• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengembangan Pekerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengembangan Pekerja"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

4 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Pengembangan Pekerja

Pengembangan adalah suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memperbaiki kemampuan pekerja dengan cara meningkatkan pengetahuan umum, yaitu peningkatan penguasaan teori dan kemampuan untuk pengambilan keputusan dalam menghadapi persoalan. Pengembangan pekerja dengan cara pendidikan dapat dilakukan di tempat kerja, maupun di luar tempat kerja (Hartanto, 2015).

Menurut Miftahuddin, Rahman dan Setiawan (2019), pengembangan pekerja di luar tempat kerja bisa dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kepada pekerja ke lembaga pendidikan atau di sekolah. Menyekolahkan pekerja adalah suatu usaha yang dipilih perusahaan untuk mengembangkan karyawan melalui cara pendidikan menurut (Hasibuan, dalam Hutajulu dan Supriyanto, 2013). Menurut Miftahuddin dkk (2019), menyekolahkan pekerja adalah mengadakan pendidikan untuk pekerja di lembaga pendidikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata menyekolahkan pekerja adalah memasukan ke sekolah atau mengirimkan pekerja ke sekolah untuk belajar.

Loyalitas Pekerja

Loyalitas adalah sikap kesetiaan yang diberikan oleh pekerja kepada perusahaan (Hermawan dan Riana, 2014). Heryati (2016) juga mengemukakan bahwa loyalitas adalah setia pada sesuatu atau perusahaan yang diungkapkan dengan rasa cinta yang tinggi sehingga tidak mengharapkan imbalan dari perusahaan tempat rasa loyalitas nya. Terdapat 4 indikator loyalitas pekerja menurut Wilianto (2019), yaitu: 1) Kepatuhan, adalah kemampuan pekerja dalam menjalankan tugas yang diberikan atasan dengan bertanggung jawab, sikap menaati semua peraturan yang ada dan tidak melanggarnya. Semakin patuh seorang pekerja pada perusahaan, maka semakin tinggi loyalitasnya. 2) Tanggung Jawab, adalah kemampuan seorang bekerja dalam menjalankan tugasnya dengan benar dan berani menanggung konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya. Semakin tinggi tanggung jawab pekerja, maka loyalitasnya pada perusahaan juga tinggi. 3) Dedikasi, adalah keikutsertaan pendapat atau ide, dan tenaga yang diberikan oleh

(2)

5

pekerja dengan tulus kepada perusahaan. Semakin tinggi dedikasi pekerja, maka semakin tinggi juga loyalitasnya kepada perusahaan. 4) Integritas, adalah kemampuan pekerja dalam memberikan informasi atau berbicara dengan jujur dan tepat sesuai dengan fakta yang terjadi. Semakin tinggi integritas pekerja, maka semakin tinggi loyalitasnya pada perusahaan.

Kinerja Pekerja

Kinerja adalah kemampuan yang dicapai oleh pekerja dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya dengan tanggung jawab (Sekartini, 2016).

Sedangkan Ceven, Sayinti dan Dincer (2009) mengatakan bahwa kinerja adalah proses kerja yang berlangsung dan hasil kerja yang dicapai dari pekerjaan tersebut.

Terdapat 4 indikator dari kinerja pekerja menurut Halim dan Andreani (2017) yaitu, 1) Kualitas (mutu), kinerja pekerja yang baik adalah pekerja yang dapat menghasilkan hasil kerja yang memiliki kualitas yang tinggi. 2) Kuantitas (jumlah), kinerja pekerja yang baik dapat dilihat dari kuantitas pekerja yang ditunjukkan dengan jumlah unit atau jumlah siklus pekerjaan yang diselesaikan. 3) Waktu (jangka waktu), kinerja pekerja yang baik adalah yang dapat menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh atasan dengan baik dan tepat waktu. 4) Penekanan biaya, kinerja yang baik adalah pekerja yang dapat bekerja sesuai dengan anggaran atau tidak melebihi dari biaya yang sudah dianggarkan.

Hipotesis

Pengembangan Pekerja Dengan Cara Pendidikan dan Loyalitas Pekerja

Sutriniasih (2019) mengatakan bahwa pendidikan berpengaruh terhadap loyalitas pekerja. Kurniawan (2019) juga mengatakan bahwa loyalitas pekerja dipengaruhi oleh pendidikan. Hal ini juga didukung oleh Sumardhan (2014) yang menyatakan bahwa pendidikan dapat menjadikan pekerja menjadi loyal terhadap perusahaan.

H1: Ada pengaruh pengembangan dengan cara pendidikan terhadap loyalitas pekerja

(3)

6

Pengembangan Pekerja Dengan Cara Pendidikan dan Kinerja Pekerja

Menurut Darebo (2018) pendidikan berpengaruh terhadap kinerja pekerja dan dapat meningkatkan kinerja pekerja. Turere (2013) juga menunjukkan bahwa pendidikan dapat mempengaruhi dan dapat meningkatkan kinerja pekerja. Hal ini juga didukung oleh penelitian Aliya dan Tobari (2019) yang menyatakan bahwa pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas kinerja pekerja

H2: Ada pengaruh pengembangan dengan cara pendidikan terhadap kinerja pekerja

Model Penelitian

Gambar 1. Kerangka Konseptual

Referensi

Dokumen terkait

• Lokasi pekerjaan, kebersihan tempat bekerja di lokasi pekerjaan ikut menentukan produktivitas kerja para pekerja konstruksi..

Penelitian yang dilakukan oleh (Aprilia, 2017) menyatakan bahwa bahwa beban kerja, stres kerja dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja

1) Pekerja, jenis tenaga kerja ini berada pada tingkatan tenaga kerja terendah sehingga upah dari pekerja juga termasuk yang paling rendah. Tugas dari pekerja

Penelitian yang sama, yaitu membandingkan produktivitas dua tower crane terhadap biaya juga dilakukan oleh Adia Ega Putra (2019).Penelitian mengenai efisiensi

Penelitian yang dilakukan oleh Reni & Joko (2020) menyatakan bahwa variabel motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui komitmen

peningkatan produktivitas juga menghasilkan peningkatan langsung pada standart hidup yang berada dibawah kondisi distribusi yang sama dari perolehan produktivitas

Didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Felita dan Oktivera 2019 menunjukkan bahwa variabel sales promotion berpengaruh terhadap impulse buying, artinya jika sales promotion

Kondisi kesehatan fisik dan mental juga sangat berpengaruh terhadap produktifitas pekerja saat mengerjakan item pekerjaan pasalnya kondisi fisik yang tidak prima dan dipaksakan bekerja