PERTEMUAN 1
PRAKTIKUM DESKRIPSI OSEANOGRAFI
PEMETAAN BATIMETRI TELUK SEMANGKA
Dimas Ridwan Maulana C5410211059
ILMU KELAUTAN PASCA SARJANA
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2024
1. Buat peta kedalaman laut dari data BATNAS dan GEBCO, deskripsikan kedalaman perairan dari kedua data tersebut dengan membuat tabulasi persentase kisaran kedalaman dan jelaskan perbedaannya!
Gambar 1. Profil batimetri Teluk Semangka Sumber: BATNAS
Gambar 2. Profil batimetri Teluk Semangka Sumber: GEBCO
Min Depth Max Depth Area Longitude Latitude Area (m²) -1400 -1300 0.007022 104.5099802 -6.064336102 86339062.98 -1300 -1200 0.007339 104.4544468 -6.039793717 90236615.51 -1200 -1100 0.007375 104.4291215 -6.029973321 90682269.28 -1100 -1000 0.008608 104.4248115 -6.018989728 105849355.2 -1000 -900 0.046942 104.9099762 -6.014915922 577206085.5 -900 -800 0.029331 104.8075167 -6.000241106 360665325.5 -800 -700 0.021336 104.6763888 -5.971721456 262374747.6 -700 -600 0.022869 104.6740148 -5.949621746 281241803.4 -600 -500 0.02555 104.7089414 -5.929398239 314218037.6 -500 -400 0.026961 104.6907147 -5.907105571 331585484.1 -400 -300 0.035342 104.6610142 -5.866637389 434686725.7 -300 -200 0.042669 104.7031175 -5.84135435 524838866.4 -200 -100 0.059903 104.8524838 -5.853148041 736795232.9 4196719612 Total Area (m²)
Gambar 3. Tabulasi data batimetri Teluk Semangka Sumber: BATNAS
Min Depth Max Depth Area Longitude Latitude Area (m²) -1400 -1300 0.006111 104.4406842 -6.063091856 75137014.79 -1300 -1200 0.006927 104.4405545 -6.038142231 85173442.63 -1200 -1100 0.008003 104.3967688 -6.021262654 98411478.05 -1100 -1000 0.009896 104.4094883 -6.009057018 121682866.2 -1000 -900 0.05 104.9236589 -6.016397569 614810416.7 -900 -800 0.025573 104.8068638 -6.006875141 314455418.8 -800 -700 0.021753 104.7232459 -5.973472001 267506269.3 -700 -600 0.022431 104.6745195 -5.959139577 275839701.4 -600 -500 0.026476 104.741526 -5.932886612 325600313 -500 -400 0.032101 104.6889433 -5.89216581 394806093.9 -400 -300 0.035139 104.6381608 -5.870674819 432189520.8 -300 -200 0.046892 104.6891205 -5.849069018 576773255.1 -200 -100 0.065295 104.8609761 -5.86614431 803101776.6 4385487567 Total Area (m²)
Gambar 4. Tabulasi data batimetri Teluk Semangka Sumber: GEBCO
Berdasarkan kedua data yang digunakan, data BATNAS memiliki resolusi yang lebih tinggi dibandingkan data GEBCO. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan tabulasi kedua data. Total area yang dicakup pada data BATNAS lebih kecil, sedangkan data GEBCO lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa data BATNAS memiliki resolusi yang lebih tinggi sehingga dapat memetakan kedalaman Teluk Semangka lebih detail.
2. Buatlah beberapa profil melintang kedalaman perairan dengan menggunakan data BATNAS dan GEBCO yang menggambarkan morfologi dasar perairan yang representative, jelaskan bentuk-bentuk dasar perairan yang ditemui!
Gambar 5. Profil melintang Teluk Semangka Sumber: BATNAS
Gambar 6. Profil melintang Teluk Semangka Sumber: GEBCO
Profil melintang Teluk Semangka berdasarkan data BATNAS menunjukkan adanya morfologi continental shelf pada jarak 0-0.3° dengan kedalaman 0-400 m.
Kemudian adanya tonjolan yang menggambarkan dekat pulau kecil pada jarak 0.3- 0.45°, selanjutnya ada slope kecil yang curam pada jarak 0.45-0.47° dengan kedalaman 100-250 m. Terdapat continental slope pada 0.48-0.54° dengan kedalaman 200-950 m.
Selanjutnya abysal plain pada kedalaman 900-1000 m dengan jarak 0.54-0.62°.
Profil melintang Teluk Semangka berdasarkan data GEBCO menunjukkan adanya morfologi continental shelf pada jarak 0-0.3° dengan kedalaman 0-350 m.
Kemudian adanya tonjolan yang menggambarkan dekat pulau kecil pada jarak 0.3-
0.45°, lalu terdapat continental slope pada 0.48-0.54° dengan kedalaman 200-950 m.
Selanjutnya abysal plain pada kedalaman 900-1000 m dengan jarak 0.54-0.62°.
3. Berdasarkan hasil no. 1 dan 2, jelaskan manfaat yang bisa dilakukan dari hasil analisis batimetri yang sudah dilakukan dalam bidang perikanan, kelautan, dan kemaritiman!
Penjelasan mesti merujuk pada aturan perundang-undangan dan pemanfaatan kondisi eksisting perairan.
Berdasarkan data batimetri tersebut, manfaatnya dalam bidang perikanan, kelautan dan kemaritiman antara lain:
1. Kegiatan perikanan budidaya dan perikanan tangkap sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 tentang perikanan.
- Pasal 6 tentang pembudidayaan ikan
- Pasal 9 tentang penelitian/eksplorasi perikanan
- Pasal 27 tentang penangkapan ikan dan pembudidayaan ikan
2. Pasal 1 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2021 tentang penempatan alat penangkapan ikan
3. UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran: Fokus pada pengelolaan lalu lintas laut dan pelayaran, termasuk peraturan tentang pelabuhan dan keselamatan pelayaran.
4. UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil:
Mengatur pengelolaan dan perlindungan lingkungan pesisir serta pemanfaatan sumber daya alam di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Terkait dengan pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran, termasuk standar baku mutu air laut yang harus dipatuhi. Kontur batimetri dapat digunakan untuk zona pembuangan limbah laut.
6. Rencana Tata Ruang Laut Nasional (RTRLN): Mengatur pemanfaatan ruang laut untuk berbagai keperluan seperti konservasi, transportasi, perikanan, dan pariwisata.