100BAB III HASIL CAPAIAN
3.1 Cakupan Kinerja Program Pelayanan Kesehatan 3.1.1 Hasil Capaian Kesling
NO INDIKATOR TARGET % CAPAIAN KESENJANGAN%
1 Pengawasan SAB 45% 50% 0%
2 SAB yang memenuhi syarat kesehatan 89% 50% 39%
3 Pembinaan TPM (Tempat Pengelolaan
Makanan) 67% 50% 17%
4 TPM yang memenuhi syarat kesehatan 50% 50% 0%
5 Rumah yang memenuhi syarat 80% 40% 40%
6 TTU prioritas yang memenuhi syarat 55% 40% 15%
7 Pembinaan sarana TTU 80% 50% 30%
8 Konseling sanitasi 10% 10% 0%
9 KK memiliki akses terhadap jamban
sehat 93% 60% 33%
Tabel 3.1 Capaian Kesehatan Lingkungan
Keluarga Memiliki Akses Air bersih
Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kabupaten Malang, maka secara otomatis berdampak pada kebutuhan akan air bersih yang semakin meningkat pula. Berbagai upaya telah dilakukan agarakses masyarakat terhadap air bersih dapat meningkat, salah satunya dengan pendekatan pastisipatif untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam pembangunan pipanisasi air bersih di daerahnya. Sesuai dengan hasil pemeriksaan Sumber Air Bersih yang dilakukan Desa Srigading dapat dijabarkan sebagai berikut :yang ada, yang diperiksa sebesar 50% dan semua memenuhi syarat kesehatan, karena Sumber air bersih berasal dari PDAM dan telah dilakukan pemeriksaan berkala Keluarga Memiliki Akses Sanitasi Layak
Kepemilikan sarana sanitasi layak (Jamban sehat) yang dimiliki oleh
keluarga meliputi jamban komunal, leher angsa, jamban plengsengan,
dan jamban cemplung. Pembuangan kotoran baik sampah, air limbah
mau pun tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air dan menyebabkan timbulnya penyakit. Penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi layak (jambansehat) di Desa Srigadingtahun 2022sebesar50%
Tempat – Tempat Umum (TTU) Memenuhi Syarat
Tempat-tempat Umum (TTU) merupakan suatu yang dikunjungi banyak orang dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit meliputi hotel, restoran/ rumah makan, pasar, sekolah dan lain-lain. Cakupan pemeriksaan tempat umum sehat tahun 2022 sebesar 40% .yang seharusnya 80%. karena musim pandemi sehingga ada beberapa TTU yang tidak dikunjungi
Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Memenuhi Higiene Sanitasi
Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) merupakan suatu yang dikunjungi banyak orang dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit meliputi tempat makanan, depot air minum dan lain-lain.Beberapa Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) di Desa Srigading antara lain : jasa boga, kantin sekolah, depot air minum, dan makanan jajanan. Cakupan pemeriksaan tempat pengelolaan makanan yang memenuhi higiene sanitasi tahun 2022 sebesar50%.
3.1.2 Hasil Capaian KIA
NO INDIKATOR TARGET % CAPAIAN KESENJANGAN%
A KESEHATAN IBU
1 Kunjungan Pertama Ibu Hamil (K1) 100% 100% %
2 Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
(K4) - SPM 100%
98.8%
4%
3 Pelayanan Persalinan oleh tenaga
kesehatan (Pn) 100 %
96%
4%
4 Pelayanan Persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan (Pf) (Indikator SPM)
100%
96%
4%
5 Pelayanan Nifas oleh tenaga
kesehatan (KF) 98%
96%
4%
6 Penanganan komplikasi kebidanan 80% 61% 19%
(PK)
7 Ibu hamil yang diperiksa HIV 95% 6.5% 88.5%
B KESEHATAN BAYI
1 Pelayanan Kesehatan Neonatus
pertama ( KN1) 100%
100%
%
2 Pelayanan Kesehatan Neonatus 0 - 28 hari (KN lengkap) (Standar Pelayanan Minimal ke 3)
100%
100%
%
3 Penanganan komplikasi neonatus 80% 35% 45%
4 Pelayanan kesehatan bayi 29 hari -
11 bulan 100% 89%
11%
C KESEHTAN BALITA
1 Pelayanan kesehatan anak Balita
(12-59 bl) 100%
89%
0%
2 Pelayanan kesehatan anak Balita
(0-59 bl) 100%
100%
%
3 Pelayanan kesehatan Anak Pra
Sekolah 83%
99.1%
%
Tabel 3.2 Capaian KIA
Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan kunjungan K1 dan K4. Cakupan K1 (akses pelayanan ibu hamil) merupakan gambaran jumlah ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan, sedangkan cakupan K4 adalah gambaran jumlah ibu hamil yang mendapat pelayanan 4 (empat) kali yaitu sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga.
Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil yaitu meliputi Pemeriksaan Ibu Hamil K1, K4, Persalinan ditolong tenaga kesehatan, Pemberian tablet Fe1 dan fe3 untuk ibu hamil. Cakupan pemeriksaan ibu hamil Di Desa Mulyoarjo Kec Lawang pada tahun 2021 dilaporkan sebesar untuk K1 94% dan K4 sebesar 97%.
Ibu Hamil Resiko Tinggi ditangani Terbatasnya kemampuan dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Kelurahan kepada ibu hamil yang memiliki resiko tinggi (risti), hal ini memerlukan tindakan lebih lanjut yaitu perlu dilakukan upaya rujukan ke unit pelayanan kesehatan yang memadai. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi
adalah ibu hamil yang mempunyai kondisi beresiko/ berbahaya pada waktu kehamilan maupun persalinannya.
Upaya deteksi resiko tinggi pada ibu hamil yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk ibu hamil komplikasi kebidanan yang ditangani pada tahun 2021 sebanyak 123% ibu hamil yang ditangani. Meskipun tidak semua ibu hamil dengan komplikasi ditangani, tetapi cakupan ini lebih meningkat bila dibandingkan tahun lalu dan kenyataan ini cukup menggembirakan karena upaya menurunkan AKI.Melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin dapat diketahui sejak dini kondisi ibu hamil yang masuk golongan resiko tinggi/
komplikasi yang memerlukan pelayanan rujukan.
Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa disekitar persalinan, hal ini disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (profesional).
Pada tahun 2021 cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Desa Srigading sebesar 94,9% yang seharusnya 100%. Banyaknya Faskes di wilayah Puskesmas Puskesmas Lawang bisa menjadi penyebab tidak terlapornya data persalinan.
Pelayanan Nifas
Masa nifas adalah masa 6 – 8 minggu setelah persalinan dimana organ reproduksi mulai mengalami pemulihan untuk kembali normal dan baru pulih betul .
setelah tiga bulan pasca persalinan, sehingga dalam masa nifas tersebut ibu harus memperoleh pelayanan kesehatan yang tepat yaitu 3 kali kunjungan sehingga memperkecil resiko kelainan atau kematian.
Dari laporan Kelurahan pelayanan nifas di Desa Mulyoarjo tahun 2020sebesar 94% (91 ibu nifas mendapat pelayanan) , cakupan ibu nifas masih dibawah target. Penyebabnya karena banyak faskes di wilayah Puskesmas Lawang sehingga data tidak terlaporkan
Pelayanan Kesehatan bayi
Kunjungan Neonatus
Umur bayi hingga usia kurang satu bulan merupakan golongan umur yang rentan/ beresiko mengalami gangguan kesehatan paling tinggi. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi resiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan/ kunjungan pada neonatus (KN). Kunjungan neonatus adalah terjadinya kontak antara bayi usia 0-28 hari dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh pelayanan kesehatan minimal tiga kali yaitu dua kali pada umur 0-7 hari (KN1) dan satu kali pada umur 8-28 hari (KN2).
Pelayanan neonatus yang dilakukan yaitu pemeriksaan kesehatan bayi dan melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu, meliputi : a) pelayanan kesehatan neonatal dasar, b) pemberian Vitamin K,) manajemen terpadu balita muda (MTBM), d) penyuluhan perawatan neonatus di rumah menggunakan buku KIA.
Dari laporan Kelurahan yang masuk dapat diketahui bahwa pelayanan kunjungan neonatus di Desa Mulyoarjo. Upaya deteksi resiko tinggi pada neonatal yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Desa Mulyoarjo pada tahun 2021 sebesar 107% KN Lengkap.
3.1.3 Hasil CapaianPelayanan Kesehatan Anak Balita, Anak Sekolah dan Remaja
NO INDIKATOR TARGET CAPAIAN KESENJANGAN (%)
1 Sekolah setingkat SD/MI/SDLB yang melaksanakan pemeriksaan
penjaringan kesehatan
100% 100% 0%
2 Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar kelas 1-9 dan diluar satuan pendidikan dasar
100% 100% 0%
3 Pelayanan kesehatan remaja 100% 100% 100%%
Tabel 3.3 CapaianPelayanan Kesehatan Anak Balita, Anak Sekolah, dan Remaja
Usaha Kesehatan Sekolah adalah wahana belajar mengajar untuk
meningkatkan kemampuan hidup sehat, sehingga meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang harmonis dan optimal, agar menjadi sumber daya manusia yangberkualitas.
Sasaran dari kegiatan UKS ,meliputi seluruh peserta baik pada tingkat sekolah TK, SD, SMP, SMA, Pendidikan agama. Kegiatan yang dilaksanakan oleh program UKS meliputi pembinaan melalui kunjungan ke sekolah dengan frekuensi rata-rata 2-4 kali dalam satu tahun.
Kegiatannya berupa skrining kesehatan kesemua jenjang sekolah penyuluhan dan kegiatan lintas program seperti bulan imunisasi anak sekolah (BIAS), pemberian tablet vitamin A dan pelaksanaan DDTK ke TK serta tablet Fe ke remaja putri.
Untuk capaian Program UKS di Desa Srigading sudah memenuhi target.
3.1.4 Hasil CapaianLansia
NO INDIKATOR TARGET % CA PAIAN KESENJANGAN
% 1 Pelayanan Kesehatan pada Usia
Lanjut (usia ≥ 60 tahun ) 100%
99%
1%
Tabel 3.4 CapaianLansia
Sejalan dengan meningkatnya umur harapan hidup, jumlah penduduk
lanjut usia (lansia) pun bertambah banyak dan memiliki kebutuhan-
kebutuhan khusus. Untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia dan
mutu kehidupannya, agar mencapai masa tua bahagia dan berdaya
guna diperlukan upaya pembinaan kesehatan lansia. Capaian Program
Lansia yang termasuk dalam SPM belum tercapai yaitu 99% dari target
100%.Lansiamasihada yang tidakdatangkeposyandukarenasakit dan
tidakkuatberjalan,
(usia ≥ 60 tahun ), belum tercapai.3.1.5 Hasil Capaian KB
NO INDIKATOR TARGET % CAPAIAN KESENJANGAN%
1 KB aktif (Contraceptive Prevalence
Rate/ CPR) 70%
85.85%
%
2 Peserta KB baru 10% 7% 3%
3 Peserta KB mengalami komplikasi <3.5% 0% 0%
4 PUS dengan 4 T ber KB 80% 82.5% 0%
5 Pelayanan KB Pasca Salin 60% 29.8% 30.2%
6 CPW dilayanan kespro catin
Tabel 3.5 CapaianPelayanan KB
Usia subur seorang wanita menurut hasil penelitian adalah usia antara 15 – 49 tahun, oleh karena itu untuk mengatur jumlah kelahiran atau menjarangkan kelahiran, wanita/ pasangan ini lebih diprioritaskan untuk menggunakan alat/ cara dengan Keluarga Berencana (KB).
Capaian pelayanan KB dapat digambarkan melalui kelompok sasaran program yang sedang dan pernah menggunakan alat kontrasepsi menurut daerah tempat tinggal, tempat pelayanan serta jenis kontrasepsi yang digunakan akseptor.
3.1.6 Hasil Capaian Gizi
NO INDIKATOR TARGET % CA PAIAN KESENJANGAN%
1 Pemberian kapsul vitamin A dosis
tinggi pada bayi umur 6-59 bulan 87%
100%
0%
2 Pemberian 90 tablet Besi pada ibu
hamil 81%
97%
0%
3 Pemberian Tablet Tambah Darah
pada Remaja Putri 52%
100%
0%
4 Penimbangan balita D/S 70% 65.6% 3.4%
5 Balita naik berat badannya (N/D) 82% 76% 6%
6 Balita stunting (pendek dan sangat
pendek) 21.1%
2%
19.1%
7 Bayi usia 6 (enam) bulan yang
mendapat ASI Ekslusif 50%
45%
5%
8 Bayi yang baru lahir mendapat IMD (Inisiasi Menyusu Dini)
58% 50% 8%
Tabel 3.6 CapaianPelayanan Gizi
Pada tahun 2021 di Desa Srigading, capaian D/S mencapai 65,5%, capaian D/S masih kurang. Pencapaian balita berat badan di bawah garis merah adalah 0%, dengan target balita bawah garis merah adalah tidak ada. Dapat disimpulkan bahwa target D/S posyandu masih kurang dari target, yang berarti partisipasi ibu balita dalam mengikuti posyandu kurang. Penyebab cakupan D/S posyandu kurang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya pengetahuan ibu terkait posyandu, dan juga karena kesibukan orang tua sehingga tidak dapat mengikuti posyandu secara rutin. Apalagi th 2021 masih Pandemi, dimana UKBM tidak aktif. Hal ini berakibat ibu balita tidak dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin agar ibu mengetahui apabila terjadi masalah gizi pada balita dan dapat melakukan pencegahan agar keadaan tidak menjadi semakin buruk.
Sedangkan dari hasil penimbangan balita tahun 2021 jumlah balita BGM sebanyak 8 balita , dan balita gizi buruk pada tahun 2021 di wilayah UPT Puskesmas Lawang tidak ada kasus gizi buruk.
1. Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe
Anemia gizi yang disebabkan karena kekurangan zat besi masih merupakan masalah gizi utama di Indonesia. Masalah anemia gizi pada ibu hamil, wanita usia subur dan balita perlu mendapat perhatian serius dalam penanggulangannya. Upaya penanggulangan dalam jangka pendek dilakukan dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil.
Cakupan Ibu Hamil mendapat Tablet Fe sekali (Fe1/30 bungkus) tahun 2020 sebanyak 106 (100%) ibu hamil dan Cakupan ibu hamil mendapat Tablet Fe3 tahun tahun 2020sebanyak 107 (101%) ibu hamil.
2. Balita Mendapat Kapsul Vitamin A
Kekurangan vitamin A (KVA) merupakan masalah gizi utama di Indonesia.
KVA pada anak biasanya terjadi pada anak yang menderita KEP atau gizi buruk sebagai akibat asupan zat gizi sangat kurang. Anak yang menderita KVA berdampak pada resiko kebutaan juga resiko kematian balita karena infeksi dan mudah sekali terserang infeksi seperti infeksi saluran
pernapasan akut, campak, cacar air, diare dan infeksi lain karena daya tahan anak tersebut menurun. Penanggulangan masalah KVA
dilaksanakan secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Kegiatan secara preventif dapat dilakukan dengan suplementasi kapsul vitamin A dosis tinggi dan fortifikasi bahan makanan dengan vitamin A. Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi khususnya diberikan pada sasaran prioritas yaitu bayi ( 6–11 bulan ), anak balita (1-5 tahun) dan ibu nifas.
3.1.7 Hasil Capaian ISPA
NO INDIKATOR TARGET % CAPAIAN KESENJA
NGAN%
1 Penemuan penderita Pneumonia balita 75% 45% 30%
Tabel 3.7 Capaian ISPA
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering dijumpai dengan manifestasi ringan sampai berat. ISPA yang mengenai jaringan paru-paru atau ISPA berat dapat menjadi pneumonia. Pneumonia masih merupakan penyakit utama penyebab kematian bayi dan balita di Indonesia. Dari hasil SKRT diketahui bahwa 80% sampai 90% dari seluruh kasus kematian ISPA disebabkan pneumonia. Upaya dalam rangka pemberantasan ISPA lebih difokuskan pada upaya penemuan dini dan tatalaksana kasus penderita pneumonia balita yang ditemukan secara cepat dan tepat.
Kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) atau ILI
(Influensa Like Illness) di Desa Srigading masih menempati urutan
teratas dari 10 penyakit terbanyak pada tahun 2021. Tetapi penemuan
kasus pneumoni pada Balita tidak ada.
3.1.8 Hasil CapaianDiare
A INDIKATOR TARGET % CAPAIAN KESENJA
NGAN%
1 Pelayanan Diare Balita 100% 100% 0%
2 Proprsi Penggunaan oralit pada balita 100% 100% 0%
3 Penggunaan Zinc pada balita diare 100% 100% 0%
4 Pelaksanaan kegiatan Layanan Rehidrasi Oral
Aktif (LROA) 100%
100%
0%
Tabel 3.8 CapaianDiare
Pelayan diare pada balita di Desa Srigading tidak mencapai target kar ena banyaknya faskes di Wilayah Puskesmas Lawang.
3.1.9 Hasil Capaian Kusta
NO INDIKATOR TARGET % CAPAIAN KESENJA
NGAN%
1 Kader Posyandu yang telah mendapat sosialisasi
kusta 90%
100%
%
Tabel 3.9 Capaian Kusta
3.1.10 Hasil Capaian P2TB
NO INDIKATOR TARGET % CAPAIAN KESENJA
NGAN%
1 Kasus TB yang ditemukan dan diobati 12% 2% 10%
2 Persentase pelayanan orang terduga TBC
mendapatkan pelayanan sesuai standar 12%
2%
10%
3 Angka keberhasilan pengobatan kasus TB 12% 2% 10%
Tabel 3.10 Capaian P2TB
Penjaringan kasus TB Paru di Desa Srigading dilakukan secara pasif melalui penemuan tersangka penderita yang berobat ke Puskesmas. Selain itu semua kontak penderita BTA + dengan gejala yang sama juga dijaring sebagai suspek untuk diperiksa dahaknya. Untuk tahun 2022 penjaringan
suspek TB tidak mencapai target hanya 2% karena pasientakutjika di suruhmengantardahakke PKM karenatakutdenganpenyait yang diderita.
3.1.11 Hasil CapaianImunisasi
NO INDIKATOR TARGET % CAPAIAN
KESEN JANGA
N%
1 IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) 90% 91% 0%
2 Imunisasi Lanjutan Baduta ( usia 18 sd 24 bulan) 90% 97% 0%
3 Imunisasi DT pada anak kelas 1 SD 90% 95% 0%
4 Imunisasi Campak pada anak kelas 1 SD 90% 93% 0%
5 Imunisasi TT pada anak SD kelas 2 dan 5 90% 90% 0%
6 Imunisasi TT5 pada WUS (15-49 th) 85% 80% 5%
7 Imunisasi TT2 plus bumil (15-49 th) 85% 80% 5%
Tabel 3.11 CapaianImunisasi
Pelayanan imunisasi di PonkendesSrigading terdiri dari kegiatan Imunisasi rutin dan tambahan serta melaksanakan kegiatan BIAS di sekolah..
Vaksin yang diberikan pada imunisasi rutin bayi Hepatitis B, BCG, Polio, DPT dan Campak.anak SD DT, Td dan Campak, sedangkan untuk WUS vaksin TT. secara umum mencapai target, namun target UCI Kelurahan belum mencapai target yang diharapkan.
3.1.12 Hasil Capaian PTM
NO INDIKATOR TARGET CAPAIAN KESENJAN
GAN%
1 Pelayanan kesehatan usia Produktif 100% 9.5% 90.5%
2 Deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan usia 30/50 tahun atau
perempuan yang memiliki riwayat seksual aktif
80% 1.5% 78.5%
3 Hipertensi (SPM) 100% 23.9% 76.1%
4 DM (SPM) 100% 21% 79%
Tabel 3.12 Capaian PTM
Berdasarkan tabel capaian PTM Desa Srigading tahun 2022, semua in dikator dalam PTM tidak tercapai,
3.1.13 Hasil CapaianPerkesmas
NO INDIKATOR TARGET CAPAIAN KESENJA
NGAN%
1 Cakupan Kunjungan Rumah
2 Kepala Keluarga (KK) rawan kesehatan yang mendapat Asuhan Keperawatan Keluarga 3 Kepala Keluarga (KK) yang dibina dan telah
Mandiri/ memenuhi kebutuhan kesehatan 4 Kelompok Masyarakat rawan yang mendapat
Asuhan Keperawatan Kelompok Tabel 3.13 CapaianPerkesmas
Perkesmas merupakan program yang sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan masyarakat yang mengetengahkan perpanduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitative secara menyeluruh untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatan.
3.1.14 Hasil Capaian Indera
NO INDIKATOR TARGET % CA PAIAN KESENJAN
GAN%
1 Deteksi dini ganguan penglihatan dan ganguan
pendengaran paling kurang pada 40% populasi 40%
6%
34%
Tabel 3.14 Capaian Indera
Hasil capaian Deteksi dini ganguan penglihatan dan ganguan pendengaran hanya 6% dari target 40%. Untuk kunjungan tahun 2022 karena musim Pandemi banyak UKBM yang tidak aktif dan sekolah-sekolah banyak yang tidak buka.
3.1.15 Hasil CapaianKesorga
NO INDIKATOR TARGET % CAPAIAN KESENJAN
GAN%
1 Kelompok /klub olahraga yang dibina 100% 100% 0%
2 Pengukuran Kebugaran Calon Jamaah Haji 100% 100% 0%
3 Kebugaran anak sekolah 100% 100% 0%
Tabel 3.15 CapaianKesorga
Hasil capaian Kesehatan olah raga di desaSrigading semua memenuhi target.
3.2 Hasil survey
3.2.1 HasilCapaian PIS PK
NO INDIKATOR TARGET
% CAPAIAN KESENJAN
GAN%
1 Keluarga mengikuti program Keluarga
Berencana 65% 47.5% 17.5%
2 Ibu melakukan persalinan di fasilitas
kesehatan 100% 100% 0%
3 Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap 100% 100% 0%
4 Bayi mendapat ASI Eksklusif 100% 100% 0%
5 Balita mendapatkan pemantauan
pertumbuhan 100% 92% 8%
6 Penderita Tuberculosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
100% 30.32%
69.68%
7 Penderita hipertensi melakukan
pengobatan secara teratur 100% 16.02% 83.98%
8 Penderita gangguan jiwa mendapatkan
pengobatan dan tidak diterlantarkan 100% 3.33% 96.67%
9 Anggota keluarga tidak ada yang
merokok 70%
28.26%
41.74%
10 Keluarga sudah menjadi anggota
jaminan kesehatan nasional (JKN) 100%
60.24%
39.76%
11 Keluarga mempunyai akses sarana air
bersih 100%
98.54%
1,5%
12 Keluarga mempunyai 100% 93.47% 6,6%
akses/menggunakan jamban sehat IKS :0.064%
Tabel 3.16 Capaian PIS-PK
Pada hasil capaian PIS PK dan Perkesmas tahun 2022 Desa Srigading IKS 0.064%, untuk cakupan Perkesmas dari 12 indikatorhanya 3 indikator yang tercapai, dikarenakan masih takut dengan pandemi dan warga masih banyak yang mau dikunjungi.
3.2.2 HasilCapaianSurvei PHBS
NO INDIKATOR TARGET
% CAPAIAN KESENJAN
GAN%
1 Persalinan ditolong oleh tenaga
kesehatan 100% 100% 0%
2 Cuci tangan menggunakan sabun dan air
mengalir 100% 100% 0%
3 Sarana air bersih 100% 100% 0%
4 Jamban Sehat 100% 100% 0%
5 Pemerantasan Sarang Nyamuk 100% 100% 0%
6 Diet Sayur 100% 100% 0%
7 Aktivitas fisik 100% 100% 0%
8 Menimbang bayi 80% 100% 0%
9 ASI Eksklusif 80% 67% -13%
Tabel 3.17 CapaiaSurvei PHBS
Berdasarkan survei PHBS yang dilakukan di Desa Mulyoarjo tahun 2021 Jumlah Rumah Tangga di pantau sebanyak 112 KK sebesar 10,4% dari 1074 KK.
Karena Musim pandemi banyak KK yang menolak untuk dikunjungi.
3.2.3 Hasil SMD
Tabel Analisis Maslah SMD 3.2.4 Hasil MMD
Tabel Hasil MMD
3.2.5 Hasil Musrenbangdes
3.3 Hasil lokakarya dengan masyarakat