• Tidak ada hasil yang ditemukan

Artikel Mata Kuliah Literasi Manusia

N/A
N/A
Guntur Wahyu

Academic year: 2025

Membagikan "Artikel Mata Kuliah Literasi Manusia"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

ARTIKEL SOSIALISASI

PENCEGAHAN KONSUMSI GULA BERLEBIH PADA ANAK

DOSEN PENGAMPU : Yanti Rubiyanti, S.Psi, M.Psi

DISUSUN OLEH:

Ammara Dalia Irna Putri 101012300026

Naila Bening Nurani 101012300217

Guntur Wahyu Laksono 101012330062

Marsya Ayunda Putri 101012330185

Sayyid Faqih 101012330200

William Wakechaller Barmu 101012300229

Cleopatra Laviola Sitorus 101012330241

Kaysa Adara Karim 101012330358

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO

TELKOM UNIVERSITY 2024

(2)

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan laporan proyek literasi manusia ini dengan baik dan tepat waktu. Laporan ini disusun sebagai salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Literasi Manusia di bawah bimbingan Ibu Yanti Rubiyanti, S.Psi, M.Psi.

Laporan ini membahas berbagai aspek literasi manusia, mulai dari konsep literasi manusia, cara komunikasi dalam organisasi, gaya kepemimpinan yang efektif, dan memahami pentingnya kerjasama dalam tim dan juga mengetahui elemen apa saja yang dibutuhkan dalam berinteraksi dengan sesama manusia hingga implementasi literasi di berbagai bidang. Kami berharap laporan ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya literasi sebagai bagian dari pembangunan karakter dan keterampilan individu.

Dalam penyusunan laporan ini, kami menyadari bahwa hasil yang dicapai tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak dan kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan di masa mendatang. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan menjadi referensi yang berguna dalam memahami dan menerapkan konsep literasi manusia.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih dan semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan berkah dan rahmat-Nya kepada kita semua.

Bandung, 4 Januari 2025

Tim Penyusun

(3)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Konsumsi gula berlebih pada anak-anak telah menjadi perhatian dalam beberapa dekade terakhir, karena dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka. Makanan dan minuman manis yang tinggi kandungan gula sering kali disukai oleh anak-anak dan mudah dijangkau dalam kehidupan sehari-hari. Meski memberikan kenikmatan sesaat, konsumsi makanan manis yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan. Meskipun demikian, banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami risiko kesehatan dari konsumsi gula berlebih, serta bagaimana cara mengendalikan atau mengurangi asupan gula pada anak-anak. Kurangnya edukasi tentang hal ini sering kali menyebabkan anak-anak terus mengonsumsi gula dalam jumlah yang tidak terkontrol, meskipun sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahayanya.

Salah satu dampak paling signifikan dari konsumsi gula berlebih pada anak anak adalah meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta masalah gigi seperti karies. Salah satu komplikasi jangka panjang yang dapat terjadi pada penderita diabetes adalah kerusakan ginjal atau yang lebih dikenal dengan istilah nefropati diabetik. Nefropati diabetik adalah kondisi di mana ginjal mengalami kerusakan akibat pengaruh dari kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Kerusakan ini dapat berlanjut hingga tahap gagal ginjal yang memerlukan cuci darah (hemodialisis).

Memilih anak TK sebagai target edukasi tentang makanan manis penting karena pada usia ini kebiasaan makan sehat mulai terbentuk. Tingginya konsumsi makanan manis sejak dini telah terbukti berkontribusi pada masalah kesehatan serius di kemudian hari, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit ginjal yang berujung pada cuci darah. Dengan maraknya kasus ini, edukasi sejak usia dini menjadi langkah strategis untuk pencegahan. Melalui pendekatan interaktif yang mudah dipahami, anak-anak dapat diajarkan pentingnya mengurangi konsumsi gula berlebih, yang tidak hanya melindungi kesehatan mereka, tetapi juga membantu menanamkan kesadaran dalam keluarga mereka.

(4)

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa saja dampak negatif konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan anak sejak dini?

2. Bagaimana cara efektif mengedukasi anak anak mengenai bahaya konsumsi gula berlebih sejak dini?

1.3 TUJUAN

1. Membuat anak anak memahami akan bahaya mengkonsumsi bahaya gula berlebih.

2. Mencegah penyakit bahaya pada anak anak akibat mengkonsumsi gula berlebih.

3. Meningkatkan generasi yang lebih sehat di masa yang akan datang.

1.4 MANFAAT

1. Peningkatan Kesadaran Kesehatan pada anak TK 2. Edukasi Kesehatan Gizi yang baik

3. Pencegahan Penyakit dimasa depan

4. pengembangan program edukasi dan kampanye kesehatan jangka panjang

(5)

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Teori

Pencegahan Konsumsi Gula Berlebih pada Anak Pencegahan konsumsi gula berlebih pada anak berfokus pada upaya untuk mengedukasi anak dan orang tua mengenai dampak buruk dari konsumsi gula yang berlebihan, baik dalam bentuk makanan maupun minuman. Dalam hal ini, teori-teori terkait perilaku manusia, pola makan sehat, serta pembelajaran sosial dapat digunakan untuk mendasari program sosialisasi. Pencegahan ini bertujuan untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi gula berlebih, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan masalah gigi.

2.2 Aspek atau Faktor yang Terlibat dalam Teori

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam teori pencegahan konsumsi gula berlebih pada anak antara lain:

a. Pengetahuan dan Pemahaman

Salah satu aspek utama dalam pencegahan konsumsi gula berlebih adalah pengetahuan anak dan orang tua tentang efek negatif gula berlebih terhadap kesehatan. Hal ini mencakup pengetahuan tentang diabetes, obesitas, dan masalah kesehatan gigi yang disebabkan oleh gula.

b. Pola Makan dan Lingkungan Keluarga

Faktor lingkungan keluarga memainkan peran penting dalam kebiasaan makan anak. Orang tua berfungsi sebagai model bagi anak dalam memilih makanan sehat, termasuk dalam hal konsumsi gula.

c. Pengaruh Media dan Iklan

Iklan makanan dan minuman yang tinggi gula dapat memengaruhi

(6)

preferensi makan anak. Media dan iklan yang tidak terbatas pada makanan sehat harus menjadi salah satu target dalam sosialisasi untuk memberikan informasi yang lebih baik.

d. Peran Sekolah dan Komunitas

Sekolah dan komunitas lokal dapat mendukung sosialisasi pencegahan dengan menyediakan makanan yang sehat, mengadakan program edukasi mengenai gizi, serta menyediakan informasi yang benar kepada anak-anak dan orang tua.

2.3 Tokoh dan Tahun Pengemukaan Teori

Berikut beberapa tokoh dan teori yang relevan dengan pencegahan konsumsi gula berlebih pada anak:

Albert Bandura (1977) – Teori Pembelajaran Sosial

Albert Bandura mengemukakan bahwa individu belajar melalui pengamatan dan peniruan dari perilaku orang lain dalam lingkungan sosial. Dalam konteks ini, anak-anak akan meniru kebiasaan makan yang sehat dari orang tua, guru, atau teman-temannya. Oleh karena itu, sosialisasi pencegahan konsumsi gula berlebih dapat difokuskan pada pembelajaran sosial dengan menyediakan model perilaku sehat yang dapat diikuti oleh anak-anak.

Transtheoretical Model (Prochaska & DiClemente, 1983)

Model ini menjelaskan perubahan perilaku sebagai suatu proses bertahap melalui beberapa tahap, yaitu pra-kontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan pemeliharaan. Sosialisasi ini bisa disesuaikan dengan tahap- tahap perkembangan perilaku anak dalam hal konsumsi gula, dimulai dengan penyuluhan, diikuti dengan upaya mengubah kebiasaan makan mereka.

(7)

Teori Perilaku Kesehatan (Becker, 1974)

Teori ini menyatakan bahwa individu cenderung mengubah perilaku mereka berdasarkan persepsi mereka terhadap ancaman terhadap kesehatan dan keuntungan dari perubahan tersebut. Oleh karena itu, edukasi tentang risiko kesehatan akibat konsumsi gula berlebih (seperti obesitas dan diabetes) dapat menjadi motivasi utama bagi anak dan orang tua untuk mengubah pola makan mereka.

2.4 Kerangka Pemikiran atau Alur Berpikir yang Mendasari Kegiatan Kerangka pemikiran yang mendasari kegiatan sosialisasi pencegahan konsumsi gula berlebih pada anak dapat dijelaskan dengan alur berikut:

Identifikasi Masalah

Berdasarkan penelitian yang ada, banyak anak-anak yang mengalami konsumsi gula berlebih yang dapat berisiko pada obesitas dan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, langkah pertama adalah menyadari adanya masalah tersebut.

Edukasi dan Penyuluhan

Sosialisasi dilakukan dengan memberikan pengetahuan yang tepat mengenai dampak negatif gula berlebih bagi kesehatan anak, baik kepada anak-anak itu sendiri maupun kepada orang tua. Menggunakan media visual dan interaktif dapat meningkatkan pemahaman anak tentang pentingnya mengurangi konsumsi gula.

Modeling dan Pembiasaan

Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, orang tua dan guru berperan penting dalam memberikan contoh pola makan yang sehat. Program ini dapat mencakup pembiasaan pola makan sehat dengan menyediakan makanan yang rendah gula di rumah dan sekolah.

(8)

Evaluasi dan Monitoring

Kegiatan sosialisasi perlu dievaluasi secara berkala untuk melihat dampak dari program yang telah dilakukan. Monitoring konsumsi gula pada anak juga penting untuk menilai apakah perubahan perilaku sudah terjadi dan mempertahankan kebiasaan makan yang sehat.

2.5 Referensi

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Prentice-Hall.

Prochaska, J.O., & DiClemente, C.C. (1983). Stages and processes of self- change of smoking: Toward an integrative model of change. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 51(3), 390–395.

Becker, M. H. (1974). The health belief model and personal health behavior.

Health Education Monographs, 2(4), 324-508.

(9)

BAB III

PELAKSANAAN DAN METODE

2.1 PELAKSANAAN

Kegiatan akan dilaksanakan pada:

Hari, tanggal : Selasa, 3 Desember 2024 Waktu : 7.00 – 10.30 WIB

Tempat : TK RA Khalifah

2.2 DESKRIPSI KEGIATAN

Kegiatan kami merupakan kegiatan Edukasi Sejak dini kepada anak TK untuk

memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegahan konsumsi gula berlebih.

2.3 TEKNIS PELAKSANAAN 1. Persiapan Materi

Mengumpulkan informasi dan data mengenai bahaya konsumsi gula berlebih.

Membuat materi presentasi yang interaktif dan mudah dipahami anak-anak.

2. Pelaksanaan Kegiatan

Memberikan edukasi melalui media visual seperti video dan gambar.

Mengadakan sesi tanya jawab untuk mengukur pemahaman anak-anak.

Menggunakan permainan edukatif untuk memperkuat materi yang disampaikan.

(10)

2.4 RUNDOWN ACARA

Waktu Kegiatan Penanggungjawab

07.00-08.00 Kedatangan dan persiapan panitia Keseluruhan Panitia 08.00-08.15 Mobilisasi anak-anak masuk

kelas

Keseluruhan panitia 08.15-08.20 Pembukaan acara oleh MC Ketua Pelaksana 08.20-08.25 Pembukaan oleh pihak TK Ketua Pelaksana 08.25-.08.35 Perkenalan panitia Keseluruhan Panitia

08.35-08.40 Ice breaking Divisi Acara

08.40-08.45 Game awal Divisi Acara

08.45-08.55 Pemberian materi awal Pemateri

08.55-09.00 Quiz Pemateri

09.00-09.10 Pemberian materi akhir Pemateri

09.10-09.15 Quiz Pemateri

09.15-09.35 Game akhir Marsya dan William

09.35-09.45 Kesan dan Pesan Semua anggota

09.45-09.50 Sesi foto bersama Divisi Pubdok

09.50–09.55 Penutupan Ketua Pelaksana

09.55-10.40 Makan Bersama Seluruh Panitia

(11)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Kegiatan

Pada bagian ini, hasil kegiatan yang dilaksanakan akan dijelaskan secara rinci.

Berikut adalah gambaran hasil kegiatan sosialisasi pencegahan konsumsi gula berlebih pada anak yang telah dilakukan:

1. Jumlah Peserta

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini sebanyak 60 orang yang terdiri dari 60 anak-anak

2. Jenis Kelamin

Peserta kegiatan terdiri dari 35% perempuan dan 25% laki-laki. Dari jumlah tersebut terdiri anak anak

3. Lokasi

Kegiatan ini diselenggarakan di TK RA Khalifah 4. Usia Peserta

Anak-anak yang berpartisipasi memiliki usia antara 5 atau 6 tahun,

5. Pendidikan peserta masih tk

6. Metode Sosialisasi

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan langsung melalui presentasi, diskusi interaktif, dan permainan edukatif untuk anak- anak. Dan ada tugas untuk orang tua, dengan membawakan bekal

makanan sehat di rumah.

4.1 Pembahasan

Kegiatan sosialisasi pencegahan konsumsi gula berlebih pada anak bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai dampak negatif gula

(12)

berlebih terhadap kesehatan, serta mengubah perilaku makan mereka. Program ini berhubungan langsung dengan CLO (Course Learning Outcomes) dari mata kuliah Literasi Manusia, yang mengharapkan mahasiswa untuk memiliki kemampuan dalam menyebarkan informasi yang relevan mengenai gaya hidup sehat dan literasi gizi.

Dalam kaitannya dengan RPS (Rencana Pembelajaran Semester), kegiatan ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai literasi gizi dan pentingnya mengelola konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula. Melalui pembelajaran dan interaksi langsung, diharapkan peserta dapat lebih sadar tentang konsekuensi jangka panjang dari kebiasaan makan yang tidak sehat, khususnya dalam hal konsumsi gula berlebih.

Kegiatan ini sesuai dengan tujuan mata kuliah Literasi Manusia yang berfokus pada peningkatan kesadaran mengenai kesehatan, termasuk pengenalan konsep pola makan sehat, serta memberikan keterampilan dalam memilih makanan yang sehat bagi keluarga. Pembelajaran ini juga membantu anak-anak dan orang tua untuk memahami betapa pentingnya kontrol konsumsi gula dalam menjaga kesehatan tubuh.

4.2 Limitasi

Meskipun kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar, terdapat beberapa keterbatasan dan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan:

1. Waktu yang Terbatas

Kegiatan ini berlangsung hanya selama satu hari, sehingga tidak semua materi dapat disampaikan dengan mendalam. Durasi yang terbatas juga membuat waktu interaksi dengan peserta menjadi singkat.

2. Tingkat Partisipasi yang Berbeda

Meskipun sebagian besar peserta antusias, ada beberapa anak yang kurang aktif berpartisipasi dalam diskusi dan tanya jawab, yang bisa jadi karena

(13)

kurangnya pemahaman tentang pentingnya pola makan sehat untuk anak- anak mereka.

3. Keterbatasan Sumber Daya

Kegiatan ini terbatas oleh sumber daya seperti alat peraga dan fasilitas.

Materi yang disampaikan lebih banyak mengandalkan presentasi visual, sementara sumber daya yang lebih interaktif seperti alat peraga atau media digital yang lebih menarik bagi anak-anak tidak tersedia dalam jumlah yang cukup.

4. Tantangan dalam Menerapkan Perubahan

Beberapa orang tua melaporkan kesulitan dalam menerapkan perubahan pola makan sehat di rumah, karena pengaruh iklan makanan tinggi gula yang sangat dominan di media.

Meskipun terdapat kendala-kendala tersebut, kegiatan ini tetap berhasil menyampaikan pesan penting mengenai konsumsi gula berlebih dan dampaknya terhadap kesehatan.

(14)

BAB V KESIMPULAN 5.1. Kesimpulan

Kegiatan sosialisasi pencegahan konsumsi gula berlebih pada anak yang diselenggarakan di Sekolah Dasar Harapan Bangsa telah berhasil mencapai tujuannya dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak dan orang tua tentang pentingnya mengurangi konsumsi gula untuk menjaga kesehatan tubuh. Meskipun terdapat beberapa keterbatasan, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran mengenai dampak buruk konsumsi gula berlebih, dan diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat di masa depan.

5.2. Saran

Berikut adalah beberapa saran untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi ini di masa mendatang:

1. Penyuluhan yang Lebih Mendalam

Agar peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik, kegiatan sosialisasi sebaiknya berlangsung lebih lama atau dilakukan dalam beberapa sesi agar informasi bisa disampaikan lebih detail.

2. Penyediaan Media Edukatif

Penggunaan alat peraga yang lebih interaktif dan media digital bisa membantu menarik perhatian anak-anak dan guru, serta mempermudah pemahaman mereka tentang konsep pola makan sehat.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Prentice-Hall.

Prochaska, J.O., & DiClemente, C.C. (1983). Stages and processes of self-change of smoking: Toward an integrative model of change. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 51(3), 390–395.

Becker, M. H. (1974). The health belief model and personal health behavior.

Health Education Monographs, 2(4), 324-508.

Demikian proposal kegiatan “Sosilisasi Pencegahan Konsumsi Gula Berlebih Pada Anak” yang akan diselenggarakan oleh Kelompok 5 kelas TT-45-GAB2 yang mengambil mata kuliah Literasi Manusia. Kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari beberapa factor. Oleh karena itu, kami selaku mahasiswa Universitas Telkom mengharapkan dukungan dan kerjasamanya dari berbagai pihak. Atas dukungan dan kerja sama Bapak/Ibu saya mengucapkan terimakasih.

LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu mata kuliah program studi Teknologi Pendidikan yang berkaitan dengan bidang ilmu interaksi manusia dan komputer adalah mata kuliah Interaksi Manusia

Manual Prosedur Penggantian dosen mata kuliah adalah tahapan yang harus dilakukan oleh jurusan dalam melakukan administrasi untuk mendapatkan dosen pengganti mata kuliah dengan

Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran Bahasa Asing Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Strategi

Rangkuman ini saya buat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah ALK. Artikel ini tentang Fair Value vs. Historical Cost (Pozen,

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Hukum

Makalah ini berjudul "Kekerasan dalam Rumah Tangga" yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Hak Asasi

Laporan studi kasus pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk memenuhi tugas ujian akhir semester mata kuliah Manajemen Sumber Daya

Dokumen ini berisi tugas mata kuliah Etnosains yang meliputi project individu tentang kearifan lokal dan tugas kelompok tentang analisis artikel pembelajaran IPA terkait