• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU MATERI POKOK HUKUM BISNIS

N/A
N/A
umar syahrum

Academic year: 2024

Membagikan "BUKU MATERI POKOK HUKUM BISNIS"

Copied!
454
0
0

Teks penuh

Hubungan hukum terdiri dari ikatan antara individu dengan masyarakat dan antar individu itu sendiri. Setiap hubungan hukum yang didirikan dengan undang-undang selalu mempunyai dua segi, yaitu di satu pihak mengandung hak dan di pihak lain mengandung kewajiban.

KLASIFIKASI HUKUM

Lex Generalis, yaitu hukum umum yang berlaku secara umum dan menjadi landasan (terdapat dalam BW). Hukum publik meliputi hukum tata negara, hukum administrasi negara, hukum perpajakan dan hukum pidana, sedangkan hukum perdata meliputi hukum dagang dan hukum adat, serta hukum Islam.

SUBJEK HUKUM

Apalagi kekayaan tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh badan hukum tersebut. Badan hukum sebagai pendukung hak dan kewajiban dapat melakukan upaya sendiri untuk mencapai tujuannya.

OBJEK HUKUM

  • Benda Dapat Dibedakan Menjadi Benda Berwujud dan Benda Tidak Berwujud
  • Benda Dapat Dibedakan Menjadi Benda Bergerak dan Benda Tidak Bergerak
  • Benda Dapat Dibedakan Menjadi Benda Dipakai Habis dan Benda Tidak Dipakai Habis
  • Benda Dapat Dibedakan Menjadi Benda Sudah Ada dan Benda Akan Ada
  • Benda Dapat Dibedakan Menjadi Benda dalam Perdagangan dan Benda di Luar Perdagangan
  • Benda Dapat Dibedakan Menjadi Benda Dapat dibagi dan Tidak Dapat dibagi
  • Benda Dapat Dibedakan Menjadi Benda Terdaftar dan Benda Tidak Terdaftar

Perbedaan tersebut dapat dilihat sebagai berikut. a) Perorangan adalah makhluk hidup yang diciptakan Tuhan, mempunyai akal, emosi, berkehendak dan dapat mati, sedangkan badan hukum adalah badan yang diciptakan oleh orang perseorangan berdasarkan hukum dan dapat dibubarkan oleh penciptanya. Selain itu, pemegang hak dan kewajiban tersebut adalah badan hukum, yaitu orang perseorangan atau badan hukum.

SISTEMATIKA KUH PERDATA

Peraturan Hukum

Hubungan Hukum

Orang

Dengan demikian, dalam hukum perdata substantif perlu ditentukan terlebih dahulu siapa yang menyokong hak dan kewajiban tersebut. Sumber hukum perdata dapat dibedakan menjadi sumber hukum dalam arti formil dan sumber hukum dalam arti materil.

SISTEMATIKA KUHD

Ketentuan dalam KUHPerdata yang masih berlaku namun banyak mengalami perubahan adalah aturan mengenai perkreditan.

PENGERTIAN HUKUM BISNIS

Hubungan antara bidang hukum dagang dan bidang hukum perdata sama saja dengan hubungan antara hukum perdata (kitab perdata) dan hukum dagang (KUHD) serta ketentuan hukum lain yang mengatur hukum dagang, misalnya hukum dagang. Undang-Undang Perseroan Terbatas (PT), Undang-Undang Pasar Modal, Undang-Undang Perbankan, yang merupakan peraturan perundang-undangan dalam dunia usaha yang berada di luar Kitab Undang-undang Hukum Dagang. Hubungan antara hukum perdata dan hukum dagang dengan demikian merupakan hubungan antara hukum biasa (civil law) dan hukum khusus (hukum dagang), sehingga diantara keduanya berlaku asas Lex specialis derogat legi generalis.

PENGERTIAN DAN PENGATURAN PERJANJIAN

Ini bermakna pasal-pasal yang terkandung dalam buku III Kanun Sivil boleh diketepikan untuk digunakan sedangkan pihak-pihak telah membuat peruntukan sendiri. Dan sebaliknya, jika para pihak tidak menyatakan sebaliknya, maka berlaku ketentuan yang terdapat dalam buku III KUHPerdata.

ASAS-ASAS DALAM HUKUM PERJANJIAN

  • Asas Konsensualisme
  • Asas Kebebasan Berkontrak
  • Asas Pacta Sunt Servanda
  • Asas Itikad Baik
  • Asas Kepribadian

Asas ini terdapat dalam Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata yang menyatakan bahwa “segala perjanjian yang dibuat dengan sah adalah sah menjadi undang-undang bagi yang membuatnya”. Asas ini berkaitan dengan akibat suatu perjanjian dan diatur dalam pasal 1338 ayat (1) dan (2) KUHPerdata.

SYARAT SAHNYA PERJANJIAN

  • Sepakat Mereka yang Mengikatkan Dirinya
  • Kecakapan untuk Membuat Suatu Perjanjian
  • Suatu Hal Tertentu
  • Suatu Sebab yang Halal

Menurut teori ini, kesepakatan terjadi apabila pihak yang menerima tawaran (akseptor) telah menulis surat balasan yang menyatakan bahwa ia menerima tawaran tersebut. Kelemahan teori ini adalah salah satu pihak (pihak yang melakukan penawaran) tidak dapat mengetahui kapan terjadinya perjanjian. c) Teori pengetahuan (Vernemingstheorie).

JENIS-JENIS PERJANJIAN

  • Perjanjian Obligatoir
  • Perjanjian Liberatoir
  • Perjanjian Kekeluargaan
  • Perjanjian Pembuktian
  • Perjanjian Kebendaan

Sedangkan perjanjian timbal balik adalah perjanjian yang menimbulkan hak dan kewajiban antara para pihak yang mengadakan perjanjian, misalnya perjanjian jual beli. Kesepakatan mufakat adalah kesepakatan yang terbentuk ketika tercapai kesepakatan antara pihak-pihak yang membuat kesepakatan.

WANPRESTASI DAN AKIBATNYA

Sedangkan bentuk prestasi debitur berupa berbuat sesuatu yang memberikan sesuatu apabila dalam perjanjian ditentukan batas waktu, maka menurut Pasal 1238 KUH Perdata debitur dianggap melakukan wanprestasi dengan melewati batas waktu tersebut. . Anggapan tersebut tidak benar, karena menurut pasal 1266 ayat (1) dan ayat (2) KUHPerdata dapat disimpulkan bahwa syarat-syarat batalnya suatu perjanjian adalah : .. c) batalnya perjanjian berdasarkan keputusan seorang hakim.

HAPUSNYA PERJANJIAN

Opzegging hanya wujud dalam kontrak yang bersifat sementara, contohnya dalam kontrak pekerjaan, kontrak sewa. Perjanjian sedemikian sering dipanggil perjanjian keterangan dan termasuk dalam perjanjian dalam bidang undang-undang prosedur. e) Perjanjian material.

PENGERTIAN ASURANSI

Pertanggungan atau Asuransi Sukarela

Pengertian kesukarelaan menunjukkan bahwa hubungan hukum antara perusahaan asuransi dengan tertanggung yang terikat dalam kontrak asuransi harus mengandung unsur persetujuan kehendak secara sukarela, sehingga tidak ada paksaan atau campur tangan pihak lain. Perusahaan asuransi secara sukarela berjanji untuk menanggung risiko, dan tertanggung secara sukarela membayar premi sebagai imbalan atas pengalihan risiko kepada perusahaan asuransi.

Pertanggungan atau Asuransi Wajib

HUBUNGAN HUKUM PERUSAHAAN ASURANSI DENGAN TERTANGGUNG

Para Pihak dalam Perjanjian Asuransi

Dalam hubungan hukum perasuransian, penanggung berhak menerima sejumlah uang dari tertanggung untuk pengelolaannya, yang disebut premi, namun pada gilirannya wajib memberikan ganti rugi apabila suatu risiko menimpa tertanggung, sedangkan tertanggung wajib membayar sejumlah uang yang disebut premi, tetapi berhak mendapat ganti rugi bila hal itu menimbulkan risiko baginya. Penanggung akan mengelola premi akibat adanya pengalihan risiko dari tertanggung, sehingga apabila premi sudah/belum dibayarkan maka pengalihan risiko tersebut tidak efektif dalam arti perlindungan asuransi juga tidak/tidak efektif. belum berfungsi, hal ini sesuai dengan prinsip: “tidak ada premi, tidak ada asuransi” atau “tidak ada premi, tidak ada kewajiban” tidak ada premi berarti tidak ada pertanggungan/asuransi4.

Syarat-syarat Perjanjian Asuransi

Perjanjian asuransi bersifat timbal balik (kausal/timbal balik) karena masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban serta saling sepakat (mufakat). Pada prinsipnya perjanjian asuransi atau pertanggungan merupakan perjanjian ganti rugi atau shcadeverzekering atau kontrak ganti rugi.

Prinsip Dasar Asuransi

Benda-benda tertentu atau benda-benda tetap, benda-benda tertentu dalam suatu perjanjian asuransi adalah benda-benda yang dipertanggungkan, yang dapat berupa harta dan kepentingan yang melekat pada sarana itu (Insurable Interest). Perjanjian asuransi pada hakekatnya dibuat untuk kepentingan pihak yang membuatnya, namun perjanjian ini juga dapat dibuat untuk pihak ketiga.

Polis sebagai Dokumen dalam Perjanjian Asuransi

Suatu asuransi harus dibuat secara tertulis dalam suatu akta yang disebut polis, sebagaimana diatur dalam Pasal 255 KUHD dan menurut Pasal 256 KUHD harus memuat pernyataan bahwa setiap polis, kecuali yang berkaitan dengan asuransi jiwa, harus memuat informasi rinci yang menyebutkan nama tertanggung, objek asuransi dan lain-lain. Sistematika suatu kebijakan pada dasarnya tidak berbeda dengan sistematika suatu perjanjian pada umumnya, yang terdiri atas bagian awal, bagian badan, dan bagian akhir.

Asuransi Kerugian a. Asuransi Kebakaran

Konsekuensinya, apabila sewaktu-waktu terjadi kehilangan/..kerusakan pada kendaraan bermotor yang dipertanggungkan, maka tertanggung tidak berhak mendapat ganti rugi atas kerugian tersebut. Apabila terjadi pencurian atau kerusakan pada kendaraan bermotor yang dipertanggungkan oleh pihak ketiga, hal ini dapat dijadikan dasar untuk menuntut ganti rugi atau ada tuntutan dari pihak ketiga yang harus ditanggung oleh Penanggung.

Jenis-jenis Asuransi Sosial

Asuransi Jasa Raharja (Persero) yang berperan sebagai penanggung asuransi sosial atas kecelakaan lalu lintas. 3) Premi asuransi sosial atas kecelakaan lalu lintas. Peristiwa dalam Asuransi Sosial Kecelakaan Lalu Lintas Jalan adalah kecelakaan lalu lintas jalan yang mengancam keselamatan pihak ketiga yang berada di luar alat pengangkut yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.

PENGERTIAN PERUSAHAAN DAN HUKUM PERUSAHAAN Perusahaan adalah istilah yang dipakai dalam Kitab Undang-Undang

Bentuk usaha adalah suatu organisasi usaha atau badan usaha yang menjadi penggerak dari jenis-jenis usaha tertentu, yang disebut dengan bentuk hukum suatu perusahaan. Usaha adalah setiap perbuatan, perbuatan atau kegiatan dalam bidang perekonomian yang dilakukan oleh setiap pengusaha dengan tujuan memperoleh keuntungan dan/atau keuntungan.

PENGERTIAN PENGUSAHA

Dalam hal pengusaha memberikan wewenang kepada pimpinan perusahaan untuk mengurus perusahaan, maka pembantu pengusaha adalah orang yang membantu pimpinan perusahaan dalam mengurus perusahaan. Apabila pengusaha memberikan wewenang kepada pimpinan perusahaan untuk mengurus perusahaan, maka pembantu pengusaha mempunyai hubungan kerja dengan pimpinan perusahaan atas nama pengusaha.

BENTUK USAHA BUKAN BADAN HUKUM

Rekan-rekan yang diangkat atau diberi wewenang untuk melaksanakan tugas kepengurusan diatur dalam anggaran dasar perusahaan (dokumen yayasan). Menurut ketentuan § 32 KUHD, yang mengawasi penyelesaian adalah mereka yang ditentukan dalam anggaran dasar.

Persekutuan Komanditer

Jika anggaran dasar tidak menentukan, maka para sekutu komanditer menerima keuntungan sebanding dengan jumlah penghasilannya. Sekutu komanditer hanya bertanggung jawab kepada sekutu umum dengan cara mentransfer sejumlah penghasilan tertentu (Pasal 19 ayat 1 KUHD).

BENTUK USAHA BADAN HUKUM

Perseroan Terbatas

Menurut ketentuan Pasal 1 ayat 2 UUPT, organ perseroan adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Direksi, dan Dewan Pengawas. RUPS merupakan suatu badan hukum yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Pengawas dalam batasan undang-undang ini dan/atau anggaran dasar.

Koperasi

Pengesahan akta pendirian diberikan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak diterimanya permohonan pengesahan oleh pejabat yang berwenang. Menurut ketentuan Pasal 29 UU Koperasi, Pengurus dipilih dari dan oleh para anggota Koperasi dalam Rapat Anggota.

BENTUK USAHA MILIK NEGARA

Perusahaan Umum (Perum) a. Pengertian

Dalam rangka mendukung pembiayaan kegiatan guna mencapai maksud dan tujuan Perum, dengan persetujuan Menteri Keuangan, Perum dapat melakukan kegiatan tertentu yang berkaitan dengan bidang usahanya dan/atau melakukan penyertaan modal pada badan usaha lain. (Pasal 2 ) ayat (2) PP No. 13 Tahun 1998). Perum merupakan badan usaha milik negara yang didirikan berdasarkan peraturan pemerintah (Pasal 7 PP No. 13 Tahun 1998).

Ketentuan peraturan pemerintah ini dilakukan karena modal perusahaan saham gabungan adalah milik negara. Jadi peraturan pemerintah tersebut tidak mengesahkan pendirian perseroan terbatas, melainkan melegalkan penyertaan modal dalam perseroan terbatas.

Perusahaan Daerah

Umumnya surat kuasa jenis ini diberikan kepada perusahaan, khususnya badan hukum seperti perseroan terbatas. Sebagai perseroan terbatas, Persero menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995.

PENGERTIAN PERSEROAN

  • Memiliki Kekayaan Sendiri
  • Anggaran Dasar disahkan oleh Menteri
  • Ada Pengurus
  • Mempunyai Tujuan Sendiri

Bagi badan hukum perseroan terbatas, anggaran dasarnya disahkan oleh Menteri Kehakiman (Pasal 7 ayat (6) UU No. 1 Tahun 1995). Bagi badan hukum koperasi, anggaran dasarnya disahkan oleh Menteri Koperasi (Pasal 10 ayat (2) UU No. 25 Tahun 1992).

PENDIRIAN PERSEROAN

  • Persyaratan
  • Akta Pendirian
  • Pengesahan
  • Pendaftaran dan Pengumuman

Akta Perubahan Anggaran Dasar disertai surat persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia (perubahan Anggaran Dasar tertentu sesuai Pasal 15(3) UUPT). Akta Perubahan Anggaran Dasar disertai laporan kepada Menteri Kehakiman Republik Indonesia (Perubahan Anggaran Dasar Cukup untuk Dilaporkan sesuai dengan Pasal 15(3) UUPT).

MODAL DAN SAHAM PERSEROAN

Modal

Penyetoran saham dalam bentuk selain uang, yang dilakukan pada saat pendirian, dicantumkan dalam akta pendirian. Sumbangan saham dalam bentuk barang tidak bergerak harus diumumkan dalam dua surat kabar.

Saham

Bukti kepemilikan saham atas nama, ditunjukkan kepada pemegang saham dan ditetapkan dalam anggaran dasar bila diperlukan. Dalam hal ini secara hukum pemegang saham mempunyai hak dan kewajiban yang timbul dari saham untuk menjunjung tinggi haknya atas semua.

ORGAN PERSEROAN

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Rapat umum dapat dilangsungkan jika kuorum terpenuhi, yaitu hadirnya pemegang saham yang mewakili lebih dari separuh jumlah seluruh saham dengan hak suara, yang menentukan lain. Rapat umum kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan jika pemegang saham hadir. mewakili paling sedikit 1/3 dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.

Direksi

Setiap anggota Direksi bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai dalam melaksanakan tugasnya. Atas nama perseroan, pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/10 bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dapat mengajukan gugatan ke pengadilan terhadap anggota Direksi yang kesalahan atau kelalaiannya menimbulkan kerugian bagi perseroan.

Komisaris

PENGGABUNGAN, PELEBURAN DAN PENGAMBILALIHAN

Penggabungan (merger)

Selanjutnya komisaris dapat diberhentikan sewaktu-waktu berdasarkan keputusan RUPS dengan menyebutkan alasannya dan setelah yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri di hadapan RUPS. a) dalam tata cara konversi saham, selain perbandingan pertukaran saham, juga mencakup penentuan jumlah yang dibayarkan kepada pemegang saham perusahaan yang menggabungkan diri.

Peleburan (konsolidasi)

Pengambilalihan (akuisisi)

Rencana penggabungan perseroan yang telah mendapat persetujuan RUPS dilaporkan kepada Menteri Kehakiman Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 15 ayat (3) Undang-Undang Perseroan Terbatas. Rencana pengambilalihan perseroan yang telah mendapat persetujuan RUPS dilaporkan kepada Menteri Kehakiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (3) Undang-Undang tentang Perusahaan Dagang.

PEMERIKSAAN DAN PEMBUBARAN PERSEROAN

Pemeriksaan Perseroan

Apabila permohonan pemeriksaan dikabulkan, maka ketua pengadilan akan menentukan besaran maksimal biaya pemeriksaan yang harus dibayar perusahaan. Dalam menentukan besarnya biaya pemeriksaan akuntan, ketua pengadilan mendasarkan diri pada keahlian pemeriksa dan dalam batas kemampuan perusahaan.

Pembubaran Perseroan

Atas permintaan perusahaan, ketua pengadilan negeri dapat menetapkan penggantian seluruh atau sebagian biaya pemeriksaan kepada pemohon, anggota direksi dan/atau wakilnya. Laporan hasil pemeriksaan disampaikan oleh pemeriksa kepada Ketua Pengadilan Negeri, dan Ketua Pengadilan Negeri memberikan salinan laporan hasil pemeriksaan hanya kepada pemohon dan perusahaan yang bersangkutan.

Referensi

Dokumen terkait