LAPORAN ANALISIS SINTESIS
TINDAKAN EDUKASI TEKNIK EFFLEURAGE MASSAGE Disusun untuk memenuhi tugas Praktik Klinik Keperawatan Maternitas
Clicical Instructur : TR. Dian Y, S.Kep., Ners Clinical Teacher : Suryanti, S.Kep., Ns, MSc
Disusun Oleh : MEILIA BUDIYANTI
P27220024281
PROGRAM STUDI PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2024/2025
FORMAT LAPORAN ANALISI SINTESIS TINDAKAN
Analisa Sintesis Tindakan Teknik Mengejan Pada Ny. N Di Ruang Bersalin (VK) RSUD dr.
Adhyatma, MPH
Hari : Sabtu
Tanggal : 07 September 2024
Jam : 13.30
A. Keluhan Utama
Pasien mengatakan ketubannya rembes sejak pagi dan disertai darah. Pasien mengatakan kehamilannya sudah 39 minggu. G1P0A0
B. Diagnosa Medis
Ketuban Pecah Dini ( KPD) C. Diagnosa Keperawatan
Nyeri melahirkan b.d dilatasi serviks (D. 0079)
D. Data yang mendukung diagnose keperawatan DS:
- Pasien merasakan kenceng kenceng pada perutnya - Pasien merasakan nyeri pada jalan lahirnya
DO :
- P : nyeri apabila bergerak dan terjadi kontraksi - Q : Nyeri terasa seperti mules
- R : Nyeri di bagian perut dan area jalan lahir - S : nyeri skala 8
- T : nyeri atau kontraksi terjadi 10 menit sekali Skala nyeri 7 - Pasien tampak meringis kesakitan
E. Dasar Pemikiran Tindakan
Nyeri merupakan manifestasi dari sebuah proses patologis.Nyeri adalah sebuah tanda peringatan terhadap potensi masalah kesehatan. Namun, rasa sakit terkadang menetap sehingga menyebabkan perasaan tidak menyenangkan dan konsekuensi negatif bagi kehidupan. The European Federation of Internasional Association for Study of Pain pada deklarasi nyeri yang dipresentasikan pada The First Global Day Against Pain mengklaim bahwa “nyeri kronis dan berulang adalah masalah perawatan kesehatan yang spesifik, sebuah penyakit dalam bentuk tersendiri.” (Jamal et al., 2022).
F. Prinsip Tindakan Keperawatan SOP terlampir
G. Analisis Tindakan
Metode non farmakoterapi untuk mengurangi nyeri selama persalinan yang efisien dalam menimbulkan relaksasi adalah Efflurage Massage, dimana teknik pemijatannya berupa usapan lembut, lambat, dan panjang atau tidak putus-putus, dalam persalinan, effleurage dilakukan dengan menggunakan ujung jari yang lembut dan ringan. Hal ini tidak dilakukan satu kali saja tetapi harus berulang kali (Fitriyanti, 2017).
H. Bahaya dilakukannya tindakan
Jika saat dilakukan Efflurage Massage terlalu kencang pijatajannya, ibu akan merasa semakin sakit dan tidak merasa rileks.
I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan 1. Monitor TTV
2. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi., frekuensi, kualitas, intensitas nveri
3. Identifikasi skala nyeri
4. Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri J. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan tindakan
S :
- Pasien mengatakan rasa sakit sedikit berkurang saat dilakukan Effleurage Massage - Pasien dan suaminya mengatakan akan melakukan Teknik Effleurage Massage ketika
terasa kontraksi dan belum ada instruksi dari bidan untuk mengejan O :
- P : nyeri apabila bergerak dan terjadi kontraksi - Q : Nyeri terasa seperti mules
- R : Nyeri di bagian perut dan area jalan lahir - S : nyeri skala 7
- T : nyeri atau kontraksi terjadi 10 menit sekali
A : Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan Kala II K. Evaluasi Diri
Tidak ada kesenjangan antara intervensi dan tindakan yang dilakukan sesuai dengan intervensi dan SOP yang terlampir.
L. Daftar Pustaka
Fitrianingsih, Di., Winahyu, K. M., Wibisana, E., & Azizah, S. N. A. (2022). Editorial Team Jurnal JKFT. Jurnal JKFT: Universitas Muhamadiyah Tangerang, 7(2), 108–
112.
Fitriyanti, 2017. Panduan Lengkap Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Normal. Edisi 1. Yogyakarta.
Amin, Maliha, dkk. 2021. Teknik Massage Effleurage Untuk Mengurangi Nyeri Melahirkan Kala I Di Rumah Sakit Swasta Palembang. Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM) : 1(2) Violita, R., Wulandari, R., Frana Jaya, I. K., Alkhusari, dan, Kader Bangsa Palembang, U.,
& Selatan, S. (2024). Lentera Perawat Terapi Relaksasi Nafas Dalam pada Pasien Hipertensi untuk Mengurangi Gejala Nyeri Kepala. 5(1).
Mengetahui,
Pembimbing Klinik/CI/CT Mahasisawa praktikan,
(……….………) (……….………)
SOP TEKNIK MANAJEMEN NYERI EFFLEURAGE MASSAGE
Definisi Teknik Effleurag Massage adalah bentuk massase dengan menggunakan telapak tangan yang memberi tekanan lembut ke atas permukaan tubuh dengan arah sirkular secara berulang yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, memberi tekanan serta meningkatkan relaksasi fisik dan mental.
Tujuan Untuk mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan sehingga mencegah menghebat nya stimulasi nyeri
Manfaat Manfaat terknik relaksasi nafas dalam adalah:
1. Perasaan yang tenang dan nyaman 2. Mengurangi rasa nyeri
3. Tidak mengalami stress
4. Melemaskan otot untuk menurunkan ketegangan dan kejenuhan yangbiasanya menyertai nyeri
5. Mengurangi kecemasan yang memperburuk persepsi nyeri
6. Relaksasi nafas dalam mempunyai efek distraksi atau penglihatan perhatian
Indikasi 1. Pasien yang mengalami stres
2. Pasien yang mengalami nyeri yaitu nyeri akut pada tingkat ringan sampai tingkat sedang akibat penyakit yang kooperatif
3. Pasien yang mengalami kecemasan
4. Pasien mengalami gangguan pada kualitas tidur seperti insomnia Pelaksanaan Pra Interaksi:
1. Membaca status klien 2. Mencuci tangan Interaksi
Orientasi
1. Salam : Memberi salam sesuai waktu 2. Memperkenalkan diri.
3. Validasi kondisi klien saat ini.
4. Menanyakan kondisi klien dan kesiapan klien untuk melakukan kegiatan sesuai kontrak sebelumnya
5. Menjaga privasi klien
6. Kontrak. Menyampaiakan tujuan dan menyepakati waktu dan tempat dilakukannya kegiatan
Fase Kerja
1. Posisikan pasien dengan posisi miring ke kiri
2. Instruksikan pasien untuk menarik nafas dalam melalui hidung dan mengeluarkan lewat mulut secara perlahan sampai pasien merasa rileks.
3. Tuangkan baby oil pada telapak tangan kemudian gosokan kedua tangan hingga hangat.
4. Letakkan kedua tangan pada punggung pasien, Buat gerakan melingkar kecil dengan menggunakan ibu jarimenuruni area tulang belakang
5. Usap bagian punggung dari arah kepala ke tulang ekor, untuk mencegah terjadinya lordosis lumbal.
6. Bersihkan sisa minyak atau lotion pada punggung klien dengan handuk
Terminasi
1. Evaluasi hasil: kemampuan pasien untuk melakukan teknik ini 2. Memberikan kesempatan pada klien untuk memberikan umpan
balik dari terapi yang dilakukan.
3. Tindak lanjut: menjadwalkan latihan teknik Effleurag Massage 4. Kontrak: topik, waktu, tempat untuk kegiatan selanjutnya Dokumentasi
1. Mencatat waktu pelaksanaan tindakan
2. Mencatat perasaan dan respon pasien setelah diberikan tindakan Sumber: Potter & Perry (2010)
No Author/Tahun Negara Judul Sample Intervensi Hasil Penelitian 1 Maliha Amin,
Herawati Jaya, dan Atika Qainitah Ulipia H (2021)
Indonesia Teknik Massage Effleurage Untuk Mengurangi Nyeri
Melahirkan Kala I Di Rumah Sakit Swasta
Palembang
Subjek yang digunakan dalam studi kasus keperawatan adalah ibu primigravida dengan kasus yang diteliti secara rinci dan mendalam. Adapun subjek yang diteliti berjumlah 2 orang pasien yakni Pasien 1 (Ny. R) yang berusia 26 tahun dan Pasien 2 (Ny. D) yang berusia 24 tahun, dengan tujuan untuk mendeskripsikan nyeri melahirkan pada kedua pasien tersebut serta implementasi keperawatan masafe effleurage untuk
mengurangi nyeri
melahirkan kala 1.
Intervensi keperawatan pada studi kasus ini yang berfokus baik pada kasus 1 maupun kasus 2 pada nyeri melahirkan memiliki tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan klien dapat beradaptasi dengan nyeri dengan kriteria hasil berdasarkan SLKI:
meliputi klien dapat berdaptasi dan mampu mengenali nyeri, mampu menggunakan teknik nonfarmakologis (teknik massage effleurage) dan tanda-tanda vital dalam rentang normal. Intervensi yang ditentukan pada kasus 1 dan kasus 2 berdasarkan SIKI yaitu, (I.08238) Manajemen Nyeri.
Hasil penelitian menggambarkan bahwa implementasi keperawatan yang telah dilakukan dapat mengurangi nyeri melahirkan kala satu dan meningkatnya kemampuan pasien untuk beradaptasi terhadap nyeri. Nyeri yang dialami oleh pasien 1 (Ny. R) sebelum melakukan implementasi keperawatan teknik massage effleurage yaitu 8 dan setelah dilakukan implementasi keperawatan skala nyeri yang dialami menjadi 5 dan pada pasien 2 (Ny.
D) skala nyeri sebelum dilakukan implementasi keperawatan yaitu 8 dan setelah dilakukan implementasi keperawatan teknik massage effleurage skala nyeri yang dialami menjadi 5. Ada penurunan skala nyeri pada kedua pasien yang artinya ada pengaruh pemberian teknik massage effleurage terhadap penurunan tingkat nyeri ibu bersalin kala I.