PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORETIS
Kerangka Teoretis
- Hakikat Struktur dalam Karya Sastra
- Hakikat Kearifan Lokal
- Hakikat Cerita Rakyat
- Sinopsis Cerita Rakyat Keramat Patung Kuda Putih
- Keramat Patung Kuda Putih di Desa Matapao
Kerangka Konseptual
Pernyataan Penelitian
Penjelasan penelitian ini adalah adanya struktur intrinsik yang meliputi tema, tokoh dan penokohan, latar belakang atau latar dalam cerita rakyat patung Kuda Putih Keramat, dan terdapat bentuk kearifan lokal dalam cerita rakyat patung Kuda Putih Keramat. , meliputi kerja keras, disiplin, gotong royong, sopan santun. .
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Sumber Data dan Data Penelitian
- Metode Penelitian
- Variabel Penelitian
- Definisi Operasional
- Instrumen Penelitian
- Teknik Analisis Data
Data penelitian ini berupa kata, kalimat dan dialog yang menunjukkan bentuk struktur dan kearifan lokal dalam cerita rakyat Patung Suci Kuda Putih di Desa Matapao Kecamatan Teluk Mengkudu. Dalam cerita rakyat sakral Patung Kuda Putih, terdapat beberapa tokoh yang berperan seperti pada kutipan di bawah ini. Dalam cerita rakyat sakral, Patung Kuda Putih Bapak Syekh Maulana Maghribi berperan sebagai sosok yang suka menolong dan penuh kasih sayang, seperti pada kutipan di bawah ini.
Ciri masyarakat dalam cerita rakyat Patung Kuda Putih Suci adalah mempunyai sifat penyembah berhala (menduplikasi Tuhan Yang Maha Esa) dan saling tolong menolong. Dengan adanya peristiwa yang terjadi dalam cerita rakyat patung Kuda Putih Suci, maka terdapat latar tempat terjadinya peristiwa tersebut, yaitu. Dengan nilai-nilai kearifan lokal tersebut, maka cerita rakyat patung Kuda Putih dapat dianalisis sebagai berikut.
Kata-kata yang berani tersebut dapat dipahami dengan jelas merupakan bentuk lain dari kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat kesantunan patung Kuda Keramat. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yaitu tata krama santun yang terdapat dalam cerita rakyat Patung Kuda Keramat. Berdasarkan penggalan kalimat di atas dapat dipahami dengan jelas bahwa masyarakat mempunyai sifat gotong royong dan juga merupakan salah satu wujud kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat Patung Kuda Putih Suci.
Berdasarkan data tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat struktur dan kearifan lokal dalam cerita rakyat patung Kuda Sakti. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peneliti membahas tentang keberadaan struktur dan kearifan lokal dalam cerita rakyat patung Kuda Sakti. Unsur dan bentuk hakiki dalam cerita rakyat suci Patung Kuda Putih antara lain sebagai berikut.
Tema dalam cerita rakyat suci Patung Kuda Putih mengacu pada seorang anak yatim piatu yang bekerja keras bersama tuan yang kaya raya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Parameter dalam cerita rakyat Patung Kuda Putih Keramat adalah Kandang (kandang besar) dan muara sungai (Pantai Kelang. Alur dalam cerita rakyat Patung Kuda Putih Keramat merupakan alur campuran yang bercerita dari awal kejadian hingga akhir kejadian. Peristiwa Patung Kuda Putih Keramat.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data Penelitian
Data diambil dari salah satu narasumber di desa tersebut, yang akan dianalisis menggunakan struktur dan kearifan lokal dalam Cerita Rakyat Keramat Patung Kuda Putih di Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Ada pula ritual lempar koin yang masih sering dilakukan oleh pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas di depan patung suci Kuda Putih, yang tujuannya agar pengendara diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala bahaya dalam perjalanannya. (Halaman 8 Alenia 1). Masyarakat berbondong-bondong mendatangi patung Kuda Putih Suci untuk beribadah dan meminta sesuatu.Masyarakat, Ramli, dan Bapak. Syekh Maghribi percaya bahwa patung Kuda Putih Suci dapat disembah dan dimintai sesuatu (Halaman 8 ayat 1).
Sejak kecil Ramli menjadi yatim piatu, ia terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai penjaga kuda untuk bos kaya Datok Pao, namanya (Halaman 1, Bagian 1). Suatu hari Ramli terserang demam dan flu, walaupun sedang sakit namun ia tidak pernah melupakan tugasnya untuk merawat si putih. Batuk dan bersin, dia membawa White keluar dari kandang lalu mengusap kepala White seperti biasa.
Hingga saat ini, masyarakat dan orang-orang yang sering melewati patung kuda putih suci tersebut masih percaya bahwa setiap kali mereka lewat, mereka melempar koin dan percaya bahwa mereka aman dalam perjalanan. Namun jika masyarakat ingin mengunjungi Patung Kuda Putih yang disakralkan tersebut, maka harus membawa sesaji dan bunga untuk dipersembahkan kepada patung keramat tersebut. Ramli pingsan, melihat Datok Pao sudah meninggalkannya, lalu membawa si putih itu ke tabib hewan di kampung noni. Ramli sangat menyayangi Si Putih (dijuluki kuda putih), dia menggosok dan mengelus Si Putih setiap pagi dan mengajaknya ngobrol dengan manusia. Halaman 2 alenia 1) muara sungai yang banyak tumbuh nipah (Pantai Kelang) (Halaman 3 alenia 1).
Kesopanan Saat berada di sekitar patung kuda putih suci, masyarakat diimbau untuk disiplin atau sopan dan mengucapkan “ASSALAMUELAIKUM PUTIH” atau “PERMISSI PUTIH” sambil menundukkan kepala (Halaman 9, Bagian 1). Disiplin Ramli sangat diapresiasi oleh White. disebut kuda putih), setiap pagi dia mengusap dan mengelus kuda putih tersebut serta mengajaknya berbicara layaknya manusia. Tn. Syekh Maulana Maghribi dan masyarakat meyakini patung kuda putih tersebut suci karena semasa hidupnya ia memiliki hati yang baik dan ingin membantu sesama. Hingga saat ini masyarakat masih mempercayai adanya pemujaan suci terhadap patung kuda putih tersebut, dan apabila berada di sekitar patung keramat Kuda Putih tersebut, masyarakat diimbau untuk disiplin.
Masyarakat berbondong-bondong datang ke patung kuda putih suci tersebut untuk memujanya dan meminta sesuatu, masyarakat, Ramli dan Pak. Pikiran Positif Suatu hari dalam perjalanan pulang dari menyampaikan ajaran Nabi, tiba-tiba mereka melihat di ujung jalan seorang lelaki gemuk dengan gelang hitam tergantung di ikat pinggangnya dengan pedang panjang dan menunggangi kuda putih. Masyarakat juga harus menjaga kebersihan, tidak boleh membuang sampah di sekitar patung suci kuda putih, tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor atau berpikir negatif, yang berakibat fatal (ayat 1 halaman 8).
Analisis Data Penelitian
Berdasarkan kalimat di atas, ritual adalah suatu praktek pemujaan terhadap sesuatu yang diyakini mempunyai kekuatan magis, serta patung suci Kuda Putih yang diyakini dapat memberikan keselamatan dan menjauhkan manusia dari segala mara bahaya dalam perjalanannya. Berdasarkan kata yang dicetak tebal dan miring maka dapat disimpulkan bahwa tema dalam cerita rakyat adalah pemujaan terhadap benda yang dianggap suci yaitu gambar kuda putih. Hingga saat ini, masyarakat dan orang-orang yang sering melewati Patung Kuda Putih Suci masih percaya bahwa setiap kali mereka lewat, mereka akan melempar koin dan percaya bahwa perjalanannya aman. Namun apabila masyarakat ingin datang dan mengunjungi Patung Kuda Putih Suci, maka harus membawa sesaji dan bunga untuk dipersembahkan ke Patung Kuda Putih Suci (halaman 8-9 ayat 1).
Berdasarkan kutipan di atas, kata berkelompok pada kalimat berikut ini merupakan salah satu bentuk gotong royong, gotong royong, atau gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dalam cerita rakyat patung kuda keramat. Latar tempat pada kutipan di atas terlihat jelas ketika pembaca membaca sekilas cerita rakyat Patung Kuda Suci, karena kalimat yang dicetak tebal menggambarkan istal (kandang besar). 2) Muara sungai. Berdasarkan kalimat di atas, jelas bahwa salah satu adegan cerita rakyat kuda putih keramat adalah di tepi muara sungai atau yang dikenal dengan Pantai Kelang.
Alur yang digunakan dalam cerita rakyat ini merupakan alur campuran, hal ini terlihat jelas dari cerita patung kuda keramat jika dibaca secara keseluruhan. Berdasarkan kutipan yang dicetak tebal di atas dapat dipahami bahwa salah satu wujud kearifan lokal dalam cerita rakyat Patung Keramat Kuda adalah kerja keras, hal ini tercermin dari karakter Ramli yang sejak kecil terbiasa bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apabila berada di dekat patung kuda putih keramat tersebut, masyarakat diimbau untuk disiplin atau sopan dan wajib mengucapkan “ASSALAMUELAIKUM PUTIH” atau “PERMISSI PUTIH”.
Tn. Syekh Maulana Maghribi dan masyarakat meyakini patung kuda putih tersebut suci karena semasa hidupnya ia memiliki hati yang baik dan ingin membantu sesama. Sampai saat ini masyarakat masih mempercayai adanya pemujaan suci terhadap patung kuda putih tersebut, dan ketika berada di sekitar patung suci Kuda Putih tersebut, masyarakat diimbau untuk disiplin atau sopan dan wajib mengucapkan, “ASSALAMUELAIKUM PUTIH” atau “IZIN PUTIH”. Berdasarkan kutipan di atas dapat dipahami dengan jelas bahwa kearifan lokal masyarakat atau masyarakat yang berlalu lalang di sekitar patung suci kuda putih adalah untuk mengajak mereka disiplin dengan mengucapkan “Assalamualaikum Putih”. Disiplin merupakan suatu hal yang harus dipatuhi dan dilakukan secara berulang-ulang. Berdasarkan kutipan di atas, bentuk kearifan lokal selanjutnya yang terkandung dalam cerita rakyat Keramat Putih Kuda adalah gotong royong.
Masyarakat berbondong-bondong datang ke Patung Kuda Putih Suci untuk beribadah dan meminta sesuatu, masyarakat, Ramli dan Pak. Syekh Maghribi meyakini Patung Kuda Putih Suci dapat disembah dan dimintai sesuatu, (Halaman 8 ayat 1). Suatu hari di jalan, ketika mereka pulang dari risalah ajaran Rasulullah, di ujung jalan mereka melihat seorang laki-laki gemuk yang memakai gelang hitam, pedang panjang tergantung di pinggangnya, sedang menunggang kuda berwarna putih. di tempat yang luar biasa. kecepatan yang menyebabkan banyak debu beterbangan ke udara. Masyarakat juga harus menjaga kebersihan, tidak boleh membuang sampah di sekitar Patung Kuda Putih yang dikeramatkan, tidak boleh berbicara. Jika Anda jorok atau berpikiran negatif, maka akibatnya akan fatal.
Jawaban Pernyataan Penelitian
Hal ini terlihat jelas pada kalimat yang dicetak tebal, hendaknya masyarakat berpikir positif dan tidak mengucapkan kata-kata kotor sehingga jika dilanggar akan berdampak buruk bagi pelanggarnya.
Diskusi Hasil Penelitian
Keterbatasan Penelitian
Kesimpulan terkait penelitian ini adalah makna struktur intrinsik dalam cerita ini meliputi tema, penokohan, latar dan alur, unsur-unsur tersebut saling berkaitan satu sama lain dan merupakan bentuk kearifan lokal yang terkandung dalam cerita patung Kuda Putih Suci. Tokoh dan penokohan yang terdapat dalam cerita rakyat Patung Kuda Putih Keramat mempunyai banyak tokoh dan mempunyai beberapa tokoh dalam cerita rakyat Patung Kuda Putih Keramat. Bentuk kearifan lokal ada enam yaitu kerja keras, sopan santun, jujur, disiplin, gotong royong, dan berpikir positif.
Hasil penelitian mengenai analisis struktur dan kearifan lokal cerita rakyat keramat patung kuda putih ini dapat menjadi referensi bagi para pembaca khususnya yang ingin melakukan penelitian lebih mendalam mengenai cerita rakyat patung kuda putih keramat. . Sebuah patung. Penelitian ini masih sangat sederhana dan belum tuntas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai cerita rakyat patung kuda putih suci. Penelitian mengenai analisis struktur dan kearifan lokal cerita rakyat sakral tentang patung kuda putih ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar bagi guru bahasa Indonesia dalam menyampaikan pesan-pesan yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran