan proses manajemen untuk menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu yang ditentukan”. Seperti yang telah dijelaskan di atas, administrasi adalah proses pengorganisasian pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
Dengan demikian, hakikat manajemen adalah suatu proses kegiatan berbagai pelaku atau sumber daya manusia yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
Rangkuman
Soal Latihan
Memberikan analisis dan kritik terhadap konsep dan implementasi NPM ketika diterapkan pada organisasi sektor publik. Memberikan analisis dan kritik terhadap konsep dan implementasi NPS ketika diterapkan pada organisasi sektor publik.
ADMINISTRASI PELAYANAN
Definisi dan Karakteristik Pelayanan
Tipe Kriteria Bobot 1 Siswa. teori administrasi dan manajemen, serta memahami dan menjelaskan persamaan kedua teori tersebut. 2 Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan teori pengembangan pelayanan publik berdasarkan paradigma administrasi publik.
Pelayanan Publik
4 Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pelayanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, klinik, sistem tradisional dan rujukan. Dukungan pelayanan kesehatan, seperti: dukungan diagnostik (radiologi dan laboratorium), dukungan terapi (apotek, gizi, rehabilitasi media dan ruang operasi). Memang benar, layanan kesehatan sangat asimetris (istilah yang banyak digunakan di bidang ekonomi untuk menunjukkan buruknya posisi konsumen).
Azaz dan Prinsip-prinsip Pelayanan Publik
Kualitas Pelayanan Publik
Standar Pelayanan Publik
Dalam hal ini, setidaknya pengertian pelayanan publik dapat diartikan secara sederhana sebagai berbagai kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik dan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan penerima pelayanan. Oleh karena itu, pelayanan publik seharusnya merupakan pelayanan yang diberikan oleh lembaga negara, bukan bertujuan untuk mencari keuntungan, tetapi lebih pada pemberian pelayanan. Beberapa ahli mengatakan bahwa penerima pelayanan publik tidak bisa disamakan dengan pelanggan, namun penerima pelayanan publik adalah warga negara.
Suatu ukuran sejauh mana pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah dapat dengan mudah diakses oleh warga masyarakat). Mutu pelayanan publik merupakan suatu proses pelayanan dalam upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan masyarakat atau warga negara. Konsep pelayanan publik telah berkembang sesuai dengan tahapan pendekatan administrasi publik dan tuntutan pelayanan penerima pelayanan dan masyarakat.
PELAYANAN KESEHATAN
Pelayanan Kesehatan
Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas
Jaminan Pelayanan Kesehatan
Manajemen Pelayanan Kesehatan
Pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat dan melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan (Mahmudi: 2010). Arti istilah publik dalam pelayanan publik sebenarnya lebih tepat menggunakan istilah pelayanan kepada warga negara (citizen). Oleh karena itu, konsep tata kelola ini melihat pentingnya kemitraan dan jaringan antara penyedia layanan publik dan pemangku kepentingan.
Semua pelayanan tersebut merupakan pelayanan yang sangat penting dan harus disediakan oleh negara, sehingga pelayanan tersebut harus menjadi bagian dari pelayanan publik. Suatu ukuran sejauh mana pelayanan publik yang ditawarkan dapat membuat warga negara merasa aman dan percaya diri dalam menggunakannya). Dalam konteks pelayanan publik, produktivitas dapat diukur dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: berapa banyak pelayanan yang diperoleh dalam suatu periode tertentu.
Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit
Pelayanan kesehatan pengembangan Puskesmas merupakan pelayanan yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang terjadi di masyarakat dan disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas. Setiap orang yang memberikan pelayanan kesehatan tradisional yang pengobatannya menggunakan alat dan teknologi harus mendapat izin dari instansi kesehatan yang berwenang. Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu misi mewujudkan Indonesia sehat adalah terpenuhinya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.
Pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan mutu kesehatan. Pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting, apalagi dengan kompleksitas pengelolaan pelayanan kesehatan di masa depan. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor lain yang mendukung peningkatan pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas.
Kebijakan kesehatan yang setara mampu menjamin setiap orang menerima layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhannya, tidak bergantung pada kemampuan finansialnya.
Pelayanan Kesehatan Pukesmas
Pelayanan Kesehatan Klinik
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 028/Menkes/Per/I/2011 tentang Klinik, dijelaskan bahwa Klinik adalah suatu lembaga yang diselenggarakan oleh perseorangan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar dan/atau spesialis. layanan yang dilakukan oleh lebih dari satu jenis profesional kesehatan dan dikelola oleh staf kesehatan. Klinik induk, yaitu klinik rawat jalan yang memberikan pelayanan medis oleh dokter spesialis dan pelayanan medis dasar. Klinik Pratama atau klinik induk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan khusus, yaitu pelayanan kesehatan khusus berdasarkan: disiplin ilmu, kelompok umur, organ atau jenis penyakit tertentu.
Kriteria penentuan jenis klinik primer atau klinik induk ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Bentuk pelayanan kesehatan klinis adalah: rawat jalan, pelayanan satu hari, pelayanan rumah sakit dan/atau pelayanan di rumah. Sedangkan apotik yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan 24 (dua puluh empat) jam harus menyediakan dokter dan tenaga kesehatan penunjang yang disesuaikan dengan kebutuhan klasifikasi pelayanan.
Pelayanan Kesehatan Tradisional
Oleh karena itu, masyarakat diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk melaksanakan, mengembangkan dan menggunakan pelayanan kesehatan tradisional sepanjang penyelenggaraan pelayanan tersebut dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya. Dalam hal ini pemerintah mengatur dan mengawasi pelayanan kesehatan tradisional berdasarkan berbagai aspek seperti: keselamatan, kepentingan dan perlindungan masyarakat.
Sistem Rujukan
Ambil contoh rumah sakit, lalu berikan analisis kualitas layanan kesehatan yang diberikan, apa kelebihan dan kekurangannya, lalu apa rekomendasi Anda. Ambil contoh Puskesmas, kemudian berikan analisis mengenai kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan, apa kelebihan dan kekurangannya, lalu apa rekomendasi Anda. Ambil contoh layanan kesehatan tradisional, lalu berikan analisis mengenai kualitas layanan kesehatan yang diberikan, apa kelebihan dan kekurangannya, lalu apa rekomendasi Anda.
Komponen penting dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah fasilitas kesehatan yang dapat menunjang berbagai upaya pelayanan kesehatan baik pada tingkat individu maupun masyarakat. Pemanfaatan dana masyarakat sampai saat ini masih terutama terfokus pada upaya pelayanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif, baik pada tingkat pelayanan kesehatan primer maupun pada tingkat pelayanan kesehatan rujukan. Pengeluaran langsung pemerintah untuk memperoleh layanan kesehatan, yang merupakan bagian terbesar dari Pembiayaan Kesehatan Nasional (JPKM), akan disalurkan dalam sistem pembiayaan pra-upaya agar lebih efisien.
Sistem pemberian layanan ini berupaya menggabungkan sistem pembiayaan dan pemilihan layanan kesehatan ke dalam satu organisasi. Jadi janji para calon pejabat lagi-lagi hanya konsep asal-asalan yaitu pemberian layanan kesehatan gratis. Hal ini disebabkan karena sulitnya memperoleh kesempatan memperoleh layanan kesehatan karena adanya keterbatasan dalam pembayaran.
Jaminan kesehatan bagi masyarakat dikenal dengan asuransi kesehatan yang digunakan untuk memperoleh pelayanan kesehatan di berbagai tempat penyedia pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas. Dengan kata lain pelayanan kesehatan akan berkembang dengan baik dan bermutu, apabila pelayanan kesehatan yang diberikan mampu memenuhi harapan masyarakat.
PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN
Sumber Daya Manusia Pelayanan
Sarana dan Prasarana Puskesmas
Faktor-Faktor yang Mendukung
Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk memberikan, mendidik, dan mengembangkan pola hidup sehat bagi masyarakat.
JAMINAN PELAYANAN KESEHATAN
Asuransi Kesehatan
Karakteristik Asuransi Kesehatan
Asuransi Kesehatan Swasta
Sistem Kesehatan Nasional
KEARIFAN LOKAL DAN DESENTRALISASI
Penyajian materi
- Kearifan Lokal
- Desentralisasi Layanan Kesehatan
- Reformasi Pelayanan Kesehatan
Dengan demikian, kearifan lokal berarti kemampuan seseorang dalam mengenali, memahami, dan menganalisis berbagai fenomena di lingkungan tempat tinggalnya untuk mengelolanya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Subagia (2010) mengartikan kearifan lokal sebagai segala sesuatu yang dimiliki dan digunakan oleh sekelompok masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan terbukti unggul dalam mengatasi permasalahan yang mereka hadapi. Kearifan lokal juga berarti keunggulan lokal yaitu kearifan manusia yang didasarkan pada falsafah nilai, etika, cara dan perilaku yang dilembagakan secara tradisional.
Jadi, kearifan lokal merupakan suatu nilai yang dianggap baik dan benar, sehingga dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, bentuk kearifan lokal dalam masyarakat dapat berupa: nilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum, adat istiadat, dan aturan khusus. Dengan demikian, konsep kearifan lokal merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tertentu yang mempunyai manfaat atau keunikan.
Indonesia terdiri dari 300 suku bangsa, dengan 512 dialek bahasa, yang banyak mengandung kearifan lokal. Bentuk kearifan lokal dalam masyarakat dapat berupa nilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum. Kearifan lokal (local genius) merupakan suatu kebenaran yang telah bersifat tradisional atau konsisten pada suatu daerah;
Kearifan lokal merupakan perpaduan antara nilai-nilai sakral firman Tuhan dan berbagai nilai yang ada; Kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu yang harus senantiasa dijadikan pedoman hidup.
MODEL LAYANAN PUSKESMAS
Model Layanan Puskesmas Konvensional
Model Pelayanan Kesehatan Puskesmas
Inovasi Layanan Kesehatan Berbasis ICT
Pelayanan kesehatan pada beberapa penyedia layanan kesehatan merupakan salah satu subsistem pelayanan kesehatan nasional. Puskesmas sesuai dengan fungsinya (seperti pusat pengembangan berorientasi kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga, serta pusat pelayanan kesehatan dasar) wajib mengupayakan, menyediakan, dan menyelenggarakan pelayanan bermutu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu, guna mencapai tujuan pembangunan kesehatan nasional.