3. Cephalotoxin
Cephalotoxin difsolasi pertama kali dari kelenjar ludah baglan posterior sejenis sotong. Sepia officinalis (HASHIMOTO 1979). Racun ini juga terdapat pada Octopus vulgaris dan O. macropus. Cephalotoxin berupa protein yang terdapat bersama-sama dengan senyawa amin yaitu m-tyramin dan 3,4- dihidroksifenitilamin. Bila masuk ke dalam tubuh korbannya menimbulkan rasa yang sangat sakit.
4.eledoisin
Toksin ini terdapat pada kelenjar ludah Octopus moshata. Substansi ini tersusun dari beberapa asam amino antara lain pyroglucin, prolin, serin, lysin dan isoleucin. Hipotensi dan kontraksi dari otot-otot halus pada mamalia, merupakan gejala keracunan oleh toksin ini.
5. Racun dari Koral
Karang batu (stony corals) tertentu dapat mengeluarkan racun melalui sengatan dengan menggunakan alat sengat yang disebut nematosis. Jenis-jenis karang batu yang beracun antara lain adalah Goniopora spp. yang menunjukkan toksisitas yang tinggi terhadap tikus percobaan.
Toksin ini dapat diperoleh melalui ekstrasi dengan pelarut organik yang sesuai. Hasil yang diperoleh berupa bubuk kristal yang merupakan suatu senyawa peptida yang disusun dengan rantai asam amino yaitu asam aspartat, prolin, isoleusin, leusin dan lisin. Karang api seperti Millepora spp., bila tersentuh dapat melepaskan nematosisnya yang berisi racun dan menimbulkan rasa sakit, dan panas