Budidaya Tanaman Kelapa Sawit
Disusun oleh :
Aprilia Ike Nurmalasari, S.P., M.Sc
Botani dan Taksonomi
Tanaman Kelapa Sawit
Klasifikasi
Divisio: Spermatophyta
Sub-divisio: Angiospermae
Kelas: Monocotyledonae
Ordo: Palmales
Familia: Palmaceae
Genus: Elaeis
Spesies: Elaeis guineensis, Elaeis odora, dan
Elaeis oleivera
Elaeis guineensis : berasal dari Guinea (Afrika), jenis yang banyak ditanam di Indonesia
Elaeis odora: berasal dari Amerika Selatan, tidak ditanam di Indonesia
Elaeis oleivera: berasal dari Amerika Selatan,
sedikit ditanam di Indonesia
(Berdasarkan warna kulit buah)
1. Nigrescens
- ungu kehitaman (muda) - jingga kehitaman (masak) 2. Virescens
- hijau (muda)
- jingga kemerahan, ujung buah hijau (masak) 3. Albescens
- keputih-putihan (muda)
- kekuningan, ujungnya ungu kehitaman (masak)
Perakaran Kelapa Sawit
Akar tunggang (kecambah), tidak berkembang (mati) setelah menjadi bibit maupun dewasa
Akar serabut (saat fase pembibitan, tanaman muda, dewasa, dan tua), sedikit bercabang, membentuk
anyaman yang rapat dan tebal, sebagian tumbuh vertikal (ke arah bawah) dan sebagian tumbuh ke arah horizontal (mendatar/samping)
Pertumbuhan perakaran dipengaruhi oleh sifat fisik tanah: tekstur, struktur, dan aerasi (terutama aerasi)
Aerasinya baik: pertumbuhan akar ke arah bawah bisa mencapai 10m, dan ke arah samping bisa mencapai 20m
Perakaran lanjutan …
Akar yang dalam dan lebar: memaksimalkan
penyerapan hara, air, dan memperkuat tegaknya tubuh tanaman
Perakaran sawit banyak mengandung sel parenkim, berongga, dan berisi udara
Keberadaan rongga berisi udara pada sel parenkim akar akan membantu respirasi perakaran
Pangkal batang kelapa sawit: ditumbuhi akar adventiv (membantu respirasi akar biasa pada saat suasana
tergenang)
Akar adventiv akan segera tumbuh menjadi akar biasa apabila telah sampai ke tanah
R = akar tunggang
Ad = akar adventif
Co = kotiledon
Pr = akar serabut
Batang Kelapa Sawit
Pertumbuhan memanjangnya lambat (pada umur 0-4 tahun), belum kelihatan adanya pertumbuhan
memanjang
Pada umur > 4 tahun mulai terlihat adanya pertumbuhan memanjang dari batang
Ketinggian batang bisa mencapai 20 m, berbentuk silindris
Pada permukaan batang banyak terdapat pangkal pelepah daun, sehingga permukaan batangnya tidak halus
Daun Kelapa Sawit
Muncul didekat titik tumbuh
Daunnya berbentuk pelepah yang tersusun atas sejumlah anak daun, dengan 80 – 120 anak daun/pelepah (pada
pelepah normal)
Pertanaman kelapa sawit menghasilkan 2 pelepah
daun/bulan, posisi daun awal dengan daun berikutnya membentuk sudut 1350
Pada daun pupus yang baru muncul, antar anak daun masih melekat/menyatu satu sama lainnya khususnya pada bagian ujung anak daun, dengan arah pertumbuhan tegak lurus ke atas, berwarna kuning
Daun lanjutan …
Rumus kedudukan daun 3/8, artinya dalam setiap 3 putaran terdapat 8 pelepah daun, posisi pelepah ke-9 tepat di bawah pelepah ke-1, posisi pelepah ke-17 tepat dibawah pelepah ke-9, begitu seterusnya
Pelepah daun tua akan patah pada bagian di dekat pangkalnya, sisa pangkal tidak akan terlepas dari batang, permukaan batang tidak licin seperti pada kelapa sayur
Bagian pangkal batang banyak ditumbuhi duri tajam
Bunga Kelapa Sawit
Kelapa sawit mulai berbunga pada umur 18 bulan
Pohon kelapa sawit umumnya menghasilkan bunga jantan dan betina sekaligus dalam satu pohon,
meskipun ada juga yang hanya menghasilkan bunga jantan atau betina saja
Bunga tersusun dalam suatu tandan, bunga jantan dan betina terdapat pada dua tandan yang terpisah
Waktu masak bunga jantan dan betina dalam satu
pohon tidak bersamaan, bunga jantan masak terlebih dahulu, penyerbukan sendiri antar bunga dalam satu pohon jarang terjadi, berpenyerbuk silang
Bunga lanjutan …
Bunga betina/putik: masa reseptifnya 3 x 24 jam, pada saat reseptif mahkotanya berwarna putih cerah, jika tidak
diserbuki putik akan berwarna hitam dan mengering
Bunga jantan: pada saat matang seludang akan membuka, beraroma harum, berwarna kuning keemasan, pada kondisi alami dapat hidup selama 24 jam
Pengawetan tepung sari: bunga jantan dikeringkan dengan oven, suhu 600C selama 24 jam, disimpan dalam tabung reaksi, ditutup rapat dengan aluminium foil, ditempatkan dalam freezer, tahan selama 10 hari, digunakan untuk
assisted pollination (penyerbukan bantuan)
Bunga lanjutan …
Pada tanaman sawit muda (umur < 6 tahun), produksi bunga jantan dan betina belum berimbang, bunga betina jumlahnya lebih banyak, terjadi kekurangan tepung sari, banyak buah yang tidak jadi, produktifitas rendah
Pada tanaman sawit muda perlu dilakukan penyerbukan bantuan: menggunakan tepung sari awetan,
pelaksanaannya dapat memanfaatkan tenaga manusia maupun serangga penyerbuk (Elaedobius camerunicus)
Menurut hasil penelitian, pelaksanaan penyerbukan
bantuan pada tanaman sawit muda mampu meningkatkan bobot tandan buah sawit (mengurangi prosentase buah tidak jadi)
Buah Kelapa sawit
Buah kelapa sawit tersusun dalam tandan buah, jumlah buah dalam satu tandan bisa mencapai ribuan tergantung bobot tandan,
Tandan buah tumbuh di ketiak daun
Buah yang dipelihara adalah buah yang berasal dari bunga tanaman kelapa sawit yang umurnya telah mencapai 3
tahun, bunga yang muncul pada tanaman kelapa sawit berumur < 3 tahun akan di kastrasi (dibuang)
Semakin tua umur pohon, produksi pelepah semakin menurun sehingga jumlah tandan buah yang terbentuk lebih sedikit, namun produktivitasnya justru meningkat
karena terjadi peningkatan bobot tandan (bisa mencapai 50 kg/tandan), dan meningkatnya randemen minyak sawit
Buah lanjutan …
Bagian-bagian buah kelapa sawit:
1. Perikarpium
- epikarpium (kulit buah)
- mesokarpium (daging buah/sabut) 2. Endokarpium (tempurung/cangkang) 3. Endosperm (kernel/inti)
4. Lembaga (embrio)
Mesokarpium kalau diolah akan menghasilkan CPO (minyak sawit mentah): 20 % berat tandan
Endosperm kalau diolah akan menghasilkan PKO (minyak inti sawit): 30% berat tandan
Buah lanjutan …
Kelapa sawit dibedakan menjadi beberapa tipe menurut ketebalan endokarpium/mesokarpium:
1. Dura
- cangkang tebal (2-5 mm)
- daging buah tipis (20-50% terhadap buah) - rendemen minyak rendah
2. Pisifera
- cangkang tipis (hampir tidak ada)
- daging buah tebal (92-97% terhadap buah)
- rendemen minyak tinggi, produktivitas rendah 3. Tenera
- cangkang sedang (1-2,5 mm)
- daging buah tebal (60-95% terhadap buah) - rendemen minyak tinggi, produktivitas tinggi
Buah lanjutan …
Kelapa sawit yang banyak di tanam di Indonesia adalah varietas Nigrescens
Buah sawit varietas Nigrescens: kulit buah berwarna ungu kehitaman (muda) dan oranye merah (masak/tua)
Buah muda berwarna ungu kehitaman karena dominasi dari anthocyanin
Buah tua berwarna oranye merah karena dominasi karoten (khususnya β-karoten)
Zat-zat minyak mulai dibentuk pada saat buah berumur 4,5 – 5 bulan setelah penyerbukan
Minyak dibentuk dibagian sel-sel pengisi di sela-sela daging buah (mesokarpium)
Bersamaan dengan terbentuknya zat minyak, warna kulit buah akan berubah dari ungu kehitaman menjadi oranye merah
epikarpium mesokarpium
Endokarpium Endosperm