KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI INDONESIA UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS PETERNAKAN
Jl. Raya Jambi-Muara Bulian KM 15 Mandalo Darat JAMBI. Tel. 582907 UJIAN AKHIR SEMESTER
Mata Kuliah/Kode : Manajemen Pemasaran Hasil Perikanan/,PIP154(340623) Prodi/Jurusan : Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP)(S1)
Semester : Ganjil 2023/2024
Dosen : Dr. Ir. Darlim Darmawi, M.P.
LEMBARAN UJIAN Nama Mahasiswa : RENI SRIDAWAN SIHOMBING
NIM : E1E020047
Kelas : 5 / A / REG
Hari/tanggal ujian : Rabu 13-12-23 I. PETUNJUK :
1. Baca narasi soal berikut ini dengan cermat. dan langsung jawab soal pada kolom lembaran jawaban ini.
2. Jawablah dengan pokok pikiran saudara sendiri, sesuai dengan permasalahan yang saudara pilih dari hasil riset pasar pihak manajemen
5. Kumpulkan/kirim UAS saudara kepada Ketua Tingkat(Kating) masing-masing
Dan Kating menyerahkan/mengirim UAS secara kolektif dalam sebuah google drive kepada Dosen ybs II. NARASI SOAL :
Berbagai hasil riset menemukan beberapa komoditi perikanan yang dapat dipasarkan, diperdagangkan, disimpan, dan/atau dipertukarkan. Jenis produk perikanan dengan spesifikasinya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Riset pemasaran yang telah dilakukan pihak manajemen pemasaran akan mengetahui hal apa saja yang perlu diperbaiki dan strategi pemasaran apa yang masih sesuai dilakukan untuk merebut peluang. Sehingga permasalahan-permasalah yang ditemui dilapangan dapat diatasi dengan baik.
III. LEMBARAN JAWABAN
1.Hasil riset pemasaran pihak manajemen menemukan beberapa permasalahan, yaitu : 1.1. Fluktuasi harga pasar ikan tidak jelas.
1.2. Mutu produk perikanan yang dipasarakan menurun
Permintaan terhadap ukuran ikan konsumsi yang dibutuhkan konsumen kurang sesuai.
1.4. Masih kurangnya intensitas promosi serta rendahnya partisipasi stakeholders (khususnya produsen produk perikanan)
1.5. Beberapa Produk perikanan menggunakan bahan kimia berbahaya 2. Pilih dan lingkar 3 nomor permasalahan dari hasil riset manajemen diatas.
Terangkan akibat kondisi tersebut, dan bagaimana langkah-langkah strategi pemasaran berikutnya yang masih sesuai dilakukan untuk merebut kembali peluang pasar yang sudah ada sebelumnya.
IV. LEMBARAN JAWABAN
1.1. Fluktuasi harga pasar ikan tidak jelas.
Fluktuasi harga pasar ikan menjadi masalah yang tidak jelas, terutama ketika ada kondisi ekstrem seperti banjir yang dirasakan akan datang. Untuk mengatasi fluktuasi harga pasar ikan ini dan menguantikan kembali peluang pasar yang sudah ada sebelumnya, beberapa langkah-langkah strategi pemasaran yang dapat dilakukan meliputi:
a. Menginformasikan penyedia pasar: Informasikan penyedia pasar tentang perubahan harga dan kebijakan pemerintah yang mempengaruhi harga ikan. Informasi yang baik akan membantu mereka dalam memprakira harga dan mengatur harga pasar sesuai dengan kondisi pasar.
b. Mengatasi fluktuasi harga dengan estratégi keuangan: Pemerintah dapat menggunakan estratégi keuangan untuk mengatasi fluktuasi harga ikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengatur subsidi bagi peternak, yang bisa membantu mengatasi kenaikan harga pakan ikan.
c. Meningkatkan produksi ikan: Pemerintah dapat membantu mengatasi fluktuasi harga ikan dengan meningkatkan produksi ikan. Dengan produksi yang lebih banyak, penyedia pasar akan mendapatkan sumber daya yang lebih murah, sehingga mereka dapat menjual ikan dengan harga yang lebih murah.
d. Mengatasi fluktuasi harga dengan penetapan harga: Eceran menetapkan harga ikan dapat membantu mengatasi fluktuasi harga ikan. Dengan mengatur harga yang tetap, penyedia pasar dan pembeli dapat memperkirakan kebutuhan dan permintaan lebih baik.
e. Mengatasi fluktuasi harga dengan manajemen persediaan: Manajemen persediaan yang baik juga dapat membantu mengatasi fluktuasi harga ikan. Dengan memantau pasokan dan permintaan secara berkelanjutan, penyedia
pasar dapat memastikan bahwa harga ikan tetap stabil atau seimbang.
1.2. Mutu produk perikanan yang dipasarkan menurun Faktor yang mempengaruhi mutu produk perikanan
1. Kerusakan Fisik
Kerusakan fisik yang dialami produk perikanan dapat disebabkan oleh perlakuan fisik, seperti terbanting, tergencet, atau terluka. Perlakuan tersebut dapat menyebabkan terjadinya memar, luka, dan adanya benda asing.
2. Memar
Memar yang dialami oleh produk perikanan yang disebabkan karena dipukul, terbanting atau tergencet.
Ikan yang meronta sesaat sebelum mati atau pedagang yang membanting ikan gurame agar segera mati telah menyebabkan ikan mengalami memar. Semua upaya mematikan ikan dimaksudkan agar ikan menjadi mudah untuk disiangi. Produk perikanan yang memar akan mudah mengalami proses pembusukan. Rusaknya jaringan di bagian yang memar akan menyebabkan peningkatan aktivitas enzim proteolitik. Pada ikan, bagian yang memar cenderung menjadi lunak dan kemerahan
3. Luka
Produk perikanan dapat mengalami luka yang diakibatkan tusukan atau sayatan oleh benda tajam.
Penggunaan pengait pada saat akan mengangkat ikan hasil tangkapan dapat menyebabkan luka pada ikan. Apabila tidak segera ditangani dengan benar, luka tersebut dapat menjadi jalan bagi mikroba pembusuk untuk memasuki bagian tubuh ikan dan merombak komponen di dalamnya.
Langkah-Langkah Strategi Pemasaran yang dapat dilakukan :
1. Menerapkan sistem pengendalian mutu yang ketat di setiap mata rantai produk perikanan (penangkapan,penanganan, penyimpanan, transportasi dan penjualan).
2. Melakukan sertifikasi dan standarisasi produk perikanan agar mutunya terjaga.
3. Memberikan pelatihan kepada nelayan dan pedagang ikan tentang cara penanganan ikan yang baik agar kualitas ikan segar terjaga.
4. Membangun merek lokal produk perikanan daerah tersebut agar mudah dikenali dan dipercaya konsumen.
5. Melakukan pameran dan promosi produk perikanan daerah tersebut untuk meyakinkan pasar bahwa mutunya sudah membaik.
1.5. Beberapa Produk perikanan menggunakan bahan kimia berbahaya
Penggunaan bahan kimia berbahaya dalam produk perikanan dapat memiliki beberapa akibat yang merugikan, baik bagi konsumen maupun bagi citra merek dan pasar produk tersebut. Beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat penggunaan bahan kimia berbahaya di antaranya.
1. Kesehatan Konsumen: Penggunaan bahan kimia berbahaya dalam produk perikanan dapat membahayakan kesehatan konsumen. Bahan kimia tersebut dapat mengakibatkan efek samping yang serius, seperti keracunan makanan, gangguan kesehatan jangka panjang, atau bahkan masalah kesehatan kronis.
2. Kerusakan Lingkungan: Bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam produk perikanan juga dapat merusak lingkungan, terutama jika limbahnya tidak dikelola dengan baik. Ini bisa mencakup kerusakan pada ekosistem perairan dan dampak negatif pada keberlanjutan sumber daya alam.
Langkah-langkah strategi pemasaran yang dapat dilakukan termasuk:
Reformulasi Produk: Perusahaan dapat melakukan reformulasi produk perikanan dengan menghilangkan atau mengganti bahan kimia berbahaya dengan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Ini akan membantu memastikan kualitas dan keamanan produk yang lebih baik bagi konsumen.
Edukasi dan Komunikasi: Mengedukasi konsumen tentang perubahan yang telah dilakukan pada produk, termasuk penekanan pada keamanan, kualitas, dan keberlanjutan, dapat membantu membangun kembali kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut.
Sertifikasi dan Akreditasi: Memperoleh sertifikasi atau akreditasi dari badan independen terkait standar keamanan pangan dan keberlanjutan dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Kampanye Pemasaran yang Jelas: Mengarahkan kampanye pemasaran yang jelas dan transparan tentang perubahan yang telah dilakukan, fokus pada keamanan produk, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat membantu merebut kembali kepercayaan pelanggan.
Kolaborasi dengan Pihak Terkait: Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti lembaga pemerintah, organisasi lingkungan, atau komunitas lokal, untuk memperbaiki praktik bisnis dan mengedukasi
masyarakat tentang pentingnya produk perikanan yang aman dan berkelanjutan. Memperbaiki reputasi dan kepercayaan konsumen setelah terjadinya masalah dengan produk perikanan menggunakan bahan kimia berbahaya membutuhkan waktu dan komitmen yang kuat dari perusahaan.
Langkah-langkah tersebut di atas diharapkan dapat membantu merebut kembali peluang pasar yang
sudah ada sebelumnya dengan memfokuskan pada keamanan, kualitas, dan keberlanjutan produk